Anda di halaman 1dari 21

Presentasi Kasus Partus Kasep

Pembimbing dr. H. M. Zulkarnaen H, Sp.OG

PRESENTASI KASUS

Ny. N, 21 th, 23.20 WIB, IRT, Buruh, Kel. Utama : Mau melahirkan dengan anak tak lahir lahir. Kel.tmbhn : Menarche : 13 tahun Siklus haid : 28 hari Jumlah : 100 cc Lamanya : 7 hari HPHT : 15 Desember 2011 TP : 19 September 2012

Riwayat kehamilan sekarang Sejak pukul 23.30 wib pasien mengeluh mules mules yang menjalar ke pinggang semakin lama dirasakan semakin kuat dan sering sebelumnya os dibawa ke bidan, Riwayat keluar air-air (+) sejak pukul 11.00 wib, warna jernih, bau (-), sebanyak 2 kali ganti kain, darah lendir (+). Pada pukul 15.00 menurut bidan yang menolong pembukaan sudah lengkap lalu os dipimpin untuk mengedan, tetapi tidak ada kemajuan dan anak tak lahir lahir. Dan menurut bidan yang membantu ibu tidak mengedan dengan baik dan tidak kooperatif. Selama kehamilannya os hanya satu kali memeriksakan kehamilannya kebidan. Os mengaku hamil cukup bulan, dan gerakan anak masih dirasakan. Lalu os di rujuk ke RSUAM

Riwayat kehamilan persalinan nifas Anak 1 :,1 bln,spontan,bidan, meninggal. Anak 2 : Hamil ini. Riwayat penyakit terdahulu Tidak ada Riwayat penyakit keluarga Tidak ada Riwayat kontrasepsi Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat menggunakan KB.

PEMERIKSAAN FISIK Status Present KU : Tampak sakit sedang Compos mentis TD : 120 / 80 mmHg Nadi : 120 x/menit RR : 28 x/menit Suhu : 38,2C Tinggi badan : 160 cm Berat badan : 55 kg Status Generalis Kulit : Chloasma gravidarum (+) Mata : Konj. anemis, sclera anikterik, mata cekung Gigi / mulut : Karies (-), bibir kering Thoraks : Mammae membesar Abdomen : Membesar, tegang, striae gravidarum (+) Ext : Edema (-)

Status Obstetrik

Pemeriksaan luar Tinggi fundus uteri 2 jari di bawah proc. Xypoideus (31 cm), memanjang, punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 2/5, HIS = 3x /10/30, DJJ : 141 x / menit, TBJ : 3100 gram, labia udema
Pemeriksaan dalam Portio tidak teraba, medial, lengkap, eff 100 %, ketuban (-), terbawah kaput, H III (+), penunjuk sulit dinilai. Pemeriksaan Penunjang Lab: Hb 9,6 gr%

Diagnosis G2P1A0 hamil aterm inpartu kala II dengan partus kasep JTH Preskep

Prognosis Ibu : dubia ad bonam Anak : dubia ad bonam

Sikap
Rencana partus pervaginam dengan kala II dipercepat Observasi tanda vital ibu O2 IVFD RL : D5 = 2 : 1 gtt xx/mnt,guyur 1 liter Inj Ampicilin 1 gram / 8 jam Gentamicin 80 mg / 8 jam Paracetamol 3 x 1 tab

Analisa kasus Saat masuk rumah sakit, berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik, penderita didiagnosis dengan G2P1A0 hamil aterm inpartu kala II dengan partus kasep janin tunggal hidup. Penderita didiagnosis hamil aterm berdasarkan HPHT 15 Desember 2011 usia kehamilan aterm.

Partus kasep adalah merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalu lama sehigga timbul gejala gejala seperti dehidrasi, infeksi,

Pasien dikategorikan partus kasep bila terdapat tanda / gejala dibawah ini : Pada ibu : Tanda tanda kelelahan dan intake yang kurang a. Dehidrasi: nadi cepat dan lemah b. Meteorismus c. Febris d. His (-) / lemah e. Asidosis : respirasi cepat / cuping hidung f. Gangguan psikis : takut, gelisah, cemas, apatis. 2. Tanda tanda infeksi intrauterin a. Air ketuban keruh kehijauan, berbau, kadang bercampur mekoneum. b. Suhu rektal 38 c 3. Tanda tanda ruptur uteri a. Perdarahan melalui OUE b. His c. Bagian anak mudah teraba d. Robekan dapat meluas ke serviks dan vagina

Pada janin :

Ketuban bercampur mekoneum, kental kehijau-hijauan , berbau DJJ lemah / (-) Gerak anak (-) Kaput suksedaneum yang besar Moulage kepala yang hebat Kematian janin dalam kandungan Kematian janin Intra partal

