Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI Salmonella thyphi Penyebab Penyakit Demam Tifoid

(TYPHU ABDOMINALI !

O"e#$ Nama Nim $ An%%y An%%&aeni 'a#y(d#ie $ )*)*+)+)),

-URU AN .ARMA I .AKULTA MAT/MATIKA DAN ILMU P/NG/TAHUAN ALAM UNIV/R ITA UDAYANA

,)0) Salmonella thyphi Penyebab Penyakit Demam Tifoid (Ty1#(2 Abdomina"i2! I3 Penda#("(an Bakteri atau eubakteria temasuk subdivisi utama dari Prokariota. Eubakteria terdiri dari bakteri-bakteri yang lebih umum, seperti kebanyakan orang telah mengenalnya. Selain eubakteria terdapat juga archaebakteria, namun tidak mendapat perhatian yang besar dari para peneliti disebabkan sangat sulit dipelajari di laboratorium karena lingkungan hidup archaebakteria sangat ekstrim, sebagai contoh archaebakteria akan mati jika ada oksigen, hanya dapat tumbuh pada temperatur tinggi (diatas suhu titik didih air), kadar garamnya tinggi, p rendah dan melangsungkan reaksi metabolisme yang tidak biasa, misalnya pembentukan methane (!a"et# et al., $%%&). 'elompok besar bakteri dibagi ke dalam empat kategori utama berdasarkan pada dinding selnya, yaitu( ). Eubakteria *ram +egati, yang -emiliki .inding Sel Bakteri yang memiliki selubung sel yang kompleks (tipa gram-negati,) yang terdiri dari membran luar, membran dalam, lapisan peptidoglikan tipis (yang terdiri dari asam muramik dan terdapat hampir pada semua organisme, hanya beberapa organisme saja yang telah kehilangan bagian dari selubung sel ini) dan membran sitoplasma yang merupakan kelompok yang sangat heterogen. Sel ini mungkin berbentuk bulat, lonjong, batang lurus atau lengkung, heliks dan ,ilamen (seperti tali)/ beberapa bentuk ini mungkin berkapsul atau berselubung. Perkembangbiakan dilakukan dengan pembelahan ganda, tetapi beberapa kelompok berkembangbiak dengan cara tunas. 0ntuk badan buah dan myxospore dibentuk oleh myxobacteria. Pergerakannya dapat disebabkan oleh ,lagella atau dengan bergerak bebas1terbang. 2nggota dari bakteri ini adalah bakteri ,ototro, atau non,ototro, dan termasuk spesies aerobik, anaerobik, anaerobik ,akultati, dan mikroaero,ilik, beberapa anggota merupakan parasit intraseluler obligat. Bakteri Salmonella termasuk ke dalam spesies anaerobik ,akultati, (!a"et# et al., $%%&).

$. Eubakteria *ram Positi, yang -emiliki .inding Sel Bakteri ini memiliki pro,il dinding sel tipe gram-positi,. Sel berbentuk s,eris, batang atau ,ilamen bercabang maupun tidak bercabang. 3eproduksi pada umumnya dengan pembelahan biner. Beberapa bakteri dari kategori ini memproduksi spora sebagai bentuk dormannya (endospora). 4rganisme ini umumnya khemosintesis heterotro, yang termasuk di dalamnya adalah spesies aerobik, anaerobik dan anaerobik ,akultati,. 'elompok dalam kategori ini meliputi bakteri asporogeneous dan sporogeneous sederhana yang strukturnya seperti actinomycetes kompleks (!a"et# et al., $%%&). 5. Eubakteria 6anpa .inding Sel -ikroorganisme yang tidak memiliki dinding sel sering disebut mikoplasma, termasuk dalam kelas mollicutes dan tidak dapat mensintesis prekusor peptidoglikan. -ikoplasma diselubungi dengan sebuah unit membran, yaitu membran plasma. Enam genus telah ditandai sebagai mikoplasma berdasarkan habitatnya dan kebutuhan kolesterolnya, bagaimanapun hanya dua genus yang mengandung patogen binatang. -ikoplasma adalah organisme yang bervariasi ukurannya, dari seukuran vesikel yang sangat kecil (%,$ 7m) sehingga dapat lolos ,iltrasi. 3eproduksi dengan tunas, ,ragmentasi atau pembelahan biner, tunggal ataupun kombinasi. 'ebanyakan spesies membutuhkan medium kompleks untuk pertumbuhan dan menyebar membentuk koloni pada medium padat. 'arateristik unik dari mollicutes adalah bah"a beberapa spesies membutuhkan kolesterol untuk pertumbuhannya.'olesterol tanpa ester ini merupakan komponen unik pada membran bakteri yang membutuhkan sterol dan tidak membutuhkan sterol bila berada pada medium (!a"et# et al., $%%&). 8. 2rchaebakteria 4rganisme prokariota ini merupakan penghuni yang mendominasi daerah teristerial ekstrim dan lingkungan a9uatik (kadar garam tinggi, temperatur tinggi, anaerobik). Beberapa organisme bersimbiosis pada saluran pencernaan binatang. 2rchaebakteria terdiri atas aerobik, anaerobik, aerobik ,akultati, yang merupakan khemolitotro,, heterotro,, atau heterotro, ,akultati,. Beberapa spesies merupakan meso,il sedangkan yang lain mempu tumbuh pada

