Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

Vihara adalah rumah ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Kelenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme. Tetapi di Indonesia, karena orang yg ke vihara/kuil/kelenteng, umumnya adalah etnis tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk di bedakan, karena umumnya sudah terjadi sinkritisme anta Vihara adalah rumah ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Kelenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme. Tetapi di Indonesia, karena orang yg ke vihara/kuil/kelenteng, umumnya adalah etnis tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk di bedakan, karena umumnya sudah terjadi sinkritisme antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfuciusisme. alah satu contohnya adalah Vihara Kalyana !itta yang terletak di daerah pekojan " jakarta barat. Banyak umat a#am yang tidak mengerti perbedaan dari klenteng dan vihara. Klenteng dan vihara pada dasarnya berbeda dalam arsitektur, umat dan fungsi. Klenteng pada dasarnya beraritektur tradisional Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat aktivitas sosial masyarakat selain daripada fungsi spiritual. Vihara berarsitektur lokal dan biasanya mempunyai fungsi spiritual saja. $amun, vihara juga ada yang berarsitektur tradisional Tionghoa seperti pada vihara Buddhis aliran !ahayana yang memang berasal dari Tiongkok. %ejala agama yang terdapat pada manusia adalah gejala yang bersifat evolusi. Keberagamaan manusia tidak lepas dari &aman serta kebudayaan. 'eligiusitas itu cukup dipengaruhi oleh kebudayaan yang ada. (ada kebudayaan kuno, keberagamaan dianggap sebagai sesuatu yang biasa, spontan dan vital. Kehidupan sendirilah yang membuka pintu ke arah religiusitas. )ain halnya dengan kebudayaan modern di &aman sekarang ini. Terutama di Barat, keberagamaan tidak dipandang lagi sebagai sesuatu yang ada dengan sendirinya tetapi dengan menggunakan pengalaman. *alam kebudayaan modern di mana globalisasi dan kontak antar umat beragama semakin intensif, pengalaman beragama seseorang atau umat itu juga melibatkan penganut agama lain. Keberagamaan juga ditentukan oleh keniscayaan tentang adanya pluralitas agama di dalam masyarakat, ditambah lagi dengan adanya kebijakan"kebijakan sosial"politis dari
1

re&im kekuasaan yang ada. !aka penelitian tentang keberagamaan seseorang atau umat beragama sangat menarik, dan tentu saja penting. alah satu di antara pelbagai fenomena yang menarik untuk diteliti adalah keberagamaan umat Tri *harma, yang mana di Indonesia mereka beribadah di dalam satu tempat ibadah. Ketiga agama yang dimaksud sebagai Tri *harma adalah Kong +u ,u, Tao, dan Buddhisme !ahayana. Inilah tiga agama yang besar dan sangat berpengaruh di dalam masyarakat ,ina. -alaupun ketiga ajaran tersebut berdiri sendiri, namun saling mempengaruhi dan sukar untuk membicarakanya ajaran Tri *harma tanpa mengaitkannya satu sama lain. *i antara ketiga kecenderungan ajaran Tri *harma ini, Taoisme adalah pemikiran yang berorientasi mistis. eperti +induisme dan Buddhisme, Taoisme lebih cenderung menaruh perhatian pada kebijakan intuitif, ketimbang pengetahuan rasional. Taoisme mengakui keterbatasan dan relativitas dunia pemikiran rasional. Taoisme pada prinsipnya merupakan jalan pembebasan dari dunia ini dan, dalam hal ini dapat dibandingkan dengan jalan .oga atau Vedanta dalam +induisme atau *elapan /alan dalam Buddhisme. *alam konteks kebudayaan ,ina, pembebasan Taois berarti secara khusus pembebasan dari aturan" aturan konvensional yang ketat. Ketidakpercayaan terhadap pengetahuan dan penalaran konvensional lebih kuat dalam Taoisme ketimbang dalam tradisi filsafat Timur lainnya. +al ini didasarkan pada kepercayaan teguh bah#a akal manusia tak pernah bisa memahami Tao. *alam ungkapan ,hung T&u, kitab ,hung T&u penuh bagian yang mencerminkan kemuakan orang Taois terhadap penalaran dan argumentasi. (enalaran logis dianggap orang Taois sebagai bagian dari dunia yang diciptakan manusia, bersama dengan etika sosial dan standar moral masyarakat. !ereka memusatkan perhatian mereka sepenuhnya pada pengamatan alam untuk menera#ang 0sifat Tao1. Karena itu mereka mengembangkan satu prinsip yang pada prinsipnya ilmiah, hanya saja ketidakpercayaan mereka yang mendalam terhadap metode analitik menghalangi mereka untuk menyusun teori"teori ilmiah selayaknya. $amun dengan pengamatan alam yang cermat, dipadukan dengan instiusi mistis yang kuat, mengantar orang"orang bijak Taois pada #a#asan mendalam yang dapat konfirmasi oleh teori ilmiah modern.

elama berabad"abad Buddhisme telah menjadi tradisi spiritual di hampir semua bagian 2sia. Buddhisme bera#al dari seorang perintis tunggal, iddharta %autama, yang biasa disebut Buddha"1historis1. *ibandingkan +induisme yang mitologis dan ritualistik, Buddhisme lebih bernuansa psikologis. Buddha tak tertarik memenuhi rasa ingin tahu manusia tentang asal mula dunia, hakikat Ilahi, atau pertanyaan lain semacam itu. Ia berminat secara eksklusif hanya pada situasi manusia, pada penderitaan dan frustasi manusia. 2jarannya karena itu tak bermaksud metafisis, namun psikoterapis. Ia menunjukan asal mula frustasi manusia dan jalan mengatasinya, untuk keperluan ini ia mengambil konsep tradisional India tentang maya, karma, nirvana, dan lain"lain, lalu memberinya interpretasi psikologis yang dinamis, menyegarkan dan langsung relevan. etelah Buddha #afat, Buddhisme berkembang ke dalam dua tradisi, +inayana dan !ahayana. +inayana atau 1kendaraan kecil1 adalah tradisi ortodoks yang bertahan pada tulisan"tulisan ajaran sang Buddha, sementara !ahayana atau 1kendaraan besar1, memperlihatkan sikap yang lebih fleksibel, meyakini bah#a semangat dari ajarannya lebih penting ketimbang perumusan a#alnya. Tradisi +inayana tumbuh subur di ri )anka, Birma, dan Thailand, sementara !ahayana menyebar ke $epal, Tibet, ,ina dan /epang dan akhirnya menjadi tradisi terpenting di antara kedua tradisi ini. *i India sendiri setelah berabad"abad, Buddhisme diserap oleh +induisme yang fleksibel dan asimilatif dan Buddha akhirnya dianggap sebagai penjelmaan *e#a -isnu yang ber#ajah banyak. !eskipun memiliki taraf intelektual tinggi dengan berbagai filsafat, namun Buddhisme !ahayana tak pernah kehilangan dirinya dalam pemikiran abstrak spekulatif. ebagaimana biasa dalam mistisisme Timur, akal dipandang sebagai alat untuk melapangkan jalan menuju pengalaman mistis secara langsung, yang disebut orang Buddhis sebagai 1kebangkitan1. *i ,ina, ketiga agama tersebut memiliki hubungan yang demikian dekat. Bahkan dalam sebuah lukisan yang sangat popular di kalangan rakyat ,ina, figur utama dari ketiga agama tersebut digambarkan sangat erat. *i mana Konfusius, )ao T&e, dan Buddha dilukiskan bersama"sama tengah meminum air dari sebuah gentong.Ini menunjukan bah#a ketiga guru tersebut dan ajaran mereka sangat dimuliakan oleh masyarakat ,ina, sekaligus memiliki pengaruh besar dalam kebudayaan dan peradaban ,ina. 2kan tetapi, #alaupun memiliki hubungan yang dekat, di negeri asalnya ketiga kepercayaan ini tidak beribadah dalam satu rumah ibadah. 3mat Buddha !ahayana di Kuil 4untuk
3

membedakan dengan Buddha serupa yang di Vihara5, umat Tao di Bio, dan umat Kong +u ,u di )ithang. +al ini sangat berbeda dengan di Indonesia. 2tas kebijakan politik penguasa khususnya pada masa re&im 6rde Baru, umat Tri *harma di Indonesia mesti beribadah dalam satu tempat ibadah, seolah"olah ketiga umat itu adalah penganut satu agama. ebagian kalangan bahkan memandang ajaran Tri *harma cenderung dipandang sebagai satu agama yang bersifat sinkretik.

