Anda di halaman 1dari 18

KEPANITERAAN KLINIK STATUS ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA SMF ILMU PENYAKIT BEDAH RUMAH SAKIT IMANUEL-LAMPUNG

Nama Mahasiswa : Rosye i Re!e""a S NIM : %%-&''(-%&) Do*+e, Pem!im!i $ : D,- B.#i S.a +o/ S0B Ta #a Ta $a :

I-IDENTITAS PASIEN Nama lengkap : Tn. Sarwanto Jenis kelamin : Laki-laki Umur : 21 tahun Suku bangsa : Jawa Status perkawinan : belum menikah Agama : Islam eker!aan : peker!a pabrik Alamat : "e!omul#o$ Jatiagung$ Lampung Selatan

II- ANAMNESIS Anamnesis %ilakukan se&ara autoanamnesis pa%a tanggal 2' (ei 2)1) pa%a pukul 1'.)) *I+ Ke1.ha U+ama: N#eri perut kanan bawah se!ak , !am S("S. Ke1.ha Tam!aha : (ual %an muntah -./ Riwaya+ Pe ya*i+ Se*a,a $: 0s %atang ke U12 "S Imanuel %engan keluhan n#eri pa%a perut kanan bawah se!ak , !am S("S. N#eri #ang %irasakan awaln#a pa%a ulu hati lalu men#ebar ke perut kanan bawah. 0s !uga mengatakan bahwa ia merasa mual. Selain itu os !uga muntah-muntah seban#ak 3 kali se!ak pagi hari. 0s men#angkal a%an#a keluhan %emam. 0s mengaku ti%ak a%a masalah %engan +A4 %an +A+n#a. 2iare %isangkal. Riwaya+ Pe ya*i+ Dah.1.: 2( --/ 5#pertensi --/ Asma --/ "iwa#at alergi makanan %an obat --/

III- PEMERIKSAAN FISIK A.STATUS 16N6"ALIS 1. Kea#aa .m.m 2. Kesa#a,a )- Ta #a-+a #a 2i+a1 Tekanan %arah Suhu Na%i ernaAasan 3- Ke0a1a Normo&ephali$ simetris$ rambut berwarna hitam ter%istribusi merata %an tak mu%ah %i&abut$ tak teraba ben!olan. 4- Ma+a +entuk normal$ ke%u%ukan ke%ua bola mata simetris$ kon!ungtiBa ti%ak anemis $ s&lera ti%ak ikterik$ kornea !ernih$ pupil bulat$ isokor$ C 3mm. 5- Hi#. $ +entuk normal$ ti%ak a%a %eBiasi septum nasi$ sekret -<-. 6- Te1i $a +entuk normal$ (A6 lapang$ sekret -<-$ serumen -<-$ membrane timpani intak. 7- M.1.+ +entuk normal$ +ibir sianosis --/$ kering --/$ Langit-langit utuh$ 1igi-geligi utuh. Li%ah kotor --/$ Daring hiperemis --/$ Tonsil T1< T1 tenang$ hiperemis --/. (- Lehe, +entuk normal$ 41+ ti%ak teraba membesar. %'- Tho,a8 Pa,. : -I/ - a/ - e/ +entuk normal$ simetris %alam statis %an %inamis$ retraksi suprasternal --/ 9o&al Aremitus kanan kiri sama kuat Sonor pa%a ke%ua lapang paru : 11)<=) mm5g : 3,.>?& : =, @<menit : 2) @<menit : asien tampak sakit se%ang : 7ompos (entis 8 17S - 6 :' $ 9:: $ (:, / ; 1:

-A/ -I/ - a/ - e/ -A/ %%%&%)%3%4-

Suara naAas Besikuler$ ron&hi -<-$ wheeEing -<ulsasi i&tus &or%is ti%ak tampak. ulsasi i&tus &or%is teraba. "e%up. +un#i !antung I %an II reguler$ murmur --/$ gallop --/

9a +. $ :

