Anda di halaman 1dari 13

Serat tekstil alam dan buatan.

SERAT RAYON VISKOSA


BAB I PENDAHULUAN
I. Latar Belakang Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara atau proses dari pembuatan serat rayon viskosa. Sebelum mengetahui bagaimana proses pembuatan serat rayon viskosa tersebut, berikut akan kami jabarkan terlebih dahulu tentang apa itu serat dan rayon. I.1. Serat Serat atau fiber adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Material ini sangat penting dalam ilmu biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal, untuk membuat tali, kain, atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis serat yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia . 1. Serat Alami

Serat alami meliputi serat yang diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini bersifat dapat mengalami pelapukan. Serat alami dapat digolongkan ke dalam! " Serat tumbuhan# biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung pula lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan kain ramie. Serat tumbuhan digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil. Serat tumbuhan juga penting bagi nutrisi manusia. " Serat kayu, berasal dari tumbuhan berkayu. " Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang dimanfaatkan oleh manusia adalah serat laba-laba (sutra dan bulu domba (wol . " Serat mineral, umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. 2. Serat inteti

Serat sintetis atau serat buatan manusia umumnya berasal dari bahan petrokimia. $amun demikian, ada pula serat sintetis yang dibuat dari selulosa alami seperti rayon.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

Serat mineral " %aca serat&'iberglass, dibuat dari kuarsa, " Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti ((tembaga), emas, atau perak. Serat !"limer adalah bagian dari serat sintetis. Serat jenis ini dibuat melalui proses kimia. *ahan yang umum digunakan untuk membuat serat polimer! " polyamida nilon, " +,- atau +*- poliester, digunakan untuk membuat botol plastik, " fenol-formaldehid (+' " serat polivinyl alkohol (+./0 " serat polivinyl khlorida (+.C " poliolefin (++ dan +, " polyethylene (+, , " ,lastomer, digunakan untuk membuat spande1, " poliuretan. I.2. Ra#"n +embuatan serat rayon viskosa ditemukan oleh C.'. Cross dan ,.2. *evan pada tahun 3453, produksi rayon viskosa pertama oleh Courtaulds 6td. yang berkembang keseluruh dunia. 7ayon atau kain rayon adalah kain yang dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Serat yang dijadikan benang rayon berasal dari polimer organik, sehingga disebut serat semisintesis karena tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami yang sesungguhnya. 8alam industri tekstil, kain rayon dikenal dengan nama rayon viskosa atau sutra buatan. %ain ini biasanya terlihat berkilau dan tidak mudah kusut. Serat rayon memiliki unsur kimia karbon, hidrogen, dan oksigen. %ain rayon digunakan secara luas dalam industri garmen untuk bahan pakaian dan perlengkapan busana, seperti daster, jaket, jas, pakaian dalam, syal, topi, dasi, kaus kaki, dan kain pelapis sepatu. %ain jenis ini juga dipakai sebagai kain alas dan pelengkap perabot rumah tangga (seprai, selimut, tirai dan alat-alat kebutuhan industri (kain untuk perabot rumah sakit, benang ban , serta barang kesehatan pribadi misalnya! pembalut wanita dan popok. 8i 9ndonesia, kain rayon merupakan bahan baku untuk industri kain dan baju batik.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

BAB II ISI $Pem%a&a an'

