Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN NYERI

Pendahuluan Nyeri merupakan penderitaan yang sangat mengganggu, mengurangi kenyamanan hidup, dan bisa ditimbulkan oleh banyak penyebab. Neuralgia trigeminal yang sudah dikenal sekitar 100 tahun yang lalu, merupakan suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang, sesuai dengan daerah distribusi persarafan salah satu cabang saraf trigeminal yang diakibatkan oleh berbagai penyebab.1,5 Dr. Alberto de la orre mengatakan di depan pertemuan Northeast Florida TN(Trigeminal Neuralgia) Support Group bahwa seseorang yang menderita neuralgia trigeminal akan mengalami depresi. !ereka memiliki sikap pesimis, bahkan lebih jauh dapat melakukan bunuh diri. " #re$alensi penyakit ini diperkirakan sekitar 10%.5 pada pria dan &00.& pada wanita per satu juta populasi. #enyakit ini lebih sering terjadi pada sisi kanan wajah dibandingkan dengan sisi kiri 'rasio ()&*, dan merupakan penyakit pada kelompok usia dewasa 'dekade enam sampai tujuh*. +anya 10 , kasus yang terjadi sebelum usia empat puluh tahun. 5 -ekitar tahun 1"00, .ushing telah menulis tentang tata cara merusak ganglion /asseri sebagai suatu cara menghilangkan nyeri trigeminal. 1 #enemuan

pengobatan neuralgia trigeminal akhir0akhir ini memberikan harapan baru bagi penderita neuralgia trigeminal Fisiologi1 Ner$us rigeminus memiliki fungsi motor somatik, proprioseptik, dan sensory cutaneus. -araf ini memberikan iner$asi motorik ke muskulus mastikator, muskulus telinga tengah, muskulus palatinus, dan otot kerongkongan. -ebagai tambahan, proprioseptif berhubungan dengan dengan fungsi motorik somatic. Ner$us trigeminus juga memberikan rangsangan proprioseptik ke sendi temporomandibular. 2erusakan pada ner$us trigeminus akan menyebabkan kesulitan mengunyah. Ner$us trigeminus memiliki fungsi sensorik umum yang terbesar dari seluruh ner$us cranialis dan satu0satunya saraf kranial yang termasuk dalam iner$asi sensory cutaneus. -eluruh saraf cutaneus lainnya berasal dari saraf spinal. rigeminal berarti kembar tiga dan distribusi ketiga cabang ner$us ini di wajah dibagi atas tiga area. 2etiga cabang tersebut adalah ophtahlmicus, ma3illaries, dan mandibularis yang berasal langsung dari ganglion trigeminus. 4a memberikan pelayanan dengan fungsi yang sama sebagai ganglia dorsalis dari ner$us spinalis. -ebagai tambahan terhadap fungsi cutaneus, cabang ma3illaris dan mandibularis penting pada kedokteran gigi. Ner$us ma3illaris memberikan iner$asi sensorik ke gigi ma3illaris, palatum, dan gingi$a. .abang mandibularis

memberikan persarafan sensorik ke gigi mandibularis, lidah, dan gingi$a.. 5ariasi ner$us yang memberikan persarafan ke gigi diteruskan ke al$eolaris, ke soket di mana gigi tersebut berasal ner$us al$eolaris superior ke gigi ma3illaris berasal dari cabang ma3illaris ner$us trigeminus. Ner$us al$eolaris inferior ke gigi mandibularis berasal dari cabang mandibularis ner$us trigeminus. Patofisiologi1,5 Neuralgia trigeminal dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang melibatkan sistem persarafan trigeminus ipsilateral. #ada kebanyakan kasus, tampaknya yang menjadi etiologi adalah adanya kompresi oleh salah satu arteri di dekatnya yang mengalami pemanjangan seiring dengan perjalanan usia, tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini dari batang otak. 6ima sampai delapan persen kasus disebabkan oleh adanya tumor benigna pada sudut serebelo0pontin seperti meningioma, tumor epidermoid, atau neurinoma akustik. 2ira0kira &00(, kasus karena sklerosis multipel. Ada sebagian kasus yang tidak diketahui sebabnya. !enurut 7romm, neuralgia trigeminal bisa mempunyai penyebab perifer maupun sentral. -ebagai contoh dikemukakan bahwa adanya iritasi kronis pada saraf ini, apapun penyebabnya, bisa menimbulkan kegagalan pada inhibisi segmental pada nukleus8inti saraf ini yang menimbulkan produksi ectopic action potential pada saraf trigeminal. 2eadaan ini, yaitu discharge neuronal yang berlebihan dan pengurangan inhibisi, mengakibatkan jalur sensorik yang hiperaktif. 9ila tidak terbendung akhirnya akan menimbulkan serangan nyeri. Aksi potensial antidromik ini dirasakan oleh pasien sebagai serangan nyeri trigerminal yang

