Anda di halaman 1dari 3

Pandangan Birokrasi Indonesia Di Negara Indonesia Birokrasi identik dengan suatu pelayanan yang lama dan menyusahkan, berbagai

permasalahan dan keterlambatan dalam pelayanan publik. Dengan permasalahan-permasalahan itulah, membuat permasalahan Birokrasi selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan setiap hari nya. Dimulai dari proses pelayanan yang berbelitbelit kepada masyarakat, sistem kerja yang selalu memusingkan kepala, praktek-praktek korupsi yang masih berlangsung hingga saat ini yang ada pada tingkat pusat hingga daerah. Sementara itu, berbeda dengan negara Indonesia, pelayanan Birokrasi di negara maju dapat dikatakan terlaksana dengan baik, hal ini dapat terlihat dari penyediaan pelayanan publik oleh pemerintah kepada masyarakatnya seperti pengadaan barang dan jasa terutama dalam bidang transportasi, pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi, dan penyediaan pendidikan gratis. Permasalahan ini tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia yang ada di lingkungan Birokrasi. Sudah menjadi rahasia umum bah a kualitas aparatur Birokrasi yang ada di Negara kita masih jauh dari kata pro!essional, hal ini tidak terlepas dari bagaimana perekrutan yang dilaksanakan masih berdasarkan sistem kekerabatan, "suap menyuap# antar sesama aparat untuk melancarkan jalan menjadi Pega ai Negeri maupun memperlancar jalan untuk pengurusan dokumen, yang akhirnya menimbulkan berbagai tindak $orupsi, $olusi dan Nepotisme %$$N& didalam lingkup Birokrasi Indonesia. 'entu saja, Birokrasi yang ada di Indonesia tidak semuanya buruk, ada beberapa pemerintah daerah yang sudah berusaha memangkas birokrasi mereka yang berbelit. $ita juga harus objekti!, banyak yang berhasil dan sukses. (ontoh, di Ibu kota )akarta banyak dilakukan beberapa perbaikan pelayanan dimulai dari menata kembali birokrasi dengan sistem "*elang )abatan#, dalam pembuatan $'P, tak perlu lagi antre berjam-jam atau menunggu beberapa hari. +anya dalam hitungan jam dan bahkan menit, $'P itu sudah jadi dan gratis. Memang bukan hal yang mudah dan membutuhkan aktu yang cukup lama untuk

me ujudkan re!ormasi Birokrasi di Negara $ita. Perlu adanya ketegasan dan keseriusan dari pemegang kekuasaan untuk membuat suatu terobosan dalam memperbaiki Birokrasi. $ita pun sebagai masyarakat harus turut menga asi jalannya Birokrasi agar tidak memberikan celah kepada para aparat untuk berbuat "curang#.

Permasalahan dan Tantangan Birokrasi di Indonesia Seperti yang telah dijelaskan pada a al tulisan ini, bah a banyak permasalahan Birokrasi yang dihadapi oleh negara kita dalam hal pelayanan publik. Sementara dalam hal politik yang dikenal dengan seni mencari dan mempertahankan kekuasaan itu lain lagi. Menyambut P,MI*- ./01, tentunya banyak para pejabat Birokrasi yang as- as karena takut kehilangan kursi apabila berganti kepemimpinan di tingkat atas maupun daerah. kekuasanaan pemerintahan berganti le at proses pemilihan kepala daerah, baik di tingkat kabupaten, propinsi dan bahkan presiden, setidaknya ada dua kemungkinan yang akan timbul menyangkut alur birokrasi. 'entunya, sebagai pendatang baru dalam pemuncak elite politik, pejabat baru tentu akan secara lantang menyuarakan akan segera memangkas jalur birokrasi dan akan membuat pemerintahannya lebih ramping, e!isien serta e!ekti!. Benarkah demikian2 Bisa ya, bisa pula tidak. $etika pemerinah baru terbentuk, atau katakanlah beberapa daerah berganti pucuk pimpinannya, muncul kekha atiran di kalangan birokrat. 3kankah kursinya aman2 'idakkah kepala daerah yang baru akan melakukan perampingan birokrasi sehingga banyak elite yang akan kehilangan jabatan2 $ekha atiran yang ajar dari sisi birokrat. Namun harus diingat, birokrat itu, sepeprti yangs edring didengung-dengungkan, adalah pelayan rakyat. )adi otomatis orientasinya bukanlah jabatan. )adi, ketika kepala daerah yang baru melakukan perampingan agar pemerintahannya e!isien, ramping dan !ungsional, tentu harus didukung. Meskipun hal itu harus dibayar mahal, setidaknya bagi kalangan birokrat. Banyak di antara mereka yang tidak akan kebagian posisi. Namun, jangan lupa pula, ini politik. Seni tentang bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasaan selama mungkin meskipunhal itu dibatasi oleh undang-undang. Para kepala daerah yang baru tentunya berhitung dengan tidak serta merta melakukan pemangkasan birokrasi terlalu dini. Dia seringkali merangkul pihak-pihak yang pada aktu pemilihan berseberangan. Bukan lantas serta merta mendepaknya. )adi dengan demikian, kemungkinan menciutnya jalur birokrasi kecil.

3lih-alih merampingkan birokrasi, pemerintah yang baru bukan tidak mungkin justru menambah pos-pos baru sepanjang itu memungkinkan untuk para tim suksesnya yang belumkebagian kekuasaan. )adi, ketika seeorang itu di puncak, maka dia akan berterima kasih kepada orang-orang di sekeliluingnya dengan memberikannya mereka jabatan baru. 3pa yang kemudian bisa diambil hikmahnya2 Seringkali proses politik itu hanya menampilkan sisi kekuasaannya saja. Para politi dan birokrat tampak sangat kompak dalam urusan bagi-bagi kekuasaan ini. Di satu sisi, masyarakat yang seharusnya dilayani oleh sebuah jalinan birokrasi yang singkat dan transparan semakin jauh tertinggal dan bahkan mungkin tersesat.

Meskipun demikian, tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada Birokrasi Indonesia yang ada sekarang ini, jika merujuk pada pengertian "Birokrasi# yang berasal dari kata bureaucracy %bureau + cracy&, diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat ba ah dari pada tingkat atas. Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung ja ab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. 4rganisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang !leksibel. (iri lainnya adalah biasanya terdapat banyak !ormulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian sesuai dengan hirarki kekuasaan. Namun jangan lupa, masih banyak pula elite birokrat yang mempertahankan gaya lama. Mereka masih saja percaya ungkapan, 55kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah255 Inilah yang justru merupakan salah satu penghambat utama gerak maju suatu daerah. Sikap kontra produkti! oknum pejabat ini harus segera dikikis habis dengan memberikan pengertian bah a paradigma sudah berubah. $alaupun ini tidak mempan, tentu pemuncak birokrat harus mengambil tindakan tegas, mengannti pejabat itu ketimbang menambah stigma buruk yang lebih dalam. Ini dalam konteks pelayanan kepada masyarakat. e enang harus dilakukan