II.1. Pem%a&a an Serat tekstil dari bahan selulosa dibedakan antara serat rayon dan serat asetat. Serat rayon dan serat asetat dibuat dari senyawa selulosa yang berasal dari pulp kayu atau serat kapas pendek. Selulosa rayon dan selulosa regenerasi secara fisik dan dirubah bentuknya menjadi serat melalui proses pemintalan serat. -api pada serat asetat terjadi reaksi kimia didalam senyawa selulosanya, yaitu senyawa selulosa bereaksi dengan asam asetat membentuk senyawa selulosa asetat yang sifatnya berbeda dengan bahan asalnya yakni selulosa. -etapi karena bahan asalnya sama yakni selulosa, maka kedua jenis serat tersebut digolongkan dalam serat selulosa buatan. 7ayon merupakan serat buatan yang paling tua. +engamatan terhadap ulat sutera dalam membuat kepompong ataupun laba-laba membuat jaring rumahnya, menyebabkan orang ingin menirunya dengan cara memintal berbagai larutan untuk memperoleh filamen seperti sutera. Menjelang akhir abad ke 35 terdapat tiga macam proses untuk merubah senyawa selulosa padat menjadi larutan, yang kemudian disemprotkan melalui spinneret agar diperoleh suatu serat. +roses kupramonium berkembang di 2erman mulai tahun 34:;, proses nitroselulosa di +erancis pada tahun 344< dan proses viskosa di 9nggris pada tahun 345=. +roses viskosa pada waktu sekarang paling banyak dikerjakan, proses kuproamonium hanya beberapa, sedang proses nitroselulosa tidak dipakai lagi. 'aktor terpenting untuk keberhasilan serat rayon adalah harganya yang murah dan dapat digunakan untuk membuat kain yang cukup bagus yang warnanya dapat menyerupai wol, sutera ataupun linen. Serat rayon pertama kali dibuat untuk membuat kain pakaian jenis krep atau menyerupai linen. /leh karena kelentingannya rendah, maka serat ini sukar bersaing dengan serat wol. +ada tahun 35>?, dengan ditemukannya penyempurnaan resin anti kusut, maka penggunaan serat rayon dapat dikembangkan. -ahun 35>; dikembangkan serat rayon dengan kekuatan tinggi untuk keperluan industri ban dan serat yang kasar untuk karpet. Sejak itu kira-kira @:A serat rayon untuk keperluan industri dan lenan rumah tangga dan hanya sebagian kecil saja untuk pakaian.Sesuai dengan cara pembuatannya dan sifatnya, maka serat rayon dikenal ada beberapa jenis, antara lain rayon viskosa, rayon kuproamonium, rayon high wet modulus, rayon high tenacity dan lainnya.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

1. Ra#"n Vi k" a +embuatan serat rayon viskosa ditemukan oleh C.'. Cross dan ,.2. *evan pada tahun 3453, produksi rayon viskosa pertama oleh Courtaulds 6td. yang berkembang keseluruh dunia. *ahan dasar pembuatan serat viskosa rayon, adalah bubur kayu yang dimurnikan disebut pulp. +ulp tersebut dirubah menjadi selulosa alkali dengan natrium hidroksida. %emudian dengan karbon disulfida dirubah menjadi natrium selulosa 1antat, yang selanjutnya dilarutkan dalam larutan soda kostik encer. 6arutan ini kemudian diperam dan kemudian dipintal dengan cara pemintalan basah menggunakan larutan asam. 'ilamen hasil pemintalan masih belum murni, sehingga perlu dimurnikan. Mula-mula filamen dicuci dengan air dan dengan larutan natrium sulfida, selanjutnya dikelentang dengan larutan natrium hipokhlorit dan akhirnya dikeringkan. Bntuk pembuatan benang stapel, filamen dipotong dan bila perlu dibuat keriting. Cara yang biasanya dilakukan ialah dengan melewatkan filamen diantara rol-rol yang beralur, sehingga akan menjadi keriting sebelum dipotong-potong menjadi stapel. Selain cara ini pengeritingan juga dapat dilakukan secara kimia. %ekuatan serat rayon viskosa dalam keadaan kering =,@ gram&denier dengan mulur 3:A dan dalam keadaan basah 3,< gram&denier dengan mulur =:A. Sedangkan elastisitas seratnya kurang bagus. Moisture regain serat rayon dalam keadaan standar 3=-3>A. 8alam keadaan kering, rayon viskosa merupakan isolator listrik yang baik, tetapi uap air yang diserap akan mengurangi daya isolasinya. 7ayon viskosa tahan terhadap penyeterikaan, tetapi oleh pemanasan yang lama warnanya akan berubah menjadi kuning. Sedangkan oleh penyinaran kekuatannya akan berkurang. 7ayon viskosa cepat rusak oleh asam dibandingkan dengan kapas, terutama dalam keadaan panas tetapi tahan terhadap pelarut untuk pencucian kering (dry-cleaning . Sedangkan jamur akan menyebabkan kekuatan berkurang serta warna. 7ayon viskosa banyak dipergunakan untuk pakaian untuk tekstil rumah tangga umpama kain tirai, kain penutup kursi, taplak meja, sprei dan pakaian dalam. 7ayon viskosa baik untuk kain lapis karena tahan gesekan, berkilau dan licin. Campuran rayos viskosa poliester digunakan untuk bahan pakaian. 2. Ra#"n K(!r"am"ni(m *ahan baku untuk rayon kupramonium adalah linter kapas, kadang-kadang juga digunakan pula pulp yang telah dimurnikan sehingga mempunyai kadar selulosa yang tinggi. 6inter kapas dimasak pada kier pada suhu 3:?/C dengan larutan natrium hidroksida encer. %emudian diputihkan dengan natrium hipokhlorit. Selulosa yang telah dimurnikan ini kemudian dicampur dengan ammonia, kupro sulfat dan natrium hidroksida, kemudian diaduk-aduk sehingga menjadi larutan yang berwarna biru jernih, diencerkan sehingga mengandung selulosa 5-3?A, dihilangkan udaranya dan disaring. 6arutan kupramonium dipintal dengan cara pemintalan basah. 6arutan disemprotkan melalui spinneret kedalam air untuk menghilangkan sebagian besar ammonia dan sebagian kupro, kemudian ditarik, dilewatkan kedalam larutan asam, rangkaian bak pencucidiberi pelumas, dikeringkan dan akhirnya digulung.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

