Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Keracunan akut terjadi lebih dari sejuta kasus dalam setiap tahun, meskipun hanya sedikit yang fatal. Toksikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari efek merugikan dari bahan kimia terhadap organisme hidup. Potensi efek merugikan yang ditimbulkan oleh bahan kimia di lingkungan sangat beragam dan bervariasi sehingga ahli toksikologi mempunyai spesialis kerja bidang tertentu. Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang efek merugikan berbagai bahan kimia dan fisik pada semua sistem kehidupan. Dalam istilah kedokteran, toksikologi didefinisikan sebagai efek merugikan pada manusia akibat paparan bermacam obat dan unsur kimia lain serta penjelasan keamanan atau bahaya yang berkaitan dengan penggunaan obat dan bahan kimia tersebut. Unsur logam berat adalah unsur yang mempunyai densi tas lebih dari 5 gr/cm3 (Fardiaz, 1992). Hg mempunyai densitas 13,55 gr/cm3. Diantara semua unsur logam berat, Hg menduduki urutan pertama dalam hal sifat racunnya, dibandingkan dengan logam berat lainnya, kemudian diikuti oleh logam berat antara lain Cd, Ag, Ni, Pb, As, Cr, Sn, Zn (Waldchuk, 1984, di dalam Fardiaz, 1992). Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah setiap bahan yang karena sifat atau konsenterasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup,

kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain (Pasal 1 (17) UU No. 23 1997) . Platinum adalah logam dengan putih keperak-perakan yang indah. Logam ini tidak teroksidasi di udara pada suhu berapapun, tapi termakan oleh halogen, sianida, sulfur dan basa kaustik. Platinum sebagai logam tidak terlalu berbahaya, tapi garam platinum dapat menyebabkan beberapa efek kesehatan, salah satunya adalah kanker. Oleh karena itu, kita sebaiknya mengetahui dengan jelas gambaran mengenai platina. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskanlah masalah sebagai berikut : 1. Apa definisi platina. 2. Apa saja sifat-sifat unsur platina. 3. Bagaimana sejarah ditemukannya platina. 4. Apa kegunaan logam platina. 5. Bagaimana efek toksikologi platina terhadap pekerja. C. Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui definisi platina. 2. Untuk mengetahui saja sifat-sifat unsur platina. 3. Untuk mengetahui sejarah ditemukannya platina. 4. Untuk mengetahui kegunaan logam platina. 5. Untuk mengetahui efek toksikologi platina terhadap pekerja.

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Platina Platinum adalah logam dengan putih keperak-perakan yang indah. Mudah ditempa delam keadaan murni. Platinum memiliki koefisien muai yang hampir sama dengan kaca silika-natroium karbonat, dan karenanya digunakan untuk membuat elektroda bersegel dalam sistem kaca. Logam ini tidak teroksidasi di udara pada suhu berapapun, tapi termakan oleh halogen, sianida, sulfur dan basa kaustik. Platinum tidak dapat larut dalam asam klorida dan asam nitrat, tapi melarut dengan aqua regia membentuk asam kloroplatinumt. Platina adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Namanya berasal dari istilah Spanyol platina del Pinto, yang secara harfiah diterjemahkan ke dalam "perak kecil dari Sungai Pinto. Platina adalah sebuah logam transisi yang berat, "malleable", "ductile", berharga dan berwarna putih-keabuan. Platinum tahan karat dan terdapat dalam beberapa bijih nikel dan copper. Platinum resisten terhadap korosi. Platinum digunakan dalam perhiasan, peralatan laboratorium, kontak listrik dan elektroda, termometer hambatan platina, peralatan kedokteran gigi, dan catalytic converters. Platinum bullion memiliki kode mata uang ISO XPT. Platinum adalah komoditas dengan nilai yang berfluktuasi sesuai kekuatan pasar. Per 30 Oktober 2009 (2009 -10-30), platinum adalah senilai US $ 1,324.00 per troy ounce (sekitar US $ 42,57 per gram).

B. Sifat-Sifat Unsur Platina iridium platina emas

78 Pd Pt Ds

Tabel periodik

Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok Penampilan grayish white platina, Pt, 78 transition metals 10, 6, d

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

195.084(9) g/mol [Xe] 4f14 5d9 6s1 2, 8, 18, 32, 17, 1

Ciri-ciri fisik Fase Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik didih Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor Tekanan uap P/Pa pada T/K 1 2330 10 (2550) 100 2815 1k 3143 10 k 3556 100 k 4094 solid 21.45 g/cm 19.77 g/cm 2041.4 K (1768.3 C, 3214.9 F) 4098 K (3825 C, 6917 F) 22.17 kJ/mol 469 kJ/mol (25 C) 25.86 J/(molK)

