P. 1
Sifat Sinar Laser

Sifat Sinar Laser

|Views: 8,256|Likes:
Dipublikasikan oleh iqbalalal

More info:

Published by: iqbalalal on Sep 14, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

BAGIAN PERTAMA

LASER DAN PENGGUNAANNYA

SIFAT SINAR LASER
Sifat-sifat yang dimanfaatkan :
Penyebaran kecil (sinar SANGAT TERARAH) MONOKROMATIK KECERAHAN TINGGI Koherensi tinggi (SANGAT KOHEREN)

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT TERARAH
Penyebaran : 10-1 – 100 mrad Sebab :
emisi terangsang berarah sama seperti cahaya pemicu penguatan resonator hanya satu arah

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT TERARAH
Pemanfaatan :
pekerjaan geodesi (penepatan arah) pengukuran pada jarak jauh pelacakan objek (pesawat terbang, dsb) pemandu arah laser disc, compact disc laser printer

SIFAT SINAR LASER
SIFAT MONOKROMATIK
Lebar pita : ∆ λ ≲ 4 nm Sebab :
emisi terjadi antara dua tingkat energi yang tajam terdefinisi resonator hanya memperkuat pada frekuensifrekuensi tertentu

SIFAT SINAR LASER
SIFAT MONOKROMATIK
Pemanfaatan :
pemisahan dari cahaya sekeliling (contoh : pengukuran pada siang hari)
I
detektor

filter
laser

spektroskopi (= pengamatan/pengukuran berdasarkan spektrum pancaran) komunikasi serat optik (untuk menekan dispersi)

SIFAT SINAR LASER
SIFAT KECERAHAN TINGGI
Kecerahan = daya luas . sudut ruang

Intensitas =

daya luas

Kecerahan sinar laser >> kecerahan cahaya biasa Sebab :
diameter sinar kecil, sudut penyebaran kecil koherensi tinggi

SIFAT SINAR LASER
SIFAT KECERAHAN TINGGI
Pemanfaatan :
pembakaran jaringan (sebagai pisau operasi)
bagian ini tidak ikut rusak

pengerjaan logam (pemotongan, pemboran) pembuatan laser disc, compact disc senjata laser (?)

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT KOHEREN
Koheren :
konsistensi hubungan fasa kemampuan ber-interferensi

Koheren

:

Tidak koheren :

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT KOHEREN
Dua jenis koherensi :
koherensi ruang
P1 P2 s
P t P t+

ϕ (P1 , t) - ϕ (P2 , t) = konstan
s ≤ sk s k = panjang koherensi

koherensi waktu

ϕ (P, t) - ϕ (P, t + τ) = konstan
τ ≤ τk τ k = waktu koherensi

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT KOHEREN
Fungsi gelombang cahaya :
U = A . exp ( jϕ )
A = amplitudo cahaya

ϕ = fasa cahaya
P1 s1 Q

sumber cahaya
s2

titik pengamatan

P2

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT KOHEREN
Fungsi koherensi bersama : (mutual coherence function)
1 Γ12 = T τ=
T −T

∫ U1 (t + τ) . U 2 (t) . dt
2

2

s1 − s 2 c
T

Fungsi koherensi diri (self coherence function)

:

1 Γ11 (0) = T Γ 22 (0) = 1 T

−T T

∫ U1 (t) . U1 (t) . dt
2 2 ∗

2

−T

∫ U 2 (t) . U 2 (t) . dt
2

SIFAT SINAR LASER
SIFAT SANGAT KOHEREN
Derajat koherensi kompleks :
γ12 (τ ) = Γ12 (τ ) Γ11 (0) . Γ 22 (0)

0 ≤ γ12 (τ ) ≤ 1
γ12 (τ ) = 1

: koheren sempurna : tidak koheren

0 < γ12 (τ ) < 1 : koheren sebagian γ12 (τ ) = 0

PENGGUNAAN LASER
Penggunaan laser antara lain :
Pelacakan Laser printer Interferometer Holografi

PENGGUNAAN LASER
PELACAKAN
Diagram blok perangkat :
LASER MODULATOR AMPLITUDO OSILATOR PENGUKUR FASA FOTO DETEKTOR

Modulator elektro-optik :

analisator sel Kerr atau sel Pockels

laser

PENGGUNAAN LASER
PELACAKAN
Keuntungan sinar laser :
λ rendah ukuran pemancar/penerima kecil terarah kurang peka terhadap gangguan monokromatis dapat ditapis cerah jarak jauh

PENGGUNAAN LASER
PELACAKAN
Metode yang digunakan :
dengan pulsa :

pantulan

dengan modulasi :

pantulan

PENGGUNAAN LASER
PELACAKAN
Retro reflektor :
jenis kubus :

jenis mata kucing :