temperatur di atas )%%% :. 2rchaebakteria hipertermo,il ini beradaptasi sangat unik untuk dapat tumbuh dan bereproduksi pada temperatur tinggi. ampir semua en#im yang diisolasi dari organisme ini secara intrinsik lebih bersi,at termostabil daripada yang diambil dari organisme meso,il. Beberapa en#im termostabil ini misalnya .+2 polimerase yang merupakan komponen penting dalam metode peningkatan .+2, seperti polymerase chain reaction (P:3). 2rchaebakteria dapat dibedakan dari eubakteria dengan tidak adanya dinding sel peptidoglikan mereka, posisi dari isoprenoid dieter atau digliserol tetrameter lipid dan karateristik susunan 3+2 ribosom. +amun archaebakteria juga memiliki kesamaa dengan eukariota seperti sel yang berbentuk s,eris, pipih atau batang, bentuk uniselular dan multiselular pada ,ilamen atau agregat yang ditemukan. Perbanyakan archaebakteria terjadi dengan pembelahan biner, tunas, penggabungan, ,ragmentasi atau dengan mekanisme lain yang belum diketahui (!a"et# et al., $%%&). Pada makalah ini akan lebih di,okuskan untuk menjelaskan eubakteria gram negati, yang memiliki dinding sel yaitu spesies Salmonella thyphi yang dapat menyebabkan penyakit demam ti,oid (typhus abdominalis). II3 Bakte&i Penyebab Penyakit

Salmonella merupakan bakteri batang gram negati, yang bersi,at motil, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, mempunyai ,lagel, ,akultati, anaerob, ukuran $ - 8 mikrometer ; %.& %.< mikrometer dan bergerak, pada biakan agar darah koloninya besar bergaris tengah $ sampai 5 millimeter, bulat, agak cembung, jernih, licin dan tidak menyebabkan hemolisis dan bersi,at patogen baik pada manusia maupun he"an (3asmilah, $%%=). 'ebanyakan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas, tetapi tidak meragikan laktosa

dan sukrosa. 4rganisme salmonella tumbuh secara aerob dan mampu tumbuh secara anaerob ,akultati,. pada suhu )& - 8)o : (suhu pertumbuhan optimum 5>o :) dan p pertumbuhan ? @ <) (3asmilah, $%%=). 'ebanyakan spesies resisten terhadap agen ,isik namun dapat dibunuh dengan pemanasan sampai &8,8A : ()5%A B) selama ) jam atau ?% A : ()8% A B) selama )& menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu yang rendah selama beberapa hari dan dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu dalam sampah, bahan makanan kering, dan tinja. Salmonella memiliki antigen somatik 4 dan antigen ,lagella . 2ntigen 4 adalah adalah komponen lipopolisakarida dinding sel yang stabil terhadap panas sedangkan antigen