A!#ome Lihat status lokalis. Ge i+a1ia e*s+e, a Ti%ak %ilakukan pemeriksaan. E*s+,emi+as s.0 e+ i : +entuk normal$ %eAormitas --/$ oe%ema --/ K.1i+ Sawo matang$ turgor elastis E1imi asi U,i e Fae"es : Drekuensi 1angguan *arna urine : Drekuensi 4onsistensi *arna : 3@ <hari : Ti%ak a%a gangguan berkemih : Jernih : 1@<hari : a%at : ti%ak %itan#akan kepa%a pasien

I;- LABORATORIUM &3<'4<&'%' Jenis pemeriksaan 2arah Lengkap : 5emoglobin: 5ematokrit: 6ritrosit: Trombosit: Leukosit: 1: gr<%l '' '.>, !uta 33=))) 1'=)) -12 - 1= gr<%l/ -3=-:'F/ -3.: G :.: !uta<uL/ -1:) G 3:) ribu<uL/ -:))) G 1))))<uL/ 5asil Nilai normal

5itung !enis leukosit

Segmen: (onosit: LimAosit: 6osinoAil:

>3 : 11 1

-:) G =)F/ -2: G ') F/ -2 G > F/ -2 G ' F/

Nilai eritrosit rata G rata 456" -(757/: 56" -(75/: 96" -(79/: ( 9: 3' 31 I) I normal &ukup -31 G 3, g<%l/ -2= G 32 pH/ -== G I' TL/ -, G 12/

1ambaran eritrosit Trombosit ;RESUME

Telah %iperiksa seorang laki-laki %engan keluhan n#eri pa%a perut kanan bawah se!ak , !am S("S. N#eri #ang %irasakan awaln#a pa%a ulu hati lalu men#ebar ke perut kanan bawah. 0s !uga mengatakan bahwa ia merasa mual. Selain itu os !uga muntah-muntah seban#ak 3 kali se!ak pagi hari. 2emam --/$ +A4 %an +A+ normal. 2iare %isangkal. a%a pemeriksaan %i%apat tekanan %arah 11)<=) mm5g. Suhu 3,.>?7. Na%i =,@<menit. NaAas 2)@<menit. a%a pemeriksaan laboratorium %i%apat 5b 1: gr<%l$ 5t ''F$ leukosit 1'=))<uL$ trombosit 33=)))<uL. PEMERIKSAAN FISIK : ABSTATUS GENERALIS : %alam batas normal

STATUS LOKALIS BEDAH -I/ - a/ Ab%omen: supel$ %atar$ ti%ak a%a sikatriks$ ti%ak ben!olan$ ti%ak a%a striae - N#eri tekan -./ pa%a regio iliaka kanan titik (&+urne#.

- 0bturator sign -./ - "oBsing Sign -./ - +lumberg sign -./ - soas sign -./ -Au/ ;+ising usus -./

PEMERIKSAAN PENUN9ANG 1. Laboratorium 2. US1 ab%omen: 5asil: 1in!al: bentuk %an besar ke%ua gin!al normal %engan %iameter bipolar gin!al kanan %an kiri masing-masing J I.3 %an I$= &m. +atas tepi ke%ua gin!al !elas %an rata. 7orte@ %an me%ula !elas$ e&hoparen&h#m normal$ tak tampak kelainan %i %alam ke%ua gin!al. 4an%ung kemih: bentuk %an besar normal$ %in%ing ti%ak menebal %an rata$ ti%ak tampak kelainan %i %alamn#a. (&+urne#: tampak %ilatasi usus. Appen%iks membesar %engan %iameter J ,.: &m. 4esan: ke%ua gin!al %an kan%ung kemih tampak baik %an struktur normal. Appen%isitis.

;I-

DIAGNOSA KER9A re-0 : Appen%i&itis akuta

;I- DIAGNOSA BANDING - 1astroenteritis - LimAa%enitis mesenterika ;II- PEMERIKSAAN AN9URAN - Doto polos ab%omen

;III- PENATALAKSANAAN P,e-o0: o I9D2 "L 2) tetes<menit o 7eAtria@on 2 @ 1 gr I9 o 0n%an&entron ' mg<2ml -1 amp/ I9 o 4etorola& tromethamine 3) mg<ml -3 @ 1 amp/ I9 Ti #a*a o0e,asi = A00e #e"+omy I>PROGNOSA A% Bitam A% Aun&tionam A% sanationam : : : bonam bonam bonam

