Anda di halaman 1dari 9

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari ini tanggal 30 April 2013 telah dipresentasikan portofolio oleh: Nama Peserta : dr. Robby Effendy Thio

Dengan judul/topik : Otitis Media Supurativa Kronis (OMSK) Nama Pendamping : dr. Yulinda S. Siregar Nama Wahana No. 1 2 3 4 5 : Rumah Sakit DKT Bengkulu Nama Peserta Presentasi dr. Robby Effendy Thio dr. Fira Thiodorus dr. Marrietta S. Sadeli dr. Fransisca Stefanie dr. Lie Visin No. 1 2 3 4 5 Tanda Tangan

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesunguhnya. Pendamping

dr. Robby Effendy Thio

Borang Portofolio Nama Peserta: dr. Robby Efffendy Thio Nama Wahana: Rumah Sakit DKT Bengkulu Topik: Otitis Media Supurativa Kronis (OMSK) Tanggal (kasus): 22 Maret 2012 Nama Pasien: An. A, 3 tahun Tanggal Presentasi: 30 April 2013

No. RM: 14851 Nama Pendamping: dr. Yulinda S. Siregar

Tempat Presentasi: Rumah Sakit DKT Bengkulu Obyektif Presentasi: Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka

Diagnostik Neonatus

Manajemen Bayi

Masalah Anak

Istimewa Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi: An K, 3 tahun, nyeri telinga kiri.

Tujuan: penanganan dari otitis media supurativa kronis (OMSK) Bahan bahasan: Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas: Data pasien:

Diskusi Nama: An. A Telp: -

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Nomor Registrasi: 14851 Terdaftar sejak: Tahun 2002

Nama klinik: RS DKT Bengkulu Data utama untuk bahan diskusi:

Diagnosis/Gambaran Klinis: Diagnosis: : Otitis Media Supurativa Kronis Auris Sinistra Tipe Aktif dengan Perforasi Total Membran Tympani Sinistra Gambaran Klinis : Keluhan utama: Nyeri telinga kiri. Sejak 1 bulan lalu rasa nyeri pada telinga kiri dirasakan terus menerus sepanjang hari . Keluar cairan dari telinga kiri terus-menerus sepanjang hari, cukup banyak, berwarna putih kekuningan, agak kental, tidak berbau dan tidak disertai darah. Pasien sering tidak mendengar bila dipanggil orang tuanya. Nyeri kepala yang dirasakan berdenyut. BAB : dalam batas normal, BAK :dalam batas normal.

2. Riwayat Pengobatan: belum pernah berobat sebelumnya. 3. Riwayat kesehatan/Penyakit: Pasien sering sakit batuk pilek sejak kecil yang berulang. 4. Riwayat keluarga: tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang serupa. 5. Riwayat pekerjaan: 6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik: 7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): BCG + , Polio + 3x, DPT + 3x, Hep B + 3x, Campak 1x

8. Lain-lain: (diberi contoh : PEMERIKSAAN FISIK, PEMERIKSAAN LABORATORIUM dan TAMBAHAN YANG ADA, sesuai dengan FASILITAS WAHANA) PEMERIKSAAN FISIK Status generalis Keadaan umum : pasien terlihat sakit ringan Kesadaran : compos mentis Tanda-tanda Vital Respirasi : 20x/ menit (tampak cepat dan dalam, Kussmaul Respiration) Nadi : 116x/ menit, regular, equal, isi cukup Suhu : 37.8 derajat Celcius Kepala : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil bulat isokor, diameter 3mm, RC direk & indirek +/+ Telinga : kanan : dalam batas normal. Kiri : kanalis akustikus eksternus normal, MT -, sekret purulen, MT perforasi total Leher: tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening (KGB) Thorax : cor dan pulmo tidak ada kelainan Abdomen : tidak ada kelainan Eksteremitas : tidak ada kelainan Kulit : tidak ada kelainan PEMERIKSAAN LABORATORIUM: Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK)

1. Soepardi Efiaty Arsyad, 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT Kepala Leher. Edisi, Edisi 6. Jakarta : Balai Penerbit FKUI 2. Adam, L R Boies, 2001. Boies Buku Ajar Penyakit THT Edisi 6. Jakarta : EGC.

Hasil Pembelajaran: 1. Otitis Media Supurativa Kronis (Definisi, Klasifikasi, Gejala Klinis, Dasar Diagnosis, dan Pemeriksaan Penunjang) 2. Penatalaksanaan Otitis Media Supurativa Kronis 3. Komplikasi Otitis Media Supurativa Kronis

3. Subyektif: Anak perempuan, 3 tahun Sejak 1 bulan lalu rasa nyeri pada telinga kiri dirasakan terus menerus sepanjang hari . Keluar cairan dari telinga kiri terus-menerus sepanjang hari, cukup banyak, berwarna putih kekuningan, agak kental, berbau (-) dan darah (-). Pasien sering tidak mendengar bila dipanggil orang tuanya. Nyeri kepala yang dirasakan berdenyut. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien sering sakit batuk pilek sejak kecil yang berulang. Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada. Riwayat kebiasaan : Pasien sering bermain di pantai sehingga masuk cairan kedalam telinga 4. Objektif: Pada pemeriksaan fisik ditemukan pada telinga kanan dalam batas norma, telinga kiri : kanalis akustikus eksternus normal, MT -, sekret purulen, MT perforasi total 5. Assessment(penalaran klinis): Definisi : Semua infeksi maupun inflamasi yang terjadi di auris media. Sering diawali dengan infeksi yang menyebabkan radang tenggorokan, demam, dan infeksi saluran pernafasan. Klasifikasi : (Komite Ad Hoc) Menurut urutan waktu: 1. akut <3 minggu 2. subakut 4-8 minggu 3. kronik > 9 minggu. (Task Force of the 4th International Symposium) membagi OM menjadi: 1. otitis media supuratif akut (OMA) 2. otitis media serosa/ otitis media dengan efusi (OME) 3. otitis media supuratif kronik (OMSK)

Diagnosis : 1. Keluhan berupa otore, gangguan pendengaran, otalgia. 2. Riwayat kebiasaan :Pasien sering bermain di pantai sehingga masuk cairan kedalam telinga

Komplikasi Intratemporal : Perforasi membran timpani. Mastoiditis akut. Paresis n.VII Labirintitis. Petrositis. Ekstratemporal Abses subperiosteal. Intrakranial Tromboflebitis. Abses otak. Abses subdural. Abses extradural. Meningitis.

Plan : Diagnosis : Otitis Media Supurativa Kronis Auris Sinistra Tipe Aktif dengan Perforasi Total Membran Tympani Sinistra

Pengobatan : Pasien disarankan untuk dirujuk ke dokter spesialis THT, tapi pasien menolak. Pasien diberikan terapi Chloramphenicol ear drops 3x sehari, amoxicillin syr 3x Cth1, (Paracetamol II, CTM tab II, Vit C tab II) Mfla pulv no. X, S 3dd pulv 1. Kontrol setelah obat habis. Edukasi : dilakukan edukasi agar pasien tidak kemasukan air kedalam telinga, tidak membersihkan telinga menggunakan cotton bud terlalu dalam dan segera berobat bila keluhan tidak berkurang. Konsultasi : Dijelaskan bahwa perlunya rujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan penunjang lain yang dapat mendukung diagnosis dan penatalaksanaan selanjutnya.