Anda di halaman 1dari 22

1

HALAMAN JUDUL

PENARIKAN KESIMPULAN MAKALAH Diajukan Guna Memenuhi Tugas Matakuliah Metodologi Penelitian Bidang Studi

Oleh KINANTHI NISFUL LAILY 110210302003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Penarikan Kesimpulan. Penulisan makalah adalah salah satu tugas matakuliah Metodologi Penelitian Bidang Studi . Dalam Penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis belum maksimal. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen Pembimbing matakuliah Metodologi Penelitian Bidang Studi, Dr. Nurul Umamah M.Pd yang telah membimbing dan mengarahkan bagaimana seharusnya makalah ini dibuat. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, serta makalah ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca. Amiin Yaa Robbal Alamiin.

Jember, 10 November 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDU ......................................................................................... i KATA PENGANTAR .................................................................................... ii DAFTAR ISI................................................................................................... iii BAB 1. PENDAHULUAN ............................................................................. 1 1.1 Latar Belakang................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 1 1.3 Tujuan............................................................................................... 2 1.4 Manfat............................................................................................... 2 BAB 2. PEMBAHASAN ................................................................................ 3 2.1 Pengertian Penarikan Kesimpul ....................................................... 3 2.2 Karakteristik Kesimpulan................................................................. 5 2.3 Jenis-jenis Kesimpulan ...................................................................... 6 2.4 Langkah-Langkah Penarikan Kesimpulan ..................................... 8 2.5 Contoh Kesimpulan Pada Jenis-Jenis Penelitian ............................ 13 BAB 3. PENUTUP ......................................................................................... 16 3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 16 3.2 Saran ................................................................................................... 18 DAFTAR PUSTAKA

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, ilimiah, logis, benar, bertanggung jawab, dan menggunakn bahasa yang baik dan benar (pateda, 1993:91). Jadi karya ilimiah ditulis bukan sekedar memepertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian (uang, bahan, dan alat), tetapi juga untuk mempertanggungjawabkan penulisan tersebut secara teknis dan materi. Hal ini terjadi karena hasil suatu karaya ilmiah dibaca dan dipelajari oleh orang lain dalam kurun waktu yang tidak terbatas sebagai sarana mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sistematis merupakan sifat yang harus dipenuhi dalam penulisan karya ilmiah artinya disusun dalam suatu urutan yang teratur, sehingga pembaca mudah memahami hasil tulisan tersebut. Hasil tulisan imiah harus disusun pula secara logis dan benar sehingga didapat suatu kesimpulan yang logis dan sesuai permasalahan. Sebab itu perlu dipelajari dan dipahami konsep dan jenis-jenis penulisan kesimpulan.. Kesimpulan dalam suatu karya ilmiah, merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan. Tidak sedikit penulisan kesimpulan yang kurang seuai, hal ini disebabkan kurangnya pemahaman arti dan pemilihan metode berfikir yang tepat dalam menarik kesimpulan. Oleh karena itu perlu adaya suatu penalaran strategi penulisan kesimpulan, agar terhindar dari kemungkinan terjadinya pemahaman kesimpulan yang salah. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang dan fokus permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apa pengertian penarikan Kesimpulan? 2. Apa karakteristik dari kesimpulan? 3. Bagaimana jenis-jenis kesimpulan? 4. Bagaimana langkah-langkah dalam penarikan kesimpulan?

5. Bagaimana contoh penarikan kesimpulan pada penelitian (kuantitatif, kualitatif, pengembangan, kebijakan/evaluasi, dan ex post facto)? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian penarikan kesimpulan 2. Untuk mengetahui karakteristik dari kesimpulan 3. Untuk mengetahui jenis-jenis kesimpulan 4. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam penarikan kesimpulan 5. Untuk mengetahui contoh penarikan kesimpulan pada penelitian (kuantitatif, kualitatif, pengembangan, kebijakan/evaluasi, dan ex post facto) 1.4 Manfaat Manfaat penulisan makalah ini dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait ataupun pihak lainnya yang memerlukan informasi lebih mengenai Metodologi Penelitian Bidang Studi khususnya dalam penarikan kesimpulan.

BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penarikan Kesimpulan Kesimpulan adalah langkah terakhir berupa jawaban atas rumusan masalah. Dimana kesimpulan pada umumnya disusun dalam bentuk kalimat-kalimat pendek, relevan, dan terpilih. Secara garis besar pula dapat dijelaskan bahwa kesimpulan adalah intisari dari hasil eksperimen dan pernyataan mengenai hubungan hasil eksperimen dengan hipotesis, termasuk juga alasan-alasan yang menyebabkan hasil eksperimen berbeda dengan hipotesis. Kesimpulan atau sering disebut pula keputusan, yang dalam bahasa latin disebut conclution, dapat diartikan dengan berbagai cara, antara lain : 1. Kesimpulan sebagai suatu keputusan, dalil, hukum,tingkatan akhir, inferensi, persetujuan akhir, atau tesis. 2. Kesimpulan sebagai kesimpulan yang ditarik berdasarkan metode berpikir induktif dan deduktif 3. Kesimpulan sebagai pertimbangan yang dikemukakan atas dasar penalaran inferensial 4. Kesimpulan sebagai suatu pernyataan dalam silogisme yang didasarkan pada premise mayor dan premise minor. Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Jika dalam proses pengujian terdapat bukti yang cukup untuk mendukung hipotesis, maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya jika dalam proses pengujian tidak terdapat bukti yang cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah sebab telah memenuhi persyaratan keilmuan. Syarat keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya, serta telah teruji kebenarannya. Teruji kebenarannya berarti tidak ditemukan bukti yang bertentangan. Dalam menarik kesimpulan penelitian selalu harus mendasarkan diri atas semua data yang diperoleh dalam kegiatan penelitian. Dengan kata lain, penarikan kesimpulan harus didasarkan atas data, bukan atas angan-angan atau keinginan peneliti. Adalah salah besar apabila kelompok peneliti membuat kesimpulan yang bertujuan menyenangkan hati pemesan, dengan cara manipulasi data.

Pada dasarnya penarikan kesimpulan memiliki hubungan dengan problematik, dan hipotesis. Di dalam kegiatan peneliti muncul perumusan problematik. Di dalam problematik ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabnya melalui kegiatan penelitian. Sehubungan dengan pertanyaan inilah maka peneliti mencoba mencari jawaban sementara yang disebut hipotesis, sedangkan kesimpulan yang ditarik berdasarkan data yang telah disebut hipotesis, sedangkan kesimpulan yang ditarik berdasarkan data yang telah dikumpulkan, adalah merupakan jawaban, benar-benar jawaban yang dicari, walaupun tidak selalu menyenangkan hatinya. Oleh karena itu, harus tampak jelas hubungan antara problematik, hipotesis, dan kesimpulan.

Problematik Rumus Masalah

Hipotesis

Kesimpulan

Apabila kesimpulan penelitian merupakan jawaban dari problematik yang dikemukakan, maka isi maupun banyaknya kesimpulan yang dibuat juga harus sama dengan isi dan banyaknya problematik. Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan contoh berikut ini. Problematik 1. Apakah orang tua murid di daerah pedesaan memberikan motivasi belajar yang sama dengan orang tua murid di kota? 2. Apakah ayah mempunyai peranan yang sama dengan ibu dalam memberikan motivasi belajar, baik di daerah maupun dikota? Hipotesis 1. Orang tua murid di daerah pedesaan memberikan motivasi belajar sebesar yang diberikan oleh orang tua di kota. 2. Ada perbedaan yang signifikan antara ayah dan ibu di dalam memberikan motivasi belajar, baik bagi orang tua murid di daerah pedesaan maupun di kota. Jadi bisa dikatakan bahwa kesimpulan penelitiannya, yaitu:

1. Orang tua murid di daerah pedesaan tidak dapat memberikan motivasi belajar sebesar yang diberikan oleh orang tua di kota 2. Ada perbedaanyang signifikan antara ayah dan ibu di dalam memberikan motivasi belajar, baik bagi orang tua murid di daerah pedesaan maupun di kota (Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2002:385).