paroksismal. -timulus yang sederhana pada daerah pencetus mengakibatkan terjadinya serangan nyeri. :fek terapeutik yang efektif dari obat yang diketahui bekerja secara sentral membuktikan adanya mekanisme sentral dari neuralgi. entang bagaimana multipel sklerosis bisa disertai nyeri trigeminal diingatkan akan adanya demyelinating plaques pada tempat masuknya saraf, atau pada nukleus sensorik utama ner$us trigeminus. #ada nyeri trigeminal pasca infeksi $irus, misalnya pasca herpes, dianggap bahwa lesi pada saraf akan mengaktifkan nociceptors yang berakibat terjadinya nyeri. entang mengapa nyeri pasca herpes masih bertahan sampai waktu cukup lama dikatakan karena setelah sembuh dan selama masa regenerasi masih tetap terbentuk ;at pembawa nyeri hingga kurun waktu yang berbeda. #ada orang usia muda, waktu ini relatif singkat. Akan tetapi, pada usia lanjut nyeri bisa berlangsung sangat lama. #emberian anti$iral yang cepat dan dalam dosis yang adekuat akan sangat mempersingkat lamanya nyeri ini. #eter <anetta menggolongkan neuralgia glossopharyngeal dan hemifacial spasm dalam kelompok =Syndromes of Cranial Nerve Hyperactivity=. !enurut dia, semua saraf yang digolongkan pada sindroma ini mempunyai satu kesamaan) mereka semuanya terletak pada pons atau medulla oblongata serta dikelilingi oleh banyak arteri dan $ena. #ada genesis dari sindroma hiperaktif ini, terdapat dua proses yang sebenarnya merupakan proses penuaan yang wajar) 1. !emanjang serta melingkarnya arteri pada dasar otak.

&. Dengan peningkatan usia, karena terjadinya atrofi, maka otak akan bergeser atau jatuh ke arah caudal di dalam fossa posterior dengan akibat makin besarnya kontak neuro$askuler yang tentunya akan memperbesar kemungkinan terjadinya penekanan pada saraf yang terkait. Ada kemungkinan terjadi kompresi $askuler sebagai dasar penyebab umum dari sindroma saraf kranial ini. 2ompresi pembuluh darah yang berdenyut, baik dari arteri maupun $ena, adalah penyebab utamanya. 6etak kompresi berhubungan dengan gejala klinis yang timbul. !isalnya, kompresi pada bagian rostral dari ner$us trigeminus akan mengakibatkan neuralgia pada cabang oftalmicus dari ner$us trigeminus, dan seterusnya. !enurut .al$in, sekitar "0, dari neuralgia trigeminal penyebabnya adalah adanya arteri =salah tempat= yang melingkari serabut saraf ini pada usia lanjut. !engapa terjadi perpanjangan dan pembelokan pembuluh darah, dikatakan bahwa mungkin sebabnya terletak pada predisposisi genetik yang ditambah dengan beberapa faktor pola hidup, yaitu merokok, pola diet, dan sebagainya. #embuluh darah yang menekan tidak harus berdiameter besar. >alaupun hanya kecil, misalnya dengan diameter 500100 um saja, sudah bisa menimbulkan neuralgia, hemifacial spasm, tinnitus, ataupun $ertigo. 9ila dilakukan microvascular decompression secara benar, keluhan akan hilang. Diagnosis Neuralgia trigeminal didiagnosis berdasarkan anamnesis penderita. #enyakit ini hampir selalu dimulai pada saat orang telah mencapai usia ?0 tahun, kecuali