protein labil panas. -empunyai makromolekuler lipopolisakarida kompleks yang membentuk lapisan luar dari dinding sel dinamakan endotoksin (2nonim a, $%)%). Salmonella sp adalah indikator keamanan pangan. 4leh karena standar itu, air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam air minum atau $& gram sampel makanan (2nonim b, $%)%). III3 Penyakit Demam Tifoid 2da tiga spesies utama Salmonella sp yaitu Salmonella typhi, Salmonella choleraesuis dan Salmonella enteristidis. .eman ti,oid atau typhus abdominalis disebabkan oleh Salmonella typhi, sedangkan demam parati,oid disebabkan oleh Salmonella enteristidis (6ambayong, $%%%). .emam ti,oid adalah penyakit in,eksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi dengan masa tunas ?-)8 hari. Selama terjadi in,eksi, kuman tersebut bermultiplikasi dalam sel ,agositik mononuklear dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah yang mencakup seluruh tubuh dan menyerang pada usus halus (2nonim c, $%)%). .emam ti,oid atau ti,us ini merupakan penyakit endemis di Cndonesia dengan angka kejadian yang tertinggi di dunia, antara 5&<-<)%1)%%.%%% penduduk per tahun (3asmilah, $%%=). -enurut hasil S'36 tahun )=<? bah"a 5 D dari seluruh kematian (&%.%%% kematian) disebabkan oleh demam ti,oid. 6ingkat kematian demam ti,oid ini mencapai )%D, cukup tinggi jika dibandingkan dengan in,eksi yang ditimbulkan oleh bakteri Salmonella lainnya yang hanya mencapai )D. +amun, in,eksi yang ditimbulkan Salmonella dublin dapat memiliki tingkat

kematian hingga )&D jika septicemia (tercemarnya darah oleh bakteri) pada manusia yang berusia lanjut (2nonim d, $%%=).

Penyakit ini meskipun sudah dinyatakan sembuh, namun penderita belum dikatakan sembuh total karena mereka masih dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain (bersi,at carrier). Penyakit ini sering dialami anak-anak hingga de"asa muda. Pada perempuan kemungkinan untuk menjadi carrier 5 kali lebih besar dibandingkan pada laki-laki. Penularannya melalui makanan yang tidak higienis dan sanitasi yang rendah. -akanan dan minuman yang tercemar oleh kotoran atau tinja dari pengidap ti,oid sangat besar menularkan kuman itu ke orang yang memiliki daya tahan tubuh tidak baik (2nonim e, $%)%). IV3 In4an2i Bakte&i Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan & B yaitu Bood (makanan), Bingers (jari tangan 1 kuku), Bomitus (muntah), Bly (lalat), dan melalui Beses. Beses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. 'uman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat (kaki-kaki lalat), dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dimakan oleh orang yang sehat. 2pabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. 'emudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. .i dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu (2nonim ,, $%%=). al ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan pada usus halus dan usus besar. Pada kasus yang berat, yang bisa berakibat ,atal, jaringan yang terkena bisa mengalami perdarahan dan per,orasi (perlubangan) (2nonim g, $%)%).

V3 Ge5a"a K"ini2 (Reak2i T(b(#! Pada demam ti,oid ini, ada beberapa masa ketika bakteri masuk ke dalam tubuh penderita, yaitu( ). -asa Cnkubasi -asa inkubasi adalah masa disaat pertama kali bakteri masuk ke dalam tubuh dan mengalami masa dormansi sementara. -asa inkubasi dapat berlangsung >-$) hari, "alaupun pada umumnya adalah )%-)$ hari. Pada a"al penyakit keluhan dan gejala penyakit tidak khas, berupa( anore;ia (tidak na,su makan), rasa malas, sakit kepala bagian depan, lidah kotor, nyeri otot, kadang disertai batuk dan gangguan perut (perut kram dan sakit) (3asmilah, $%%=). $. -asa -inggu Pertama (a"al terin,eksi) Setelah mele"ati masa inkubasi )%-)8 hari, gejala penyakit itu pada a"alnya sama dengan penyakit in,eksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 5=Ac hingga 8%Ac, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara <%-)%% kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti (2nonim h, $%%=). Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. 'has lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. !ika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga (2nonim h, $%%=).

3uam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 5-& hari, kemudian hilang dengan sempurna. 3oseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran $-8 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian ba"ah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada in,eksi yang berat, purpura kulit yang di,us dapat dijumpai. Eimpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi (2nonim h, $%%=). 5. -asa -inggu 'edua !ika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. 'arena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. 6erjadi perlambatan relati, nadi penderita. Fang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relati, nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh (2nonim h, $%%=). *ejala toksemia (ketika kuman sudah masuhk aliran darah) semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. *angguan pendengaran umumnya terjadi. Eidah tampak kering,merah mengkilat. +adi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang ber"arna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. *angguan kesadaran. -engantuk terus menerus, (2nonim h, $%%=). 8. -asa -inggu 'etiga Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. al itu jika terjadi mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain

tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. -eskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan per,orasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa

delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin (2nonim h, $%%=). -eteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. !ika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya per,orasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. .egenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam ti,oid pada minggu ketiga (2nonim h, $%%=). &. -asa -inggu 'eempat -erupakan stadium penyembuhan meskipun pada a"al minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau trombo,lebitis vena ,emoralis. Pada mereka yang mendapatkan in,eksi ringan dengan demikian juga hanya menghasilkan kekebalan yang lemah,kekambuhan dapat terjadi dan berlangsung dalam "aktu yang pendek.'ekambuhan dapat lebih ringan dari serangan primer tetapi dapat menimbulkan gejala lebih berat daripada in,eksi primer tersebut.Sepuluh persen dari demam ti,oid yang tidak diobati akan mengakibatkan timbulnya relaps (kekambuhan) (2nonim h, $%%=). VI3 Dia%no2a Penyakit Pemeriksaan Eaboratorium ( a.0ji Gidal 0ji "idal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin). 2glutinin yang spesi,ik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. 2ntigen yang digunakan pada uji "idal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. 6ujuan dari uji "idal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. 2kibat in,eksi oleh salmonella thypi, klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu ( ). 2glutinin 4, yang dibuat karena rangsangan antigen 4 (berasal dari tubuh kuman).
9

$. 2glutinin , yang dibuat karena rangsangan antigen

(berasal dari ,lagel kuman).

5. 2glutinin Hi, yang dibuat karena rangsangan antigen Hi (berasal dari simpai kuman). .ari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin 4 dan yang ditentukan titernya untuk

diagnosa, makin tinggi titernya makin besar klien menderita typhoid (2nonim ,, $%%=). b.Pemeriksaan S*46 .2+ S*P6 S*46 dan S*P6 pada demam typhoid seringkali meningkat tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnya typhoid (2nonim ,, $%%=). VII3 Pen%obatan ). Pera"atan 0mum Pasien demam ti,oid perlu dira"at dirumah sakit untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Paasien harus tirah baring absolut sampai minimal > hari bebas demam atau kurang lebih selama )8 hari. -aksud tirah baring adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau per,orasi usus. -obilisasi pesien harus dilakukan secara bertahap,sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien. Pasien dengan kesadaran menurun, posisi tubuhnya harus diubahubah pada "aktu-"aktu tertentu untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan dekubitus (2nonim h, $%%=). .e,ekasi dan buang air kecil harus diperhatikan karena kadang-kadang terjadi obstipasi dan retensi air kemih. Pengobatan simtomik diberikan untuk menekan gejala-gejala simtomatik yang dijumpai seperti demam, diare, sembelit, mual, muntah, dan meteorismus. Sembelit bila lebih dari 5 hari perlu dibantu dengan para,,in atau lavase dengan glistering. 4bat bentuk laksan ataupun enema tidak dianjurkan karena dapat memberikan akibat perdarahan maupun per,orasi intestinal (2nonim h, $%%=). Pengobatan suporti, dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan penderita, misalnya pemberian cairan, elektrolit, bila terjadi gangguan keseimbangan cairan, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dan kortikosteroid untuk mempercepat penurunan demam (2nonim h, $%%=).

10

$. .iet .i masa lampau, pasien demam ti,oid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya diberi nasi. Beberapa peneliti menunjukkan bah"a pemberian makanan padat dini,yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam ti,oid (2nonim h, $%%=). 5. 4bat-obat antimikroba yang sering digunakan adalah( 2. 'loram,enikol 'loram,enikol masih merupakan obat pilihan utama pada pasien demam ti,oid. .osis untuk orang de"asa adalah 8 kali &%% mg perhari oral atau intravena,sampai > hari bebas demam. Penyuntikan kloram,enikol siuksinat intramuskuler tidak dianjurkan karena hidrolisis ester ini tidak dapat diramalkan dan tempat suntikan terasa nyeri. .engan kloram,enikol, demam pada demam ti,oid dapat turun rata-rata & hari (2nonim h, $%%=). B. 6iam,enikol .osis dan e,ektivitas tiam,enikol pada demam ti,oid sama dengan kloram,enikol. 'omplikasi hematologis pada penggunaan tiam,enikol lebih jarang daripada kloram,enikol. .engan penggunaan tiam,enikol demam pada demam tio,oid dapat turun rata-rata &-? hari (2nonim h, $%%=).

:. 'o-trimoksa#ol ('ombinasi 6rimetoprim dan Sul,ametoksa#ol) E,ektivitas ko-trimoksa#ol kurang lebih sama dengan kloram,enikol. .osis untuk orang de"asa, $ kali $ tablet sehari, digunakan sampai > hari bebas demam () tablet mengandung <% mg trimetoprim dan 8%% mg sul,ametoksa#ol). .engan ko-trimoksa#ol demam rata-rata turun setelah &-? hari (2nonim h, $%%=).