Serat rayon kupramonium mirip dengan rayon viskosa, perbedaan sifat pokoknya ialah ! a. 'ilamen rayon kupramonium sangat halus rata-rata 3,= denier per filament. Bntuk keperluan khusus dapat dibuat sampai ?,< denier per filament. b. %ekuatannya dalam keadaan kering =,> gram&denier dengan mulur 3:A sedangkan dalam keadaan basah kekuatanya 3,= gram&denier dengan mulur =:A. c. Moisture contentnya 33A.

d. 8apat terbajar# pada suhu 34?/C akan rusak# dan kekuatannya berkurang oleh sinar matahari. 7ayon kupramonium bayak digunakan untuk bahan pakaian wanita, kaos kaki wanita dan pakaian dalam. %ebanyakan untuk kain-kain mutu baik. %ehalusan filamennya memberikan sifat lemas dan drape yang baik. %ain wanita yang dibuat dengan benang rayon kupramonium banyak di dagangkan dengan nama *emberg rayon. ). Ra#"n Hig& Tena*it# 7ayon dengan kekuatan tinggi adalah rayon viskosa yang kekuatannya lebih tinggi dari rayon viskosa biasa yaitu dalam keadaan kering antara >,?-:,@ gram&denier dengan mulur 3;-;A, sedangkan dalam keadaan basah kekuatannya 3,5->,5 gram&denier dengan mulur =>4A. Cara pemintalannya hamper sama dengan cara pembuatan rayon viskosa biasa, hanya larutan koagulasinya mengandung seng sulfat yang lebih banyak, atau dengan menaikan derajat polimerasasinya. 7ayon kekuatan tinggi di dagangkan dengan nama-nama ! -enasco, Cordura, 8urafil dan 'ortisan. 7ayon kekuatan tinggi digunakan terutama untuk tekstil industri umpama untuk benang bann, ban pengangkut kain lapis sepatu, pita dan pipa pemadam kebakaran. Selain itu juga digunakan untuk kain tirai dan pakaian kerja +. Ra#"n A etat Serat asetat adalah serat yang terbentuk oleh senyawa selulosa asetat. Cpabila lebih dari 5=A gugus hidroksil dari selulosa diganti dengan asetat maka serat tersebut disebut triasetat, serat triasetat telah dicoba pembuatannya sejak tahun 353<. tetapi akrena sukar dicari pelarut yang sesuai dengan Dat warna yang cocok, maka baru dapat diperdagangkan pada tahun 35:> oleh Celanses Co. dengan nama Crnel. Serat asetat merupakan ester selulosa yang struktur fisika dan kimianya sangat beda dengan selulosa alam maupun selulosa regenerasi. ,ster selulosa dibentuk dengan memberikan asam asetat glasial, Csam asetat anhidrat dan asam sulfat pada senyawa selulosa. 7eaksinya disebut asetilasi, beberapa gugus hidroksil dari selulosa diganti dengan gugus asetil. Serat triasetat gugusan asetilnya lebih sedikit dibandingkan serat diasetat.
Oleh : Hendra Sutrisna 5

Serat tekstil alam dan buatan.