pada pasien dengan multipel sklerosis. 9iasanya, serangan nyeri timbul mendadak, sangat hebat, durasinya pendek 'kurang dari satu menit*, dan dirasakan pada satu bagian dari saraf trigeminal, misalnya bagian rahang atau sekitar pipi5. Nyeri seringkali terpancing bila suatu daerah tertentu dirangsang 'trigger area atau trigger zone *. Trigger zones sering dijumpai di sekitar cuping hidung atau sudut mulut. @ang unik dari trigger zone ini adalah rangsangannya harus berupa sentuhan atau tekanan pada kulit atau rambut di daerah tersebut. Aangsang dengan cara lain, misalnya dengan menggunakan panas, walaupun menyebabkan nyeri pada tempat itu, tidak dapat memancing terjadinya serangan neuralgi.1 -ensasi nyeri kebanyakan dilaporkan seperti kilatan, terasa seperti kesetrum listrik, atau seperti sewaktu dibor oleh dokter gigi. 5 Dari pengalaman pasien biasanya mencoba untuk menghindari sentuhan pada daerah yang amat peka ini. Nyeri yang timbul umumnya pada cabang yang sama dari daerah trigger. Bpaya untuk menghindari area trigger ini dapat dikatakan khas untuk nyeri trigeminal. 9ila pada nyeri lain pasien justru lebih senang menggosok atau menekan area trigger0nya untuk mengurangi nyeri, pada neuralgi trigeminal pasien justru berusaha dengan segala cara untuk menghindari perangsangan pada daerah ini. !ereka seringkali melewati daerah ini saat cuci muka atau bercukur. -ifat nyeri adalah sangat intens, berlangsung hanya &00(0 sekon saja, tetapi karena berulang menjadi sangat menakutkan pasien. >aktu istirahat antar serangan paling lama hanya satu menit. -eluruh rangkaian serangan bisa berlangsung beberapa jam dan tiap serangan bisa disertai gerak muka unilateral, seperti =tic=. !aka penyakit ini oleh orang

#erancis disebut tic douloureu . -etelah suatu periode yang bisa berlangsung beberapa minggu hingga bulan, nyeri bisa secara spontan menghilang dan timbul lagi setelah masa istirahat yang bisa berkisar dari beberapa minggu hingga setahun lebih. Daerah trigeminal yang paling sering terkena adalah cabang kedua atau ketiga, baik secara sendiri maupun kedua0duanya. .iri lain dari penyakit ini adalah bahwa nyeri hampir selalu unilateral. Ada yang mengatakan sisi kiri lebih sering terkena daripada sisi kanan. #emeriksaan neurologik pada neuralgi trigeminal hampir selalu normal. idak terdapat gangguan sensorik pada neuralgi trigeminal murni. Dilaporkan adanya gangguan sensorik pada neuralgia trigeminal yang menyertai multiple sclerosis. -ebaliknya, sekitar 100&, pasien dengan !- juga menderita neuralgia trigeminal yang dalam hal ini bisa bilateral. -uatu $arian neuralgi trigeminal yang dinamakan tic convusif ditandai dengan kontraksi sesisih dari otot muka yang disertai nyeri yang hebat. 2eadaan ini perlu dibedakan dengan gerak otot muka yang bisa menyertai neuralgi biasa, yang dinamakan tic douloureu . Tic convulsif yang disertai nyeri hebat lebih sering dijumpai di daerah sekitar mata dan lebih sering dijumpai pada wanita. -ecara sistematis, anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan sebagai berikut) 1& !namnesis

6okalisasi nyeri, untuk menentukan cabang ner$us trigeminus yang terkena.

!enentukan waktu dimulainya neuralgia trigeminal dan mekanisme pemicunya.

!enentukan inter$al bebas nyeri. !enentukan lama, efek samping, dosis, dan respons terhadap pengobatan.

!enanyakan riwayat penyakit herpes.

