Anda di halaman 1dari 3

Mengatasi Kemiskinan dan Lingkungan Hidup

Konferensi Tingkat Tinggi G-8 baru-baru ini di Skotlandia, berbeda dengan konferensikonferensi sebelumnya. Tony Blair, PM Inggris, yang menjabat sebagai ketua eriodik G-8, memasukkan masala! enanganan kemiskinan dan erlindungan lingkungan !idu ke dalam agenda kerja KTT ini. "engan #ara ini Blair ingin mengatakan ke ada o ini umum ba!$a negara-negara kaya un memiliki er!atian ter!ada ersoalan- ersoalan dunia. Penyelenggaraan KTT G-8 selalu diramaikan ole! demonstrasi-demonstrasi luas ole! ara enentang globalisasi serta ara enge#am olitik- olitik diskriminatif dan berat sebela! negara-negara industri. %kan teta i, langka! #erdik Tony Blair ini un ternyata tidak mendatangkan !asil a a un, dan ulu!an ribu enentang olitik- olitik sejumla! negara kaya ini teta saja menggelar demo di de an gedung KTT G-8. &ntuk ertama kalinya, ara aktor dan aktris terkenal di dunia Braat, menggelar a#araa#ara k!usus di 'ondon dan kota-kota (ro a lainnya, untuk menarik er!atian o ini umum ke ada masala! kemiskinan dan dam ak-dam ak ba!ayanya. Meski demikian, mayoritas akar dan engamat masala!-masala! sosial-ekonomi meyakini ba!$a kese akatan-kese akatan ara emim in anggota G-8 di Skotlandia berkenaan dengan masala! emberantasan kemiskinan tidak akan memberikan efek serius dalam menekan tingkat kemiskinan di dunia. )egara-negara anggota G-8 dalam KTT Skotlandia, selain se akat untuk memberikan bantuan sebesar *+ miliar dolar ke ada negara-negara, juga meng!a us !utang ,8 negara miskin sebesar -+ miliar dolar. %kan teta i bantuan dan eng!a usan !utang ole! negara-negara Barat ini diangga sebagai kedok yang menutu i aksi-aksi im erialistis mereka di dekade-dekade lalu dan emberlakuan sistom-sistim erdagangan yang tak seimbang di .aman ini dalam menjalin !ubungan ekonomi dengan negara-negara miskin. Kemiskinan dan kela aran adala! realitas a!it dan menyakitkan di dunia de$asa ini. Tia !ari *+.+++ orang di seluru! dunia ke!ilangan nya$a mereka karena beratnya kemiskinan dan kela aran yang mereka derita. "ari sekitar / miliar ji$a enduduk dunia, kira-kira se aru! dari mereka, yaitu 0 miliar 8++ juta orang !idu dengan eng!asilan er!ari kurang dari 0 dolar, dan satu miliar 0++ juta ji$a dengan eng!asilan er!ari kurang dari satu dolar. Berdasarkan #atatan ini, se erlima dari enduduk dunia !idu dalam kemiskinan total. Pengurangan kemiskinan, terutama setela! Perang "unia kedua, dinyatakan sebagai tujuan mayoritas negara di dunia. %kan teta i mayoritas negara-negara berkembang, selain sejumla! ke#il dari mereka, tidak ber!asil dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan keseja!teraan dan taraf !idu $arganya. Instabilitas olitik dan ketidakbe#usan ara enguasa dan ejabat,