,. Sel(l" a A etat *ahan baku selulosa asetat adalah linter kapas atau pulp kayu. 6inter kapas dimasak didalam kier dibawah tekanan selama <-3? jam de ngan larutan natrium karbonat, natrium hidroksida atau campuran kedua Dat ini. %emudian dicuci, dibilas, diputihkan dengan natrium hipokhlorit, dicuci dan akhirnya dikeringkan. Selulosa asetat kurang higroskopik dibandingkan dengan rayon viskosa dan juga sukar dicelup. Selulosa asetat lebih mudah mengelembung atau larut dalam pelarutan-pelarutan organik seperti aseton, metil etil keton, metil asetat, khloroform, metilen khloroda, etilena khlorida dan lainnya. Csam-asam lemah dan dingin tidak merusak selulosa asetat, tetapi asam yang pekat seperti asam asetat, formiat dingin, alkali dan sabun alkali akan merusak selulosa asetat. %ekuatan selulosa asetat dalam keadaan kering 3,< gram&denier dengan mulur =:A, sedangkan dalam keadaan basah ?,5 gram&denier dengan mulur >:A. +enarikan sampai mulur :A masih bersifat elastis, tetapi jika lebih maka tidak akan kembali ke panjang semula. 8alam penyinaran kekuatannya akan berkurang. -itik leleh serat asetat =>?/C. 8alam penyertikaan yang sangat panas akan lengket. Selain itu serat asetat dapat terbakar sama seperti rayon viskosa dan kapas. %ilau serat asetat biasanya akan berkurang setelah direndam dalam air mendidih, tetapi akan kembali lagi setelah diseterika. Selulosa asetat pegangannya lembut dan kainnya mempunyai drape yang baik. Selain itu merupakan isolator listrik yang baik dan dapat menimbulkan muatan listrik statik, tahan terhadap serangga dan jamur, dan moisture regain-nya @,:A. %arena pegangannya lembut dan hangat, selulosa asetat banyak digunakan untuk pakaian wanita. Selain itu juga digunakan untuk tekstil rumah tangga, lapisan pengeras kain misalnya leher kemeja, untuk isolasi listrik dan untuk filter rokok. Selulosa asetat didagangkan antara lain dengan nama Clon atau -ohalon. II.2. Pr" e Pem%(atan Serat Ra#"n Vi k" a *erikut adalah proses dalam pembuatan serat rayon viskosa ! 1.Alkali a i $Pem%(atan Alkali Sel(l" a' +roses pembentukan alkali selulosa dengan mereaksikan selulosa yang berbentuk pulp dengan $a/0 34A. -ujuannya adalah mendapatkan hasil berupa slurry alkali selulosa (C@05/</$a n, penggembungan selulosa, menghilangkan kotoran, dan melarutkan hemiselolusa dengan $a/0. +rosesnya dilakukan padapulper, pulp dimasukan ditambah $a/0 dan MnS/< (katalis hasilnya berupa slurry lalu dipompa ke slurry tank sehingga menghasilkan alkali selulosa. 6anjut ke slurry press untuk menghilangkan kelebihan $a/0 dan perjalanan terakhir alkalisasi adalah dimasukan ke schedder dimana gumpalan akali selulosa akan dicabik -cabik membentuk scum (>>-><A selulosa, 3:-3@A alkali, dan air . 7eaksi ! (C@05/</0 $ E n($a/0 F (C@05/</$a n (alkali selulosa
Oleh : Hendra Sutrisna 6

Serat tekstil alam dan buatan.

2. Pr" e Pemeraman 0asil proses alkalisasi harus diperam untuk menurunkan derajat polimerisasi dari selulosa sehingga lebih mudah dilarutkan dalam proses selanjutnya. +roses ini dilakukan dalam alat aging drum dengan waktu pemeraman :-@ jam dan kecepatan putar ?,>-?,@ rpm. Setelah itu, alkali selulosa dikirim ke hoppper untuk menghilangkan logam-logam alkali, dengan melewati blower bertekanan udara. ). Pr" e -anta i Clkali selulosa belum dapat dilarutkan, untuk itu perlu dirubah ke bentuk lain agar dapat dilarutkan untuk dipintal. +rosesnya alkali selulosa dirubah ke bentuk selulosa 1antat dengan direaksikan dengan%arbon disulfida dalam alat yang dinamakan 1antator. +rosesnya alkali selulosa akan dimasukan ke dalamnya tetapi sebelum ditambahkan %arbon disulfida harus diperam dulu supaya tidak dihasilkan CS= yang akan menimbulkan ledakan akibat reaksi antara udara dengan %arbon disulfida, pemeramam selama ; menit. Setelah itu baru dialirkan %arbon disulfida dengan pengadukan <> rpm selama >? -<? menit sampai akhirnya dihasilkan selulosa 1antat . 7eaksi ! (C@05/</$a E Cs= F (C@05/</Cs=$a n (selulosa 1antat +. Pr" e Pelar(tan .an Pen*am!(ran +elarutan dilakukan dengan mereaksikan alkali selulosa 1antat dengan $a/0 =? g&6 pada alat disolver dan fine homogeniDer yang berlangsung 3,=:-3,;: jam pada kisaran suhu 3:=?/C sehingga dihasilkan larutan yang kental yang disebut larutan viskosa. +roses ini dilakukan pada suhu rendah untuk menghindari terjadinya dekomposisi 1antat dan produk samping. Bntuk itu, 1antator dilengkapi alat pendingin. Selanjutnya dialirkan ke blender untuk menghasilkan larutan yang lebih halus dan rata.