BAB II KEBERAGAMAAN UMAT TRI DHARMA


4

A. Pengertian Keberagamaan 1. Pengertian Umum Keberagamaan 3ntuk menjelaskan makna keberagamaan umat beragama sebagaimana yang menjadi fokus penelitian ini, maka perlu kiranya dimulai dengan mencari akar dari kata yang membentuknya. *alam hal ini, keberagamaan berasal dari kata dasar 0agama1 yang berarti sistem, prinsip kepercayaan kepada Tuhan dengan ajaran kebaktian dan ke#ajiban"ke#ajiban yang bertahan dengan kepercayaannya itu. (engertian agama dapat dilihat dari sisi etimologi, bah#a istilah agama berasal dari kata ansekerta7 0a1 yang berarti 0tidak1 dan 0gama1 yang berarti 0kacau1. 2gama dengan demikian berarti aturan atau tatanan untuk mencegah kekacauan dalam kehidupan manusia, atau dalam bahasa Inggris disebut 0religion1, yang berakar pada bahasa )atin 0religio1 yang berarti 0mengikat erat1. *alam Islam terdapat istilah 0din1 yang biasa juga diterjemahkan sebagai agama, yakni mencakup pengertian keberhutangan, ketundukan, kekuatan yang menghadiri dan kecenderungan alami. *efinisi semacam itu akan mengalami kesulitan ketika dipakai untuk melihat agama" agama non"teis seperti Buddhisme dan Taoisme. Tak ayal jika dari definisi tersebut, muncul perdebatan apakah Buddhisme dan Taoisme merupakan sebuah agama atau sebuah ajaran filsafat. $amun yang perlu dicatat, adalah keduanya memiliki konsep akan suatu keberadaan metafisik dan transenden yang merupakan a#al dari keberadaan alam semesta. !aka, secara mendasar dan umum, agama dapat diartikan sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib8misalnya dengan Tuhan bagi agama"agama teistik, yang mengatur manusia dengan manusia lainya dan mengatur manusia dengan alam semesta. 2gama sebagai sebuah sistem keyakinan, berisikan ajaran dan petunjuk bagi para penganutnya agar selamat dalam kehidupan serta setelah kematian. 6leh karena itu, tentang keyakinan keagamaan dapat dilihat sebagai orientasi pada masa yang akan datang, dengan cara mengikuti ke#ajiban"ke#ajiban keagamaan dalam kehidupan sehari"hari sesuai dengan agama yang dianut atau diyakininya. ementara itu, 9li&abeth K. $ittinghm berpendapat bah#a agama bukanlah sesutau yang dapat dipahami melalui definisi, melainkan deskripsi 4penggambaran5.2gama merupkan
5

gejala yang sering 0terdapat di mana"mana1 serta berkaitan dengan usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari kebenaran diri sendiri dan kebenaran alam semesta. 2gama melibatkan dirinya dalam masalah kehidupan sehari"hari sehingga dapat dijadikan keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati 4supranatural5 yang menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan. *engan demikian, tanpa mengurangi substansi dari pokok yang sedang kita bicarakan, dapat disimpulkan bah#a agama merupakan pengikat kehidupan manusia yang di#ariskan secara berulang dari generasi ke generasi. 2gama juga berarti kepercayaan kepada yang kudus menyatakan diri pada hubungan dengan Tuhan dalam bentuk ritus, kultus dan permohonan, membentuk sikap hidup berdasarkan doktrin"doktrin tertentu dari kitab suci. *i samping itu, agama secara luas bahkan mencakup juga tentang keseluruhan proses pemberadaban manusia yang akan menghasilkan kebudayaan. elanjutnya, istilah 1beragama1 seperti disebutkan )ukman 2li dalam Kamus Bahasa Indonesia, mempunyai arti menganut 4memeluk agama5 taat kepada agama: beribadah. (engertian 0keagamaan1 yaitu adalah 0yang berhubungan dengan agama1. keyakinan yang dimiliki seseorang. 2. Kehidu an Keberagamaan etiap masyarakat, baik kelompok maupun individu, secara sederhana memiliki nilai yang melembaga antara satu dengan yang lainnya yang berhubungan. +al ini merupakan suatu sistem yaitu pedoman dari konsep ide dalam kebudayaan yang mendorong kuat terhadap arah kehidupan bagi seseorang. alah satu sistem itu adalah agama. 2gama merupakan refleksi atas iman yang tidak hanya merefleksikan sejauh mana kepercayaan agama diungkapkan dalam kehidupan agama, baik berhubungan dengan aspek sosial karena kehidupan merupakan segala suatu tindakan, perbuatan, kelakuan, yang telah menjadi kebiasaan. *alam hal ini, keberagamaan dapat menjadi satu persoalan di dalam sejarah kehidupan kehidupan umat manusia dan sepanjang masa. (erilaku hidup beragama yang amat luas dan terbesar di muka bumi ini, menjadi bagian dari hidup keberdayaan yang dapat dikembangkan dalam aneka corak sosial budaya yang berbeda. edangkan kehidupan keberagamaan dapat di#ujudkan sebagai tindakan ataupun perilaku seseorang lebih
6

edangkan

1keberagamaan1 sendiri merupakan perilaku"perilaku beragama ataupun per#ujudan atas

menggambarkan sisi batin dalam kehidupan yang ada kaitanya dengan sesuatu yang sakral. *ari kesadaran agama serta pengalaman maka akan muncul sikap keberagamaan yang ditampilkan oleh seseorang. +al ini dapat mendorong untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama masing"masing. !asalah keagamaan pada kehidupan beragama dapat dilihat dari hubungan persepsi seseorang mengenai kepercayaan yang berupa tingkat pikir manusia dalam proses berfikir. !isalnya pemaknaan agama antara umat Islam yang satu dengan lainnya juga bisa jadi berbeda. +al ini disebabkan oleh faktor pengetahuan, fisiologis dan latar belakang budaya yang mempengaruhi terhadap pemaknaan agama. (emaknaan agama merupakan faktor terpenting dalam penentuan cara beragama seseorang. (enampilankeberagamaan, pelaksanaan ritual dan ibadah, sosiologi dan intelektual agama, serta pengetahuan agama dapat mempengaruhi seseorang dalam memberikan makna agama oleh dirinya. !isalnya kalau agama diberi makna 0suplemen hidup1, maka berarti dalam diri seseorang itu banyak norma yang mengatur hidupnya. 2gama bukanlah satu" satunya hukum tertinggi yang harus ditaati. Karena agama dimaknakan sebagai komplemen hidup, makna agama harus hadir dalam setiap denyut kehidupan, sehingga semua aktivitas baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan ibadah harus diji#ai oleh semangat keagamaan. (emaknaan agama bermula dari pengalaman pribadi karena agama mempunyai sifat yang sangat pribadi. 2kan tetapi, pemaknaan agama juga telah menjadi kesadaran kolektif sehingga pemaknaan agama akan menjadi cermin budaya masyarakat. Keberagamaan dapat di#ujudkan dalam sisi kehidupan manusia. 2ktifitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual beribadah tetapi juga melakukan yang bernuansa ibadah. Keberagamaan berkaitan dengan aktifitas yang tampak terjadi dalam hati seseorang, karena agama merupakan jenis sistem sosial yang dibuat oleh penganutnya yang berproses pada kekuatan non"empiris yang dipercayakan dan didayagunakan untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat pada umumnya. !. Ruang Ling"u Keberagamaan 2pabila menggunakan pendekatan sosiologis, analisis ka#asan agama dapat dibagi menjadi beberapa ka#asan agama..aitu, ka#asan 0putih1, ka#asan 0hijau1, dan ka#asan 0hitam1 atau ka#asan 0gelap1. Ka#asan 1putih1 adalah suatu ka#asan dimana kebutuhan
7

