Anda di halaman 1dari 7

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional

telah mewujudkan hasil yang positif diberbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan hidup terutama dibidang kesehatan sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup manusia (life expectanc). Akibatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut meningkat dan peningkatannya cenderung lebih cepat. Proses menua (aging) merupakan proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain, sehingga dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain (Nugroho, 2 !". Secara indi#idu, pengaruh proses menua dapat menimbulkan sosial ekonomi.

masalah baik secara fisik, biologis, mental, maupun

Semakin lanjut usia, mereka akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan sehari$harinya A%& (Activity Daily Living" yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan orang lain (Nugroho, 2 !".

A%& merupakan akti#itas rutin sehari$hari yang harus dilakukan oleh lansia dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari$hari. %alam hal ini pengetahuan keluarga sangat diperlukan untuk dapat membantu memenuhi

kebutuhan lansia. Pengetahuan merupahan hal$hal yang kita ketahui tentang

'

kebenaran yang ada di sekitar kita tanpa harus menguji kebenarannya, didapat melalui pengamatan yang lebih mendalam ((asis, 2 !". %engan pengetahuan

yang dimiliki oleh keluarga lansia, maka keluarga dapat mengaplikasikan mengenai cara perawatan dan pemenuhan kebutuhan A%& lansia dan membantu meningkatkan kemandirian lansia. Selain itu peran keluarga juga sangat penting dalam meningkatkan kemandirian lansia maupun pemenuhan A%& karena

keluarga merupakan bagian dari lansia yang lebih mengerti mengenai keadaan lansia. )etapi pada saat ini keluarga kurang berperan aktif dalam perawatan lansia dan bahkan banyak keluarga yang menganggap bahwa lansia tersebut akan menjadi beban bagi kehidupannya karena banyak anggota keluarga yang sibuk dengan pekerjaan mereka ataupun mengurus anggota keluarga lain selain lansia, sehingga keluarga kurang memperhatikan kondisi ataupun kebutuhan sehari$hari lansia, oleh sebab itu banyak lansia yang terlantar karena kurangnya perhatian dari keluarga dalam memperhatikan kondisi ataupun kebutuhan sehari$hari lansia. *ndonesia termasuk negara yang memasuki era penduduk berstruktur lanjut usia (aging structured population) karena jumlah penduduk yang berusia + tahun ke atas sekitar ,,'!-. .umlah penduduk lansia di *ndonesia pada tahun 2 +

sebesar kurang lebih '/ juta, dengan usia harapan hidup ++,2 tahun. Pada tahun 2 ' diperkirakan jumlah lansia sebesar 20,/ juta (/,,,-", dengan usia harapan hidup +,,1 tahun dan pada tahun 2 2 diperkirakan sebesar 2!,! juta ('',01-", dengan usia harapan hidup ,',' tahun (2enkokesra, 2 !". 2enurut 3APP4NAS

(2 '2", pada tahun 2 25 penduduk *ndonesia diperkirakan akan mencapai 2,0,+5 juta jiwa, selain itu *ndonesia diperkirakan dapat menekan angka kelahiran total

(fertility rate) dan angka kematian bayi (infant mortality rate) serta meningkatkan angka harapan hidup lansia mencapai ,0,, tahun. 3ahkan menurut %irjen 6ehabilitasi Sosial 7ementerian Sosial (2 '2", penduduk lansia di *ndonesia saat ini termasuk lima besar terbanyak di dunia. 3erdasarkan penelitian Arfene Supraja (2 ' ", yang berjudul 8ubungan antara Peran 7eluarga dengan 7emampuan A%& (Activity Daily Living) pada &ansia di 7elurahan 2ojo 7ecamatan 9ubeng Surabaya menyebutkan bahwa peran keluarga sangat berpengaruh terhadap kemampuan A%& (Activity Daily

