Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS SKABIES Pembimbing : dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.

KK, MM

PENDAHULUAN Skabies berasal dari bahasa latin scabies = keropeng, kudis, gatal. Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi parasit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, di Indonesia dikenal dengan sebutan tungau atau tengu. Sarcoptes scabiei termasuk dalam filum Arthropoda, Kelas Arachnida, ordo Ackarima, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis.
,!

Infeksi tungau dapat menular melalui kontak langsung maupun tak langsung. Kontak langsung misalnya ber"abat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Kontak tak langsung misalnya melalui pakaian, handuk, sprei, bantal, dan lain#lain.!,$ Seluruh siklus hidup S. scabiei mulai dari telur sampai dewasa memerlukan waktu antara %# ! hari. &ang "antan akan mati setelah kopulasi, sedangkan yang betina akan menggali terowongan di kulit bagian stratum korneum dan bertelur, selan"utnya telur akan menetas dalam waktu $#' hari men"adi lar(a, dan dalam !#$ hari akan men"adi nimfa. Keluhan subyektif yang khas dari skabies adalah gatal#gatal hebat yang biasanya dirasa semakin memburuk pada malam hari. terdapat dua tipe utama lesi kulit pada skabies yaitu terowongan )lubang tungau* dan ruam. +ubang tungau tampak sebagai garis berwarna putih atau keabu#abuan, berbentuk garis atau berkelok#kelok, dengan pan"ang rata#rata cm sampai !,' cm, kadang pada u"ungnya terdapat papul atau (esikel. tempat predileksinya pada sela#sela "ari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipat ketiak, daerah areola mammae, lipat glutea, genitalia eksterna, serta disepan"ang garis ikat pinggang dan perut bagian bawah.
,,

-uam skabies dapat berupa erupsi papula kecil yang meradang, terutama

terletak pada sekitar aksila, umbilikus, dan paha. -uam tersebut merupakan suatu reaksi alergi tubuh terhadap tungau. Selain lesi primer tersebut terdapat kelainan sekunder. +esi bisa berupa eksematosa dan sering mengalami ekskoriasi, tetapi tanda patognomoniknya adalah kanalikuli, pendek, bergelombang, dan garis gelap. .anda klasik sering terganggu oleh ekskoriasi, impetiginisasi, atau eksematisasi.

.erdapat , tanda kardinal skabies, yaitu : . Pruritus nokturna artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena akti(itas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas/ !. Menyerang sekelompok orang/ $. 0danya terowongan )kunikulus* pada tempat#tempat predileksi/ ,. 1itemukannya tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. 1iagnosis dapat dibuat dengan menemukan ! dari , tanda kardinal tersebut. Infeksi "arang mengenai wa"ah, kecuali pada anak#anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air. +ama kelamaan terowongan yang terbentuk akan sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang ter"adi akibat penggarukan.!, , Kuat dugaan bahwa setiap siklus $2 tahun ter"adi epidemi skabies. 1i Indonesia sendiri, insidensi skabies masih cukup tinggi, terendah di Sulawesi 3tara dan tertinggi di 4awa 5arat. 5eberapa faktor yang dapat membantu penyebarannya antara lain kemiskinan, higiene yang "elek, seksual promiskuitas, kesalahan diagnosis, dan perkembangan demografik serta ekologik.! .elah dilaporkan sekitar $22 "uta orang di dunia terserang skabies. Menurut 1epartemen Kesehatan -I pre(alensi skabies di puskesmas seluruh Indonesia pada tahun 6%7 adalah ,,7 8 # !,6' 8 dan skabies menduduki urutan ketiga dari ! penyakit kulit tersering.! 5erikut ini dilaporkan sebuah kasus skabies pada seorang laki#laki yang berusia !! tahun.

LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN

9ama 4enis Kelamin 3sia Peker"aan Status 0gama 0lamat

: .n M : +aki#laki : !! tahun : # : 5elum menikah : Islam :0505I+ 6 -.:-; 2<:27 Kelurahan -andugunting

Kecamatan .egal Selatan

ANAMNESIS 0utoanamnesis dilakukan pada tanggal ! 9o(ember !2 $, pukul 2.$2 ;I5 di poli kulit dan kelamin -S31 Kardinah .egal Keluhan 3tama 5runtus#bruntus kemerahan dan keropeng disertai rasa gatal pada sela#sela "ari kedua tangan, lengan, kedua kaki, pantat dan alat kelamin. -iwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke poli kulit dan kelamin -S31 Kardinah .egal dengan keluhan bruntus#bruntus kemerahan dan keropeng disertai rasa gatal pada sela#sela "ari kedua tangan, lengan, kedua kaki, pantat dan alat kelamin se"ak satu bulan yang lalu. Pertama kali muncul keluhan di daerah kelamin, lipat paha, bokong lalu tangan. 0walnya keluhan berupa gatal, lalu timbul bruntus#bruntus. Keluhan gatal memberat saat malam hari dan membuat pasien

menggaruknya. Pasien merasa tidak digigit serangga sebelumnya. Se"ak badan terasa panas, terus menerus, tapi tidak sampai mengigil.

hari yang lalu

Selama ini pasien tinggal di rumah bersama ayah, ibu, ! kakak dan adik. Pasien tidur dalam satu kamar bersama kakaknya dalam satu kasur. Sprei biasanya diganti bulan sekali. =anduk tidak di pakai bergantian. Pasien mandi !> sehari dengan menggunakan air sumur. Sering menggunakan sabun yang dipakai bersama dengan keluarga. Pasien mengganti pakaiannya ! kali sehari, "ika pakaian berkeringat tidak langsung diganti sadangkan pakaian dalam diganti tiap hari sekali. Pasien selalu mengenakan alas kaki bila keluar. Pasien mengatakan bahwa di rumah tempat dia tinggal tidak memelihara hewan apapun. -iwayat Penyakit 1ahulu Pasien tidak memiliki riwayat alergi makanan, obat#obatan, sesak nafas disertai nafas berbunyi, pilek dan bersin terutama terhadap perubahan cuaca dan debu -iwayat Penyakit Keluarga 0yah pasien pernah mengalami ge"ala yang sama sebulan yang lalu dan sudah sembuh.

PEMERIKSAAN FISIK 1. STATUS GENERALIS Keadaan 3mum : 5aik, tampak sakit ringan. Kesadaran .anda @ital .ekanan 1arah 9adi Suhu Pernapasan Kepala 5entuk Mata : 9ormocephali : Kon"unti(a anemis )#:#*, Sklera ikterik )#:#*
4

: ?ompos Mentis : : 2:%2 mm=g

: %2 >:menit : 0febris : !2 >:menit

=idung Mulut .elinga +eher .hora> Inspeksi

: Septum de(iasi )#*, sekret )#* : 5ibir kering )#*, dinding faring hiperemis )#* : 9ormotia, tanda radang )#* : de(iasi )#*, pembesaran kelen"ar getah bening )#* : : 5entuk normal, gerak nafas kedua dada simetris, lesi kulit )lihat status dermatologikus*

Palpasi Perkusi 0uskultasi 4antung Paru 0bdomen Inspeksi Palpasi Perkusi 0uskultasi Ckstremitas Denitalia

: @okal fremitus A:A simetris # : : 54 I#II reguler,murmur )#*, gallop )#* : S9 (esikuler, rhonki #:#, wheeBing #:# : : 1atar, tampak lesi kulit )lihat status dermatologis* : =epar dan lien tidak teraba membesar : .impani : 5ising usus )A* normal : 0kral hangat, oedem )#*, sianosis )#* : tampak lesi kulit )lihat status dermatologis*

2.