manusia yang hendak dicapai dengan kekuatan manusia sendiri dengan akal budinya, yang dengan dibantu oleh teknologinya, usaha manusia dapat berhasil. )ingkungan ini tidak sama lebarnya bagi manusia 4golongan manusia5 yang satu dengan yang lainya. Ka#asan 1hijau1 yang meliputi daerah usaha manusia akan merasa aman dalam arti akhlak 4moral5. (ada ka#asan hijau tingkah laku manusia dengan sesamanya diatur oleh norma"norma rasional yang mendapat legitimasi agama akan menghilangkan rasa bimbang dan keraguan yang semula membayanginya. edangkan ka#asan 1gelap1 meliputi daerah usaha manusia secara radikal dan total yang mengalami kegagalan akibat ketidakmampuan manusia itu sendiri. *aya manusia pada daerah ini menghadapi suatu 0titik putus1 4breaking points5 yang tidak mungkin disambung dengan kekuatanya sendiri. !enurut %lok dan trark, keberagamaan muncul dalam ; dimensi yaitu ideologis, intelektual, eksperiensial, ritualistik dan konsekuensial. *ua dimensi yang berakhir aspek behavioral keberagamaan dan dimensi ketiga aspek afektif keberagamaan. B. Pengertian Tri Dharma Tri *harma disebut amkaudalam dialek +okkian, yang secara harfiah berarti 1Tiga 2jaran1. Tiga ajaran yang dimaksud adalah Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme. Istilah ini muncul dan hanya ada di Indonesia. Tri *harma itu mencakup Tiga 2jaran 4 am Kau#, Three Teachings, Tiga 2gama, Three 'eligions of ,hina5, yang merupakan atu *asar atau atu *oktrin 4 am Kau# It )i5. Karena agama resmi yang diakui oleh (emerintah Indonesia 4re&im 6rde Baru5 hanya lima, maka umat Tri *harma di Indonesia dikelompokkan dalam lingkup agama Buddha, namun hal ini sebenarnya keliru. Istilah Tri *harma populer melalui sebuah organisasi yang beranggotakan orang" orang dari penganut ajaran Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme. 1(erkumpulan1 yang didasarkan pada tiga ajaran 4dharma5 tersebut selanjutnya juga menyebut perkumpulan itu sebagai !ajelis Tri *harma. $amun karena hanya Buddha yang diakui sementara Konfusianisme dan Taoisme menginduk kepadanya, akhirnya istilah ini lebih melekat kepada agama Buddha. Karenanya, secara formal Tri *harma dikatakan juga sebagai agama Buddha Tri *harma, yaitu agama yang penghayatannya menyatu dalam ajaran Buddha, Kong +u ,u, dan Taoisme. *alam kasus di atas, Tri *harma tampak sebagai sebuah penanda bagi salah satu sekte dalam Buddhisme !ahayana. )alu, istilah Tri *harma juga dimaknai oleh sebagian
8

kelompok yang menganggap bah#a di antara ketiga ajaran itu bukan hanya sekedar satu sekte Buddha yang mempelajari Taoisme dan Kong +u ,u. Tapi mereka menganggap Tri *harma adalah satu agama yang berdiri sendiri, dan baru"baru ini sedang mengajukan kepada (emerintah agar diakui juga sebagai agama resmi, seperti halnya agama Buddha, Islam, +indu, Kristen (rotestan dan Katolik. Terlepas dari itu semua istilah Tri *harma, adalah bersumber pada tiga kelompok kitab suci dari akyamuni Buddha, Kong +u ,u, dan )ao T&e 4Tao5. Buddha *harma menurut alam pikiran India atau Tibet bercorak suatu pandangan hidup 4ideals of life5 yang se#aktu"#aktu tampak seperti hidupnya !anusia )uhur 4 uperhuman5 yang memungkinkan atau lebih cocok merupakan cita"cita hidup para de#a" de#i daripada manusia. ebaliknya Konfusianisme dapat disimpulkan sebagai lebih mengutamakan akal 4reason, bahasa ,ina7 cengli5, toleransi 4unfanatical5 dan manusia#i. Taoisme lebih jauh lagi kebebasannya. *engan meminjam kutipan dari tulisan 2lan -. -atts dalam buku The -ay of <endikatakan sebagai berikut 7 0let #ell enough alone1 atau 0biarkanlah menjadi dirinya sendiri1. Konfusianisme dan Taoisme jelas merupakan bayangan yang bersahaja 4easy going type of mentality5 yang memungkinkan menyerap Buddha *harma dan membuat Buddha *harma menjadi lebih praktis dari semula, seperti apa yang kita kenal sekarang dalam agama Buddha !ahayana. (ertemuan dari ketiga ajaran kebenaran ini telah menelorkan suatu pandangan hidup dan memupuk alam pikiran manusia Tri *harma yang toleran, penuh bhakti, sederhana, dan bebas dalam sikap hidupnya, praktis dalam cara berpikir. Tri *harma lebih tepat disebut sebagai salah satu bentuk kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa sebagai hasil dari sinkretisme ketiga filsafat yang mempengaruhi kebudayaan Tionghoa dan sejarah Tiongkok sejak =;>> tahun lalu. *i Indonesia dari ketiga ajaran Tri *harma, saat ini yang diakui sebagai agama hanya Buddhisme, sedangkan Konfusianisme dan Taoisme dianggap bukan merupakan agama melainkan hanya filsafat. *i ,ina ketiga agama tersebut telah saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain sehingga sulit dan sukar membicarakan salah satunya tanpa mengaitkannya dengan yang lain.

Klenteng merupakan tempat ibadah penganut Taoisme. *ikatakan juga, klenteng sebenarnya adalah tempat ibadah bagi agama"agama dari tradisi Tionghoa yang memiliki akar dan tumbuh berkembang dari kebudayaan Tionghoa, yang merupakan salah satu tanda yang membedakannya dengan aliran"aliran yang lain. *i dalamnya memuat unsur"unsur Tao, Buddha dan Kong +u ,u. !eskipun demikian, banyak di antaranya, terutama banyak dari generasi muda yang masih bingung mengenai apakah yang seharusnya mereka pelajari. ?uan Tong berpendapat bah#a mereka bingung karena memandang dan mempelajari ketiga agama tersebut secara terpisah"pisah. (adahal semestinya ketiga agama hal tersebut adalah merupakan satu ramuan tersendiri yang memiliki akar muasal dari agama Tionghoa, yaitu Tao, oleh karena itu, ?uan Tong merasa perlunya mengangkat topik yang lebih banyak terlibat dengan masalah Tri *harma ini. *iharapkan bah#a dengan mengetahui sejarah perkembangan kepercayaan yang mereka anut, maka pembaca dapat menyusun sebuah pola pikir yang lebih sehat untuk kemajuan keberagamaan dan kerohanian masing"masing. #. $e%arah Per"embangan Tri Dharma di Ind&ne'ia ejarah perkembangan Tri *harma terdapat tiga ajaran agama, yang meliputi Konfusianisme, Taoisme dan Buddhisme. !asing"masing memiliki sejarah yang akan dijelaskan sebagai berikut7 1. $e%arah Per"embangan K&n(u'iani'me 2gama ,onfucius, atau Kong +u ,u atau Konfusianisme, adalah agama yang tertua di ,ina. ,ina adalah sebuah $egara yang mempunyai sejarah cukup panjang, yang konon dimulai sekitar tahun =.@>> !. (ada #aktu itu tradisi dan lembaga"lembaga di ,ina sudah dibakukan, sudah membudaya dan tersusun secara rapi. ekalipun demikian, tidak diketahui secara pasti bagaimana semua itu terjadi. Beberapa sumber kuno, seperti je"Tsing, buku tentang pujian, dan hu ,hing, buku tentang sejarah, memberi kesan bah#a bangsa ,ina purba adalah monoteis, yakni percaya kepada satu Tuhan. $ama"nama yang mereka berikan kepada Tuhan itu adalah urga. 2kan tetapi, bersama perjalanan #aktu, agama di ,ina selanjutnya mengalami kemerosotan. *i samping tetap percaya terhadap hang"ti, bangsa ,ina kuno kemudian percaya pula terhadap roh"roh halus dan rohroh nenek moyang, yang semuanya mereka puja dalam upacara"upacara korban. Kira"kira pada abad VI !., kehidupan agama dan moral
10