"emeri#saan fisi#

!enilai sensasi pada ketiga cabang ner$us trigeminus bilateral 'termasuk refleks kornea*.

!enilai fungsi mengunyah 'masseter* dan fungsi pterygoideus 'membuka mulut, de$iasi dagu*.

!enilai :C!.

#emeriksaan penunjang diagnostik seperti . 0scan kepala atau !A4 dilakukan untuk mencari etiologi primer di daerah posterior atau sudut serebelo0pontin. Diagnosis Banding Nyeri Wajah11 #asien dengan nyeri wajah harus diperiksa secara teliti dan lengkap sebelum diagnosis neuralgia trigeminal ditegakkan '>alker,1"%0*. #enyebab tersering dari nyeri wajah adalah masalah gigi dan mulut.

Nyeri wajah yang perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding dari neuralgia trigeminal adalah nyeri yang menunjukkan persamaan karakteristik 'seperti neuralgia glossopharyngeal* atau timbul pada area yang sama, namun berasal dari struktur yang berbeda. Diagnosis banding dapat dilihat pada tabel 1. #enting sekali memasukkan neoplasia sebagai diagnosis banding untuk semua nyeri wajah, terutama bila nyeri tersebut progresif dan didapati adanya gangguan neurologis '>alker, 1"%0*. Penatalaksanaan #engobatan pada dasarnya dibagi atas ( bagian) 1. #enatalaksanaan pertama dengan menggunakan obat. &. #embedahan dipertimbangkan bila obat tidak berhasil secara memuaskan. (. #enatalaksanaan dari segi kejiwaan. era!i Medis "o#at$ #erlu diingatkan bahwa sebagian besar obat yang digunakan pada penyakit ini mempunyai cukup banyak efek samping. #enyakit ini juga terutama menyerang mereka yang sudah lanjut usia. 2arena itu, pemilihan dan pemakaian obat harus memperhatikan secara cermat kemungkinan timbulnya efek samping. Dasar penggunaan obat pada terapi neuralgia trigeminal dan neuralgi saraf lain adalah

kemampuan obat untuk menghentikan hantaran impulse afferent yang menimbulkan serangan nyeri. Carbamazepine Cbat yang hingga kini dianggap merupakan pilihan pertama adalah carbama;epine. 9ila efektif maka obat ini sudah mulai tampak hasilnya setelah ? hingga &? jam pemberian, kadang0kadang bahkan secara cukup dramatis. Dosis awal adalah ( 3 100 hingga &00 mg. 9ila toleransi pasien terhadap obat ini baik, terapi dilanjutkan hingga beberapa minggu atau bulan. Dosis hendaknya disesuaikan dengan respons pengurangan nyeri yang dapat dirasakan oleh pasien. Dosis maksimal adalah 1&00 mg8hari. 2arena diketahui bahwa pasien bisa mengalami remisi maka dosis dan lama pengobatan bisa disesuaikan dengan kemungkinan ini. 9ila terapi berhasil dan pemantauan dari efek sampingnya negatif, maka obat ini sebaiknya diteruskan hingga sedikitnya 1 bulan sebelum dicoba untuk dikurangi. #emantauan laboratorium biasanya meliputi pemeriksaan jumlah lekosit, faal hepar, dan reaksi alergi kulit. 9ila nyeri menetap maka sebaiknya diperiksa kadar obat dalam darah. 9ila ternyata kadar sudah mencukupi sedangkan nyeri masih ada, maka bisa dipertimbangkan untuk menambahkan obat lain, misalnya baclofen. Dosis awal baclofen 10 mg8hari yang bertahap bisa dinaikkan hingga 10 hingga D0 mg8hari. Cbat ketiga boleh ditambahkan bila kombinasi dua obat ini masih belum sepenuhnya mengendalikan nyerinya. ersedia phenytoin, sodium $alproate,