Setelah melakukan penelitian, maka penulis mengambil kesimpulan atas hasil dari analisa dan interprestasi data yang dilengkapi dengan saran-saran. Penarikan kesimpulan sangat berguna dalam merangkum hasil akhir suatu penelitian, selain sebagai landasan rumusan pengambilan keputusan bagi pihak peneliti juga digunakan sebagai bahan acuan penelitian selanjutnya. Setiap kesimpulan yang dibuat oleh peneliti semata-mata didasarkan pada data yang dikumpulkan dan diolah. Hasil penelitian tergantung pada kemampuan peneliti untuk menfasirkan secara logis data yang telah disusun secara sistematis menjadi ikatan pengertian sebab-akibat obyek penelitian. Setiap kesimpulan dapat diuji kembali validitasnya dengan jalan meneliti jenis dan sifat data dan model yang digunakan. (Wasito Hermawan, pengantar metodologi penelitian. 1992:89)

2.2 Karakteristik penarikan kesimpulan Bila pada bagian pendahuluan dimaksudkan untuk bergerak dari umum (bidang kajian) ke khusus (topik penelitian), maka dalam bagian kesimpulan harus bergerak dari yang lebih khusus (penelitian kita) kembali ke umum (bidang kajian, bagaimana penelitian kita akan mempengaruhi dunia). Dengan kata lain, dalam kesimpulan kita harus meletakkan penelitian yang kita kerjakan ke dalam konteks. (Ricky-budiman.blogspot.com, diakses Selasa 28 April 2009) Penyusunan bab tentang kesimpulan ditujukan untuk memberi ringkasan tentang: o Apa yang telah dipelajari (biasanya di bagian awal kesimpulan) o Apa saja yang masih harus dipelajari (arah penelitian berikutnya) o Hasil yang diperoleh dalam penelitian (evaluasi) o Manfaat, kelebihan, dan aplikasi temuan penelitian (evaluasi) o Rekomendasi (Ricky-budiman.blogspot.com, diakses Selasa 28 April 2009)

Sebelum peneliti merumuskan kesimpulan maka terlebih dahulu harus memahami karakter-karakteristik yang harus dipegang dalam merumuskan kesimpulan. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah: (1) kesimpulan ditulis sebagai pernyataan singkat (2) kesimpulan penelitian tidak lagi memuat bahasa statistik/hasil analisis data/angkaangka (3) kesimpulan adalah gambaran umum dari hasil analisis data (4) kesimpulan selalu merujuk pada rumusan masalah dan tujuan penelitian

2.3 Jenis-Jenis Kesimpulan 1. Kesimpulan berdasarkan kualitas a. Kesimpulan kualitas afirmatif Merupakan keputusan yang membenarkan, mengakui, mengiyakan, atau menetapkan. b. Kesimpulan kualitas negatif Merupakan kesimpulan yang meniadakan, mengingkari, atau menolak. 2. Kesimpulan berdasarkan ekstensi a. Kesimpulan kuantitas universal Kesimpulan yang meliputi seluruh subjek. Dikemukakan dalam pernyataan seperti. Semua, seluruh, segala, tidak terkecuali, atau tidak satupun. b. Kesimpulan kuantitas partikular Merupakan pernyataan yang khusus untuk subjek tertentu dengan mengecualikan subjek lainnya.dinyatakan dg kata-kata seperti: sebagian kecil,sebagian besar, beberapa, tidak seluruhnya, atau tidak semuanya. c. Kesimpulan kuantitas singular Merupakan kesimpulan yang benar bagi satu atau jenis subjek. 3. Kesimpulan berdasarkan kondisi a. Kesimpulan hipotesis Adalah kesimpulan yang dibangun berdasarkan syarat-syarat tertentu.

10

b. Kesimpulan kategorial Adalah kesimpulan yang sama sekali tidak berdasarkan syarat-syarat. c. Kesimpulan disjungtif Adalah apabila terdapat beberapa kemungkinan kebenaran pernyataan, nama hanya salah satu pernyataan yang benar. 4. Kesimpulan berdasarkan materi a. Kesimpulan analitis Kesimpulan yang ditarik dari subjek dan penentuan yang merupakan keputusan yang predikatnya telah disebutkan dan telah dinilai oleh subjeknya. Jadi, predikatnya adalah keharusan bagi subjek. b. Kesimpulan sintesis Adalah kesimpulan yang predikatnya bukan keharusan bagi subjek c. Kesimpulan majemuk d. Kesimpulan eksklusif Menyatakan suatu keputusan yang subjek atau predikatnya diterangkan dengan kata2 seperti : hanya, saja, atau belaka. e. Kesimpulan ekseptif Menyatakan suatu keputusan yang subjek atau predikatnya diterangkan dengan kata2 seperti : semua, semuanya, seluruh, seluruhnya. f. Kesimpulan komparatif Adalah kesimpulan yang membandingkan yang satu dengan yang lainnya (lebih dari, kurang dari, atau sama). Perbandingan tersebut mungkin dalam arti kuantitatif (berhubungan dengan jumlah ) atau dalam arti kualitatif (berhubungan dengan jenis, karakter khusus atau esensial). Penulisan karya tulis ilmiah, sebaiknya mengkaji hakekat perumusan kesimpulan. Hal ini berkaitan dengan : 1. Kesimpulan itu akan menjadi tesis atau dali bagi penulis yang akan