TIN9AUAN PUSTAKA

APENDISITIS
DEFINISI Apen%isitis a%alah pera%angan #ang ter!a%i pa%a apen%iks BermiAormis$ %an merupakan pen#ebab ab%omen akut #ang paling sering1. Apen%iks %isebut !uga umbai &a&ing. Istilah usus buntu #ang selama ini %ikenal %an %igunakan %i mas#arakat kurang tepat$ karena #ang merupakan usus buntu sebenarn#a a%alah sekum. Sampai saat ini belum %iketahui se&ara pasti apa Aungsi apen%iks sebenarn#a. Namun %emikian$ organ ini sering sekali menimbulkan masalah kesehatan. EPIDEMIOLOGI Insi%en apen%isitis %i negara ma!u lebih tinggi %ari pa%a %i negara berkembang. Namun 3G ' %asawarsa terakhir ke!a%iann#a menurun se&ara bermakna$ hal ini %i%uga %isebabkan oleh meningkatn#a penggunaan makanan berserat %alam menu sehari-hari. Apen%isitis mengenai semua umur ke&uali pa%a anak %ibawah satu tahun$ !arang %ilaporkan. Drekuensi mulai meningkat setelah umur : tahun %an men&apai pun&akn#a berkisar pa%a umur I-11 tahun Insi%en tertinggi pa%a kelompok umur 2) G 3) tahun. Setelah itu menurun. Insi%en pa%a wanita %an pria umumn#a seban%ing ke&uali pa%a umur 2)-3) tahun laki-laki lebih tinggi. 2iagnosis harus segera %itegakkan se&ara %ini %an tin%akan harus segera %ilakukan$ keterlambatan %iagnosis men#ebabkan pen#ulit perAorasi %engan komplikasin#a. ANATOMI Apen%iks -appen%iks 9ermiAormis/ terletak posterome%ial %ari &ae&um pa%a regio perut kanan bawah. Apen%iks termasuk organ intra peritoneal$ walaupun ka%ang !uga %itemukan retroperitoneal. 0rgan ini ti%ak mempun#ai ke%u%ukan menetap %i %alam rongga perut -rongga

peritoneal/. Appen%iks men%apat aliran %arah %ari &abang arteri ileo&ae&al #ang merupakan satusatun#a Aee%ing arteri untuk apen%iks$ sehingga apabila ter!a%i trombus akan berakibat terbentukn#a ganggren %an berakibat lan!ut ter!a%in#a perAorasi apen%iks. Apen%iks merupakan organ #ang berbentuk tabung pan!ang %an sempit. an!angn#a kirakira 1)&m -kisaran 3-1:&m/ %an berpangkal %i sekum. Apen%iks menghasilkan len%ir 1-2ml per hari. Len%ir itu se&ara normal %i&urahkan ke %alam lumen %an selan!utn#a %ialirkan ke sekum. A%an#a hambatan %alam pengaliran tersebut$ tampakn#a merupakan salah satu pen#ebab timbuln#a appen%isits. 2i %alam apen%iks !uga ter%apat immunoglobulin sekretoal #ang merupakan Eat pelin%ung eAektiA terha%ap inAeksi -berperan %alam sistem imun/. 2an immunoglobulin #ang ban#ak ter%apat %i %alam apen%iks a%alah IgA. Namun %emikian$ a%an#a pengangkatan terha%ap apen%iks ti%ak mempengaruhi sistem imun tubuh. Ini %ikarenakan !umlah !aringan limAe #ang ter%apat pa%a apen%iks ke&il sekali bila %iban%ingkan %engan #ang a%a pa%a saluran &erna lain.

ETIOLOGI Apen%isitis akut merupakan inAeksi bakterial. +erbagai hal berperan sebagai Aaktor pen&etus misaln#a sumbatan lumen apen%iks oleh karena h#perplasia !aringan limAoi%$ Ae&olith$ erosi mukosa apen%iks karena 6. histoliti&a$ konstipasi sehingga meningkatkan tekanan intraAe&al #ang men#ebabkan sumbatan Augsional apen%iks %an meningkatkan pertumbuhan Alora usus biasa.