gabapentin, dan sebagainya. -emua obat ini juga dikenal sebagai obat anti epileptik. Gabapentin /abapentin adalah suatu antikon$ulsan baru yang terbukti dari beberapa uji coba sebagai obat yang dapat dipertimbangkan untuk nyeri neuropatik. Cbat ini mulai dipakai di Amerika pada 1""?, sebagai obat anti epilepsi. 2emampuannya untuk mengurangi nyeri neuropatik yang membandel dilaporkan secara insidentil mulai 1""5 hingga 1""% oleh !ellick, Aosner, dan -tacey. >aldeman menganjurkan pemberian obat ini bila carbama;epin dan phenitoin gagal mengendalikan nyerinya. Dosis awal (00 mg, malam hari, selama & hari. 9ila tidak terjadi efek samping yang mengganggu seperti pusing8di;;y, ngantuk, gatal, dan bingung, obat dinaikkan dosisnya setiap & hari dengan (00 mg hingga nyeri hilang atau hingga tercapai dosis 1D00 mg8hari. Dosis maksimal yang diperbolehkan oleh pabrik obat ini adalah &?00 mg8hari. >aldeman menganjurkan 1D00 mg sebagai dosis tertinggi. Aowbotham dkk. menemukan bahwa gabapentin dalam dosis mulai "00 hingga (100 mg sehari berhasil mengurangi nyeri, memperbaiki gangguan tidur, dan secara umum memperbaiki quality of life dari para pasien mereka. Bntuk neuralgi yang menyertai pasien dengan multipel sklerosis ternyata gabapentin dalam dosis antara "00 hingga &?00 mg8hari juga efektif pada 1 dari % pasiennya '2han, 1""D*.

.ara kerja gabapentin dalam menghilangkan nyeri masih belum jelas benar. @ang pasti dapat dikemukakan adalah bahwa obat ini meningkatkan sintesis /A9A dan menghambat degradasi /A9A. 2arena itu, pemberian gabapentin akan meningkatkan kadar /A9A di dalam otak. 2arena obat ini lipophilic maka penetrasinya ke otak baik. era!i Non%&edis "Bedah$ #ilihan terapi non0medis 'bedah* dipikirkan bilamana kombinasi lebih dari dua obat belum membawa hasil seperti yang diharapkan. Dr. -tephen 9. atter menyebutkan bahwa pembedahan disiapkan untuk mereka yang tidak dapat mentoleransi efek samping dari terapi medis atau ternyata terapi medis tidak efektif. erdapat beraneka ragam cara pembedahan, dari yang paling kuno, yang dapat menimbulkan kecacatan 'biasanya pendengaran dan gerak otot wajah* cukup besar, sampai cara yang lebih sophisticated, yang hanya sedikit atau hampir tidak pernah dijumpai efek samping. <. 2eith .ampbell menulis dalam artikelnya =!re !ll of the Treatment $ptions %eing ConsideredE bahwa penatalaksanaan medik sering gagal dalam menghilangkan nyeri dalam periode yang panjang. +al ini sering didapati pada pasien usia lanjut. Bntuk pasien0pasien muda, merujuk ke ahli bedah untuk dekompresi mikro$askular perlu dipertimbangkan segera sesudah diagnosis ditegakkan.&

Dua cara operasi kuno, yaitu ablatio total dari saraf perifer dan reseksi bagian sensorik dari saraf trigeminal, kini tidak dikerjakan lagi karena ada metode yang lebih baik. >alaupun demikian, >aldeman masih menganjurkan trigeminal nerve &loc# dengan menggunakan anestesi lokal F methylprednisolone. @ang dipakai adalah bupi$acaine tanpa pengawet yang diberi bersama dengan methylprednisolone. -untikan dilakukan tiap hari sampai obat oral yang dimulai pada saat sama, mulai efektif. Radiofrequency rhizotomy (Meglio and Cioni, 1989)1,D +ingga kini masih populer karena relatif aman dan murah. -ayang, cara ini mempunyai kemungkinan kekambuhan sebesar &5,. :fek samping lain yang kurang enak adalah terjadinya anestesi kornea, rasa kesemutan, dan kelemahan rahang yang kadang0kadang bisa mengganggu. 9ahkan, ada pasien yang merasa menyesal karena rasa kesemutan yang terus0menerus ini lebih tidak nyaman daripada nyeri yang masih ada masa bebasnya. ercutaneou! retroga!!erian rhizoli!i! dengan gli!erol 1,&,D .ara ini adalah cara yang dianjurkan oleh <ho dan 6unsforf '1""%*. 2onon, hasilnya sangat baik dengan gangguan minimal pada kepekaan muka. +ipotesis yang dikemukakan adalah bahwa gliserol adalah neurotoksik dan bekerja pada serabut saraf yang sudah mengalami demielinisasi, menghilangkan compound action potential pada serabut trigeminal yang terkait dengan rasa nyeri. .ara ini