dipertanggungjawabkan dimuka sidang penguji. 2. Nilai kesimpulan menjadi salah satu syarat penilaian yang dapat mempengaruhi keseluruhan penilaian terhadap karya tulis ilmiahnya.

11

3. Setiap kesimpulan yabg diajukan oleh penulis karya tulis ilmiah harus melalui proses pengujian atas kebenarannya. 4. Tesis yang dirumuskan oleh penulis pada dasarnya dapat diubah menjadi hipotesis (yang kebenarannya kembali diuji) oleh penulis berikut. 5. Tesis yang diubah menjadi hipotesis seperti itu merupakan bagian dari pertumbuhan kumulatif dalam ilmu pengetahuan. 2.4 Langkah-Langkah Penarikan Kesimpulan

12 MENARIK KESIMPULAN
Langkah 1 Memilih Masalah

Langkah 2 Studi Pendahuluan

Langkah 3 Merumuskan Masalah

Langkah 4 Merumuskan Anggapan Dasar

Langkah 4-a Hipotesis

Langkah 5 Memilih Pendekatan

Langkah 6-a Menentukan Variabel

Langkah 6-b Menentukan Sumber Data

Langkah 7 Menentukan dan Menyusun Instrumen

Langkah 8 Mengumpulkan Data

Langkah 9 Analisis Data

Langkah 10

Menarik Kesimpulan

Langkah 11 Menyusun Laporan

13

Dalam metode ilmiah seluruh langkah-langkah diatas harus dilakukan agar suatu penelitian dapat disebut ilmiah. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara urut dan benar, karena langkah yang satu merupakan dasar bagi langkah berikutnya. Langkah-langkah yang telah disebutkan diatas harus digunakan sebagai landasan utama dalam penelitian, walau terkadang terjadi berbagai variasi yang berkembang sesuai dengan bidang dan permasalahan yang diteliti. (Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2002:384). Setelah melalui beberapa langkah-langkah yang yang harus di patuhi, maka tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan. Adapun di dalam penarikan kesimpulan ini harus mencangkup unsur-unsur yang harus dipenuhi. Unsur yang termasuk di dalam penarikan kesimpulan,yaitu: 1. Isi dalam kesimpulan harus berupa analisis dari kajian pustaka dan juga interpretasi dari tema yang mana bentukanya dapat berupa implikasi (kesimpulan berdasar data) dan dapat juga berupa inferensi (kesimpulan berdasar referensi) 2. Isi dalam kesimpulan sebaiknya mengandung saran-saran yang ditujukan kepada pembaca 3. Kesimpulan makalah sebaiknya dibuat dengan menggambarkan secara singkat isi dari karya ilmiah yang telah dijelaskan sebelumnya. 4. Dalam membuat kesimpulan karya tulis ilmiah, hindari menyimpulkan materi yang tidak dibahas dalam pembahasan makalah. Selanjutnya di dalam penarikan kesimpulan ini, aspek negatif dari penelitian yang kita buat seharusnya tidak diabaikan. Masalah, kelemahan, dan lain-lain sejenisnya dapat dimasukkan ke dalam bagian kesimpulan sebagai suatu cara untuk mengkualifikasikan kesimpulan yang kamu buat (memperlihatkan aspek-aspek negatif, bahkan seandainya hal tersebut lebih bermakna dibandingkan dengan aspek-aspek positifnya). (Ricky-

budiman.blogspot.com, diakses Selasa 28 April 2009) Sering terjadi tujuan penelitian mengalami perubahan ketika penelitian sedang dijalankan. Hal tersebut tidak menjadi masalah sepanjang peneliti tidak lupa untuk kembali dan menyusun ulang tujuan yang telah ditulis pada bagian pendahuluan sehingga secara akurat merefleksikan apa yang sedang penelliti selesaikan dalam penelitian. Ada tiga metode atau cara yang digunakan dalam penarikan kesimpulan, yaitu: 1. Modus Ponens (Kaidah Pengasingan) Jika diketahui premis-premisnya pq dan p maka dapat diambil konklusi q.