.. 2mpislin dan 2moksisilin

11

.alam hal kemampuan menurunkan demam, e,ektivitas ampisilin dan amoksisilin lebih kecil dibandingkan dengan kloram,enikol. Cndikasi mutlak penggunannnya adalah pasien demam ti,oid dengan leukopenia. .osis yang dianjurkan berkisar antara >&-)&% mg1kgBB sehari, digunakan sampai > hari bebas demam. .engan 2moksisilin dan 2mpisilin, demam rata-rata turun >-= hari (2nonim h, $%%=).

E. Se,alosporin generasi ketiga Beberapa uji klinis menunjukkan bah"a se,alosporin generasi ketiga antara lain Se,opera#on,se,triakson, dan se,otaksim e,ekti, untuk demam ti,oid, tetapi dosis dan lama pemberian yang optimal belum diketahui dengan pasti (2nonim h, $%%=).

B. Bluorokinolon Bluorokinolon e,ekti, untuk demam ti,oid tetapi dosis dan lama pemberian belum diketahui dengan pasti (2nonim h, $%%=).

*. Bura#olidon (2nonim h, $%%=) VIII3 Kom1"ika2i 'omplikasi demam ti,oid dapat dibagi di dalam ( ). 'omplikasi intestinal ). Perdarahan usus $. Per,orasi usus 5. Cleus paralitik $. 'omplikasi ekstraintetstinal ). 'omplikasi kardiovaskular( kegagalan sirkulasi peri,er (renjatan1sepsis), miokarditis, trombosis dan trombo,lebitis. $. 'omplikasi darah( anemia hemolitik, trombositopenia dan atau koagulasi intravaskular diseminata dan sindrom uremia hemoltilik.
12

5. 'omplikasi paru( penuomonia, empiema dan peluritis. 8. 'omplikasi hepar dan kandung kemih( hepatitis dan kolelitiasis. &. 'omplikasi ginjal( glomerulone,ritis, pielone,ritis dan perine,ritis. ?. 'omplikasi tulang( osteomielitis, periostitis, spondilitis dan artritis. >. 'omplikasi neuropsikiatrik( delirium, mengingismus, meningitis, polineuritis peri,er, sindrim *uillain-Barre, psikosis dan sindrom katatonia. Pada anak-anak dengan demam parati,oid, komplikasi lebih jarang terjadi. 'omplikasi lebih sering terjadi pada keadaan toksemia berat dan kelemahan umum, bila pera"atan pasien kurang sempurna (2nonim a, $%)%). I63 Pen7e%a#an Pencegahan demam ti,oid diupayakan melalui berbagai cara( umum dan

khusus1imunisasi. 6ermasuk cara umum antara lain adalah peningkatan higiene dan sanitasi, karena perbaikan higiene dan sanitasi saja dapat menurunkan insidensi demam ti,oid. (penyediaan air bersih, pembuangan dan pengelolaan sampah). -enjaga kebersihan pribadi dan menjaga apa yang masuk mulut (diminum atau dimakan) tidak tercemar Salmonella typhi. Pemutusan rantai transmisi juga penting yaitu penga"asan terhadap penjual (keliling) minuman1makanan (2nonim a, $%)%). 2da dua vaksin untuk mencegah demam ti,oid. Fang pertama adalah vaksin yang diinaktivasi (kuman yang mati) yang diberikan secara injeksi. Fang kedua adalah vaksin yang dilemahkan (attenuated) yang diberikan secara oral. Pemberian vaksin ti,oid secara rutin tidak direkomendasikan, vaksin ti,oid hanta direkomendasikan untuk pelancong yang berkunjung ke tempat-tempat yang demam ti,oid sering terjadi, orang yang kontak dengan penderita karier ti,oid dan pekerja laboratorium (2nonim a, $%)%). Haksin ti,oid yang diinaktivasi (per injeksi) tidak boleh diberikan kepada anak-anak kurang dari dua tahun. Satu dosis sudah menyediakan proteksi, oleh karena itu haruslah diberikan sekurang-kurangnya $ minggu sebelum bepergian supaya memberikan "aktu kepada vaksin untuk bekerja. .osis ulangan diperlukan setiap dua tahun untuk orang-orang yang memiliki resiko terjangkit (2nonim a, $%)%).
13