hang"ti, yang berarti (enguasa tertinggi, dan Tien,yang berarti

masyarakat ,ina sudah sedemikian merosot. Kebudayaan dan peradaban yang sebelumnya telah dibangun dengan susah payah oleh dinasti"dinasti sebelumnya, kini tinggal hanya merupakan bayangan saja. *alam situasi seperti itulah lahir ,onfucius atau Kong +u ,u, yang ajaran"ajarannya kemudian sangat berpengaruh besar dalam kehidupan bangsa ,ina. elama hampir dua puluh lima abad ,onfucius dianggap sebagai %uru (ertama oleh orang" orang ,ina. +al ini tidak berarti bah#a sebelum ,onfucius tidak ada guru di ,ina melainkan merupakan pengakuan dari bangsa ,ina bah#a ,onfucius berada pada tingkat paling atas dari semua guru tersebut. Berdasarkan bukti"bukti sejarah dapat diketahui bah#a hubungan antara Tiongkok, atau ,ina sekarang,dengan Indonesia telah terjadi sejak &aman prasejarah dan berlangsung sedemikian rupa sehingga mencapai taraf akulturasi yang relatif sempurna. Ini berarti bah#a pada #aktu itu kedatangan orang"orang Tingkok ke $usantara diterima secara terbuka. 6leh karena sejak tahun ABC !, agama ,onfucius diterapkan sebagai agama $egara, maka orang" orang ,ina yang datang ke Indonesia pada masa"masa sesudahnya juga memba#a sistem budaya dan religi Konfusianisme, yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Kong +u ,u. (ara perantau ,ina ini menyebar di beberapa kepulauan $usantara. *i antaranya ada yang beragama Islam, bahkan kemudian menjadi bagian penting dalam proses Islamisasi di /a#a. $amun sebagian besar beragama Kong +u ,u dan Taoisme dan mendirikan lembaga" lembaga agama seperti rumah abu untuk menghormat ar#ah leluhur dan klentengklenteng. *i 3jung (andang, !anado, /akarta, Tuban, 'embang, )asem, dan sebagainya dapat ditemukan klenteng"klenteng yang usianya sudah sangat tua. (ada &aman penjajahan, perkembangan agama ,onfucius di Indonesia ditandai dengan berdirinya beberapa organisasi yang berusaha untuk memajukan agama tersebut di kalangan para pemeluknya. ebagai misal, pada tahun ADAE di olo berdiri sebuah lembaga agama Kong +u ,u yang disebut Khong Kau# +#ee, yang pada tahun AD=; mendirikan suatu lembaga pendidikan agama. 3saha untuk memajukan dan mempersatukan paham ,onfucius di Indonesia ini pada tahun"tahun berikutnya tetap giat dilakukan melalui konferensi yang diselenggarakan di beberapa kota, seperti olo, .ogyakarta, Bandung dan sebagainya. Tetapi dengan meletusnya (erang *unia II dan masuknya bala tentara /epang ke Indonesia, kegiatan"kegiatan Khong Kau# +#ee secara nasional praktis menjadi terhenti. etelah &aman kemerdekaan, lembaga"lembaga agama Kong +u ,u yang pada masa sebelumnya hampir"hampir lumpuh mulai memperlihatkan keaktifan kembali. *alam
11

konferensi yang diselenggarakan di olo pada tahun AD;F diputuskan untuk membangkitkan kembali organisasi Khong Kau# Tjong +#ee 4)embaga (usat 2gama Kong +u ,u5 yang pernah dibentuk tahun AD=B. (ada tahun berikutnya, juga dalam konferensi di olo, diputuskan untuk membentuk lembaga tertinggi agama Kong +u ,u di Indonesia dengan nama (erserikatan KGung ,hiao +ui Indonesia disingkat 4(K,+I5. Terbentuknya organisasi ini menandai a#al dari babak baru dalam sejarah agama ,onfucius di Indonesia. *alam konggresnya yang keempat, yang diselenggarakan pada tahun ADCA, (K,+I memutuskan untuk mengirimkan utusan menghadap !enteri 2gama pada #aktu itu untuk memohon agar agama Kong +u ,u dikukuhkan kedudukannya dalam Kementerian 2gama 'epublik Indonesia, di samping memutuskan mengubah nama (K,+I menjadi )embaga 2gama ang Khongcu Indonesia 4)2 KI5. $ama tersebut kemudian diubah lagi pada tahun ADCB menjadi %abungan (erkumpulan 2gama Kong +u ,u Indonesia 4%2(2K I5. atu tahun berikutnya diselenggarakan !usya#arah $asional 'okhania#an I 2gama Kong +u ,u di ,iamis, yang membahas tentang tata 2gama dan penyeragamannya di seluruh Indonesia. *alam konggres yang ke lima, tahun ADDC, nama %2(2K I diubah menjadi 0%abungan (erhimpunan 2gama Kong +u ,u se"Indonesia1 dengan singkatan yang sama. Tetapi tiga tahun kemudian nama ini diubah kembali menjadi !ajlis Tinggi 2gama Kong +u ,u Indonesia 4!2T2KI$5. $ama terakhir ini tetap digunakan hingga sekarang. !2T2KI$ adalah suatu organisasi keagamaan yang mengorganisasikan dan mengelola kegiatan agama Kong +u ,u di Indonesia, baik dari segi organisasinya maupun keagamaannya, dan merupakan organisasi tertinggi dari suatu lembaga agama Kong +u ,u di Indonesia. ebagai suatu organisasi !2T2KI$ mempunyai struktur yang tertib mulai sejak tingkat pusat sampai tingkat kabupaten dan kotamadya. !enurut catatan yang ada hingga sekarang ini terdapat @ Komisaris *aerah yang berkedudukan di ibukota propinsi, dan ;D !2KI$, !ajelis 2gama Kong +u ,u Indonesia, yang berkedudukan di ibukota kabupaten atau kotamadya. Bidang gerak !2T2KI$ cukup luas, mencakup bidang pendidikan dengan mendirikan beberapa lembaga pendidikan formal seperti Taman Kanak"kanak, !T(, !T2, dan (endidikan %uru agama ,onfucius, bidang ke#anitaan, kepemudaan, sosial seperti mengurus masalah kematian dalam lingkungan umat Kong +u ,u dan memberikan santunan serta pelayanan atau memberikan bantuan kepada orang"orang yang sudah lanjut usia. *i bidang agama, tugas pokok !2T2KI$ dan organisasi"organisasi di ba#ahnya
12

adalah membimbing umat Kong +u ,u agar menjadi umat yang bertak#a kepada Thian. 3ntuk kepentingan tersebut maka didirikan tempat"tempat peribadahan yang disebut lithang dan klenteng./umlah lithang dan klenteng ini sekarang mencapai ratusan yang tersebar di seluruh #ilayah Indonesia. *ari uraian singkat yang telah dikemukakan diatas, tampak bah#a agama Kong +u ,u di Indonesia memiliki kegiatan"kegiatan yang tidak pernah terhenti sejak a#al mula kedatangannya di Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan agama di Indonesia, sebagai agama Kong +u ,u sejak dulu hingga sekarang bernaung hanya diba#ah satu organisasi sehingga perpecahan intern agama tersebut boleh dikatakan tidak pernah terjadi. elain itu, tersedianya dana dan fasilitas yang cukup telah menyebabkan agama tersebut dapat tetap hidup dan tumbuh dengan baik, karena memang para pemeluknya terdiri dari keturunan ,ina yang pada umumnya memang memegang posisi ekonomi yang penting di Indonesia. elain itu, kehidupan agama Kong +u ,u di Indonesia juga di topang oleh adanya tenaga"tenaga rohania#an, baik ditingkat pusat maupun daerah, seperti haksu4pendeta5, bunsu 4guru agama5, dan kausing4penyebar agama5, yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah. ekalipun demikian para pemeluk agama Kong +u ,u di Indonesia tetap terbatas pada kalangan keturunan Tionghoa saja, seperti dapat dilihat dari orang"orang yang melakukan kebaktian"kebaktian di klenteng maupun lithang. 2khirnya perlu dikemukakan bah#a berdasarkan 3ndang"undang $omor ; Tahun ADCD, agama Kong +u ,u atau ,onfucius dinyatakan sebagai agama yang diakui sah di neraga 'epublik Indonesia, dan sejak ; 2pril AD@D agama tersebut dikelola di ba#ah *irektorat /endral +indu dan Buddha *epartemen 2gama. 2. $e%arah Per"embangan Ta&i'me Tidak satupun kebudayaan di dunia ini mempunyai #arna tunggal. *i ,ina, nada" nada klasik dari agama Kong +u ,u diimbangi bukan saja oleh berbagai ragam spiritual dari agama Buddha melainkan juga oleh corak romantis dari Taoisme. e#aktu membuka injil Taoisme, Tao Te ,hing,kita segera merasakan bah#a segala sesuatu berkisar pada konsep pusat Tao itu sendiri. ecara harfiah kata ini berarti 0jalan setapak1 ataupun 0jalan1. $amun ada tiga makna untuk memahami 0jalan1 ini. Tao adalah 1jalan dari kenyataan terakhir1. Tao ini tidak dapat ditangkap karena ia melampui jangkauan pancaindera. ekiranya ia akan mengungkapkan dirinya dengan penuh
13