14

2. Modus Tollens (Kaidah Penolakan) ika diketahui premis-premisnya pq dan q maka dapat diambil konklusi p. 3. Silogisme Silogisme menggunakan sifat menghantar atau transitif dari pernyataan implikasi. Jika diketahui premis-premisnya pq dan qr maka dapat diambil konklusi pr. (Rickybudiman.blogspot.com, diakses Selasa 28 April 2009) Sedangkan ketika menarik kebenaran baru (tesis) dari sejumlah keputusan yang ada, penulis dapat memanfaatkan metode berfikir sebagai berikut : 1. a. Metode berpikir induktif Upaya untuk memperoleh pengertian umum dari pengertian-pengertian khusus. Disebut berpikir induktif. Keputusan yang diperoleh dari berpikir induktif adalah keputusan baru yang bersifat khusus. Atau dapat pula dikatakan bahwa berpikir induktif itu tidak lain daripada berpikir dari kongkrit ke abstrak, dari keputusan khusus ke keputusa umum. Keputusan-keputusan yang khusus ini mungkin berupakeputusan tunggal(singular) atau keputusan khusus(particular). Keputusan tunggal atau singular merupakan keputusan yang nilai kebenarannya hanya tepat bagi satu(jenis) subjek, sedangkan keputusan particular merupakan salah satu jenis kesimpulan ekstensi yang dinyatakan dalam bentuk keputusan yang terbatas untuk sebagian lingkungan dari suatu subjek. 1. b. Metode berpikir deduktif Berpikir untuk mendapatkan kesimpulan khusus dari kesimpulan umum disebut kesimpulan deduktif. Dapat pula dikatakan, bahwa pemikiran deduktif dapat diartikan bilamana diperoleh suatu kebenaran baru dari sejumlah keputusan yang telah ada. Penulis yang menggunakan berpikir deduktuf akan meneliti tanda-tanda atau karakteristik umum dari suatu benda atau peristiwa dan selanjutnya akan mengambil kesimpulan bahwa benda atau peristiwa kongkrit yang dihadapinya itu termasuk dalam kelompok yang memiliki tandatanda atau karakteristik tersebut. 1. c. Metode berpikir silogistik Silogisme, salah satu metode penalaran deduktif (deductive reasoning), merupakan suatu bentuk singkat dari pernyataan argumen umum kepada argument khusus yang terdiri

15

atas dua buah pernyataan, dan kesimpulan tersebut akan benar jika kedua pernyataan itu benar. Manakala seorang penulis karya tulis ilmiah dapat meraih suatu kebenaran baru berdasarkan pada dua buah keputusan yang telah ada, maka pemikiran itu disebut pemikiran deduktif silogistik. 1. d. Metode berpikir inferensi langsung Berpikir inferensi adalah berpikir yang menggunakan premise. Bilamana keputusan baru diperoleh hanya dari sebuah keputusan saja, maka metode berpikir yang dipergunakan adalah metode berpikir inferensi langsung atau (disederhanakan) sebagai metode berpikir langsung. Pernyataan yang barudiraih dari sebuah pernyataan, tanpa bantuan pernyataan ketiga. Dalam menarik kesimpulan dibutuhkan metode berpikir, namun perlu penjelasan. Dalam penjelasan tersebut akan jatuh pada enam jenis hubungan sebagai berikut : 1. 1. Hubungan kausal Dalam bentuk sebab akibat (cause effect) dapat dinyatakan dalam kata-kata seperti: oleh karena itu, karena, sebab, oleh sebab itu, atau sebagai akibat. 1. 2. Hubungan kontras Dalam bentuk pertentangan dapat dinyatakan dalam kata-kata seperti : kendatipun, sekalipun, walaupun ,sungguhpun, akan tetapi, tetapi, namun, sedangkan, atau bertentangan dengan. 1. 3. Hubungan metodis Dikemukakan dengan kata-kata: seakan-akan, seolah-olah, seperti, atau sama. 1. 4. Hubungan kondisional Dikemukakan dengan kata-kata seperti: Jikalau, jika, kalau, bila, apabila, bilamana, andai, seandainya, atau seandainya tidak. 1. 5. Hubungan waktu