PATOLOGI Apen%isitis %isebabkan mula-mula oleh sumbatan lumen #ang %isebabkan oleh pen#empitan lumen akibat h#perplasia !aringan limAoi% submukosa. atologi apen%isitis %apat %imulai %ari mukosa %an kemu%ian melibatkan seluruh lapisan %in%ing apen%iks %alam waktu 2'-'> !am pertama. Usaha pertahanan tubuh a%alah membatasi proses ra%ang %engan &ara menutup apen%iks %engan omentum usus halus atau a%neksa sehingga terbentuk massa periapen%ikuler #ang se&ara salah %ikenal %engan istilah infiltrate apendicitis.

2i %alamn#a %apat ter!a%i nekrosis !aringan berupa abses #ang %apat mengalami perAorasi. Jika ti%ak terbentuk abses apen%isitis akan sembuh %an masa periapen%ikuler akan men!a%i tenang untuk selan!utn#a akan menguraikan %iri se&ara lambat. Apen%iks #ang pernah mera%ang ti%ak akan sembuh sempurna tetapi akan membentuk !aringan parut #ang men#ebabkan perlengketan %engan !aringan sekitarn#a. 5al ini %apat menimbulkan keluhan berulang %i perut kanan bawah. a%a suatu ketika apen%iks %apat mera%ang akut lagi %an %in#atakan sebagai apen%isitis eksarsebasi akut. GAMBARAN KLINIK A0e #isi+is a*.+ sering tampil %engan ge!ala khas #ang %i%asari oleh ra%ang men%a%ak. Apen%iksitis #ang memberikan tan%a setempat %isertai maupun ti%ak %isertai rangsangan peritoneum lokal. 1e!ala klasik apen%isitis a%alah n#eri samar-samar %an tumpul #ang merupakan n#eri Biseral %i %aerah epigastrium %i sekitar umbili&us. 4eluhan ini sering %isertai mual %an ka%ang-ka%ang a%a muntah. Umumn#a napsu makan menurun. 2alam beberapa !am n#eri akan berpin%ah ke kanan bawah pa%a titik (&+urne#. 2i sini n#eri %irasakan lebih ta!am %an lebih !elas letakn#a sehingga merupakan n#eri somatik setempat. 4a%ang-ka%ang ti%ak a%a n#eri epigastrium tetapi ter%apat konstipasi. perut saat ber!alan atau batuk. Pa#a a0e #isi+is 1e+a* ,e+,ose"a1 ge!ala klinikn#a n#eri perut kanan bawah ti%ak !elas$ tan%a rangsangan peritoneum negatiA$ n#eri lebih ke arah perut sisi kanan atau timbul pa%a saat ber!alan oleh karena kontraksi muskulus psoas ma#or #ang menegang %ari %orsal. erlu palpasi lebih %alam untuk menentukan n#eri. A0e #isi+is 1e+a* #i ,o $$a 0e12is bila mera%ang ge!ala klinikn#a menimbulkan tan%a rangsangan sigmoi% atau re&tum sehingga peristalti& usus meningkat akibatn#a pengosongan re&tum meningkat %an berulang-ulang. +ila appen%i&itis menempel %i Besika urinaria men#ebabkan rangsangan pa%a %in%ing 9U akibatn#a ter!a%i miksi berulang-ulang. A0e #isi+is 0a#a a a* biasan#a ti%ak mempun#ai ge!ala klinik #ang spesiAik setelah mengalami perAorasi. a%a kon%isi ini pemberian pen&ahar %ianggap berbaha#a -karena %apat mempermu%ah ter!a%i perAorasi/. "angsangan peritoneum positiA$ n#eri

Pa#a .sia 1a ?.+ ge!ala klinik biasan#a samar-samar$ %an baru %iketahui ketika a%a perAorasi. A0e #i*s 0a#a *ehami1a biasan#a %isertai keluhan n#eri perut kanan bawah -regio lumbal kanan/$ mual$ muntah. Ge?a1a o!?e*+i:: 2emam pa%a suhu 3=.: G 3>.: ) 7$ bila lebih %ari 3>.: %i&urigai ter!a%i perAorasi. Anoreksia$ mual %an muntah. 4embung sering kali merupakan komplikasi %ari perAorasi. enon!olan perut kanan bawah %apat %ilihat !ika a%a massa atau abses periappen%ikuler.

