Anda di halaman 1dari 2

Pendahuluan Tubuh manusia memiliki anatomi yang sangat kompleks dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Saling keterkaitan dari struktur anatomi ini juga yang menyebabkan apabila salah satu bagian terdapat kesalahan, akan mempengaruhi bagian yang lain. Sebagai contoh, adanya pengaruh pungsi lumbal dengan kondisi kejang pada manusia.1 Kondisi kejang, merupakan tanda adanya koordinasi yang tidak normal dalam tubuh seseorang. Pada makalah ini akan dibahas mengenai kondisi normal tubuh manusia, dengan penekanan pembahasan mengenai bagian-bagian tubuh yang berhubungan dengan kejang, baik secara anatomi, fisiologi, maupun histologi. Tujuan penulisan makalah adalah untuk menunjukkan hubungan antara kondisi normal manusia yang berhubungan dengan LCS (Liquor cerebrospinalis), sistem sensorik, dan mekanisme kejang, yang berupa kontraksi tetani. Liquor Cerebrospinalis (LCS) Liquor Cerebrospinalis (LCS) atau disebut juga Cairan Cerebrospinal (CSS), merupakan cairan yang mengelilingi ruang subarachnoid di sekitar otak dan medulla spinalis.2 LCS merupakan cairan jernih yang dibentuk dari plasma darah di dalam plexus choroideus. Plexus choroideus adalah pusaran kapiler yang terletak di dalam ventrikel, yang terbesar adalah di dalam ventrikel lateralis, tempat sebagian besar CSS dibentuk.3 Plexus choroideus berada dalam ventrikel lateralis, ventrikel ketiga, dan ventrikel rkeempat pada otak. Meskipun sebagian besar LCS diproduksi dalam ventrikel lateralis, sekitar 25% berada dari sumber di luar koroid, termasuk endotel kapiler dalam parenkim otak.4 LCS memiliki tiga fungsi penting, yaitu mempertahankan keutuhan jaringan otak dengan bertindak sebagai shock absorber, sarana untuk membawa asupan nutrisi bagi otak dan membuang sisa-sisa metabolisme otak, dan mengkompensasi perubahan volume darah intrakranial.5 Ada pengendalian neurogenik aktif pembentukan LCS karena pleksus koroid diinervasi oleh saraf-adrenergik dan koliergik. Perangsangan sistem adrenergic mengurangi produksi LCS,

sedangkan pemacuan saraf kolinergik dapat melipat-gandakkan kecepatan produksi LCS normal.4 LCS mengisi ventrikel dan ruang subarachnoid.6 Pada anak normal, produksi LCS 20 ml per jam. Volume total LCS pada bayi sekitar 50 ml, dan pada orang dewasa 150 ml. 4 Kecepatan produksi LCS pada orang dewasa sekitar 550 ml per hari. Jadi, LCS mengalami pertukaran sekitar 3,7 kali sehari.6 Aliran LCS akibat dari perbedaan tekanan yang ada antara sistem ventrikel dan saluran vena. Tekanan di dalam ventrikel dapat setinggi 180 mm air pada keadaan normal, sedangkan pada sinus sagitalis superior berada pada kisaran 90 mm air. Normalnya, LCS megnalir dari ventrikel lateralis melalui foramen Monro ke dalam ventrikel ke tiga. kemudian melewati akuaduktus Sylvius yang sempit, masuk ke ventrikel keempat. LCS keluar dari ventrikel keempat melalui pasangan foramen Luschka lateral dan foramen linea mediana Magendic ke dalam sisterna pada dasar otak.5 LCS mengalir melalui foramen Magendie dan Luschka menuju ruang subarachnoid dan diserap melaui vili arakhnoidalis ke dalam vena, terutama sinus vena serebrum. Vili terdiri atas tonjolan membran arakhnoid dan endotel sinus ke dalam sinus vena. Di sektiar rute saraf spinalis juga terdapat vili serupa yang lebih kecil dan menonjol ke dalam vena. Tonjolan ini berfungsi sebagai katup yang memungkinkan bulk flow (aliran langsung) LCS ke dalam darah vena. Bear aliran melaui vili ini adalah sekitar 500 ml per hari, dengan sejumlah kecil LCS tambahan yang diserap melalui difusi ke dalam pembuluh darah serebrum.6 Tekanan LCS lumbal normal adalah 70-180 mm LCS. Pada tekanan 112mm LCS, merupakan tekanan LCS normal rata-rata, filtrasi dan absorpsi seimbang. Di bawah tekanan sekitar 68 mm LCS, absorpsi terhenti.6 Secara klinis, cairan serebrospinalis dapat diambil untuk pemeriksaan melalui prosedur pungsi lumbal, yaitu jarum berongga diinsersi ke dalam ruang sub-araknoid di antara lengkung saraf vertebera lumbal ketiga dan keempat.2