16

Dikemukakan dalam kata-kata seperti : Sesudah, sesuai, setelah, sebelum, kapan, atau kemudian. 6. Hubungan akumulatif Dinyatakan dalam kata-kata seperti : Dan, juga, pun, tambahan lagi, atau tambahan pula. 2.5 Contoh-Contoh Penarikan Kesimpulan Pada Jenis-Jenis Penelitian 2.5.1 Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kualitatif, kesimpulan akhir bisa jadi tidak muncul hingga

penghimpunan data berakhir, sebab kesimpulan tersebut sangat tergantung pada besarnya atau banyaknya himpunan catatan lapangan, kodifikasi, penyimpanan, dan metode penelusuran ulang yang dipergunakan, ketrampilan peneliti, dan sering kali juga keinginan pemberi dana. Namun, dalam kenyataanya, seperti sering terjadi dalam penelitian kualitatif, kesimp[ulan bisa jadi telah dirumuskan sebelumnya, malahan peneliti pun melakukan sejak permulaan penelitian, walaupun ia mempergunakan metode induktif.

2.5.2 Penelitian Tindakan Kelas Pada kesimpulan di penelitian tindakan kelas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. kesimpulan ditulis sebagai pernyataan singkat; Tujuan penulisan kesimpulan pada bab V sebuah laporan penelitian tindakan kelas adalah untuk memberikan informasi secara cepat kepada pembaca tentang hasil penelitian yang telah diperoleh. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai tujuan tersebut kesimpulan harus ditulis dalam bentuk pernyataan singkat, tidak bertele-tele. 2. kesimpulan penelitian tidak lagi memuat bahasa statistik/hasil analisis data/angkaangka; Kesalahan yang sering ditemukan dalam sebuah kesimpulan di bagian laporan ptk adalah masih dimuatnya bahasa yang sulit dipahami secara langsung oleh pembaca. Kesulitan dapat dialami pembaca saat memahami kalimat-kalimat simpulan yang masih mengandung angka-angka atau skor-skor dari analisis data. Kesimpulan pada sebuah laporan ptk tidak

17

boleh demikian. Seyogyanya justru kalimat-kalimat disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh orang awam sekalipun. 3. kesimpulan adalah gambaran umum dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah ditulis di bab IV; Kesalahan lain yang sering terjadi saat seorang peneliti menuliskan kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukannya adalah kalimat-kalimat yang ditulis tidak begitu penting dan melenceng dari gambaran umum hasil analisis data dan pembahasan yang telah ditulisnya di bab IV. Kesalahan ini tidak akan terjadi bila peneliti berikap objektif saat menuliskan laporannya. 4. kesimpulan selalu merujuk pada rumusan masalah dan tujuan penelitian tindakan kelas yang dilakukan; Cara termudah agar saat merumuskan bagian kesimpulan pada laporan ptk adalah dengan merujuk kembali kepada rumusan masalah dan tujuan penelitian tindakan kelas yang dilakukan yang terdapat pada bab I. Contoh penulisan kesimpulan pada Penelitian Tindakan Kelas:

RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana aktivitas peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai pada pembelajaran materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui strategi memory cycle? 2. Bagaimana pengelolaan pembelajaran di kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai yang dilakukan oleh guru pada materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan strategi memory cycle? 3. Bagaimana hasil belajar peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai pada materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan strategi memory cycle? Dan tujuan penelitian tindakan kelas berbunyi:

18

TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan aktivitas peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai pada pembelajaran materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari melalui strategi memory cycle. 2. Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran di kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai yang dilakukan oleh guru pada materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan strategi memory cycle. 3. Mengetahui hasil belajar peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai pada materi bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dengan strategi memory cycle.