cepat dan pasien bisa cepat dipulangkan. 2erugiannya adalah masih tetap bisa terjadi gangguan sensorik yang mungkin mengganggu atau kumat lagi sakitnya. 'icrovascular (ecompression'() Dasar dari prosedur ini adalah anggapan bahwa adanya penekanan $askular merupakan penyebab semua keluhan ini. Neuralgi adalah suatu compressive cranial mononeuropathy. #ara penganut cara pengobatan ini mengganggap bahwa penyembuhan yang terjadi adalah yang paling sempurna dan permanen. 2erugian cara ini adalah bahwa bagaimanapun juga ini suatu kraniotomi dan pasien perlu tinggal sekitar ?010 hari di rumah sakit, dilanjutkan dengan masa rekon$alesensi yang juga perlu 10& minggu. #ertimbangan lain adalah bahwa walaupun jarang, mikro$askular dekompression bisa menyebabkan kematian atau penyulit lain seperti stroke, kelemahan ner$us facialis, dan tuli. Di tangan ahli bedah yang berpengalaman, komplikasi ini tentunya sangat kecil. #ada operasi yang berhasil, pengurangan atau bahkan hilangnya nyeri sudah dapat dirasakan setelah 5G% hari pasca bedah. Dr. 7red 9arker dan timnya melaporkan dalam suatu pertemuan ilmiah tentang pengalamannya dengan mikro$askular dekompression pada 1?(0 pasien yang dilakukan di Bni$ersitas #ittsburgh. -ebagian besar dari pasien tersebut mendapatkan pengurangan nyeri secara lengkap atau bermakna. Dua tahun setelah operasi, insidens kekambuhan 1, per tahunnya. 2ekambuhan ini secara umum dikarenakan adanya pembuluh darah baru yang muncul pada ner$us trigeminus. "tereotactic radio!urgery dengan gamma #nife 1,&,10

!erupakan perkembangan yang masih relatif baru. /amma 2nife merupakan alat yang menggunakan stereotactic radiosurgery. ekniknya dengan cara memfokuskan sinar /amma sehingga berlaku seperti prosedur bedah, namun tanpa membuka kranium. /amma 2nife pertama kali diperkenalkan oleh Dr. 6ars 6eksell dari -tockholm, -wedia pada 1"50. .ara ini hanya memerlukan anestesi lokal dan hasilnya konon cukup baik. -ekitar D000"0, dari pasien dapat mengharapkan kesembuhan setelah (01 bulan setelah terapi. .ara kerja terapi adalah lewat desentisisasi pada saraf trigeminal setelah radiasi yang ditujukan pada saraf ini dengan bantuan komputer. -eorang ahli bedah saraf dari -eattle Dr. Aonald @oung mengatakan bahwa dengan /amma 2nife hasilnya sangat memuaskan juga dengan komplikasi yang minimal. !eglio dan .ioni melaporkan cara dekompresi baru dengan menggunakan suatu balon kecil yang dimasukkan secara perkutan lewat foramen ovale. 9alon diisi sekitar 1 ml sehingga menekan ganglion selama 1 hingga 10 menit. 2onon cara ini membawa hasil pada sekitar "0, dari kasus. 9elum ada laporan mengenai berapa banyak yang mengalami residif. enatala#!anaan dari "egi $e%i&aan D,",11 +al lain yang penting untuk diperhatikan selain pemberian obat dan pembedahan adalah segi mental serta emosi pasien. -elain obat0obat anti depresan yang dapat memberikan efek perubahan kimiawi otak dan mempengaruhi neurotransmitter baik pada depresi maupun sensasi nyeri, juga dapat dilakukan

teknik konsultasi &iofeed&ac# 'melatih otak untuk mengubah persepsinya akan rasa nyeri* dan teknik relaksasi. De la orre &e&#erikan #e#era!a saran untuk !asien dengan N*

<aga jadwal nyeri, buat skala rasa nyeri 1 hingga 10, dan pertahankanlah dengan akti$itas.