+enambahan alkali dan karbon disulfidapada selulosa menghasilkan viskosa. ,. Pr" e Pematangan +roses ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi pembentukan viskosa dilakukan dalam alat ripening tank. %ematangan larutan dinyatakan dalam 7i pening 9ndeks (79 atau angka kematangan. 79 dinyatakan dalam banyaknya (ml Cmonium klorida ($0<Cl yang diperlukan untuk mengkoagulasi =? gram viskosa yang dilarutkan dalam >? ml air pada suhu =?/C.
Oleh : Hendra Sutrisna 7

Serat tekstil alam dan buatan.

Cda = macam penghambat yang harus dihilangkan sebelum larutan viskosa dipintal yaitu pengotor dari debu, karat, serta serat-serat halus yang dapat menyebabkan penyumbatan pada spineret dan timbulnya gelembung udara yang dapat memutus filamen serat saat dipintal. +engotor pertama akan dihilangkan dengan dilewatkan pada first filter sedangkan jenis pengotor kedua akan disedot dengan deaerator. /. S!inning $Pemintalan' 7ayon .iskosa dipintal dengan pemintalan basah, prinsipnya larutan viskosa setelah dilewatkan pada cetakan serat (spineret akan dimampatkan menjadi filament serat dengan dilewatkan pada larutan koagulan. Setelah proses pematangan, larutan viskosa akan dimasukan ke dalam spinning tank sebagai penampung, lalu dipompakan ke candle filter (alat perantara sebelum masuk spineret, disini terjadi penyaringan ulang kotoran melewati materring pump untuk menjaga kesetabilan aliran larutan. Setelah itu larutan viskosa dipintal lewat lubang spineret dengan diendapkan lewat larutan koagulan membentuk filament rayon atau disebut tow. %omposisi larutan koagulan yaitu! " Csam sulfat (0=S/< Meregenerasi larutan viskosa (natrium selulosa 1antat menjadi selulosa. " Seng-sufat (GnS/< Menghambat proses regenerasi yang terlalu cepat sehingga pembentukan lapisan kulit filamen lebih stabil (agar kecepatan pengendapan flamen di lapisan luar dan dalam tidak terlalu jauh sehingga diameter serat tidak terlalu mengkerut " $atrium sulfat ($a=S/< ,lektrolit kuat untuk membantu proses koagulasi dengan menajaga stabilitas ph (buffer dan mencegah kerusakan filament yangsudah terbentuk oleh 0=S/<. -ow (kumpulan filamen yang terbentuk, akan ditarik sehingga menimbulkan peregangan filament, ini dilakukan dengan dilewatkan padaguide adapun pengaturan peregangan oleh strech roller. Setelah itu tow akan diregangkan kembali dengan dilewatkan pada idle roller dan feed roller sebelum dipotongpotong. 0. Pem"t"ngan T"1 -ow merupakan kumpulan filament yang panjangnya tidak berujung untuk itu perlu dilakukan pemotongan agar memudahkan proses selanjutnya. +roses pemotongan dilakukan dengan memasukan tow pada mesin pemotong dengan posisi vertikal dengan bantuan semprotan air bersuhu 3=?/C tekanan 3,= bar sehingga dihasilkan serat staple (potonganpotongan flilament dengan kisaran panjang >=, >4, <<, :3, dan @? mm. 2. Pr" e Pengam%ilan Kem%ali Kar%"n .i (l3i.e Serat rayon yang telah dipotong (staple dilewatkan pada pipa-pipa kecil yang berlubang dengan injeksi uap,dengan tujuan mengambil CS= dengan air, proses ini akan mengambil >?-<?A CS=.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

