Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH KRONIS

Masalah Utama 1. Definisi

: Isolasi sosial: Menarik Diri

a. Harga Diri Rendah Kronis Harga diri rendah kronis adalah evaluasi diri atau perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif dan dipertahankan dalam waktu lama ( ! D!" #$$%&. Harga diri rendah adalah perasaan tidak 'erharga" tidak 'erarti" dan rendah diri yang 'erkepan(angan aki'at evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. (Keliat" #$))& '. Isolasi sosial: Menarik Diri Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalam mem'ina hu'ungan se*ara ter'uka dengan orang lain. Menurut +ownsend" M.,. ( )--. : )%# & isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengan*am dirinya. /edangkan menurut D01K0/ RI ()-.-:))2& penarikan diri

atau withdrawal merupakan suatu tindakan melepaskan diri 'aik perhatian ataupun minatnya terhadap lingkungan sosial se*ara langsung yang dapat 'ersifat sementara atau menetap.

2. Penyebab a. Harga Diri Rendah Kronis 3aitu perasaan negatif terhadap diri telah 'erlangsung lama" yaitu se'elum sakit4 dirawat. Klien ini mempunyai *ara 'erfikir yang negatif. Ke(adian sakit dan dirawat

akan menam'ah persepsi negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengaki'atkan respons yang maladaptive. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan (iwa. Dalam tin(auan life span history klien" penye'a' HDR adalah kegagalan tum'uh kem'ang" misalnya sering disalahkan" kurang dihargai" tidak di'eri kesempatan dan tidak diterima dalam kelompok (3osep" #$$2& '. Isolasi sosial: Menarik Diri 1enye'a' dari menarik diri adalah harga diri rendah yaitu perasaan negatif terhadap diri sendiri" hilang keper*ayaan diri" merasa gagal men*apai keinginan" yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri" rasa 'ersalah terhadap diri sendiri" gangguan hu'ungan sosial" merendahkan marta'at" per*aya diri kurang" dan (uga dapat men*ederai diri ( ,arpenito"5.6")--.:7%#& Menurut +ownsend"M.,. ( )--.:)%#& isolasi so*ial : menarik diri sering dise'a'kan oleh karena kurangnya rasa per*aya kepada orang lain" perasaan panik" regresi ke tahap perkem'angan se'elumnya" waham" sukar 'erinteraksi di masa lampau" perkem'angan ego yang lemah serta represi rasa takut.

3. Tanda dan Geja a Isolasi sosial: menarik diri Ds: /ukar didapati (ika klien menolak 'erkomunikasi. 8e'erapa data su'yektif adalah men(awa' pertanyaan dengan singkat" seperti kata9kata :tidak;" :iya;" :tidak tahu;. Menurut 1ur'a" dkk. (#$$.& tanda dan ge(ala isolasi sosial yang dapat ditemukan dengan wawan*ara" adalah: a. 1asien men*eritakan perasaan kesepian atau ditolak oleh orang lain '. 1asien merasa tidak aman 'erada dengan orang lain *. 1asien mengatakan tidak ada hu'ungan yang 'erarti dengan orang lain

d. 1asien merasa 'osan dan lam'at mengha'iskan waktu e. 1asien tidak mampu 'erkonsentrasi dan mem'uat keputusan f. 1asien merasa tidak 'erguna g. 1asien tidak yakin dapat melangsungkan hidup Do: <'servasi yang dilakukan pada klien akan ditemukan: a. !patis" ekspresi sedih" afek tumpul. '. Klien tampak dari menghindar dari orang lain" misalnya pada saat makan. *. Komunikasi kurang4 tidak ada. Klien tidak tampak 'er*akap9*akap dengan klien lain4 perawat d. +idak ada kontak mata" klien le'ih sering menunduk. e. 8erdiam diri di kamar4 tempat terpisah. Klien kurang mo'ilitasnya. f. Menolak 'erhu'ungan dengan orang lain. Klien memutuskan per*akapan atau pergi (ika dia(ak 'er*akap9*akap. g. +idak melakukan kegatan sehari9hari. !rtinya perawatn diri dan kegiatan rumah tangga sehari9hari tidak dilakukan. !. P"#"n $asa a#
Risiko perilaku kekerasan thd diri sendiri Gg. Sensori/persepsi: halusinasi pendengaran Isolasi sosial: menarik diri

Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik

Gg. Pemeliharaan kesehatan Defisit perawatan diri: mandi, berhias

Ketidakefektifan koping keluarga: ketidakmampuan keluarga merawat klien di rumah

Gg. Konsep diri: arga Diri Rendah Kronis

%. Pen&'ajian Isolasi /osial : menarik diri a. Data /u'yektif Klien mengatakan saya tidak mampu" tidak 'isa" tidak tahu apa9apa" 'odoh" mengkritik diri sendiri" mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.

