Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik). Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid, sodium arsenik, dan arsenik triklorida., sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida, asam arsenik, dan arsenat (Pb arsenat, a arsenat). Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut. Pada penelitian yang dilakukan di !SA tahun "#$% ditemukan kadar tahunan arsen di udara sekitar industri pengecoran logam berkisar antara &,&" ' &,() mg * m+, namun di dekat cerobong asap kadarnya melebihi " mg * m+. ,adar arsen dalam air minum di berbagai negara sangat bervariasi. ,adar arsen dalam air minum di !SA kurang dari &,&" - &,&) mg * ., di /epang sekitar ",( mg * ., di 0ai1an (sumur artesis) sekitar ",2 mg * ., sedangkan di ordoba (Argentina) sekitar +,% mg * .. 3i !SA, makanan dan buah'buahan yang dikonsumsi setiap hari mengandung sekitar &,&% mg As. 4akanan produk laut yang dikonsumsi harian mengandung &,&5 mg As. 6ormal, manusia setiap harinya mengkonsumsi &,&+ mg arsen.

"

PEMBAHASAN

FUNGSI ARSEN .ogam arsenik biasanya digunakan sebagai bahan campuran untuk mengeraskan logam lain misalnya mengeraskan Pb di pabrik aki atau melapisi kabel. Arsenik trioksid dan arsenik pentoksid biasanya dipakai di pabrik kalsium, tembaga dan pestisida Pb arsenat. ,omponen arsenik seringkali pula dipakai pula untuk memberi 1arna (pigmen) dan agen pemurni dalam pabrik gelas, sebagai bahan penga1et dalam penyamakan atau penga1et kapas, ataupun sebagai herbisida. Bahan kimia copper acetoarsenit terkenal sebagai bahan penga1et kayu. Bahan arsenilik digunakan dalam obat'obatan he1an maupun bahan tambahan makanan he1an. 7as arsen dan komponen arsenik lainnya seringkali digunakan dalam industri mikroelektronik dan industri bahan gallium arsenide. PAPARAN TERHADAP TEMPAT KERJA DAN LINGKUNGAN Paparan arsen di tempat kerja terutama dalam bentuk arsenik trioksid dapat terjadi pada industri pengecoran Pb (timbal), coper (tembaga), emas maupun logam non besi yang lain.. Beberapa industri yang juga mempunyai potensi untuk memberi paparan bahan kimia arsen adalah industri pestisida * herbisida, industri bahan penga1et, industri mikro elketronik dan industri 8armasi * obat'obatan. Pada industri tersebut, arsenik trioksid dapat bercampuran dengan debu, sehingga udara dan air di industri pestisida dan kegiatan peleburan mempunyai risiko untuk terpapar kontaminan arsen. Paparan yang berasal dari 9bukan tempat kerja: (non occupational e;posure) adalah air sumur, susu bubuk, saus dan minuman keras yang terkontaminasi arsen serta asap rokok. 3alam masyarakat, sampai saat ini arsen masih digunakan sebagai anti hama, terutama tikus. 3alam bentuk bubuk putih, yang dikenal sebagai 1arangan (As5<+), arsen merupakan obat pembasmi tikus yang ampuh. =acun ini tidak berasa, tidak berbau, tidak ber1arna dan sangat beracun sehingga dapat mengecoh tikus sehingga mau memakan umpan yang telah diberi racun tersebut. 0ikus yang memakan arsen akan mengalami gejala muntaber, kekurangan cairan (dehidrasi) dan meninggal dalam keadaan 9kering:. Selain sebagai racun tikus, arsen juga digunakan sebagai herbisida, pestisida, racun semut, bahan cat, keramik, bahan untuk preservasi kayu dan penjernih kaca (glass clari8ier) pada industri elektronik. ,arena bahayanya racun ini, maka saat ini arsen tidak banyak digunakan lagi sebagai pembasmi hama dan perannya digantikan oleh bahan lain yang lebih aman. !ntuk membasmi tikus misalnya, saat ini lebih banyak digunakan 1al8arin, sejenis racun yang jika termakan oleh tikus akan membuatnya mengalami perdarahan di seluruh tubuhnya. 4eskipun demikian, sampai saat ini arsen masih banyak digunakan sebagai bahan preservasi kayu dan komponen dalam industri elektronika, karena belum ada penggantinya.