Clahraga yang teratur, karena akan merangsang pengeluaran endorphins. etaplah sibuk, jangan tunggu timbulnya rasa nyeri. .arilah dukungan. 2eluarga dapat mendukung penderita tersebut secara langsung.

9icara8bagikanlah dengan pasien N lainnya. .obalah untuk mempertahankan sense of humor)

+esi&!ulan Neuralgia trigeminal merupakan penyakit yang relatif jarang, tetapi sangat mengganggu kenyamanan hidup penderita. #enyakit ini bersama dengan neuralgi glossopharyngeal* hemifacial spasm* torticolis* dan penyakit !eniere, oleh <annetta digolongkan sebagai Syndromes of Cranial Nerve Hyperactivity . -emua saraf dalam kelompok ini terletak di pons atau di medulla oblongata dan secara normal memang dikelilingi oleh banyak arteri serta $ena. #ada usia lanjut, terjadi dua hal sebagai akibat proses penuaan yang wajar, yaitu menjadi lebih panjang dan berkeloknya pembuluh darah melingkari basis otakH serta pada usia tua otak =jatuh8ambles= ke arah caudal di fossa posterior hingga menambah

kontak antara saraf dengan pembuluh darah. Neuralgi trigeminal pada multiple sclerosis mempunyai dasar yang lain. Diagnosis diferensial dengan beberapa nyeri wajah lain biasanya mudah, tetapi bila meragukan mungkin diperlukan pemeriksaan yang lebih teliti. 9ila perlu, termasuk dengan . 0-can ataupun !A4. #engobatan dapat dibagi menjadi pengobatan medisinal yang merupakan pilihan pertama, dan penatalaksanaan non0medis 'bedah*. 2apan dilakukan pengobatan nonmedisinal memerlukan pemikiran yang cermat. Dewasa ini, dapat dikatakan bahwa ilmu kedokteran moderen telah melangkah cukup jauh dan menemukan cara0cara pengobatan yang makin rasional serta efektif. Daftar Pustaka 1. 9udiarto /. Neuralgi rigeminal) injauan singkat tentang patofisiologi dan terapinya. "endidi#an %er#elan+utan ,lmu %edah Saraf) -urabaya,1""". &. .ampbell <2. rigeminal Neuralgia) Are All of the reatment Cptions 9eing .onsi dered E . TN !lert, >inter 1""%. (. <annetta #<. -urgeons Ae$iew 6atest N reatmenst., TN !llert ?. 7all 1""? 4ssue. 5. #ansky 9. The Trigeminal (-) Nerve. Ae$iew of /ross Anatomy, !acmillan #ublishing .o 4nc, New @ork, 1"%5H (00(1.

1. -atyanegara. Neuralgia Trigeminal. 4lmu 9edah -araf, # /ramedia #ustaka Btama, <akarta, 1""D H (1(0(1?. %. -eeley AA, -tephens D, ate #. Cranial Nerves) !natomy . "hysiology* !ac /raw +ill, 1""DH ?(50?(%. D. atter -9. 'icrovascular Compression Syondromes/ Treatment of Trigeminal Neuralgia* Glossopharyngeal Neuralgia* and Hemifacial Spasm. !/+8 +ar$ard rigeminal Neuralgia8 +emifacial -pasm +omepage. ". >eigel /. TN Studies Sho0 "romising 1esults. N Alert :ditor, 7all, 1""5. 10. >eigel /. Coping 2ith TN. N Alert :ditor, -pring 1""1. 11. @oung A7. Gamma 3nife* No incision in ne0est TN surgery. Northwest +ospital /a mma 2nife .enter, -eattle, >ash, -pring 1""1. 1&. Iakr;ewska <!. Trigeminal Neuralgia. >.9. -aunders .ompany, 6ondon,1""5.