meru akan sebagian dari sebab-sebab kegagalan rogram- rogram emberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang selama bebera a dekade yang lalu. %kan teta i yang demikian itu bukan satu-satunya alasan kemiskinan di negara-negara miskin. Sekaitan dengan masala! ini, eran negara-negara im erialis dalam memundurkan negara-negara jaja!an dan miskin dari roses eningkatan S"M 1sumber daya manusia2 dan ekonomi, tidak da at diabaikan. Sebagian dari kemajuan negara-negara industri, di#a ai dengan meram as dan meram ok sumebr-sumber kekayaan alami dan tenaga kerja yang di erole! dari negara jaja!an masa lalu atau negara-negara miskin .aman ini. Setela! berak!irnya erang dunia kedua, dengan kemerdekaan negara-negara miskin %frika, %merika 'atin dan %sia, di!ara kan ba!$a setela! sekian lama, mereka akan menutu jurang emisa! antara mereka dan negara-negara enjaja!. Berbagai lembaga ekonomi semisal Bank "unia, IM3, dan lembaga-lembaga olitik dan sosial internasional, didirikan untuk membantu negaranegara miskin. %kan teta i standar-standar yang diberlakukan ole! lembaga-lembaga tersebut untuk membantu engembangan dan kemajuan negara-negara miskin, tidak sesuai dengan realitas dan kondisi olitik negara-negara ini. Pada rinsi nya, yang menentukan emberian bantuan ke negara-negara miskin iala! interes negara-negara maju dan kesediaan negara-negara lema! untuk mengikuti olitik- olitik mereka. Selain itu, negara-negara yang ber!asil menerima bantuan-bantuan ekonomi dan !utang dari lembaga-lembaga internasional, setela! mereka memastikan bersedia memenu!i interes negara-negara Barat, ternyata bantuan-bantuan ini tidak efektif dalam meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial mereka. Sebaliknya, embayaran bunga dan !utang okok yang tela! mereka terima, beruba! menjadi sumber krisis ekonomi bagi negara-negara ini, se!ingga banyak diantara negaranegara miskin ini !arus menyera!kan lebi! dari se aru! in#ome erta!unnya guna membayar !utang dengan bunganya, dimana yang demikian itu berada di luar kesanggu an mereka. -+ miliar dolar !utang yang di!a us ole! ara emim in G-8 di KTT mereka di 'ondon, berkaitan dengan !utang-!utang se erti itu. )egara-negara miskin, selain !arus membayar !utang okok dan bunganya, juga meng!ada i kesulitan besar lain, yaitu olitik- olitik tak seimbang dan diskriminatif di bidang erdagangan ole! negara-negara maju, yang selama bebera a dekade lalu semakin mem erluas jurang emisa! antara negara-negara utara dan selatan. "alam la oran engembangan S"M ta!un 0++4 rogram embangunan PBB 1&)"P2, kondisi kemiskinan di ak!ir ta!un ,55+ dikatakan sebagai berikut6 7"ekade ,55+ meru akan dekade ke utusasaan dan keke#e$aan. Saat ini *- negara menjadi semakin miskin dari ada ta!un ,55+. "i antara /8 negara miskin, jumla! masyarakat miskin di 48 negara semakin meningkat. "i ,5 negara lebi! dari se erem at $arganya berada dalam kela aran dan kondisi mereka berada dalam keadaan semakin ara!.7 Program embangunan PBB ta!un 0++4 mengak!iri la orannya dengan

mengatakan, 7Kemunduran se erti ini belum erna! terjadi sebelumnya dalam ke!idu an umat manusia.7 Sala! satu enyebab kegagalan rogram- rogram enanggulangan kemiskinan di dunia saat ini iala!, engadaan sistim-sistim erdagangan bebas yang ebrsifat satu ara!. )egara-negara industri maju yang meneriakkan solgan embebasan erdagangan lebi! dari ada yang lain, menunjukkan keengganan untuk mengurangi ajak di sektor-sektor yang tidak memiliki konsesi. %kan teta i negara-negara berkembang tela! mengurangi ajak- ajak mereka lebi! #e at. "engan demikian roduk- roduk dari negara-negara industri masuk ke asar- asar negara berkembang dengan !arga yang lebi! mura! se!ingga mengakibatkan kelesuan dan kemunduran negara-negara ini. %kibat diskriminasi dan ke.aliman terang-terangan ini iala! semakin lebarnya jurang emisa! antara negara-negara miskin dan kaya. Saat ini ajak- ajak tinggi dan diskriminatif bagi negara-negara berkembang atau miskin men#i takan banyak kesulitan. &m amanya, Banglades tia ta!unnya mengeks or berbagai ba!an menta! senilai 0,- miliar dolar ke %S dengan ajak ,- ersen. %kan teta i eks or Peran#is ke %S dengan nilai 4+ miliar dolar dengan ajak , ersen. Ke.aliman ini juga memiliki dimensi-dimensi lain. %rtinya, jika negara-negara berkembang, tidak mengeks or ba!an-ba!an menta!, ta i mengeks or rodukroduknya, maka ajak yang !arus dibayar un akan lebi! tinggi.