STATUS DERMATOLOGIKUS 1istribusi 0d -egio +esi : -egional : ekstremitas atas ka#ki, ekstremitas bawah ka#ki ,bokong dan genitalia : Multipel, diskret, sebagian konfluens, bentuk bulat, ukuran miliar sampai lentikuler diameter ber(ariasi antara 2,!#2,' mm, batas tidak

tegas, menimbul dari permukaan kulit, tepi tidak tampak lebih aktif, lesi kering Cfloresensi : Papul eritematosa, krusta

Dambaran lesi pada ekstremitas atas

Dambaran lesi pada ekstrimitas bawah

Dambaran lesi pada daerah dada, perut dan daerah aksilla

Dambaran lesi pada derah bokong dan genital

PEMERIKSAAN PENUNJANG Kerokan kulit dengan KE= 28 untuk mencari parasit Sarcoptes scabiei

RESUME Seorang pasien laki#laki, !! tahun, belum menikah, Islam, datang berobat ke poli -S31 Kardinah tanggal ! 9o(ember !2 $ pukul 2.$2 ;I5 dengan keluhan munculnya bruntus#bruntus disertai keropeng dan gatal di daerah punggung tangan, sela#sela "ari tangan, lipatan paha, kelamin, dan bokong se"ak satu bulan yang lalu. Pada anamnesis didapatkan keluhan gatal memberat saat malam hari dan membuat pasien menggaruknya. Pasien merasa tidak digigit serangga sebelumnya. Se"ak hari yang lalu badan terasa panas, terus menerus, dan tidak sampai mengigil. Pasien pernah sakit serupa bulan yang lalu tetapi hanya terdapat di bagian kelamin, sudah berobat ke dokter umum dan keluhan membaik. Pada pemeriksaan fisik, status generalis didapatkan dalam batas normal. Pada status dermatologikus didapatkan pada di daerah punggung tangan, sela#sela "ari tangan, lipatan paha, kelamin, dan bokong tampak papul eritematosa, multiple, diskret, sebagian konfluen, bentuk bulat, ukuran milier sampai lentikuler diameter ber(ariasi antara 2,!#2,' mm, batas tidak tegas, menimbul dari permukaan kulit, tepi tidak lebih aktif, lesi kering.

DIAGNOSIS BANDING . Skabies


7

!. 1ermatitis $. Prurigo

DIAGNOSIS KERJA Skabies

PENATALAKSANAAN 1. a. b. c. UMUM Men"elaskan kepada pasien mengenai penyakit dan cara pengobatannya. Men"elaskan bahwa skabies adalah penyakit menular. Menerangkan pentingnya men"aga kebersihan perorangan dan lingkungan tempat tinggal. d. Mencuci sprei, selimut, handuk, dan pakaian dengan bilasan terakhir menggunakan air panas. e. f. Kasur, bantal dan guling agar di"emur. 5ila gatal sebaiknya "angan menggaruk terlalu keras karena dapat menyebabkan luka dan resiko infeksi )infeksi sekunder*. g. Menerangkan kepada pasien bahwa obat yang akan diberikan setelah dioleskan saat malam, tidak boleh mandi atau kena air, didiamkan selama 2 "am hingga keesokan paginya. Ebat digunakan kemudian. h. Pengobatan pada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama. >, dan dapat diulangi seminggu

2.

KHUSUS a. .opikal Permetrin '8 krim dioleskan keseluruh tubuh pada malam hari selama % "am, dapat diulangi seminggu kemudian "ika belum sembuh.
8

Fuson ! 8 krim

b. Sistemik 0ntihistamin : Klorfeniramin maleat $ > , mg 0ntibiotik : 0mo>icilin $> '22 mg

PROGNOSIS Guo ad (itam Guo ad fungtionam Guo ad sanationam : ad bonam : ad bonam : ad bonam