ketajaman, kepenuhan, dan kegemilangan, manusia yang fana ini tidak akan mampu menghadapi penglihatan itu. 2jaran Tao itu didasarkan atas ajaran )ao T&e 4C>F";A@ !5 yang hidup pada abad ke"C . !. )ao T&e itu lebih tua limapuluh tahun dari pada Kong +u ,u 4;;A"F@D5. Ia menjabat (enga#as 3rusan 2rsip pada (erpustakaan Kerajaan 4Imperial )ibrary5. $amanya menjadi buah tutur sebagai ahli pikir. *iceritakan bah#a Kong +u ,u yang berusia kurang lebih tiga puluh tahun, sangat ingin berjumpa dengan tokoh tua yang sudah berusia lebih delapan puluh tahun itu, karena ajaran )ao T&e itu dirasakan sangat aneh oleh Kong +u ,u. (ada suatu kali ia pun memperoleh undangan untuk mengunjugi perpustakaan Kerajaan di Ibukota )oyang guna melakukan studi terhadap naskah"naskah tua mengenai musik kuno dari bangsa Tionghoa. 2gama yang dipeluk oleh sebagian #arga etnik Tionghoa yang bersembahyang di klenteng"klenteng sebenarnya adalah merupakan ajaran yang berakar semenjak lebih dari @>>> tahun yang lalu di sekitar ungai Kuning. -aktunya yang tepat tidak diketahui karena pada #aktu itu belum ditemukan sistem penanggalan. +anya saja karena a#al perkembanganya belum terbentuk ke dalam sebuah institusi. 6rang hanya menjalankan ajaran nenek moyang itu tanpa tahu apa nama ajarannya dan bahkan tidak memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai konsep"konsep ajarannya. Bukti bah#a bangsa Tionghoa sudah memiliki ajaran ini ditemukan pada peninggalan arkeologi di (an Bo, propinsi han ?i. *i mana pada sekitar tahun F.>>> ! orang Tionghoa telah mengenal pranata sosial dan keagamaan, seperti pada ditemukanya kuburan"kuburan yang telah memiliki kaidah fengshui, alat"alat upacara keagamaan dan sebagainya. !emang pada #aktu itu bentuk kepercayaan masih relatif belum berkembang seperti pada periode berikutnya, tapi inilah asal muasal kepercayaan nenek moyang orang ,ina, yang mungkin lebih bersifat samanistik. *i daerah elatan, mereka disebut-u,sedangkan di daerah 3tara mereka disebut fangshiatau daoren atau daoshi. Baru pada peninggalan arkeologi dari dinasti hang 4AA@C"AA=A !5 ditemukan peninggalan"peninggalan dengan menggunakan tulisan, sehingga bisa diketahui secara lebih jelas lagi jejak sejarah dari ajaran Tao. /auh sebelum masuknya agama Buddha ke Tiongkok, pada transkripsi peninggalan yang berbentuk tempurung kura"kura itu yang biasanya digunakan untuk peramalan, dapat disimpulkan bah#a bangsa Tionghoa telah mengenal adanya Tuhan yang merupakan
14

kekuatan tertinggi, tidak ber#ujud dan tidak dapat diindera, yang dalam bahasa mereka disebut hang"ti. (ada penemuan lainya terdapat juga metode"metode latihan untuk mencapai kede#aan yaitu suatu latihan dengan cara meniru gerakan binatang dan burung"burung yang disebut dengan daoyin. (ada dinasti ini ditemukan juga peninggalan beberapa kuningan yang di dalamnya berisikan tulisan"tulisan yang merupakan karakteristik dari ajaran Tao yaitu kepercayaan akan kehidupan yang abadi setelah kematian fisik. (endapat ini didukung oleh banyak karya" karya berikutnya yang ditulis sebelum dinasti +an. Bahkan tertulis bah#a di negara .an pada abad ke"F !, raja"raja telah mengutus para daoshiuntuk pergi menyelidiki mengenai cara" cara mencapai keabadian dan obat"obatan yang dapat memanjangkan umur. +al serupa juga dilakukan kemudian oleh hihungdi dari dinasti Hin dan Kaisar -u dari dinasti +an. elanjutnya pada prasasti dari dinasti ,hou ditemukan legendalegenda mengenai .u yang mengadakan upacara"upacara keagamaan yang disebut )angkah Tangga )angit yang diambil dari TGai shang chu"kuo chiu"min tsung"chen pi"yao4(usaka untuk menolong negara dan menyelamatkan manusia5. )angkah ini menggambarkan konstelasi bintang biduk yang terdiri dari tujuh bintang yang berbentuk pembajak sa#ah. 6leh .u jugalah maka sistem delapan trigram 4pa"kGua5 )o"shu ditemukan. (a"kGuaini menggambarkan aliran dan perubahan dialam semesta. *engan mempelajari temuan"temuan ini, maka dapat dipastikan bah#a .u adalah orang daoshi, di mana memiliki kisah"kisah mengenai7 terbang di langit, perjalanan di ba#ah tanah, tarian magik, kekuatan untuk berbicara dengan binatang terhadap lima unsur. Tao memasuki suatu era baru ketika ,ina kuno memasuki era literatur yaitu pada jaman dinasti ,hou 4AA=; !5 dimana raja dan kaum bangsa#an mempekerjakan para Taois di istana kerajaan sebagai penasihat, ahli filsafat, dan penyembuh. +al ini menunjukan bah#a Tao dalam #ujudnya pada saat itu telah menjadi suatu institusi yang diakui oleh kerajaan. (ada masa penting inilah, maka muncul sebuah tren baru di mana para filsuf mulai menuliskan buah pikiran dan ajarannya. (ada akhir dinasti <hou, tepatnya pada era 0!usim %ugur dan !usim emi1,

bermuncullah filsuf"filsuf besar Tiongkok seperti misalnya7 )ao <i, Kong <i, !o <i, <huang <i, dan )ie <i. (ada saat itu pulalah maka buah karya )ao <i mulai dikompilasikan oleh para Taoishi pada masa itu menjadi buah karya yang disebut *ao *e /ing 4Tao Te ,hing5.
15

Baru"baru ini telah ditemukan, bukti"bukti oleh para ahli sejarah Tao bah#a *ao *e /ing bukanlah hanya merupakan kitab filsafat belaka, namun terlebih adalah merupakan kitab spiritual, di mana di dalamnya memuat petunjuk"petunjuk pengolahan batin. Bahkan kitab yang terdiri dari ;>>> huruf ini dirancang sedemikian rupa, bait"bait dan kata"katanya, sehingga memiliki sebuah ritme yang diduga bah#a kitab ini barangkali merupakan sebuah bacaan doa yang digunakan dalam pengolahan batin. *ari sini dapat dikatakan bah#a perdebatan mengenai perbedaan antara Tao filosofis dan religius dalam menurunkan ajarannya, tapi juga sangat sistematis dan puitis sehingga dapat juga karyanya disebut baik sebagai karya filsafat maupun karya seni. +ingga pada akhir masa dinasti +an 4=>C !"==> !5, tepatnya sebelum agama Buddha masuk ke daratan Tiongkok 4abad ke A !asehi5, maka semua sendi kehidupan dalam masyarakat merupakan sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan antara agama dan budaya. 'itual sembahyang, tata cara sosial, pemerintahan, pengobatan dan teknologi merupakan suatu aliran arus yang tidak terpecah"pecahkan, melainkan menyatu dalam dari pribadi sanubari suku Tionghoa. aat ini, belum muncul istilah khusus yang memisahkan agama dari kesatuan kehidupan masyarakat. Istilah 1agama1 atau 1,hiao1, yaitu sebuah institusi keagamaan yang berdiri sendiri, barulah dikenal setelah masuknya agama Buddha ke daratan Tiongkok pada tahun ;E !. 6leh karena itu maka orang Tao juga mulai menyadari bah#a ajaran Tao juga harus diberi bentuk dalam sebuah institusi keagamaan yang berdiri sendiri. !aka pada abad ke = !asehi, <hang *ao )ing mengikuti perkembangan trend pada masa itu dengan mengorganisasikan agama tradisi ini di ba#ah sebuah nama yaitu agama Tao 4Tao ,hiao5, yaitu dengan cara mensistematisasi tata cara sembahyang di klenteng, mengumpulkan dan mendokumentasikan kitab"kitab dan karya"karya seni dan sastra bernafaskan Tao dalam sebuah kanon yang disebut Tao ,hang: kemudian juga dengan cara meregristrasi perguruan"perguruan Tao yang sudah ada pada saat itu, antara lain7 Butong shan, )ung"hu shan, dan !ao shan. (ada saat itulah maka istilah 1agama1 mulai dipakai untuk membedakan ajarannya dengan ajaran"ajaran lain. Tetapi jauh sebelum itu, sebenarnya sudah lebih banyak didirikan klenteng"klenteng Tao adalah dengan Buddha sebenarnya adalah dari namanya klenteng"klenteng yang bernafas Tao adalah gong4kung5, guna4k#an5, dan miao4bio5, sedangkan kuil Buddha disebut si4sie5, yen, dang. (ada dinasti"dinasti berikutnya: terutama pada &aman enam dinasti, Tang, ong, !ing maka agama Tao mencapai kejayaannya. Terutama pada jaman"jaman kekacauanlah di mana
16