'. Data <'yektif Klien terlihat le'ih suka sendiri" 'ingung 'ila disuruh memilih alternatif tindakan" ingin men*ederai diri4ingin mengakhiri hidup.

(. Ren)ana Tinda'an Ke*e+a,a-an +u(uan : +u(uan Umum: Klien dapat 'erhu'ungan dengan orang lain se*ara optimal +u(uan khusus : a. Klien dapat mem'ina hu'ungan saling per*aya Rasional: Hu'ungan saling per*aya merupakan dasar untuk kelan*aran hu'ungan interaksi selan(utnya Kriteria Hasil:

0kspresi wa(ah 'ersaha'at" menu(ukkan rasa senang" ada kontak mata" mau 'er(a'at tangan" mau menye'utkan nama"mau men(awa' salam" mau duduk 'erse'elahan dengan perawat" mau mengutarakan masalah yang dihadapi. Intervensi: 8ina hu'ungan saling per*aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapetutik )& sapa klien dengan ramah 'aik ver'al maupun non ver'al #& 1erkenalkan diri dengan sopan 7& +anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien =& 6elaskan tu(uan pertemuan %& 6u(ur dan menepati (an(i >& +un(ukan sikap empati dan menerima klien apa adanya 2& 8eri perhatian kepada klien dan perhatikan ke'utuhan dasar klien. '. ? ? ? Intervensi: )& Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien #& /etiap 'ertemu klien hindarkan dari mem'eri penilaian negatif 7& Utamakan mem'erikan pu(ian yang realistik *. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan Rasional : ? ? Intervensi: Keter'ukaan dan pengertian tentang kemampuan yang dimiliki adalah 1engertian tentang kemampuan yang dimiliki diri memotivasi untuk tetap prasyarat untuk 'eru'ah. mempertahankan penggunaannya Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Diskusikan tingkat kemampuan klien seperti menilai realitas" kontrol diri atau Reinfor*ement positif akan meningkatkan harga diri klien 1u(ian yang realistik tidak menye'a'kan klien melakukan kegiatan hanya

Rasional : integritas ego diperlakukan se'agai dasar asuhan keperawatannya.

karena ingin mendapatkan pu(ian

)& Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit #& Diskusikan kemampuan yang dapat dilan(utkan penggunaannya. d. Klien dapat (menetapkan& meren*anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Rasional : ? ? ? Intervensi: )& Ren*anakan 'ersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan ? Kegiatan mandiri ? Kegiatan dengan 'antuan se'agian ? Kegiatan yang mem'utuhkan 'antuan total #& +ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien 7& 8eri *ontoh *ara pelaksanaan kegiatan yang 'oleh klien lakukan e. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya Rasional : ? Mem'erikan kesempatan kepada klien mandiri dapat meningkatkan motivasi dan harga diri klien ? Reinfor*ement positif dapat meningkatkan harga diri klien ? Mem'erikan kesempatan kepada klien ntk tetap melakukan kegiatan yang 'isa dilakukan Intervensi: )& 8eri kesempatan pada klien untuk men*o'a kegiatan yang telah diren*anakan #& 8eri pu(ian atas ke'erhasilan klien 7& Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah f. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Rasional: Mem'entuk individu yang 'ertanggung (awa' terhadap dirinya sendiri Klien perlu 'ertindak se*ara realistis dalam kehidupannya. ,ontoh peran yang dilihat klien akan memotivasi klien untuk melaksanakan

kegiatan

? ? ? Intervensi:

Mendorong keluarga untuk mampu merawat klien mandiri di rumah /upport sistem keluarga akan sangat 'erpengaruh dalam memper*epat proses Meningkatkan peran serta keluarga dalam merawat klien di rumah.

penyem'uhan klien.

)& 8eri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang *ara merawat klien dengan harga diri rendah #& 8antu keluarga mem'erikan dukungan selama klien dirawat 7& 8antu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah

.. Daf-a+ P/s-a'a !nna Keliat" 8udi dkk. #$$%. 1roses Keperawatan Kesehatan Jiwa. 6akarta: 0@, +wonsend" M,. )--..Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri. 6akarta: 0@,

ASUHAN KEPERAWATAN PADA 0ANSIA DENGAN GANGGUAN EKSPRESI $ARAH

Masalah Utama 1. Definisi

: 1erilaku Kekerasan

a. @angguan 0kspresi Marah

Kemarahan adalah perasaan (engkel yang tim'ul se'agai aki'at tidak terpenuhinya ke'utuhan yang dirasakan se'agai an*aman sehingga menim'ulkan ke*emasan individu. (Kelliat" )--> dikutip dari stuard and sundeen" )-.2&. /tress" *emas" harga diri rendah dan rasa 'ersalah dapat menim'ulkan kemarahan. Respon terhadap marah dapat diekspresikan se*ara eksternal maupun internal. /e*ara eksternal dapat 'erupa perilaku konstruktif maupun agresif" sedangkan se*ara internal dapat 'erupa perilaku yang tidak asertif dan merusak diri sendiri. (Depkes")--=& Masalah yang 'iasanya mun*ul pada klien marah agresif adalah resiko men*iderai diri sendiri" orang lain dan lingkungan" melakukan per*o'aan 'unuh diri.
b. 1erilaku Kekerasan

1erilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seorang individu mengalami perilaku9perilaku yang dapat melukai se*ara fisik" 'aik terhadap diri sendiri atau orang lain. ( +owsend" M," )--.&

2. Penyebab
a. @angguan 0kspresi Marah

8e'erapa faktor yang mempengaruhi ter(adinya kemarahan yaitu frustasi" hilangnya harga diri" ke'utuhan akan status dan prestise yang tidak terpenuhi.
b. 1erilaku Kekerasan

1enye'a' perilaku kekerasan adalah harga diri rendah. Harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan terhadap diri sendiri atau kemampuan diri yang negatif yang se*ara langsung atau tidak langsung diekspresikan.

3. Tanda dan Geja a


-

/ikap tampak kaku +egang dan menun(ukan usaha untuk merusak diri !gresif !gitasi Ketidakmampuan menggunakan perasaan Mengamuk 1eningkatan aktivitas motorik Mengepal tangan 1erilaku merusak 1erusakan yang diarahkan pada 'enda9'enda di lingkungannya

!. P"#"n $asa a#

Risiko Perilaku !en"ederai Diri/ #rang $ain

Perilaku Kekerasan !asalah %tama

Gg.Konsep Diri: DR Kronis

%. Pen&'ajian D/ : a. Klien mengatakan ingin memukul orang lain '. Klien mengatakan ingin mem'unuh *. Klien mengatakan 'en*i semua orang

D< : a. /ikap tampak kaku dan tegang '. !gresif" agitasi *. Mengamuk d. 1eningkatan aktivitas motorik e. Mengepalkan tin(u f. Merusak 'enda disekitar

(. Ren)ana Tinda'an Ke*e+a,a-an +u(uan umum :

&. Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan pada saat 'erhu'ungan dengan orang

lain. +u(uan Khusus :

&. Klien dapat mem'ina hu'ungan saling per*aya.

Kriteria Hasil

: Klien mau men(awa' salam" 'er(a'at tangan" tersenyum" dan

melakukan kontak mata. +indakan :

&.& 8ina hu'ungan saling per*aya dengan menggunakan prinsip komunikasi

terapeutik.

Rasional : hu'ungan saling per*aya memungkinkan klien ter'uka pada perawat dan se'agai dasar untuk intervensi selan(utnya.
'. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek yang positif yang dimiliki.

Kriteria hasil : klien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya pada perawat. +indakan :

#.) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Rasional : mengidentifikasi hal9hal positif yang masih dimiliki klien. #.# /etiap 'ertemu klien dihindarkan dari mem'eri penilaian negatif. Rasional : pem'erian penilaian negatif dapat menurunkan semangat klien dalam hidupnya. #.7 Utamakan mem'eri pu(ian yang realistik pada kemampuan dan aspek positif klien. Rasional : meningkatkan harga diri klien.
(. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan..

Kriteria Hasil : Klien dapat menilai diri sendiri akan kemampuan yang masih dapat dilakukannya. +indakan :

(.& Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan.

Rasional : mengidentifikasi kemampuan yang masih dapat digunakan.


(.' Diskusikan kemampuan yang dapat dilan(utkan penggunaannya di rumah sakit.

Rasional : mengidentifikasi kemampuan yang masih dapat dilan(utkan. 7.7 8erikan pu(ian. Rasional : meningkatkan harga diri dan merasa diperhatikan.

). Daf-a+ P/s-a'a

!nna Keliat" 8udi dkk. #$$%. 1roses Keperawatan Kesehatan Jiwa. 6akarta: 0@, +wonsend" M,. )--..Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri. 6akarta: 0@,

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN KE0AINAN AUTISTIK

Masalah Utama: Kerusakan komunikasi Aer'al 1. Definisi : a. Kelainan !utistik: Kelainan autistik di*irikan dengan menarik diri anak ke dalam dirinya dan ke dalam dunia fantasi yang di'uatnya sendiri. Kelainan ini (arang" ter(adi tiga kali le'ih sering pada pria daripada wanita" dan le'ih umum pada kelas sosioekonomik keatas. '. Kerusakan Komunikasi Aer'al Kerusakan Komunikasi Aer'al merupakan keadaan dimana sesorang mengalami penurunan atau tidak adanyakemampuan untuk menggunakan atau memahami 'ahasa di dalam 'erinteraksi dengan manusia. 2. Penyebab :

a. Kelainan !utistik:
-

Ru'ella pada i'u Benilketonuria teratasi yang tak

!noksia selama kelahiran +u'erous sklerosis /indroma fragilis C

0nsefalitis

'. Kerusakan Komunikasi Aer'al


-

1eru'ahan9peru'ahan patofisiologis yang ter(adi se'agai respon terhadap kondiri fisik tertentu (misalnya karrena penye'a' autistik diatas&

