Anda di halaman 1dari 8

PIPELINE PIGGING A. TUJUAN Dalam melakukan praktikum pipeline pigging ini, praktikan mempunyai beberapa tujuan, yakni: 1.

Praktikan mampu melakukan pembersihan pipa dengan menggunakan metode pipeline pigging . Praktikan mampu melakukan pera!atan dan perbaikan ringan ". Praktikan mengetahui kondisi#kinerja dari pipa $. %ANDA&AN T'()* Pigging dide+inisikan sebagai tindakan melun,urkan benda yang disebut pig ke dalam jalur pipa. &edangkan pig adalah suatu bentuk alat yang dapat dilun,urkan ke dalam pipa dengan mengikuti aliran +luida dalam pipa. Nama pig pertama kali mun,ul karena suara yang yang ditimbulkannya. Pada saat benda itu mulai dilun,urkan, timbul suara keras seperti babi menguik, sehingga timbulah istilah pig yang memang diartikan sebagai babi. Pada !aktu berikutnya barulah di,ari kepanjangan yang pantas untuk pig, dan akhirnya dikenal kepanjangan pig sebagai pressure inspe,tion gauge (Wikipedia, 2008). -enurut Cordel dan Panzant (1990) serta Tirat oo (1992), yang utama adalah: 1. -emisahkan produk berbeda yang harus mengalir dalam pipa yang sama . -embersihkan endapan dan lumpur yang menempel di dinding pipa ". -engkalibrasi alat ukur ke,epatan +luida .. -emoleskan inhibitor korosi ke sepanjang sisi dalam jalur pipa /. -enghilangkan jebakan ,airan dalam aliran gas, atau menghilangkan jebakan gas dalam aliran ,airan 0. *nspeksi bagian dalam pipa !eni "#eni pig Pembagian jenis pig dapat dilakukan dari berbagai dasar tinjauan. Jika ditinjau dari kondisinya pig dapat dibagi menjadi dua (Gode$il, 2008), jenis berupa pig +isik 1physi,al pig2 yang disebut juga sebagai pig kon3ensional dan pig elektronik 1ele,troni,al pig2. Pig +isik merupakan pig yang bekerja karena bentuk +isiknya, pada saat ini ada berbagai ma,am pig untuk berbagai ma,am keperluan. Jika dirangkum kegunaan pig

sedangkan pig elektronik pada prinsipnya berupa detektor yang dimasukkan ke dalam jalur pipa untuk mendeteksi korosi serta kerusakan bagian dalam pipa. 4ara pembagian kedua adalah menurut kegunaannya dan hanya berlaku untuk pig +isik. &eperti diuraikan oleh Cordel dan Panzant (19902 serta Tirat oo (1992), ada berbagai jenis pig, namun jika dirangkum sesuai dengan +ungsinya jenis pig dapat dibagi menjadi : 1. Pig pengering (drying pig) . Pig pembersih (cleaning pig) ". Pig penyekat (isolating pig atau batching pig) 4ara pembagian ketiga adalah menurut bentuknya. &ebenarnya ,ukup sulit untuk membagi jenis pig dengan ,ara ini, karena saat ini bentuk pig begitu ber3ariasi. $erbagai literatur menyebutkan banyak ma,am pig, namun demikian berbagai pig tersebut selalu dapat dibedakan menjadi . bentuk dasar, yaitu: 1. Foam pig atau polly pig . Bi-directional pig, disingkat menjadi bi-di pig 3. Brush pig .. Sphere pig, yang biasa hanya disebut sebagai sphere. Pig untuk pengering terbuat dari bahan yang dapat menyerap ,airan. 4airan yang diserap belum tentu air, tetapi dapat berupa berbagai jenis minyak. (leh karena busa yang menjadi bahan pig untuk keperluan pengeringan ini, maka jenis pig seperti ini disebut foam pig. Foam pig yang diaplikasikan dalam pipa jarak panjang, harus mempunyai kemampuan melun,ur dengan baik. Untuk itulah pada bentuk foam pig yang moderen, disekitar busa diberi pembalut yang berupa anyaman poliuretan 1poly urethane2 yang bersi+at li,in dan kekar. Adanya pembalut ini menyebabkan badan pig tidak ,epat rusak. Ujung pig dibuat run,ing, agar dapat berbelok dengan mudah. 4ontoh +oam pig Pig untuk membersihkan bagian dalam pipa dari kotoran yang menempel berupa sikat yang terbuat dari bahan plastik lentur. Untuk mengarahkan mengikuti belokan jalur pipa, maka di kedua ujungnya dipasa terbuat dari bahan polimer yang kuat juga

dibuat

merun,ing,

agar diterbitkan oleh Pipeline oil and

as !"uipment, #nc.jelas

tentang bentuk berbagai jenis brosur tersebut.

Alat pelun,ur pig diran,ang untuk memasukkan pig dengan mudah, maka badan laun,her yang dinasuki pig diperbesar antara 1561/7 dari diameter pipa. $adan pig trap sendiri terdiri dari: 1. $losure, berupa tutup yang menyerupai pintu berbentuk bulat . Barrel, adalah bagian pig trap yang membesar untuk menginisiasi pelun,uran pig di pig recei%er dan akhir perjalanan pig di pig launcher. $agian ini dibuat membesar untuk memudahkan penanganan keluar6masuknya pig. &e,ara kasar perbesaran barrel adalah sebagai berikut : a. Jalur pipa berdiameter kurang dari atau sama dengan 15 in,i perbesarannya in,i b. Jalur pipa berdiameter 1 sampai dengan 0 in,i perbesarannya . in,i ,. Jalur pipa berdiameter lebih dari atau sama dengan 8 in,i perbesarannya 0 in,i ". &educer, berupa ,orong yang menghubungkan bagian dengan diameter sebesar pig trap dengan bagian yang berdiameter sama dengan pipa utama. $entuk reducer ada dua ma,am, yang pertama berupa concentric reducer, yang kedua berupa acentric reducer. Pada masa kini bentuk acentric reducer lebih disukai, karena jalannya pig melalui reducer jenis ini lebih mulus 1smooth) dan tidak menemui hambatan berupa 9grenjulan:.

.. 'ominal bore section, merupakan bagian setelah redu,er dan sebelum pigging %al%e yang diameternya sama dengan diameter sistem perpipaan utama. /. Pigging line, merupakan bagian setelah pigging %al%e sampai sambungan (-)oint. *lustrasi bentuk pig trap seperti terlihat dalam ;ambar 1 55<2 berikut ini. .. yang diambil dari PP&A

Pig launcher dilengkapi dengan berbagai aksesori. =atub yang digunakan untuk mengatur arah aliran ada " buah, yaitu : 1. Pigging %al%e, terletak antara pig trap dengan jalur pipa utama. *al%e ini dile!ati pig saat melun,ur, biasa disebut juga sebagai isolation %al%e . +ainline %al%e, atau biasa juga disebut sebagai bypass atau throttle %al%e ber+ungsi untuk mengalirkan +luida tanpa melalui pig trap. >al3e ini pada hakekatnya merupakan 3al3e yang mengalirkan +luida pada kondisi normal jika tidak sedang dilakukan proses pigging. ". ,ic-er %al%e, mengalirkan +luida ke arah 9belakang: pig pada saat pig berada di pig laun,her serta di bagian 9depan: pig pada saat berada di pig recei%er. ?ungsi aliran melalui 3al3e ini adalah untuk menendang pig agar mulai berjalan di pig laun,her, serta membuat aliran sementara antara jalur pipa utama dengan jalur pipa berikutnya dalam pig recei%er. Dalam pig recei%er, %al%e yang menempati posisi ini biasa disebut juga sebagai bypass %al%e.

4. P')A%ATAN Peralatan yang digunakan untuk praktikum pipiline pigging kali ini adalah sebagai berikut: 1. Pipa alir .. Pigging

D. ?%(@ 4AA)T

-elakukan pemasangan pipa alir

V2 V1

Tempat memasukkan udara tekan


V3

Tempat meletakkan Pig 1Pig /auncher2

-enutup katup >1 dan >", serta membuka katub >

-eletakkan pig pada Pig /auncher =eterangan : Pig yang digunakan adalah Pig $1 dan $

-emasukkan Udara tekan

-embuka katup >1 dan >", serta -enutup katub > se,ara bersamaan

-enghitung ke,epatan Pig -elakukan 3ariasi udara tekan dengan membuka sudut kran pada . 5o, ./5o, dan .85o

'(d(t +eran ,dara Tekan 05o 1 5o 185o .5o "55o "05 . 5


o

+ondi i Udara tekan tidak mengalir, pigging tidak bergerak Udara tekan tidak mengalir, pigging tidak bergerak Udara tekan mengalir tapi pigging tidak bergerak Udara tekan mengalir, pigging bergerak hanya sampai C D dari keseluruhan panjang pipa Udara tekan mengalir, pigging bergerak hingga C E dari keseluruhan panjang pipa Udara tekan mengalir, pigging bergerak hingga C E dari keseluruhan panjang pipa Udara tekan mengalir dan pigging bergerak hingga ujung pipa

'. DATA P'N;A-ATAN Per%o&aan 1

Per%o&aan 2 Total panjang pipa B 1,<8 m '(d(t keran (dara tekan . 5o ./5o .85o Wakt( ( ekon) Pi))in) *1 Pi))in) *2 5," 1,5 5, 5,. 5," 5,.

?. P')A*TUN;AN -enghitung %aju Alir Pig Total panjang pipa B 1,<8 m '(d(t keran (dara tekan . 5 .85
o

Wakt( ( ekon) Pi))in) *1 5," 5, 5," Pi))in) *2 1,5 5,. 5,.

La#( alir (-. ) Pi))in) *1 0,0 <,< 0,0 Pi))in) *2 1,<8 .,</ .,</

./5o
o

;. P'-$AAA&AN Praktikum pigging atau P*; 1Pressure *nspe,tion ;auge2 bertujuan untuk akti+itas pembersihan internal bagian dalam pipa dari kotoran yang bisa menghambat laju aliran +luida dan merusak bagian dalam pipa, juga untuk mendeteksi ketebalan dan kebo,oran pipa. Pig dimasukan kedalam pipa bagian pig laun,her kemudian di aliri udara tekan tertentu agar pig dapat berjalan dalam pipa. Pig yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah jenis pig +oam. Pig berjalan dalam pipa bila ada beda tekan yang terjadi antara bagian belakang pig dengan bagian depan pig. Tekanan pada bagian belakang pig harus lebih besar dari bagian depan pig. Tekanan yang diberikan pada bagian belakang pig juga harus lebih besar daripada gaya gesek antara pig dan pipa. &eperti pada praktikum pig baru bisa berjalan dalam pipa setelah tekanan udara yang berikan lebih besar dari gaya geseknya yaitu pada sudut keran . 5o. &etelah mengetahui besar tekanan yang dibutuhkan pig untuk berjalan dalam pipa digunakan 3ariasi ukuran diameter pig +oam untuk menghitung ke,epatan#laju alir pig. Ukuran diameter pig mempengaruhi laju alir pig berjalan dalam pipa. Pada tekanan yang sama, laju alir pig dengan diameter yang lebih besar akan memiliki laju alir yang lebih lambat daripada pig yang memiliki diameter lebih ke,il. Aal ini terbukti dari hasil praktikum, pig $1

memiliki diameter lebih ke,il sehingga memiliki laju alir lebih ,epat daripada $ yang diameternya lebih besar. &emakin besar udara tekan yang diberikan maka semakin besar laju alir pig seperti pada perhitungan hasil per,obaan. &emakin besar sudut keran yang terbuka, semakin besar pula udara tekan yang mengalir maka semakin besar laju alir pig yang dihasilkan. %aju alir pig juga dipengaruhi oleh banyaknya kotoran yang terdapat dalam pipa. $ila dalam pipa banyak terdapat kotoran maka laju alir pig akan menge,il karena akan terjadi gesekan yang memperlambat laju alir. (leh karena itu diperlukan udara tekan yang lebih besar agar laju alirnya lebih ,epat. Pada praktikum pigging kali ini pipa yang digunakan tidak terdapat kotoran sehingga laju alir dari pig menjadi lebih ,epat.

A. ='&*-PU%AN Dari hasil praktikum pipe line pigging ini praktikan dapat menyimpulkan bah!a semakin besar sudut keran yang terbuka maka semakin besar pula udara tekan yang mengalir pada pipa tersebut yang sebanding pula dengan laju alir pig yang dihasilkan. &ehingga kotoran 1kerak#s,ale2 yang terdapat didalam pipa dapat dibersihkan dan pera!atan pada pipa pun dapat dilakukan.

*. DA?TA) PU&TA=A ?inal, Tesis. 511. 9?inal Tesis:. Tersedia di: http:##eprints.undip.a,.id#"0/..#1#Tesis6 +inal6 /Fmaret6pd+.pd+