ABSORBSI, METABOLISME DAN EKSKRESI ARSEN Bahan kimia arsen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan makanan, saluran perna8asan serta melalui kulit 1alaupun jumlahnya sangat terbatas. Arsen yang masuk ke dalam peredaran darah dapat ditimbun dalam organ seperti hati, ginjal, otot, tulang, kulit dan rambut. Arsenik trioksid yang dapat disimpan di kuku dan rambut dapat mempengaruhi en>im yang berperan dalam rantai respirasi, metabolisme glutation ataupun en>im yang berperan dalam proses perbaikan 36A yang rusak. 3idalam tubuh arsenik bervalensi lima dapat berubah menjadi arsenik bervalensi tiga. ?asil metabolisme dari arsenik bervalensi + adalah asam dimetil arsenik dan asam mono metil arsenik yang keduanya dapat diekskresi melalui urine. 7as arsin terbentuk dari reaksi antara hidrogen dan arsen yang merupakan hasil samping dari proses re8ining (pemurnian logam) non besi (non 8errous metal). ,eracunan gas arsin biasanya bersi8at akut dengan gejala mual, muntah, na8as pendek dan sakit kepala. /ika paparan terus berlanjut dapat menimbulkan gejala hemoglobinuria dan anemia, gagal ginjal dan ikterus (gangguan hati). GEJALA KLINIK KERACUNAN ARSEN 4enurut asarett dan 3oull@s ("#2$), menentukan indikator biologi dari keracunan arsen merupakan hal yang sangat penting. Arsen mempunyai 1aktu paruh yang singkat (hanya beberapa hari), sehingga dapat ditemukan dalam darah hanya pada saat terjadinya paparan akut. !ntuk paparan kronis dari arsen tidak la>im dilakukan penilaian. Paparan akut Paparan akut dapat terjadi jika tertelan (ingestion) sejumlah "&& mg As. 7ejala yang dapat timbul akibat paparan akut adalah mual, muntah, nyeri perut, diarrhae, kedinginan, kram otot serta oedeme dibagian muka (8acial). Paparan dengan dosis besar dapat menyebabkan koma dan kolapsnya peredaran darah. 3osis 8atal adalah jika sebanyak "5& mg arsenik trioksid masuk ke dalam tubuh. Paparan kroni 7ejala klinis yang nampak pada paparan kronis dari arsen adalah peripheral neuropathy (rasa kesemutan atau mati rasa), lelah, hilangnya re8leks, anemia, gangguan jantung, gangguan hati, gangguan ginjal, keratosis telapak tangan maupun kaki, hiperpigmentasi kulit dan dermatitis. 7ejala khusus yang dapat terjadi akibat terpapar debu yang mengandung arsen adalah nyeri tenggorokan serta batuk yang dapat mengeluarkan darah akibat terjadinya iritasi. Seperti halnya akibat terpapar asap rokok, terpapar arsen secara menahun dapat menyebabkan terjadinya kanker paru.

B!"!rapa #!$a%a k!ra&unan ar !n 'an# (apat (i(!t!k i pa(a u)u)n'a a(a%a* !p!rti (i !"utkan (i "a+a* ini, A A A A A A A A ,erontokan rambutB tanda keracunan kronis logam berat, termasuk arsen Bau napas seperti ba1ang putihB merupakan bau khas arsen 7ejala gastrointestinal berupa diareB akibat racun logam berat termasuk arsen 4untahB akibat iritasi lambung, diantaranya pada keracunan arsen. Skin specklingB gambaran kulit seperti tetes hujan pada jalan berdebu ,olik abdomenB akibat keracunan kronis ,elainan kukuB garis 4ees (garis putih melintang pada nail bed) kuku yang rapuh. ,elumpuhan (umum maupun parsial)B akibat keracunan logam berat