Ketidakmampuan untuk memper*ayai /timulasi sensorik yang tidak sesuai

3. Tanda dan Geja a a. Kelainan !utistik ). @angguan dalam komunikasi ver'al maupun nonver'al meliputi kemampuan 'er'ahasa mengalami keterlam'atan atau sama sekali tidak dapat 'er'i*ara. #. @angguan dalam 'idang interaksi sosial meliputi gangguan menolak atau menghindar untuk 'ertatap muka. 7. @angguan perilaku" dilihat dari ge(ala sering dianggap se'agai anak yang senangkerapian harus menempatkan 'arang tertentu pada tempatnya =. @angguan perasaan dan emosi" dapat dilihat dari perilaku tertawa9tawa sendiri"menangis atau marah tanpa se'a' nyata. %. @angguan dalam persepsi sensoris meliputi perasaan sensitif terhadap *ahaya" pendengaran" sentuhan" pen*iuman dan rasa (lidah& dari mulai ringan sampai 'erat. '. Kerusakan Komunikasi Aer'al
1. +idak mampu 'er'i*ara dengan 'ahasa yang dominan 2. +idak mau 'i*ara 3. Menolak untuk 'i*ara 4. Kesulitan dalam mengungkapkan maksud atau mengekspresikan se*ara ver'al

(aphasia" dysphasia" apraDia" dysleDia&


5.

Kesulitan dalam mem'uat kata9kata atau kalimat (aphonia" dyslalia" dysarthria&

6. 8er'i*ara tidak sesuai (inkoheren" asosiasi longgar" flight of idea& 7. +idak ada kontak mata

!. P"#"n 1asa a#

Kerusakan interaksi sosial Kerusakan komunikasi *erbal !asalah %tama Kelainan autistik

%. Pen&'ajian Ds:
-

Klien mengatakan 'e'erapa kata yang sulit dimengerti Klien mengungkapkan kata4kalimat singkat yang tidak (elas

Do:
-

+idak ada kontak mata +idak mau4'isa dia(ak 'er'i*ara Menghindar dari orang lain

(. Ren*ana tindakan Keperawatan +u(uan Umum :

Klien mampu melakukan komunikasi ver'al dengan *ara yang sesuai dan dapat di terima orang lain.

+u(uan Khusus

). Klien dapat mem'ina hu'ungan saling per*aya dengan orang lainn Kriteria Hasil:
-

Menun(ukkan ekspresi wa(ah 'ersaha'at Menun(ukkan rasa senang Mau men(awa' salam dan menye'utkan nama Mau duduk 'erdapingan dengan perawat Mau mengutarakan masalah yang dihadapi :

+indakan
-

/apa klien dengan ramah 'aik se*ara ver'al4nonver'al 1erkenalkan diri dengan sopan +anyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien 6elaskan tu(uan pertemuan 6u(ur dan menepati (an(i 8eri perhatian dan perhatikan ke'utuhan dasar

#. Klien mampu 'ertahan pada satu topik pem'i*araan. Kriteria Hasil :


-

Kata4kalimat yang digunakan tepat 4sesuai dengan topik pem'i*araan Kontak mata 'aik :

+indakan
-

Dengarkan pem'i*araan klien lalu identifikasi tema4topik yang dominan @unakan teknik mengatakan se*ara tidak langsung Bokuskan pem'i*araan pada satu topik

@unakan 'ahasa yang konsisten pada saat 'erinteraksi !n(urkan4dorong klien untuk mempertahankan kontak mata saat 'erinteraksi

7. Klien mampu menerima informasi 4pesan komunikasi Kriteria hasil :


-

Klien dapat menginterprestasikan pem'i*araan orang lain Klien dapat menginterprestasikan 'ahasa non ver'al (isyarat tu'uh" kontak mata" ds'&

+indakan
-

Ka(i kemampuan klien menginterprestasikan pem'i*araan orang lain Ka(i kemampuan klien menangkap dan menerima isyarat non ver'a dari orang lain

8antu klien mengidentifikasi pesan4informasi yang diterima Minta klian untuk mengulang pesan4informasi yang diterimanya terse'ut.

7. Daf-a+ P/s-a'a

!nna Keliat" 8udi dkk. #$$%. 1roses Keperawatan Kesehatan Jiwa. 6akarta: 0@, +wonsend" M,. )--..Buku Saku Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri. 6akarta: 0@,