Ciri-ciri atom Struktur kristal Bilangan oksidasi cubic face centered 2, 4 (mildly basic oxide) Elektronegativitas Energi ionisasi 2.28 (skala Pauling) pertama: 870 kJ/mol ke-2: 1791 kJ/mol Jari-jari atom Jari-jari atom (terhitung) Jari-jari kovalen Jari-jari Van der Waals Lain-lain Sifat magnetik Resistivitas listrik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan suara (pada wujud kawat) Modulus Young Modulus geser paramagnetic (20 C) 105 nm (300 K) 71.6 W/(mK) (25 C) 8.8 m/(mK) (suhu kamar) 2800 m/s 168 GPa 61 GPa 135 pm 177 pm 128 pm 175 pm

Modulus ruah Nisbah Poisson Skala kekerasan Mohs Kekerasan Vickers Kekerasan Brinell Nomor CAS Isotop iso
190

230 GPa 0.38 3.5 549 MPa 392 MPa 7440-06-4

NA 0.01% syn 0.79% syn syn 32.9% syn 33.8% 25.3% syn syn

waktu paruh 6.5 E11 y 2.96 d

DM

DE (MeV) 3.18 ?
186

DP Os Ir

Pt Pt Pt Pt

191

191

192

Pt stabil dengan 114 neutron 4.33 d 50 y IT 0.1355e ?


193

193m

Pt Ir

193

Pt Pt Pt

193

194

Pt stabil dengan 116 neutron 4.02 d IT 0.1297e


195

195m

Pt

195

Pt Pt Pt

Pt stabil dengan 117 neutron Pt stabil dengan 118 neutron 1.59 h 19.8913 h IT 0.3465 0.719
197

196

197m

Pt Au

197

Pt

197

198

Pt

7.2%

Pt stabil dengan 120 neutron

C. Sejarah Platina Platina terjadi secara alami dalam pasir aluvial berbagai sungai, meskipun ada sedikit bukti dari penggunaan oleh orang-orang kuno. Namun, logam yang digunakan oleh pra-Columbus Amerika untuk menghasilkan artifak dari emas putih adalah platinum paduan. Sedangkan dibenua eropa, sejarah platinum pertama kali diketahui pada tahun 1557. Dalam tulisan-tulisan para humanis Italia Julius Caesar Scaliger sebagai suatu deskripsi dari logam mulia yang tidak diketahui yang ditemukan antara Darien dan Meksiko, "yang tidak ada kebakaran ataupun buatan Spanyol yang bisa mencairkan."

Pada tahun 1750, Brownrigg membuat catatan bahwa platinum mempunyai sangat titik lebur sangat tinggi. Kimiawan lain di seluruh Eropa mulai segera mempelajari platinum, termasuk Torbern Bergman, Jns Jakob Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik Scheffer menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah mengenai detail logam, yang disebut sebagai "emas putih", termasuk tentang bagaimana ia berhasil membuat bijih platina sekering dengan bantuan arsenik. Oleh Scheffer platinum digambarkan sebagai logam yang kurang lentur disbanding emas, tapi dengan ketahanan terhadap korosi yang serupa. Carl von Sickingen meneliti platina secara ekstensif pada tahun 1772. Dia berhasil membuat platinum dengan paduan emas, larut dalam paduan aqua regia, menimbulkan platinum dengan amonium klorida, memicu para
8

chloroplatinate amonium, dan memukul-mukul halus yang dihasilkan dibagi platina untuk membuatnya berpadu. Franz Karl Sindrom Achard membuat wadah platinum pertama pada tahun 1784. Dia bekerja dengan platinum oleh sekering dengan arsenik, kemudian volatilizing arsenik. Platinum ditemukan untuk pertama kalinya oleh Antonio de Ulloa pada tahun 1735, di Amerika Selatan, jadi bukan oleh seorang geologist Jerman, seperti ditulis sebelumnya. Nama platinum sendiri berasal dari bahasa spanyol, yaitu platina yang berarti little silver.Platinum selalu ditemukan bersamasama logam lainnya, seperti iridium, osmium, palladium dan rhodium. Logam-logam ini, di dalam tabel Elemen, termasuk dalam golongan Platinum Group metals (PGMs). D. Kegunaan Logam Platina 1. Bidang Industri Kimia Katalis Platinum: merupakan katalis logam mulia yang paling banyak dipergunakan. Katalis ini memiliki aktivitas yang tinggi dalam proses hidrogenasi, dehidrogenasi, oksidasi, dll. Biasanya merupakan katalis pertama yang dipilih sebelum memperoleh katalis yang lebih tepat. Saat ini penggunaannya makin meluas, termasuk dibidang kimia khusus untuk reduksi alkilasi, hidrogenasi karbonil dan hidrogenasi selektif senyawa nitro tanpa dehalogenasi. 2. Bidang Kesehatan Selain dimanfaatkan untuk perhiasan dan bahan peralatan laboratorium, platina ternyata dimanfaatkan pula dalam dunia kedokteran.