Living" pada lansia, sehingga dapat dikatakan apabila peran keluarga baik maka kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia akan mengalami peningkatan atau bisa dikatakan mandiri dan sebaliknya apabila peran keluarga kurang maka kemampuan A%& (Activity Daily Living" pada lansia akan mengalami penurunan atau ketergantungan. (ulandari (2 5", meneliti tentang Pengaruh Pendidikan 7esehatan dalam

terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan

Perilaku 7eluarga

Perawatan :sia &anjut di 6umah di %esa 3ibis (ilayah 7erja Puskesmas 7asihan * 7abupaten 3antul ;ogyakarta. 8asil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dalam perawatan usia lanjut di rumah, artinya tingkat pengetahuan keluarga memiliki peranan yang penting pada lansia dalam kemampuan pemenuhan A%& (Activity Daily Living). 8asil sur#ey awal di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan pada bulan September 2 '2, dari ' orang lansia yang telah dilakukan obser#asi

dengan *ndeks 3arthel, didapatkan sebanyak ' orang lansia (' -" ketergantungan total, 1 orang lansia (1 -" ketergantungan sebagian, dan 5 orang lansia (5 -" lainnya mandiri. Selain itu juga, setelah dilakukan sur#ai terhadap '5 keluarga, ' keluarga (++,,-" yang merawat usia lanjut di rumah tidak mengetahui

tentang perawatan usia lanjut maupun membantu dalam pemenuhan A%& pada lansia, misalnya pada pemenuhan kebutuhan toileting, keluarga tidak tahu cara yang aman untuk memenuhi kebutuhan toileting pada usia lanjut. Sedangkan 5 keluarga ( 0 0 , 0 - " diantaranya mengetahui bagaimana cara merawat usia lanjut yang baik, misalnya menyediakan kloset yang mengggunakan bahan tidak licin pada kamar mandi untuk mencegah usia lanjut jatuh. %ari data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa masih kurangnya pengetahuan dan peran keluarga dalam membantu memenuhi kebutuhan A%& pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 2enurut 8ardywinoto (2 5", penurunan A%& (Activity Daily Living)

disebabkan oleh< kondisi fisik yang mulai menurun, kapasitas mental, status mental seperti kesedihan dan depresi, penerimaan terhadap fungsinya anggota tubuh serta dukungan anggota keluarga yang dipengaruhi oleh pengatuhan dan peran keluarga. .ika lansia mengalami penurunan A%& (Activity Daily Living) maka akan mempengaruhi Quality of Life dan kemandirian lansia, baik di tingkat sosial maupun mental. %engan adanya berbagai permasalahan yang terjadi pada lansia, maka pengetahuan dan peran keluarga sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. %alam hal ini Health Education sangat diperlukan bagi keluarga lansia

karena keluarga mempunyai peran sebagai moti#ator, edukator dan fasilitator dalam membantu pemenuhan A%& (Activity Daily Living) pada lansia. 3erangkat dari fenomena tersebut peneliti bermaksud mengadakan penelitian tentang =8ubungan antara )ingkat Pengetahuan dan Peran 7eluarga dengan 7emampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten 7abupaten &amongan.

1.2 Rumusan Masalah 3erdasarkan uraian masalah yang tercantum di latar belakang, maka rumusan permasalahan peneliti adalah< '" Apakah ada hubungan pengetahuan keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan > 2" Apakah ada hubungan peran keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan > 0" Apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan peran keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan >

1.3

Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum '" 2engetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 2" 2engetahui hubungan peran keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 0" 2engetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan peran keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 1.3.2 Tujuan husus

'" 2engidentifikasi tingkat pengetahuan keluarga pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 2" 2engidentifikasi peran keluarga pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan. 0" 2engidentifikasi tingkat kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia di %esa &atek 7ecamatan Sekaran 7abupaten &amongan.

1.! Man"aat Penelitian 1.!.1 Bagi Aka#emis 2erupakan sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan A%& (Activity Daily Living) pada lansia serta sebagai sarana pembanding bagi dunia ilmu pengetahuan dalam memperkaya informasi

tentang hubungan antara tingkat pengetahuan dan peran keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia. 1.!.2 Bagi Praktis '" 3agi keluarga Sebagai tolak ukur keluarga dalam meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam memberi perawatan dan pemenuhan A%& (Activity Daily Living) pada lansia. 2" 3agi usia lanjut 2eningkatkan kesejahteraan lansia dengan cara mendapatkan

perawatan yang lebih optimal khususnya dalam A%& (Activity Daily Living). 0" 3agi *nstitusi Pelayanan 7esehatan Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi untuk pengelola program kesehatan lansia khususnya dalam melibatkan peran aktif keluarga. 1" 3agi Peneliti Selanjutnya 2eningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman yang nyata dalam proses penelitian. Serta hasil penelitian ini dapat dijadikan kerangka berfikir dan sebagai informasi untuk meningkatkan pengetahuan bagi peneliti selanjutnya mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dengan kemampuan A%& (Activity Daily Living) pada lansia. perawatan lansia di rumah dengan