masuknya dinasti"dinasti bangsa asing ke Tiongkok, maka agama Tao berperan sebagai penjaga kelestarian budaya bangsa +an. !isalnya pada akhir dinasti ong, maka agama Tao di ba#ah pimpinan <hen <ong 4DD@"A>==5, melakukan aktivitas"aktivitas sosial keagamaan untuk menolong orang"orang yang sedang kesusahan karena perang. (ada perkembangan selanjutnya, terutama dari kejadian"kejadian yang kita titik dari jaman dinasti Hing, maka telah terjadinya polarisasi menjadi 2liran 3tara 4Huan&hen5 dan 2liran elatan 4 han Iing5. 2pabila 2liran 3tara lebih menekankan kepada studi literatur, pembahasan teksteks keagamaan, pelaksanaan syariat keagamaan secara murni, maka pada 2liran elatan bentuknya lebih memasyarkat menyatu dalam kehidupan rakyat jelata dalam bentuk upacara"upacara adat, upacara pembersihan, dan cisuak. 6leh karena tidak membakukan suatu bentuk tertentu ataupun mendogmakan aturan"aturan tertentu, maka di elatan Tao lebih dikenal sebagai agama rakyat atau agama popular. Konsekuensinya adalah mulai masuknya unsur"unsur ajaran lain yang menyatu di dalamnya7 dalam hal tata krama, dan etika praktis ajaran Kong +u ,u sangat me#arnai dan pengaruh agama Buddha memunculkan istilah"istilah dan de#a"de#a baru yang diimpor dari India. 6leh karena itu tidak heran dengan munculnya istilah agama dan kepercayaan asli Tionghoa. *engan penuturan yang ?uan Tung, maka dapatlah dimengeti bah#a ajaran yang terdapat di klenteng"klenteng tidak dapat dikatakan sebagai bagian Tao, sebagian Buddha dan sebagian lagi Khong +u ,u, melainkan adalah sebuah kesatuan ajaran yang berji#akan Tao. *engan demikian Ia memandang bah#a umat klenteng sudah selayaknya untuk menggali terlebih dahulu dasar"dasar Tri *harma dari ajaran"ajaran Tao yang aslinya. !. $e%arah Per"embangan Buddhi'me Berdasarkan beberapa penemuan arkeologi di beberapa tempat yang terpisah, masa perkembangan agama Buddha di Indonesia dimulai sekitar abad ke"; !. *ilaporkan bah#a pada masa itu agama Buddha sudah berkembang luas di /a#a dan dikatakan pula penuh dengan penyele#engan. ,atatan agak lengkap mengenai keadaan agama Buddha pada #aktu itu dibuat oleh IGtsing, yang pada tahun C@= menetap selama C bulan di ri#ijaya guna mempelajari bahasa ansekerta sebelum belajar agama di $alanda India. Ia bahkan kembali lagi ke ri#ijaya
17

anjiao he"yi 4Tri *harma5 yang merupakan suatu

bentuk agama bangsa Tionghoa yang merupakan perkembangan yang berkesinambungan dari

umatra, meskipun

setelah belajar selama lebih kurang A> tahun di $alanda untuk menerjemahkan naskahnaskah Budhis ke dalam bahasa ,ina. *ari catatan IGtsing ini pula dapat diketahui bah#a ri#ijaya pada #aktu itu sudah merupakan pengajaran agama Buddha yang terkenal di 2sia dan mempunyai hubungan yang luas dengan pusat"pusat pengajaran agama Buddha di India. is#a"sis#a yang belajar di ri#ijaya bukan saja berasal dari #ilayah $usantara, tetapi juga berasal dari ,ina dan Tibet. !enurut IGtsing penduduk seluruh daerah 0)aut maksudnya /a#a dan melayu saja yang memeluk agama Buddha !ahayana. (ada #aktu hampir yang bersamaan dengan kemajuan kerajaan diperintah oleh -angsa /a#a Tengah tidak berperan sebagaimana halnya ri#ijaya, antara lain karena /a#a Tengah terletak di luar jalur yang dile#ati agama Buddha dalam penyebaran dan perkembangan internasionalnya. umber"sumber tentang agama Buddha /a#a Tengah ini terutama didasarkan pada beberapa peninggalan berupa tempat"tempat peribadatan agama Buddha dan prasasti"prasasti yang jumlahnya terbatas. *ari yang pertama disebutkan misalnya ,andi e#u, Kalasan, (laosan, !endut, dan Borobudur. elain itu data filologis yang dapat ditemukan dalam kitab"kitab seperti ang Kamahayangnikan, ang +yang $agabayu utra dan Kalpa Buddha, juga merupakan sumber tentang agama Buddha di /a#a Tengah. Berdasarkan prasasti"prasasti yang ditemukan, baik di /a#a maupun umatra, dapat diketahui bah#a corak keagamaan yang dianut #aktu itu adalah sinkretisme: antara +indu dan Buddha yang mengambil bentuk i#a"Buddha. Baik agama Buddha maupun si#a selalu berusaha menyebarkan keyakinannya pada masyarakat. $amun agama penduduk dan kepercayaan umum selalu merujuk pada golongan elite agama. 6leh karena itu, pola pikir keteladanan dalam masyarakat /a#a diarahkan untuk klasifikasi dan penyatuan aliran. +al itu tampak pada abad ke"B dalam bentuk pemujaan i#a Buddha. .ang masih tetap ada di Bali hingga saat ini. *alam ke"AF, kerajaan !ajapahit mengakui Tripitaka atau Tridhamma7 peleburan dari Buddha, i#a dan Brahmana, khususnya dalam upacara"upacara ritual keagamaan.
18

elatan1,

umatra, memeluk agama Buddha Theravada dan hanya penduduk

ri#ijaya, agama

Buddha !ahayana berkembang di /a#a Tengah diba#ah kekuasaan !ataram kuno yang yailendra. *i sini kehidupan agama lebih kompleks karena dua agama ditemukan hidup berdampingan, yaitu +indu dan Buddha. *alam masalah agama,

Ketika kerajaan Islam mengambil kekuasaan pada abad ke"A;, agama"agama dari India itu hampir lenyap dan menghilang. ,andi"candi dijarah dan dibiarkan membusuk. (atung"patung yang dianggap sebagai simbol musrik 4penyembahan terhadap berhala5 dipenggal kepalanya. Keadaan menjadi kacau. !asyarakat /a#a akhirnya terbagi, yang memeluk agama Islam berimigrasi ke Bali dengan memba#a buk suci agama, yang kemudian ditemukan kembali dalam &aman modern ini. 2gama Buddha pun lenyap selama ; abad. Kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia dimulai dengan tanpa diduga dan tanpa hubungan dengan masa lalu. Bagaimanapun juga kejayaan masa lalu telah ditemukan kembali. *alam lima abad terakhir, banyak orang ,ina berimigrasi ke Indonesia. aat ini jumlah mereka diperkirakan sekitar B juta ji#a. !ereka memeluk sedikitnya tiga agama ynag sebetulnya tidak betul"betul berbeda, bahkan saling tumpang tindih. 2gama"agama itu ialah +ud Kau 4Buddha5, Khong Kau# 4,onfusianisme5, dan To Kau# 4Taoisme5. *itempat ibadah dan altar, patung"patung Buddha, Kuan yin, ,onfusius, dan )ao T&e berdiri berdampingan dengan tepekong, naga, ular dan para leluhur, dalam terang cahaya lilin dan asap dupa, khususnya hios#a, kayu yang dibakar menjadi semacam tanda bukti kesetiaan pada paraleluhur. Karena masalah bahasa, nysris tak ada pengaruh di luar etnis ,hina. *alam pandangan masyarakat luar, yang mereka lakukan itu lebih tampak sebagai masalah rasial dari pada praktik keagamaan. D. A%aran)a%aran Tri Dharma Konfusianisme, Taoisme dan Buddhisme, ketiga agama tersebut hidup berdampingan di ,ina, saling melengkapi dan isi mengisi, disamping memang sejalan dengan praktek kesalehan ,ina. eorang penganut Konfusianisme, misalnya, akan meminta seorang pendeta agama Buddha untuk membacakan doa bagi orang yang mati karena Buddha memberikan perspektif yang menarik tentang orang mati. menjelaskan ajaran"ajaran Tri *harma satu persatu. 1. A%aran K&(u'iani'me *K&ng Hu #u+ Jokus perhatian konfusianisme, sebagaimana diungkapkan oleh Tu -ei"!ing, adalah bagaimana kita belajar menjadi manusia yang sebenarnya. *alam dunia filsafat, inilah yang merupakan inti dari ajaran etika. Tapi dalam pandangan +uston mith, dengan perhatian elain itu ia juga akan mempraktekan ajaranajaran Tao untuk menentukan tempat penguburan yang baik. !aka penulis akan

