Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

MANAJEMEN RANTAI PASOK


AGRO-INDUSTRI

I MADE S. UTAMA Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Kompetisi Pasar Global


Kompetisi pasar global dan meningkatnya ekspektasi konsumen menekan agribisnis untuk investasi yang fokus pada membangun hubungan dengan pelanggan dan pemasok Dibutuhkan enterprise / agribisnis yang efisien, manajemen modern dan kolaborasi/kemitraan Kecenderungan kompetisi dan perubahan sistem agribisnis juga terjadi di negara-negara sedang berkembang Kunci sukses adalah adanya koordinasi, integrasi dan manajemen pada seluruh rantai suplai Tidak dapat berkompetisi sendirian, harus membangun jejaring kerja

Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai penggerak


Penggerak pertukaran informasi antar rantai untuk terjadinya koordinasi Penggerak adanya kebutuhan dan peluang kemitraan kearah terbentuknya rantai suplai yang efisien dan efektif Rantai Agrifood dan jejaring kerja memainkan peran penting untuk menyediakan akses pasar bagi produsen dari negara sedang berkembang

Sistem Agrifood Global .. 1


Globalisasi, urbanisasi and agro-industrialisasi, menyebabkan peningkatan permintaan terhadap adanya organisasi rantai agrifood dan jejaring kerja yang baik Adanya pergerakan ke arah sistem interkonektasi global dengan kemitraan kompleks yang beragam Suplai dan permintaan tidak terbatas hanya dalam satu negara tapi merupakan proses internasional Membutuhkan koordinasi dan inovasi

Sistem Agrifood Global . 2


Adanya perubahan regulasi pemerintah: harus mempunyai licence to produce and deliver; seperti tidak menggunakan tenaga kerja di bawah umur, tidak mengakibatkan polusi lingkungan Pada sistem agrifood global, perusahan harus bekerja berkelanjutan dalam inovasi produk, proses dan bentuk kerjasama Isu mutu dan harga menjadi penting karena adanya banyak pilihan bagi konsumen Negara sedang berkembang sekarang lebih terintegrasi dalam sistem agrifood global

Tantangan Pertanian Tradisionalkonvensional ----- 1


Sistem agrifood global merupakan tantangan bagi pertanian tradisional Petani kecil/miskin dengan sumberdaya terbatas dan tidak mempunyai kemampuan akses pasar dan informasi akan menemui kendala dalam adopsi teknologi inovasi Membutuhkan volume besar dan suplai produk stabil dengan mutu konsisten

Tantangan Pertanian Tradisionalkonvensional ----- 2


volume besar dan suplai produk stabil dengan mutu konsisten hanya dapat dilakukan oleh aktivitas berorientasi komersial dan pertanian skala besar Harus ada yang menjembatani adanya integrasi antara pengembangan ekonomi lokal dalam integrasinya rantai agrifood global Dibutuhkan lembaga untuk meningkatkan kemampuan petani kecil agar dapat memenuhi regulasi mutu dan keamanan pangan