Anda di halaman 1dari 26

MANIFESTASI PENYAKIT GINJAL DI RONGGA MULUT

Penyakit Ginjal perobahan di rongga mulut dapat terjadi :


1. akibat penanggulangan medik 2. disebabkan penyakit ginjal kronik (PGK)

Sehingga
Penanggulangan dental pasien dengan PGK perlu modifikasi untuk mencegah komplikasi

Penyakit Ginjal Kronik


Kerusakan yang cepat pada fungsi ginjal menyebabkan sejumlah perubahan fisiologik yang dapat menyebabkan

Gejala klinik

uremia

Gejala Oral
- uremic stomatitis : sakit & ulser
- ulserative uraemic stomatitis : plak putih yang dapat meliputi mukosa mulut

. . . Stomatitis Uremik

Etiologi :
Etiologi tidak diketahui Hypotesis menyatakan bahwa stomatitis terjadi karena reaksi mukosa oral karena toxin atau aksi amoniak Urease yang dihasilkan oleh mikroflora menurunkan sekresi urea di rongga mulut

Gambaran klinis :
Ulser yang sakit, dilapisi pseudomembran yang nekrotik Pendarahan lokal dan ekimosis Plak hyperkeratotik menimbulkan sakit Xerostomia dan sensasi rasa terbakar Halitosis, kandidiasis Infeksi bakteri dan virus

Diagnosis :
Riwayat penyakit Pemeriksaan urin Level urea dalam darah

Differential Diagnosis :
Kandidiasis Cinnamon contact stomatitis Hairy Leukoplakia Drug reaction Allergic stomatitia Necrotizing ulcerative stomatitia Agranulocytosis Aplastic anemia

Perawatan :
Drg bekerja sama dengan spesialis ginjal sebelum perawatan lokal dan sistemik dari uremik stomatitis Lesi oral hilang setelah hemodialisis

Perawatan oral hygiene

Perawatan :
Berkumur hydrogen peroxide 3-4 kali dalam sehari selama 2 minggu Obat kumur chamomile 4-6 kali/ hari, biarkan dimulut selama 5 menit Local antimycotics seperti miconazole oral gel 3-4 kali/hari, atau nystatin oral suspensi 5 ml Artificial saliva untuk xerostomia

Manifestasi di rongga mulut karena Penyakit ginjal kronik :


Dry mouth Mucosal ulceration Bacterial and fungal plaques Pallor of the mucosa ( anaemia ) - Oral purpura - White plaque ( uraemic stomatitis ) - Giant cell lessions = osteolytic lession in jaws

Giant cell lesions pada rahang dapat terjadi sama seperti yang disebabkan hyperparathyroidism hyperparathyroidism secondary karena PGK atau karena lamanya dialysis dan akan meningkatkan lesi oral= osteolytic lession pada tulang

Pasien yang mengalami dialisis


Akses ke sirkulasi pasien terutama melalui arteriovenous shunt biasanya pada lengan bawah Mudah terinfeksi bakteraemia

Penderita memerlukan AB prophylaxis

Pasien yang menjalani haemodialisa heparinisasi, pencabutan gigi sebaiknya ditunda sampai lebih kurang 12 jam Membawa hepatitis B and C fatal terjangkit diantara staf & pasien di renal unit

Penderita menjalani transplantasi :


1. Efek samping immunosuppressive regimens yang diberikan untuk mencegah penolakan ginjal yang ditransplantasikan - plak bakteri atau Candida - penyebaran oral candida - herpes simplex virus yaitu berupa infeksi sekunder

2. Cyclosporin : gingival overgrowth

3. Nifedipine : diberikan seiring dengan adanya hypertensi pada penderita ginjal

Pasien dengan Dialisis


kSama

dengan konservatif dengan tambahan kPencabutan / operasi 1 hari setelah dialisis kBila perlu Protamin Sulfat 6 jam sesudah dialisis

pasien dengan dialisis

k Kontrol

perdarahan Avintin Desmopressin atau Estrogen k Obat kumur Traneksamik + Hemostatik k Teknik operasi seksama irigasi k Profilaksis Antibiotika k Akses Fistula Arteriovena pada tangan tidak boleh jadi tempat injeksi dan pengukuran tensi, bila pada kaki tidak boleh duduk lama dengan kaki tergantung

Pasien dengan Transplantasi


kMulut

bebas infeksi sebelum transplantasi kPasien dengan Imunosupressif mudah infeksi Antibiotika + Steroid
k Hindari

operasi kecuali Imunosupressif Maintenance k Hindari obat Nefrotoksik