Salah satunya di kedokteran gigi. Beberapa tahun lalu, para dokter gigi menggunakan platina untuk menambal gigi pasien, pengobatan gigi, serta membuat gigi palsu. Namun, saat ini platina sudah sangat jarang dipakai untuk menambal gigi. Platina juga dimanfaatkan untuk alat pacu jantung. Sifat platinum cocok untuk siapa saja karena memiliki tingkat alergi yang sangat rendah (hypo allergic) membuatnya menjadi satu-satunya logam yang cocok untuk alat pacu jantung. Selain itu, banyak pasien patah tulang yang tulangnya disambung dengan menggunakan platina. Pihak medis juga sering menggunakan logam ini dalam proses kemoterapi. Platina yang mereka pakai itu berwujud cisplatin. Cisplatin adalah obat kemoterapi antikanker yang mampu mencegah pertumbuhan sel ganas di tubuh penderita kanker. Struktur kimia dalam cisplatin menjadikan logam platina memiliki aktivitas antikanker. Cisplatin ini bekerja sebagai antikanker dengan cara menempelkan diri pada DNA sel kanker dan mencegah pertumbuhannya. 3. Bidang Elektronika Kawat platinum yang sangat halus akan berkilau merah terang bila ditempatkan dalam uap metil alkohol, di mana platinum berperan sebagai katalis, untuk mengubah alkohol menjadi formaldehida. Fenomena ini digunakan secara komersial untuk memproduksi pemantik api rokok dan pennghangat tangan. Hidrogen dan oksigen dapat meledak dengan adanya platinum.

10

Alloy platinum-kobal memiliki sifat magnetis. Salah satunya terdiri dari 76.7% berat Pt dan 23.3% berat Co, merupakan magnet yang sangat kuat hampir dua kali lipat dari Alnico V. Ketahanan kawat platinum digunakan untuk membuat tungku listrik bersuhu tinggi. Platinum juga digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lainlain, yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. Logam ini, seperti palladium, menyerap sejumlah besar hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan melepaskannya ketika dipanaskan. E. Efek Toksikologi Platina Platinum sebagai logam tidak terlalu berbahaya, tapi garam platinum dapat menyebabkan beberapa efek kesehatan, seperti: 1. Perubahan DNA Kanker 2. Reaksi alergi pada kulit dan selaput lender 3. Kerusakan pada organ, seperti usus , ginjal dan sumsum tulang 4. Kerusakan Pendengaran Akhirnya, bahaya platinum adalah bahwa hal itu dapat menyebabkan potensiasi toksisitas bahan kimia berbahaya lainnya dalam tubuh manusia , seperti selenium .

11

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Platina adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Namanya berasal dari istilah Spanyol platina del Pinto, yang secara harfiah diterjemahkan ke dalam "perak kecil dari Sungai Pinto. Platina adalah sebuah logam transisi yang berat, "malleable", "ductile", berharga dan berwarna putih-keabuan. Platinum tahan karat dan terdapat dalam beberapa bijih nikel dan copper. Platinum ditemukan untuk pertama kalinya oleh Antonio de Ulloa pada tahun 1735, di Amerika Selatan, jadi bukan oleh seorang geologist Jerman, seperti ditulis sebelumnya. Nama platinum sendiri berasal dari bahasa spanyol, yaitu platina yang berarti little silver.Platinum selalu ditemukan bersamasama logam lainnya, seperti iridium, osmium, palladium dan rhodium. Logam-logam ini, di dalam tabel Elemen, termasuk dalam golongan Platinum Group metals (PGMs). Platinum sebagai logam tidak terlalu berbahaya, tapi garam platinum dapat menyebabkan beberapa efek kesehatan, seperti: Perubahan DNA Kanker, Reaksi alergi pada kulit dan selaput lender, Kerusakan pada organ, seperti usus , ginjal dan sumsum tulang, Kerusakan Pendengaran

12

DAFTAR PUSTAKA Bandowoso,H.2013.Toksikologi Logam Berat B3 Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan.(Online) http://haklibondowoso.blogspot.com/2013/01/toksikologilogam-berat-b3-dan.html diakses tanggal 25 Oktober 2013 Halimah. 2010. Platinum. (Online) http://lovekimiabanget.blogspot.com/ 2010/ 04/platinum.html diakses tanggal 25 Oktober 2013 Lydia Ayu, 2012. Makalah Anorganik I (Logam Platina). (Online)

http://lydialaulau39.blogspot.com/2012/10/makalah-anorganik-i-logamplatina.html diakses tanggal 25 Oktober 2013 Sudarmaji,dkk. 2006. Toksikologi Logam Berat B3 Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 2, No. 2 , Januari 2006:129 142. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga

13