4. A3ter Treatment $Pr" e Penger5aan Lan5(tan' +roses ini untuk menghilangkan sisa-sisa larutan koagulan dan sulfida yang masih menempel pada serat rayon viskosa. Serat rayon yang berbentuk hamparan dilewatkan pada mesin after treatment secara kontinyu dengan kecepatan conveyor >-: m&menit. Brutan proses pengerjaan lanjutan diantaranya! " Ccid 'ree Hash (pencucian bebas asam " 'irst Hashing (pencucian pertama&lanjutan " 8esulfuriDing (penghilangan belerang " Second Hashing (pencucian kedua " *leaching (pengelantangan " -hird Hashing (pencucian ketiga " 'inal Hashing (pencucian akhir " Soft 'inish (proses pelembutan 16. Pr" e Pengeringan .an Penge!akan Serat kemudian dipress lewat sIueeDe roller lalu dikirim ke mesin wet opener untuk dicabik-cabik sehingga dengan serat yang terpotong lebih kecil akan lebih mudah dikeringkan. Selanjutnya serat dikeringkan ke mesin pengeirng dengan dua tahap. " +engeringan 9 suhu 3?? -3>?/C dengan sisa kadar air sekitar >:A " +engeirngan 99 suhu 3?? -3<?/C dengan sisa kadar air 33-3>A Setelah itu serat akan dicabik-cabik lagi menjadi staple yang siap dipintal untuk benang di mesinfeeder lalu, diteruskan ke mesin opener (mesin pembuka serat . Ckhir proses serat dipak menjadi bale serat dengan berat sekitar =:? kg.

Oleh : Hendra Sutrisna

Serat tekstil alam dan buatan.

7am%ar erat ra#"n 8

9"nt"& tek t(r kain ra#"n 8

Sampel kain rayon dari sebuah rok.

7ok lain dengan tekstur berbeda.

*lus dengan tekstur serupa dengan gambar nomor dua.

Oleh : Hendra Sutrisna

10

Serat tekstil alam dan buatan.

7A:BAR ALUR PROSES RAYON VISKOSA

Oleh : Hendra Sutrisna

11

Serat tekstil alam dan buatan.

BAB III PENUTUP


III.1. Ke im!(lan Cdapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penjabaran tentang pembuatan serat rayon viskosa diatas adalah ! Serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Serat terbagi menjadi = yaitu serat alami dan serat sintetis. 7ayon adalah kain yang dibuat dari serat hasil regenerasi selulosa. Serat yang dijadikan benang rayon berasal dari polimerorganik, sehingga disebut serat semisintesis karena tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami yang sesungguhnya. 7ayon .iskosa adalah serat tekstil golongan serat buatan yang dibuat dari bahan baku selulosa dan dalam proses pembuatannya dipintal dengan cara pemintalan basah menggunakan larut.an asam. *ahan dasar pembuatan serat viskosa rayon, adalah bubur kayu yang dimurnikan (pulp . +ulp tersebut dirubah menjadi selulosa alkali dengan natrium hidroksida. %emudian dengan karbon disulfida dirubah menjadi natrium selulosa 1antat, yang selanjutnya dilarutkan dalam larutan soda kostik encer. *erikut ini adalah tahapantahapan proses pembuatan serat rayon viskosa! 3. Clkalisasi (+embuatan Clkali Selulosa =. +roses +emeraman >. +roses Jantasi <. +roses +elarutan dan +encampuran :. +roses +ematangan @. Spinning (+emintalan ;. +emotongan -ow 4. +roses +engambilan %embali %arbon disulfide 5. Cfter -reatment (+roses +engerjaan 6anjutan 3?.+roses +engeringan dan +engepakan.

Oleh : Hendra Sutrisna

12

Serat tekstil alam dan buatan.

DA;TAR PUSTAKA 8 3. 'aiD.einstein.blogspot.com, =. Makalah proses pembuatan serat rayon mahasiswa Ckademi 9ndustri -ekstil *andung angkatan =?33-=?3=, >. -ydagor.wordpress.com.

Oleh : Hendra Sutrisna

13