19

,onfucius yang demikian cermat kepada perilaku pribadi dan aturan moral itu, konfusianisme tetap memenuhi syarat untuk dapat dikatakan sebagai agama. Bahkan dengan sedikitnya ajaran mengenai hal"hal yang bersifat transendental, ,onfucius seolah ingin menegaskan bah#asanya seseorang, dapat menjadi religius tanpa adanya suatu 'ealitas 2bsolut, beserta imingiming surga ataupun ancaman neraka. !eski ,onfucius sering menghindar dari pertanyaan muridnya yang berkenaan dengan ketuhanan, namun tidak berarti bah#a ,onfucius menyangkal keberadaannya 4ateis5. +al itu juga tidak dapat membuktikan bah#a dirinya seorang agnostik. ,onfucius adalah seorang yang memiliki kepercayaan monoteisme, yaitu terhadap Thian, Tuhan .ang !aha 9sa. Bahkan dia adalah seorang nabi yang dipercaya dan diangkat oleh Tuhan untuk menyebarkan misi ketuhanan. eperti dituliskan dalam 2nalekta @7=B, ,onfucius pernah bersabda, 0Tuhan mempercayakan daku dengan misi ketuhanan1. ,onfucius lebih dari seorang yang ju dalam arti katanya yang umum. !emang benar bah#a dalam 3ntaian 2jaran, dari satu sudut pandang kita menemukanya dilukiskan semata" mata sebagai seorang pendidik. Ia ingin murid"muridnya sebagai 1eorang yang utuh1, yang berguna bagi negara dan masyarakat, dan oleh karena itu ia mengajarkan kepada mereka berbagai cabang pengetahuan yang didasarkan atas buku klasik yang berbeda"beda. Itulah sebanya mengapa ia merupakan 1seorang penyiar bukan seorang pencipta1. Tetpai ini hanyalah satu aspek dari ,onfusius, dan masih ada aspek"aspek yang lainya. 2spek iru adalah sementara menyiarkan institusi"institusi dan gagasan"gagasan tradisional, ,onfucius memberikan interpretasi yang diturunkan dari konsepsikonsepsi moralnya sendiri kepada hal tersebut. ,ontohnya ,onfucius ketika mengajarkan Bku"buku Klasik, ,onfucius memberikan kepada buku"buku tersebut interpretasi baru. *emikian pula, pada saat membicarakan Buku Tentang (uisi, ,onfucius memberikan penekanan pada nilai moral yang terkandung di dalamnya dengan mengatakan7 1*alam Buku Tentang (uisi ada tiga ratus buah puisi. Tetapi esensinya dapat dituangkan dalam satu kalimat saja 7 G/angan berpikiran yang burukG. *i sini ,onfucius lebih dari seorang penyiar, karena ketika menyiarkanya, ia menghasilkan sesuatu yang baru. a. A%aran Men'iu' !encius atau !en Ko, adalah bentuk latin dari nama ,ina !eng Tsu, Tuan !eng. !elalui kepandainya berpidato, keberanian moral dan keyakinannya yang kuat, ia
20

mempopulerkan ajaran"ajaran ,onfucius.

umbangan !encius terhadap ajaran ,onfucius

terletak dalam penekanannya pada pemba#aan baik dalam sifat manusia. b. A%aran)a%aran T'un T,u +sun T&u adalah seorang yang tidak percaya terhadap Tien 4 orga5 sebagai pribadi Tuhan. !enurut dia, Tien adalah tidak lebih dari pada hukum alam yang tidak berubah"rubah dan semua perubahan di alam semesta, seperti gerakan bintang"bintang, kesinambungan, musim"musim dan sebagainya, merupakan pekerjaan dari hukum yang besar. +sun T&u berpendapat bah#a orang sendiri, bukan Tien, yang bertanggung ja#ab atas kehidupannya maupun atas kemakmuran dan bencana alam yang menjumpainya. Baginya, semua pembicaraan tentang etika adalah adanya ketidakseimbangan antara barang yang ada dengan keinginan manusia.

-. Per"embangan Lebih Lan%ut A%aran K&n(u'iu' elama periode ,hin 4==A"=>@ !.5 muncul reaksi yang kuat terhadap kebebasan berpikir yang timbul pada tahun"tahun sebelumnya. Berdasarkan semangat reaksi ini, Kaisar hih +uang Ti mengontrol dan menga#asi pemikiran rakyatnya melalui ketetapan yang terkenal keras untuk membakar semua tulisan aliran pemikiran yang ada, kecuali yang menyangkut obat"obatan, ketuhanan, dan pertanian. 2kibat ketetapan ini sejumlah besar buku"buku yang memuat ajaran ,onfucius dibakar dan tidak kurang dari FC> sarjana dibunuh. Tetapi pada periode berikutnya, yaitu di ba#ah kekuasaan dinasti +an 4=>C ! K ==> !5, kebebasan berpikir muncul kembali. 3niversitas ,ina pertama didirikan dengan maksud 1meneruskan caracara para penguasa kuno dan mencapai kemajuan moral dan intelektual kekaisaran1. 2. A%aran Ta&i'me )ao T&e mengajarkan bah#a Tao adalah sumber misteri, kedalaman dasar dari ada. Konsep Tao tersebut mempunyai makna metafisik sebagai kebenaran absolut, realitas terakhir, dasar yang kekal dari ada. *alam Konfusianisme konsep Tao mempunyai makna etis. Kita lihat apa yang ditulis dalam Tao Te ,hing mengenai Tao.
21

a. Ta& Da.am A.iran Mi'ti" 2liran mistik memahamkan ajaran )ao T&e berdasarkan pandangan yang skeptis terhadap hal"hal yang berkaitan dengan dunia#i. Tao itu, sekalipun transenden yakni mengatasi segalanya, tapi ia pun imanen yakni berada dalam batin setiap orang untuk memperkembang kesadaran akan Tao yang imanen itu dengan jalan memurnikan hidup dan tekun dalam renungan. b. Ta& Da.am A.iran /i.'a(at 2liran filsafat memperkatakan Tao sebagai suatu 'ealitas Terakhir, yakni 3ltimate 'eality. Tao itu bukan suatu yang mistik seperti yang dianut oleh pihak 9soteric Taoism,yakni ajaran Tao yang penuh rahasia: dan bukan pula suatu yang magis seperti yang dianut oleh pihak (opular Taoism, yakni ajaran Tao yang dianut oleh kaum a#am.