Pa10asi: a%a palpasi %itemukan n#eri pa%a regio iliaka kanan bisa %isertai n#eri tekan kontralateral -"oBsing sign/ %an n#eri lepas -+lumberg sign/ "angsangan peritoneum parietal men#ebabkan %eAans mus&ular positiA. a%a kehamilan trimester II %an III keluhan n#eri akan bergeser ke kanan sampai pinggang kanan. 0leh karena ter!a%i pergeseran sekum ke kraniolateral %orsal oleh uterus. eristalti& normal atau hilang bila a%a komplikasi peritonitis umum. Re"+a1 +o."he, : "T -./ pa%a apen%isitis pelBi& oleh karena tempat inAeksi ter&apai pa%a saat "T.

PSOAS si$ : Untuk merangsang gerakan S0AS ma#or. 0bturator sign : Untuk melihat apakah apen%iks #ang mera%ang kontak %engan (. obturator.

PEMERIKSAAN PENUN9ANG emeriksaan "a%iologi Doto polos ab%omen %ilakukan apabila %ari hasil pemeriksaan riwa#at sakit %an pemeriksaan Aisik meragukan. Tan%a-tan%a peritonitis kua%ran kanan bawah. 1ambaran perselubungan mungkin terlihat Kileal atau &ae&al ileusL -gambaran garis permukaan &airan-u%ara %i sekum atau ileum/. atognomonik bila terlihat gambaran Aekolit. Doto polos pa%a apen%isitis perAorasi: - 1ambaran perselubungan lebih !elas %an %apat ti%ak terbatas %i kua%ran kanan bawah. - enebalan %in%ing usus %isekitar letak apen%iks$ seperti sekum %an ileum. - 1aris lemak pra peritoneal menghilang. - S&oliosis ke kanan. - Tan%a-tan%a obstruksi usus seperti garis-garis permukaan &airan akibat paralisis usususus lo&al %i %aerah proses inAeksi. 1ambaran tersebut %i atas seperti gambaran peritonitis pa%a umumn#a$ artin#a %apat %isebabkan oleh berma&am-ma&am kausa. Apabila pa%a Aoto ter%apat gambaran Aekolit maka gambaran seperti tersebut %i atas patognomonik akibat apen%isitis. emeriksaan Laboratorium

emeriksaan %arah: lekositosis ringan umumn#a pa%a apen%isitis se%erhana. Lebih %ari 13)))<mm3 umumn#a pa%a apen%isitis perAorasi. Ti%ak a%an#a lekositosis ti%ak men#ingkirkan apen%isitis. a%a hitung !enis ter%apat pergeseran ke kiri.

emeriksaan urin: se%iment %apat normal atau ter%apat lekosit %an eritrosit lebih %ari normal bila apen%iks #ang mera%ang menempel pa%a ureter atau Besika.

DIAGNOSIS (eskipun pemeriksaan %ilakukan %engan &ermat %an teliti %iagnosis klinis apen%isitis masih mungkin salah pa%a sekitar 1:-2)F kasus. 4esalahan lebih sering pa%a perempuan %iban%ing pria. 5al ini %apat %i sa%ari mengingat pa%a perempuan terutama #ang masih mu%a sering timbul gangguan #ang mirip apen%ikitis akut. 4eluhan itu berasal %ari genitalia interna karena oBulasi$ menstruasi$ ra%ang %ipelBi& atau pen#akit ginekologi lainn#a . Untuk menurunkan angka kesalahan %iagnosis apen%isitis akut bila %iagnosis meragukan sebaikn#a %ilakukan obserBasi pen%erita %i rumah sakit %engan pengamatan setiap 1-2 !am Doto barium kurang %apat %iper&a#a. US1 bisa meningkatan akurasi %iagnostik. 2emikian pula laparos&opi& pa%a kasus #ang meragukan. Laboratorium pemeriksaan !umlah leukosit membantu menegakkan %iagnosis apen%isitis. leukositosis$ terlebih pa%a kasus %engan komplikasi. DIAGNOSIS BANDING Gas+,oe +e,i+is a%a gastroenteritis mual muntah %an %iare men%ahului rasa sakit. Sakit perut lebih ringan %an ti%ak berbatas tegas. 5iperperistaltik sering %i temukan. kurang menon!ol %iban%ingkan apen%isitis akut. Demam #e $.e 2apat %imulai %engan sakit perut n#eri peritonitis. 2i sini %i %apatkan hasil test . untuk "umple lee%$ thrombositopenia$ %an hematokrit #ang meninggi. Lim:a#e i+is mese +e,i*a anas %an leukositosis a%a keban#akan kasus ter%apat