Setelah melihat atau memiliki bekal rumusan masalah dan tujuan penelitian tindakan kelas, maka kesimpulannya harus ditulis:

KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Aktivitas peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai tahun pembelajaran 2011/2012 pada pembelajaran yang mengacu kepada strategi memory cycle pada materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari di siklus I maupun siklus 2 penelitian tindakan kelas ini berada pada kategori BAIK. 2. Pengelolaan pembelajaran oleh guru di kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai yang tahun pembelajaran 2011/2012 yang telah dilakukan guru pada materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari dengan strategi memory cycle di siklus 1 maupun siklus 2 penelitian tindakan kelas ini juga berada pada kategori BAIK. 3. Hasil belajar peserta didik kelas VIIIB SMP Negeri 4 Amuntai tahun pembelajaran 2011/2012 pada materi Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hari mengalami peningkatan dibanding tahun pelajaran 2010/2012 setelah menggunakan strategi memory cycle. (penelitiantindakankelas.blogspot.com)

19

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima.Penarikan kesimpulan dalam melakukan penelitian ilmiah merupakan intisari dari hasil eksperimen dan pernyataan mengenai hubungan hasil eksperimen dengan hipotesis, termasuk juga alasan-alasan yang menyebabkan hasil eksperimen hasil eksperimen berbeda dengan hipotesis. Penarikan kesimpulan seharusnya ringkas saja. Sebagai gambaran, pada banyak publikasi hasil penelitian bagian kesimpulan mencakup hingga 2,5% dari keseluruhan laporan. Karakteristik pada penarikan kesimpulan seperti, bila pada bagian pendahuluan

dimaksudkan untuk bergerak dari umum (bidang kajian) ke khusus (topik penelitian), maka dalam bagian kesimpulan harus bergerak dari yang lebih khusus (penelitian kita) kembali ke umum (bidang kajian, bagaimana penelitian kita akan mempengaruhi dunia). Dengan kata lain, dalam kesimpulan kita harus meletakkan penelitian yang kita kerjakan ke dalam konteks. (Ricky-budiman.blogspot.com, diakses Selasa 28 April 2009) Penyusunan bab tentang kesimpulan ditujukan untuk memberi ringkasan tentang: o Apa yang telah dipelajari (biasanya di bagian awal kesimpulan) o Apa saja yang masih harus dipelajari (arah penelitian berikutnya) o Hasil yang diperoleh dalam penelitian (evaluasi) o Manfaat, kelebihan, dan aplikasi temuan penelitian (evaluasi) o Rekomendasi Di dalam penarikan kesimpulan juga terdapat berbagai jenis kesimpulan, dimana jenis-jenis kesimpulan tersebut bermanfaat dalaam penulisan karya ilmiah. Adapun jenisjenis kesimpulan disini seperti: 1. Kesimpulan berdasarkan kualitas 2. Kesimpulan berdasarkan ekstensi 3. Kesimpulan berdasarkan kondisi 4. Kesimpulan berdasarkan materi Langkah-langkah yang harus dilalui sebelum masuk ke penerikan kesimpulan yaitu:

20 MENARIK KESIMPULAN
Langkah 1 Memilih Masalah

Langkah 2 Studi Pendahuluan

Langkah 3 Merumuskan Masalah

Langkah 4 Merumuskan Anggapan Dasar

Langkah 4-a Hipotesis

Langkah 5 Memilih Pendekatan

Langkah 6-a Menentukan Variabel

Langkah 6-b Menentukan Sumber Data

Langkah 7 Menentukan dan Menyusun Instrumen

Langkah 8 Mengumpulkan Data

Langkah 9 Analisis Data

Langkah 10

Menarik Kesimpulan

Langkah 11 Menyusun Laporan

21

3.2 Saran Pembaca diharapkan untuk terus meningkatkan kompetensi dan wawasan yang berhubungan dengan penelitian,khususnya dalam penarikan kesimpulan. Dimana di dalam penarikan kesimpulan ini menentukan sebuah hipotesis yang diajukan sebelumnya itu ditolak atau diterima. Hal ini dikarenakan penelitian merupakan cara primer manusia dalam mengembangkan kajian ilmu. Dengan berkembangnya ilmu bimbingan dan konseling tentunya akan mempermudah personal-personal dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang makin kompleks mengikuti perkembangan masa.

22

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. Wasito, Hermawan. 1997. Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Suryabrata, Sumadi. 1989. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grafikatama Offset Agung, I.G.N. 2005. Manajemen penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Jakarta: PT Raja Grafindo persada Sutama. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Surakarta: Fairus Media

http://ricky-budimanblogspotcom.blogspot.com/2009/04/penarikan-kesimpulan.html http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/03/menulis-kesimpulan-laporan-ptk.html http://tiwi27.wordpress.com/2012/01/05/18/