,arenanya jika seseorang atau sekelompok masyarakat terpapar arsen dan timbul gejala seperti di atas, maka ada indikasi bah1a masyarakat tersebut keracunan arsen. ?al ini juga mudah ditemui apabila sekelompk masyarakat secara rutin megkonsumsi bahan makanan yang mengakumulasikan arsen seperti kerang dan ikan'ikan tertentu (para nelayan dan penyuka sea 8ood). PEMERIKSAN LABORATORIUM -ANG PERLU DILAKUKAN ". Pemeriksaan darah Pada keracunan akut maupun kronis dapat terjadinya anemia, leukopenia, hiperbilirubinemia. 5. Pemeriksaan urine Pada keracunan akut dan kronis dapat terjadi proteinuria, hemoglobinuria maupun hematuria. +. Pemeriksaan 8ungsi hati Pada keracunan akut dan kronis dapat terjadi peningkatan en>im transaminase serta bilirub %. Pemeriksaan jantung Pada keracunan akut dan kronis dapat terjadi gangguan ritme maupun konduksi jantung. ). Pemeriksaan kadar arsen dalam tubuh Arsenik dalam urine merupakan indikator keracunan arsen yang terbaik bagi pekerja yang terpapar arsen. 6ormal kadar arsen dalam urine kurang dari )&ug*.. ,adar As dalam rambut juga merupakan indikator yang cukup baik untuk menilai terjadinya karacunan arsen. 6ormal kadar As dalam rambut kurang dari "mug*kg. Calaupun tidak ada pemeriksaan biokimia yang spesi8ik untuk melihat terjadinya keracunan arsen, namun gejala klinik akibat keracunan As yang dihubungkan dengan mempertimbangkan sejarah paparan merupakan hal yang cukup penting. Perlu diingat bah1a seseorang dengan kelainan laboratorium seperti di atas tidak selalu disebabkan oleh terpapar atau keracunan arsen. Banyak 8aktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan seperti di atas.

PENCEGAHAN TERJADIN-A PAPARAN ARSEN !saha pencegahan terjadinya paparan arsen secara umum adalah pemakaian alat proteksi diri bagi semua individu yang mempunyai potensi terpapar oleh arsen. Alat proteksi diri tersebut misalnya B ' 4asker yang memadai ' Sarung tangan yang memadai ' 0utup kepala ' ,acamata khusus !saha pencegahan lain adalah melakukan surveilance medis, yaitu pemeriksaan kesehatan dan laboratorium yang dilakukan secara rutin setiap tahun. /ika keadaan dianggap luar biasa, dapat dilakukan biomonitoring arsen di dalam urine. !saha pencegahan agar lingkungan kerja terbebas dari kadar arsen yang berlebihan adalah perlu dilakukan pemeriksaan kualitas udara (indoor), terutama kadar arsen dalam patikel debu. Pemeriksaan kualitas udara tersebut setidaknya dilakukan setiap tiga bulan. Dentilasi tempat kerja harus baik, agar sirkulasi udara dapat lancar. PENGOBATAN KERACUNAN ARSEN Pada keracuna arsen akibat tertelan arsen, tindakan yang terpenting adalah merangsang re8leks muntah. /ika penderita tidak sadar (shock) perlu diberikan in8us. Antdote untuk keracunan arsen adalah injeksi dimerkaprol atau BA. (British Anti .e1isite). PROGNOSIS Pada keracunan akut, jika dilakukan penanganan dengan baik dan penderita dapat bertahan, maka akan kembali normal setelah sekitar " minggu atau lebih. Pada keracunan kronis akan kembali normal dalam 1aktu $ - "5 bulan.

PENUTUP
KESIMPULAN ". ,andungan logam berat arsen berbahaya bagi tubuh karena masih digunakan sebagai anti hama, terutama tikus dalam bentuk bubuk putih, yang dikenal sebagai 1arangan (As5<+). 5. Arsen (As) dapat ditemukan di udara, air maupun makanan ketika arsen yang masuk ke dalam peredaran darah dapat ditimbun dalam organ seperti hati, ginjal, otot, tulang, kulit dan rambut maka dapat terakumulasi. SARAN ". 3iperlukan ketegasan pemerintah kepada pengguna agar tidak menyalahgunakan penggunaan arsen tersebut. 5. menghimbau kepada produsen agar tidak membuang limbah arsen sembarangan ,arena kandungan arsen tidak baik terhadap tubuh jika konsumen memakan ikan atau kerang yang berasal dari air laut yang sudah terkontaminasi limbah tersebut.