Mang biasa %i%ahului oleh enteritis %an gastroenteritis %itan%ai %engan n#eri perut terutama kanan %i sertai %engan perasaan mual$ n#eri tekan perut samar terutama kanan. Ke1ai a o2.1asi Dolikel oBarium #ang pe&ah -oBulasi/ mungkin memberikan n#eri perut kanan bawah pa%a pertengahan siklus menstruasi. mengganggu selama 2 hari. I :e*si 0a $$.1 Salpingitis akut kanan sering %i ka&aukan %engan apen%iksitisp akut. Suhu biasan#a lebih tinggi %ari pa%a apen%iksitis %an n#eri pa%a bagian bawah perut lebih %iAus. InAeksi panggul pa%a wanita biasan#a %i sertai keputihan %an inAeksi urin. a%a &olok Bagina akan timbul n#eri hebat %i panggul !ika uterus %ia#unkan. a%a ga%is %apat %i lakukan &olok %ubur !ika perlu untuk %iagnosis ban%ing. Kehami1a #i 1.a, *a #. $a 5ampir selalu a%a riwa#at terlambat hai% %engan keluhan #ang ti%ak menentu. Jika a%a rupture tuba atau abortus$ kehamilan %i luar rahim %engan per%arahan$ akan timbulkan n#eri #ang men%a%ak %iAuse %i %aerah pelBis %an mungkin ter!a%i s#ok hipoBolemik. %i%apatkan %arah. Kis+a o2a,i.m +e,0. +i, Timbul n#eri men%a%ak %engan intensitas #ang tinggi %an teraba masa %alam rongga pelBi& pa%a pemeriksaan perut$ &olok Baginal$ atau &olok re&tal. Ti%ak ter%apat %emam. emeriksaan US1 %apat menentukan %iagnosis. E #eme+,iosis e*s+e, a 6n%ometrium %i luar rahim akan memberikan keluhan n#eri %i tempat en%emetriosis bera%a$ %an %arah menstruasi terkumpul %i tempat itu karena ti%ak a%a !alan keluar. a%a pemeriksaan Baginal %i%apatkan n#eri %an penon!olan ronga %ouglas %an pa%a kul%o sentesis a%a anamnesis$ n#eri #ang sama pernah timbul lebih %ahulu. Ti%ak a%a tan%a ra%ang %an n#eri. biasa hilang %alam waktu 2' !am$ tapi mungkin %apat

U,o1i+hiasis 0ie1.m a+a. .,e+e, *a a +atu ureter atau batu gin!al kanan. A%an#a riwa#at kolik %ari pinggang ke perut men!alar ke inguinal kanan merupakan gambaran #ang khas. 6ritrosis uria sering %i temukan. Aoto polos perut atau urograBi intraBena %apat memastikan pen#akit tersebut. ieloneAritis sering %isertai %engan %emam tinggi$ menggigil$ n#eri kosta Bertebral %i sebelah kanan$ %an piuria. Pe ya*i+ sa1.,a "e, a 1ai ya

en#akit #ang perlu %ipikirkan a%alah pera%angan %i perut $ seperti %iBerti&ulitis me&kel$ perAorasi tukak %uo%enum atau lambung$ kolesistitis akut$ pan&reatitis$ %iBerti&ulitis &olon$ obstruksi usus awal$ perAorasi kolon$ %emam t#poi% ab%ominalis$ &ar&inoi%$ mu&kokel apen%iks.