Haksin ti,oid yang dilemahkan (per oral) tidak boleh diberikan kepada anak-anak kurang dari ? tahun. Empat dosis yang diberikan dua hari secara terpisah diperlukan untuk proteksi. .osis terakhir harus diberikan sekurang-kurangnya satu minggu sebelum bepergian supaya memberikan "aktu kepada vaksin untuk bekerja. .osis ulangan diperlukan setiap & tahun untuk orang-orang yang masih memiliki resiko terjangkit (2nonim a, $%)%). 2da beberapa orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin ti,oid atau harus menunggu. Fang tidak boleh mendapatkan vaksin ti,oid diinaktivasi (per injeksi) adalah orang yang memiliki reaksi yang berbahaya saat diberi dosis vaksin sebelumnya, maka ia tidak boleh mendapatkan vaksin dengan dosis lainnya. 4rang yang tidak boleh mendapatkan vaksin ti,oid yang dilemahkan (per oral) adalah orang yang mengalami reaksi berbahaya saat diberi vaksin sebelumnya maka tidak boleh mendapatkan dosis lainnya, orang yang memiliki sistem imunitas yang lemah maka tidak boleh mendapatkan vaksin ini, mereka hanya boleh mendapatkan vaksin ti,oid yang diinakti,asi, diantara mereka adalah penderita CH12C.S atau penyakit lain yang menyerang sistem imunitas, orang yang sedang mengalami pengobatan dengan obat-obatan yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh semisal steroid selama $ minggu atau lebih, penderita kanker dan orang yang mendapatkan pera"atan kanker dengan sinar I atau obat-obatan. Haksin ti,oid oral tidak boleh diberikan dalam "aktu $8 jam bersamaan dengan pemberian antibiotik (2nonim a, $%)%). Suatu vaksin, sebagaimana obat-obatan lainnya, bisa menyebabkan problem serius seperti reaksi alergi yang parah. 3esiko suatu vaksin yang menyebabkan bahaya serius atau kematian sangatlah jarang terjadi. Problem serius dari kedua jenis vaksin ti,oid sangatlah jarang. Pada vaksin ti,oid yang diinaktivasi, reaksi ringan yang dapat terjadi adalah ( demam (sekitar ) orang per )%%), sakit kepada (sekitar 5 orang per )%%) kemerahan atau pembengkakan pada lokasi injeksi (sekitar > orang per )%%). Pada vaksin ti,oid yang dilemahkan, reaksi ringan yang dapat terjadi adalah demam atau sakit kepada (& orang per )%%), perut tidak enak, mual, muntahmuntah atau ruam-ruam (jarang terjadi) (2nonim a, $%)%).

14

DA.TAR PU TAKA

2nonim a. $%)%. .emam 6i,oid 2vailable at 4pened at ( http(88 0mmuSalmaalJ2tsariyah.html1 ( $$ -aret $%)%

2nonim b. $%)%. Salmonella 2vailable at 4pened at ( http(11one.indoskripsi.com1 ( $$ -aret $%)%

2nonim c. $%)%. .emam 6i,oid 2vailable at 4pened at ( http(11,orum.detik.com1 ( $5 -aret $%)%

2nonim d. $%%=. 2nalisa Bakteri Salmonella 2vailable at 4pened at ( http(11uptlaboratkesehatankabupaten"onogiri.blogspot.com1 ( $5 -aret $%)%

2nonim e. $%)%. .aerah Epidemik 6hypus 2vailable at 4pened at ( http(11suaramerdeka.com1 ( $5 -aret $%)%

2nonim ,. $%%=. 2suhan 'epera"atan dengan 6hypoid 2vailable at 4pened at ( http(11kumpulan-asuhan-kepera"atan.blogspot.com1 ( $& -aret $%)%

2nonim g. $%)%. .emam 6hypoid 2vailable at 4pened at ( http(11medicastore.com1 ( $$ -aret $%)%

2nonim h. $%%=. *ejala .emam 6i,oid

15

2vailable at 4pened at

( http(11 aceh,orum.or.id1 ( $= -aret $%)%

!a"et#, -elnick, 2delbergKs. $%%&. -ikrobiologi 'edokteran. Salemba -edika. !akarta 3asmilah. $%%=. 6hypus 2vailable at 4pened at ( http(11library.usu.ac.id1,km-rasmaliah&.pd,1 ( $< -aret $%)%

6ambayong, !an. $%%%. -ikrobiologi untuk 'epera"atan. Gidya -edika. !akarta

16