PEMBAHASAN Ke"adian skabies pada manusia banyak di"umpai pada daerah tropis terutama di kalangan anak#anak dari lingkungan masyarakat yang hidup berkelompok dalam kondisi berdesak#desakan dengan tingkat higiene, sanitasi dan sosial ekonomi yang relatif rendah. De"ala klinis akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei akan menimbulkan ruam#ruam dan rasa gatal yang parah terutama pada malam hari. -asa gatal diduga akibat sensitisasi kulit terhadap eksreta dan sekret tungau.!,$ Kelainan kulit yang timbul bukan hanya disebabkan oleh tungau skabies, tetapi "uga oleh garukan pasien karena merasa gatal. Darukan tersebut "uga dapat menimbulkan infeksi sekunder., 1iagnosis Skabies ditegakkan berdasarkan anamnesis, ge"ala klinis dan pemeriksaan penun"ang. Seperti yang telah disebutkan di depan, diagnosis skabies dapat dibuat dengan menemukan ! dari , tanda kardinal untuk skabies, yaitu : .Pruritus noktuma )gatal pada malam hari* karena akti(itas tungau lebih tinggi pada suhu yang lembab dan panas. !.3mumnya ditemukan pada sekelompok orang, misalnya mengenai seluruh anggota keluarga.

$.0danya terowongan )kunikulus* pada tempat#tempat predileksi dengan stratum korneum tipis )biasanya pada lipatan dan tempat yang lembab* yang berwarna putih atau keabu#abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata#rata pan"ang )papul eritem, pustul, ekskoriasi*. ,.Menemukan tungau merupakan hal yang paling diagnostik. Pada anamnesis pasien ini ditemukan ge"ala yang merupakan dari tanda kardinal skabies yaitu pruritus nokturna dan pernah mempunyai kontak dengan ayah pasien yang pernah mengalami ge"ala yang sama. =al lain pada pasien ini yaitu mengganti sprei sebulan sekali, mengganti ba"u ! hari sekali dan pakaian dalam hari sekali. Pada pemeriksaan fisik didapatkan gambaran klinis sesuai dengan tin"auan pustaka dari skabies. Pada pemeriksaan dermatologi didapatkan di daerah punggung tangan, sela#sela "ari tangan, lipatan paha, kelamin, dan bokong tampak papul eritematosa, multiple, diskret, sebagian konfluen, bentuk bulat, ukuran milier sampai lentikuler diameter ber(ariasi antara 2,!#2,' mm, batas tidak tegas, menimbul dari permukaan kulit, tepi tidak lebih aktif, lesi kering. Pada regio kaki kanan didapatkan pustul dengan bentuk bulat dengan diameter sekitar 2.' cm dasar eritem berbatas tegas. 1alam literatur lain disebutkan bahwa terdapat dua tipe utama lesi kulit pada skabies yaitu terowongan dan ruam skabies. .erowongan terutama ditemukan pada tangan dan kaki pada bagian samping "ari tangan dan "ari kaki, sela#sela "ari, pergelangan tangan dan punggung kaki. -uam skabies berupa erupsi papul kecil yang meradang, yang terutama terdapat di sekitar aksila, umbilikus dan paha.$ 0dapun untuk menegakkan diagnosis pasti pada kasus skabies adalah dengan ditemukannya Sarcoptes scabiei bentuk dewasa, nimfa, lar(a, atau telur pemeriksaan mikroskopis. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan penun"ang mikroskopik bahan sediaan kerokan lesi kulit tetapi tidak ditemukan Sarcoptes scabiei bentuk dewasa. Penatalaksanaan pada kasus skabies dapat dilakukan baik secara medikamentosa maupun non#medikamentosa. Secara medikamentosa dengan pemberian obat antiparasit pada pasien dan anggota keluarga yang terkena skabies. 0dapun syarat obat yang ideal adalah : * harus efektif terhadap semua stadium tungau. !* harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik. $* tidak berbau atau kotor serta tidak merusak dan mewarnai pakaian. ,* mudah diperoleh dan harganya murah. Menurut literatur#literatur obat#obatan untuk skabies tersedia dalam bentuk topikal maupun oral. 4enis obat topikal, antara lain :
10

cm, pada u"ung men"adi polimorfik

Belerang endap !"l#"r pre!$p$%a%"&' dengan kadar ,#!28 dalam bentuk salep atau krim. Kekurangan preparat ini tidak efektif terhadap stadium telur, maka penggunaannya tidak boleh kurang dari $ hari. Kekurangan lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang#kadang menimbulkan iritasi. 1apat dipakai pada bayi yang berumur kurang dari ! tahun.!