PENATALAKSANAAN +ila %iagnosis klinis su%ah !elas$ tin%akan paling tepat %an merupakan satu-satun#a pilihan #ang terbaik a%alah apen%iktomi. a%a apen%iksitis tanpa komplikasi biasan#a ti%ak perlu %iberikan antibiotik$ ke&uali pa%a apen%iksitis gangrenosa atau apen%iksitis perAorate. enun%aan tin%akan be%ah sambil memberikan antibiotik %apat mengakibatkan abses atau perAorasi.

Apen%iktomi bisa %ilakukan se&ara terbuka ataupun %engan &ara laparoskopi. +ila apen%ikitis terbuka insisi (&+urne# paling ban#ak %ipilih oleh ahli be%ah. a%a pen%erita #ang %iagnosisn#a ti%ak !elas sebaikn#a %ilakukan obserBasi %ulu. emeriksaan laboratorium %an US1 bisa %ilakukan bila %alam obserBasi masih ter%apat keraguan. +ila terse%ia laparoskop$ tin%akan laparoskopi %iagnosti& pa%a kasus meragukan %apat segera menentukan akan %ilakukan operasi atau ti%ak. KOMPLIKASI Mang paling sering %itemukan a%alah perAorasi$ baik berupa perAorasi pa%a apen%iks #ang telah mengalami pen%in%ingan sehingga berupa masa #ang ter%iri atas kumpulan appen%ik$ sekum %an lekukan usus halus. Apen%isitis a%alah pen#akit #ang !arang mere%a %engan spontan$ tetapi pen#akit ini ti%ak %apat %iramalkan %engan mempun#ai ke&en%erungan men!a%i progresiA %an mengalami perAorasi. 4arena perAorasi !arang ter!a%i %alam > !am pertama$ obserBasi aman untuk %ilakukan %alam masa tersebut Tan%a-tan%a perAorasi meliputi meningkatn#a n#eri$ spasme otot %in%ing perut kua%ran kanan bawah %engan tan%a peritonitis umum atau bebas #ang terlokalisasi$ ileus$ %emam$ malaise$ %an leukositosis semakin !elas. +ila perAorasi %engan peritonitis umum atau pembentukan abses telah ter!a%i se!ak pasien pertama kali %atang$ %iagnosis %apat %itegakkan %engan pasti. +ila telah ter!a%i peritonitis umum terapi spesiAik #ang %ilakukan a%alah operasi

untuk menutup asal perAorasi. Se%ang tin%akan lain sebagai penun!ang a%alah tirah baring %alam posisi Dowler me%ium$ pemasangan N1T$ puasa$ koreksi &airan %an elektrolit$ pemberian penenang$ antibiotik #ang sesuai %engan hasil kultur$ transAusi untuk mengatasi anemia$ %an penanganan s#ok septik se&ara intensiA$ bila a%a. +ila ter!a%i abses apen%iks akan teraba masa %i kua%ran kanan bawah #ang &en%erung menggelembung ke arah re&tum atau Bagina. Terapi %ini %iberikan kombinasi antibiotik -misaln#a ampisilin$ gentamisin$ metroni%aEol$ atau klin%amisin/. 2engan se%iaan ini abses akan segera menghilang$ %an apen%iktomi %apat %ilakukan ,-12 minggu kemu%ian$ pa%a abses #ang tetap positiA harus segera %ilakukan %rainase TromboAlebitis supuratiA %ari s#stem portal !aringan ter!a%i merupakan komplikasi #ang letal. 5al ini harus kita &urigai bila %itemukan %emam sepsis$ menggigil$ hepatomegali$ %an ikterus setelah ter!a%i perAorasi. kombinasi %engan %rainase. a%a kea%aan ini biasa %iin%ikasikan pemberian antibiotik

PROGNOSIS 2engan %iagnosis #ang akurat serta pembe%ahan$ tingkat mortalitas %an morbi%itas %ari pen#akit ini sangat ke&il. 4eterlambatan %iagnosis akan meningkatkan morbi%itas %an mortalitas bila ter!a%i komplikasi

2aAtar ustaka Hamami AH/ Pie+e, 9 -e%/ Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2$ 617 Jakarta$ hal ,')-,'' Ka,+o o D/ Re*so0,o#?o S -e%/ Kumpulan kuliah ilmu bedah FKUI$ -+ina rupa aksara/ Jakarta Appen%isitis Akuta hal 11:-11>