Pasien didiagnosis partus kasep berdasarkan anamnesis, didapatkan os kebidan karena sudah merasakan mules yang menjalar kepinggang, semakin lama semakin kuat dan sering. Pada saat pembukaan lengkap kemudian os dipimpin persalinan tetapi os tidak mau mengedan dengan benar dan tidak kooperatif sehingga pada saat persalinan tidak mengalami kemajuan. Lalu os dirujuk ke RSUAM. Sedangkan pada pemeriksaan tanda tanda vital ibu didapatkan, keadaan umum os tampak terlihat lemas, tensi 110 / 70 mmHg, nadi 110 x / mnt, respirasi 28 x / mnt. Suhu 38,2 C Pada pemeriksaan fisik didapatkan mata cekung, bibir kering. Pada pemeriksaan obstetrik didapatkan, pembukaan lengkap, kepala bayi berada di H III +, terdapat kaput, labia udema.djj 141 x / mnt

Penatalaksanaan pada pasien ini adalah dengan memperbaiki keadaan umum ibu yaitu dilakukan rehidrasi dengan menguyur cairan sebanyak 1 liter/jam, lalu diberi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi, diberikan oksigen. Kemudiaan istrahat 1 jam untuk observasi. pada partus kasep biasanya mengakhiri persalinan dengan jalan operasi seksio sesaria, karena melihat kondisi ibu yang sudah mengalami komplikasi dan gawat janin, tetapi pada pasien ini dicoba kembali untuk dipimpin persalinan karena setelah di observasi selama satu jam keadaan ibu mulai membaik, dan menurut bidan yang memimpin sebelumnya os tidak mengedan dengan benar dan tidak kooperatif.

Sehingga kemungkinan faktor inilah yang menyebabkan persalinan tak mengalami kemajuan sehingga menimbulkan komplikasi kepada ibunya seperti kelelahan, dehidrasi, sedangkan komplikasi pada janin nya sendiri yaitu terbentuknya kaput suksedaneum, sebelum dipimpin terlebih dahulu pasien diajarkan cara mengedan yang benar, dan tidak lama kemudian lahirlah bayi laki-laki dengan berat 3100 gram.

Laporan Partus (19-09-2012) A. Jam 23.30 His (+), djj (+) ibu ingin mengedan, pembukaan lengkap, ibu dipimpin mengedan yang baik. Labia oedem B. Jam 23.40 Bayi lahir spontan, menangis. Jenis kelamin laki- laki, BB 3100 gram, PB 50 cm AS 6/8. Ibu mendapat injeksi oxytoci 1 amp, IM Jam 00.10 Plasenta lahir lengkap. BP 700 gram, panjang tali pusat 50 cm, perineum di episiotomi perdarahan kala III / IV 200 cc.

Tinjauan Pustaka
Partus kasep merupakan satu fase akhir dari suatu persalinan yang telah berlangsung lama dan tidak mengalami kemajuan sehingga timbul komplikasi pada ibu, janin atau keduanya. Persalinan normal rata-rata berlangsung tidak lebih dari 24 jam dihitung dari awal pembukaan sampai lahirnya anak.

Etiologi
Penyebab partus kasep multikompleks, yang berhubungan dengan pengawasan pada waktu hamil dan penatalaksanaan pertolongan persalinan. Penyebab kemacetan dapat terjadi karena: a. Faktor Kekuatan Ibu Kelainan His His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan hambatan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, jika tidak dapat diatasi dapat megakibatkan kemacetan persalinan

Adapun jenis-jenis kelainan his sebagai berikut: 1. Inersia uteri 2. His yang terlalu kuat 3. Kekuatan uterus yang tdak terkoordinasi Kelainan Mengejan 1. Otot dinding perut lemah 2. Distasis recti, abdomen pendulans dan jarak antara kedua m. recti lebar 3. Refleks mengejan hilang oleh karena pemberian narkose atau anestesi 4. Kelelahan (otot dinding perut menjadi lemah)

b. Faktor Janin Dapat disebabkan oleh janin yang besar, adanya malposisi dan malpresentasi, kelainan letak bagian janin, distosia bahu, malformasi dan kehamilan ganda. c. Faktor Jalan Lahir Jalan lahir dibagi atas bagian tulang yang terdiri atas tulang-tulang panggul dengan sendi-sendinya dan bagian lunak terdiri atas otot-otot, jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen.

d. Faktor penolong
Diakibatkan pertolongan yang salah dalam manajemen persalinan yaitu ; a. Salah pimpin b. Manipulasi (Kristeler) c. Pemberian uterotonika yang kurang pada tempatnya

e. Faktor psikologis
Suatu proses persalinan merupakan pengalaman fisik sekaligus emosional yang luar biasa bagi seorang wanita. Aspek psikologis tidak dapat dipisahkan dari aspek fisik satu sama lain. Bagi wanita kebanyakan proses persalinan membuat mereka takut dan cemas.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai