Anda di halaman 1dari 2

I.

Definisi Nefropati diabetic adalah kelainan ginjal yang dapat muncul sebagai akibat dari komplikasi diabetes mellitus (DM) baik tipe 1 maupun 2, ditandai dengan adanya albuminuria (mikro/makroalbuminuria). Nefropati diabetic dapat menyebabkan gagal ginjal hingga tahap akhir (GGT = Gagal Ginjal Terminal). Oleh karenanya penanganan kasus ini harus dilakukan secara optimal agar dapat mencegah perusakan ginjal ke tahap yang lebih buruk. Salah satu penemuan yang telah dikembangkan dalam terapi penyakit ginjal diabetes adalah melalui pemberian agonis adenosine 2A, yang berguna sebagai terapi dan atau pencegahan nefropati diabetic. Diagnosis stadium klinis nefropati diabetic secara klasik adalah ditemukannya proteinuria > 0,5 gr/hari. Diagnosis klinis nefropati diabetic sudah dapat ditegakkan bila terdapat makroalbuminuria persisten (albuminuria > 300mg/24 jam atau 200 mikrogram/menit ). Disebut persisten (menetap) adalah bila 2 dari 3x pemeriksaan yang dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan, memberikan hasil positif. Pada pasien DM tipe 1, diagnosis dini nefropati diabetic ditandai dengan ditemukannya mikroalbuminuria persisten (albuminuria 30-300 mg/24 jam atau 20-200 mikrogram/menit). Definisi tahapan nefropati diabetic pada DM tipe 1 dan tipe 2 tercantum dalam table. Microgram/menit DM tipe 1 < 10 Normal 20-200 Stad. Awal >200 Nefropati klinis DM tipe 2 >200 Nefropati klinis Sebagai catatan, urin yang dipakai dalam pemeriksaan albumin untuk menegakkan diagnosa harus steril, non ketotik, sebaiknya urin pertama pagi hari. DM mempengaruhi struktur dan fungsi ginjal dalam berbagai cara. Istilah nefropati diabetic meliputi semua lesi pada ginjal pasien dengan DM. Lesi ini termasuk glomerulosklerosis ( difus atau noduler ), anterionefrosklerosis, nefritis interstitial kronik, nekrosis papiler dan berbagai lesi tubulus. Nefropati Diabetik dihubungkan dengan berbagai sindroma klinis meliputi proteinuria asimtomatik ringan, sindrom nefrotik, gagal ginjal progresif (acute, progresif cepat atau kronik) dan hipertensi. >300 >0,2 >300 >0,2 30-300 0,02-0,2 <15 <0,001 Miligram/menit Albumin/ creatinin

Sumber : 1. Arch Pathol Lab Med. 2013 Mar;137(3):351-9. doi: 10.5858/arpa.2012-0243-RA. Renal morphologic lesions reminiscent of diabetic nephropathy. Raparia K, Usman I, Kanwar YS. Source Department of Pathology, Northwestern University Medical School, Chicago, IL 60611, USA.

2. Med Clin North Am. 2013 Jan;97(1):115-34. doi: 10.1016/j.mcna.2012.10.004. Epub 2012 Dec 7. Potential new treatments for diabetic kidney disease. Kania DS, Smith CT, Nash CL, Gonzalvo JD, Bittner A, Shepler BM. Source Purdue University College of Pharmacy, West Lafayette, IN 47907-2091, USA. 3.

Nephrotic syndrome in adults


BMJ 2008; 336 doi: http://dx.doi.org/10.1136/bmj.39576.709711.80 (Published 22 May 2008) Cite this as: BMJ 2008;336:1185

Richard P Hull, specialist registrar,

David J A Goldsmith, consultant nephrologist