PENGGUNAAN LASER
LASER PRINTER
Skematik perangkat :
LASER lensa 2 1

(spt. dlm mesin fotocopy)

drum fotokonduktor

1 : cermin defleksi x 2 : cermin defleksi y (juga terdapat pada perangkat untuk “laser show”)

PENGGUNAAN LASER
LASER PRINTER
Masalah : penentuan letak lensa dan jarak fokus supaya diperoleh bintik laser yang sekecil-kecilnya

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Fungsi gelombang :
Fungsi gelombang biasanya dituliskan :

U = A . sin (ω.t - k.z ) ATAU

U = A . cos (ω.t - k.z )

z

z

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Fungsi gelombang :
Sekarang :
U = A . exp j.(ω.t - k.z ) = A . exp (j.ϕ )

karena : exp (j.ϕ ) = cos ϕ + j . sin ϕ

Intensitas (terang-redupnya cahaya) : I = U . U ∗ dengan : U ∗ = A . exp (-j.ϕ ) sehingga : I = A . exp (j.ϕ ) . A . exp (-j.ϕ ) atau I = A 2

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer :
perangkat ukur yang memanfaatkan gejala interferensi
BERKAS UJI SUMBER CAHAYA (LASER)

PEMISAH BERKAS

PENYATU BERKAS

DETEKTOR

BERKAS REFERENSI

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Pemisahan berkas :
Pemisahan muka gelombang

Pemisahan amplitudo
50% atau 50% 60 % 25% 40 % 75%

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
s1 0 s2 y

d

O

a layar

Pada layar : U = U1 + U 2

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Intensitas : I = U 2 = (U + U ). (U + U )∗ 1 2 1 2
= U1 + U 2 + U1 . U1 . exp [ j . 2π . (s1 − s 2 )] λ
2 2

+ U1 . U1 . exp [- j . 2π . (s1 − s 2 )] λ = I1 + I 2 + 2 . I1.I 2 . cos δ

dengan

: I1 , I 2 : intensitas cahaya dari celah 1 dan 2

δ = 2π (s1 − s 2 ) λ

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Untuk θ yang kecil : s1 − s 2 ≈ d . sin θ
y = a . tan θ ≈ a . sin θ ≈ a . θ

sehingga : s − s ≈ d . y 1 2 a

I = I1 + I 2 + 2 . I1 . I 2 . cos ( 2π..ad . y ) λ

Jarak pasangan garis :

∆y =

a.λ d

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Jika cahaya tidak koheren sempurna :
I = I1 + I 2 + 2 . I1 . I 2 . γ12 (τ ) . cos [α12 (τ ) − δ] γ12 (τ ) = γ12 (τ ) . exp [ j . α12 (τ )] s1 − s 2 c = derajat koherensi kompleks τ= c = kecepatan cahaya

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Visibilitas :
V= I max − I min I max + I min

I max = intensitas maksimum pola interferensi I min = intensitas minimum pola interferensi

Untuk I1 = I2 : V = γ12 (τ ) dapat digunakan untuk mengukur derajat koherensi
berkas cahaya detektor

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Pengukuran pergeseran : Perekaman :
obyek bergeser

s D

direkam dua kali pada bingkai film yg sama

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer (percobaan) Young :
Pengukuran pergeseran : Setelah film dikembangkan :
y

∆y =

d a

a.λ d a.λ = M.D a . λ . (s − f ) = f .D

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer Michelson :
cermin referensi LASER pemisah berkas detektor cermin uji x

I = I1 + I 2 + 2 . I1 . I 2 . cos δ δ= 2π 4πx . (2 x ) = λ λ

Pergantian terang-gelap terjadi jika cermin uji bergeser sejauh ¼ λ

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer Michelson :
Jika : x = A . sin ( 2π . t ) T maka :

I1 = I 2 = I 0
x
A

I = 2 I 0 . [1 + cos ( 4πλA . sin ( 2π . t ))] T

0

T

t

I
4 I0

0

t

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer Twyman-Green :
cermin referensi pemisah berkas cermin referensi (datar) cermin referensi (cekung)

LASER

kolimator layar

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer Mach-Zehnder :
LASER d kolimator

volume ukur

layar

Beda fasa antara kedua berkas :
n(x,y,z) = indeks bias dlm vol ukur

∆ϕ =

2π . [n (x, y, z ) − 1]. d λ

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Interferometer Mach-Zehnder :
Keuntungan : kedua berkas menjalani lintasan yang bentuk dan panjangnya simetris kurang peka terhadap gangguan

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Laser Doppler Velocimeter :
lensa

0
volume ukur
LASER kolimator aliran fluida

d

0

detektor

intensitas cahaya terhambur

t

PENGGUNAAN LASER
INTERFERENSI & INTERFEROMETER
Laser Doppler Velocimeter :
Spasi garis interferensi : Kecepatan partikel :
λ d= 2 . sin θ 2 v= d τ
4 2 4 2 0

-2

0

0

2 0 d 0

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->