!.

E&"l!$ (en)$l (en)*a! )!2#!'8*+ efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama tiga hari. Ebat ini sulit diperoleh, sering menyebabkan iritasi, dan kadang# kadang makin gatal setelah dipakai.!

$.

Ga&a Ben)ena He,!a Kl*r$da )Gammexane* kadarnya 8 dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan dan "arang memberikan iritasi. Ebat ini tidak dian"urkan pada anak di bawah 7 tahun dan wanita hamil karena toksik terhadap susunan saraf pusat. Pemberiannya cukup sekali, kecuali "ika masih ada ge"ala diulangi seminggu kemudian.!

,.

Kr*%a&$%*n 28 dalam krim atau losio "uga merupakan obat pilihan, memiliki dua efek sebagai antiskabies dan antigatal/ harus di"auhkan dari mata, mulut dan uretra.!

'.

Per&e%r$n '8 dalam krim, kurang toksik dibandingkan gameksan, efektifitasnya sama, aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 2 "am. 5ila belum sembuh diulangi seminggu kemudian. .idak dian"urkan pada anak di bawah umur ! tahun.! Pada pasien ini obat yang dipilih untuk kausa penyakit adalah permetrin '8 dalam

krim. Ebat ini dipilih karena efektifitasnya untuk semua stadium dan toksisitasnya yang lebih rendah dibanding "enis topikal lainnya serta penggunaanya yang mudah dan dapat diperoleh dengan mudah di apotek. Sediaan permetrin yang ada misalnya krim scabimite 2 gram dan $2 gram masing#masing harga sekitar -p.!$.722 dan -p. '!.<22. Pada pasien ini "uga diberikan obat simptomatik karena keluhan gatal. Ebat yang diberikan yaitu antihistamin. 0ntihistamin yang dipilih disini adalah antihistamin golongan sedatif misalnya Klorfeniramin maleat $ > , mg. Ebat ini dipilih karena murah serta mudah didapat, namun dapat menyebabkan kantuk karena memiliki efek sedatif. Karena terdapatnya infeksi sekunder pasien diberikan antibiotik spektrum luas berupa amo>icilin $ > '22 mg. Penatalaksanaan non#medikamentosa ialah dengan memberikan terapi epidemiologis yaitu edukasi kepada pasien sebagaimana yang telah disampaikan dalam penatalaksanaan
11

umum di depan. Sehingga diharapkan dapat membantu pasien dalam proses terapi dan usaha pre(entif secara indi(idu dan untuk memutuskan rantai penularan dari skabies. Prognosis pada pasien ini, Guo ad (itam adalah ad bonam karena skabies tidak mengancam nyawa walaupun membutuhkan pengobatan yang rutin dan teratur. Guo ad fungsionam adalah ad bonam karena scabies "uga tidak mengakibatkan gangguan fungsi organ#organ tubuh pada pasien ini. Guo ad sanationam pada pasien ini adalah ad bonam karena penyakit ini dapat sembuh dengan pengobatan yang baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

. FitBpatrick, .homas 5., 4ohnson, -ichard 0., ;olff, Klaus, Polano, Machiel K., Suurmond, Scabies, In Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology; common and Serious Disease. $rd Cd., Mc Draw =ill. 3S0. 66<. %,!#%,6. !. =andoko, -onny P., Skabies, dalam lmu !enyakit "ulit dan "elamin, diedit oleh 1"uanda, 0., Cdisi Keempat, cetakan pertama FK 3I. 4akarta !22'. =al : !!# !'. $. Draham#5rown, -obin, .ony 5urns, nfeksi #ktoparasit dalam $ecture %otes; Dermatologi. 0lih bahasa oleh M. 0nis Hakaria, diedit oleh 0malia Safitri. Cdisi Kedelapan, Crlangga. 4akarta. !22'. =al : ,!#,'. ,. Mans"oer, 0rif., et al. KapitaSelektaKedokteran. Cdisiketiga. Media 0esculapius. 4akarta. !222: 2# !.

12