-. Ta& Da.am A.iran A0am 6leh karena ungkapan )ao T&e di dalam Tao Te ,hing itu di antara lainnya menyebut 1ar#ah lembah1 dan 1#anita mesterius1 dan 0hidup lama1, 4the pirit of the Valleys, the !ysterious Jemale, long )ife5, maka hal itu pun lambat laun membangkitkan penafsiran yang sifatnya lain. (enafsiran baruitu menjadi suatu gerakan yang dipanggilkan +uang )ao pada abad A !. %erakan itu dan ajaran baru itu makin diperkembang oleh ,hong Tao )ing 4abad ke"= !5, seorang &ahid, yang berdiam dalam biara pada gunung $aya dan +aiman di Tiongkok tengah memperkembang ajaran tentang kodrat"kodrat gaib dan kemestian pemujaannya. Bahkan ajaran baru itu disertai hal"hal yang bersifat magis dan sihir dan memperkembang ragam mantra. Itulah yang dikenal dengan (opular Taoism, yakni agama Tao yang bersifat a#am. !. A%aran Buddhi'me ebagai agama, agama Buddha mempunai tiga kerangka dasar, yaitu filsafat, moral dan upacara keagamaan yang membedakannya dari agama"agama lain. Ketiga kerangka dasar tersebut berlandaskan pada lima ajaran pokok, yaitu: Tri 'atna, yang terdiri atas Buddha, dharmadan sangha: ,atur 2rya atyani dan +asta 2rya !arga:hukum karma dan tumimbal lahir: Tilakhana,atau tiga corak umum, yang terdiri atas anitya, anatman dan dukha: dan hukum (ratitya samuppada atau hukum sebab akibat yang saling bergantungan.
22

Kelima ajaran pokok tersebut merupakan pengertian minimal yang terdapat dalam semua golongan dan aliran agama Buddha. Kalaupun ada perbedaan, biasanya hanya terletak pada titik berat dan penekanan, tafsiran semua pengembangan falsafah dari lima landasan pokok tersebut. Berdasarkan landasan lima ajaran pokok tersebut, uraian berikut akan melihat ajaran agama Buddha tentang ketuhanan, kosmologi, manusia, etika, ritual keagamaan serta susunan masyarakat Buddha dan hal"hal yang berkaitan dengannya. a. A%aran Tentang Tuhan 2jaran agama Buddha bertitik tolak dari kenyataan yang dialami manusia dalam hidupnya. 2jarannya tidak dimulai dari prinsip yang transenden, yang mempersoalkan tentang Tuhan dan hubungannya dengan alam semesta dan segala isinya, melainkan dimulai dengan menjelaskan tentang dukkhayang selalu menyertai hidup manusia dan cara membebaskan diri dari dukkhatersebut. b. K&'m&.&gi Buddha *alam bahasa (ali, alam semesta disebut loka. )oka bukanlah. perkataan yang sudah tertentu pemakainya, tetapi meliputi material 4rupa5dan immaterial 4arupa5,dan pengertian sangat tergantung pada pemakainya. $amin pengertian yang pokok tidak terlepas dari ajaran Buddha, yaitu sesuatu yang terbentuk dari sebab yang mendahuluinya dan tidak kekal. )oka, yang berakar kata 1lok1, berarti melihat, secara umum menunjuk pada segala sesuatu yang dapat dianggap oleh panca indra atau oleh perasaan dan pikiran manusia, sekalipun masih dalam keadaan samar"samar. !ulai dari partikel atom yang tidak terkirakan kecilnya sampai #ujud yang besar, mulai dari yang anorganik sampai pada yang organik, mulai dari yang paling sederhana susunan tubuhnya sampai yang paling rumit seperti halnya tumbuh"tumbuhan, he#an, manusia, de#a dan brahmana dengan segala kecenderungsn, perbuatan dan kehendak mereka. -. A%aran Tentang Manu'ia *alam sistem ajaran agama Buddha, manusia menempati kedudukan khusus dan tampak memberi corak yang dominan pada ha,pir seluruh ajarannya. Kenyataan yang dihadapi manusia dalam hidup sehari"hari merupakan titik tolak dan dasar dari seluruh ajaran Buddha. !asalah manusia dibicarakan terutama dalam ajaran yang disebut Tri )akhana,tiga
23

corak umum agama Buddha, ,atur 2rya

atyani,

empat kesunyataan mulia,

hukum

karmaatau hukum perbuatan dan tumimbal lahir, kelahiran kembali. d. A%aran Tentang Eti"a *alam sistem agama Buddha, +asta 2rya !arga, yang membicarakan masalah perbuatan baik dan buruk, benar dan salah, menempati kedudukan yang sangat penting karena merupakan inti dari seluruh ajaran agama Buddha untuk membebaskan manusia dari dukkhadan mencapai $irvana. Kesunyataan tentang +asta 2rya !arga ini juga dikenal dengan majjhimapattipada,atau jalan tengah, karena ajarannya menghindari dua hal yang ekstrim, yaitu mencari kebahagiaan dengan jalan penyiksaan dari dalam berbagai macam cara. e. A%aran Tentang $angha ecara kelembagaan umat Buddha dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok masyarakat ke#irahaan atau angha dan kelompok masyarakat a#am. Kelompok pertama terdiri dari para Bikkhu, Bikkhuni, amanera, dan amaneri. !ereka menjalani kehidupan suci untuk meningkatkan nilai"nilai kerohanian dan kesusilaan serta tidak menjalani hidup keluarga. Kelompok masyarakat a#am terdiri dari upasaka dan upasaki yang telah menyatakan diri berlindung kepada Buddha, *harma dan angha serta melaksanakan prinsip"prinsip moral bagi umat a#am dan hidup berumah tangga.

24

BAB III KE$IMPULAN

Vihara adalah rumah ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Kelenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme. Tetapi di Indonesia, karena orang yg ke vihara/kuil/kelenteng, umumnya adalah etnis tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk di bedakan, karena umumnya sudah terjadi sinkritisme antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfuciusisme. Keberagamaan manusia turut ditentukan oleh pelbagai pengaruh luar dari lingkungan, baik sosial, budaya maupun polotik. *emikian pula keberagamaan umat Tri *harma 4Buddhisme, Kong +u ,u dan Taoisme5, yang karena pelbagai alasan, mereka harus beribadah di dalam satu tempat ibadah. $amun kondisi ini, secara lebih lanjut, pasti juga mempengaruhi sikap dan bentuk keberagamaan umat mereka. Jenomena lain yang menarik untuk diamati, bah#a antar ketiga umat tersebut tidak pernah terjadi konflik satu sama lain. *alam hal ini, tentu ada sebuah managemen khusus yang diterapkan untuk mengatur ketiga umat Tri *harma sehingga kerukunan beragama tersebut dapat tetap terjaga sampai sekarang. Buddhisme tampak lebih menonjol dalam hal manajemen seluruh aktivitas keagamaan di vihara. !ulai dari pelaksanaan ritual sehingga ajaran yang didak#ahkan kepada umat Tri *harmalebih mengutamakan Buddhisme, akan tetapi juga dirangkai dengan Kong +u ,u dan Taoisme, bahkan juga Keja#en. !eskipun demikian, untuk menciptakan suasana harmonis antar umat Tri *harma, tidak ada aturan khusus yang mengatur hubungan
25

ketiga umat di dalam vihara. !elainkan, melalui pembangunan kesadaran yang dilakukan dalam bentuk ceramah oleh pemuka agama di setiap ritual kebaktian.

DA/TAR PU$TAKA

2bdullah, Taufik, !etodologi (enelitian 2gama, Tiara -acana, .ogyakarta, ADED 2li, )ukman, Kamus Bahasa Indonesia, Balai (ustaka, /akarta, ADDF. 2l"!una#ar, aid 2gil +usin, Jikih +ubungan 2ntar 2gama, ,iputat (ress, /akarta, =>>B 2l"Hurtuby, umanto, 2rus ,ina"Islam"/a#a7 Bongkar ejarah dan (eranan Tionghoa dalam (enyebaran 2gama Islam di $usantara 2bad ?V @ ?VI, Inspeal 2himsakarya (ress, .ogyakarta, =>>B 2min, !uhammad, (roblematika 2gama *alam Kehidupan !anusia, Kalam !ulia, .ogyakarta, ADED ,apra, Jritjof, The Tao of (hysics7 !enyingkap (aralelisme Jisika !odern dan !istisisme Timur,/alasutra, .ogyakarta, =>>> *e %raaf, +. /., (uncak Kekuasaan !ataram7 (olitik 9kspansi ultan 2gung, (ustaka 3tama %rafiti, /akarta, cet. ke"=, ADD> *havamony, !ariasusai, Jenomenologi 2gama, terj. udiarja dkk., Kanisius, .ogyakarta, ADD; *ister, $ico yukur, (engalaman dan !otivasi Beragama7 (engantar (sikologi 2gama,

(enerbit Kanisius, 9disi Kedua, .ogyakarta, ADEE %a&alba, idi, Ilmu Jilsafat dan istem Tentang !anusia dan 2gama, Bulan Bintang,
26

/akarta, ADD=

%reeley, 2dre# !., 2gama7 uatu Teori ekuler, 9rlangga, .ogyakarta, ADDE %rose, %eorge B. dan Benjamin /. +ubbard 4ed.5., Tiga 2gama atu Tuhan7 ebuah *ialog, !i&an, Bandung, ADDE +asan, !. IIbal, (okok"(okok !ateri !etodologi (enelitian dan 2plikasinya, %halia Indonesia, /akarta, =>>= +of, Benjamin, The Tao of (ooh, /endela %rafika, .ogyakarta, =>>A

27