Anda di halaman 1dari 24

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang tumbuh di amerika serikat yang di pelopori oleh William James, yang sering

di sebut sebagai Bapak Psikologi Amerika.

Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran dan perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku..

1. Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemenelemen metal. 2. Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting. 3. Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.

Aliran fungsionalisme beberapa ciri khas, yaitu : fisik, 4. Aktivitas mental tidakmemiliki dapat dipisahkan dari aktivitas maka stimulus danbrespons adalah suatu kesatuan. 5. Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan sangat membantu pemahaman tentang fungsi mental. 6. Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia, meskipun sebagian besar riset dilakukan di Univ. Chicago (pusat perkembangn fungsionalisme) menggunakn metode eksperimen, pada dasarnya aliran fungsionalisme tidk berpegang pada satu metode inti. Metode yang digunnakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi.

Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi tingkah laku dan instropeksi. 1. Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Metode Fisiologis Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi,mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem sarafnya. b. Metode Variasi Kondisi Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan fisiologi, karena manusia mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi inilah yang merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme. 2. Metode Instrospeksi Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan

Fungsionalisme mempunyai 2 (dua) aliran : 1. Kelompok Chicago (Chicago School Of Fungsionalism) yang didirikan oleh John Dewey. 2. Kelompok Columbia ( Columbia School Of Fungsionalism) dengan tokohnya antara lain James McKeen Cattell.

WILLIAM JAMES (1842-1910) Ia mendirikan salah satu Laboratorium yang pertama di dunia pada tahun 1875. Studinya yang utama dalam psikologi yang ditulisnya dalam Buku Principles Of Psychology (1890) menjadi salah satu dasar yang digunakan oleh psikologi modern.
Tentang Diri , James membedakan 2 aspek yang berbeda tetapi tidak terpisahkan yaitu: - Aku (I) adalah diri sebagai yang mengetahui sesuatu. - Aku Sosial (Social me) adalah diri sebagai suatu yang diketahui secara materi, social maupun spiritual.

Teori emosi William James di kenal dengan Teori James Lange Menjelaskan hubungan antara perubahan perubahan dalam system peredaran darah. Emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respon terhadap rangsang rangsang yang datang dari luar.
JOHN DEWEY (1859-1952)

Ia adalah seorang Guru Besar di Universitas Chicago yang pada tahu 1886 menulis buku berjudul Psychology . Dalam ajaran Dewey dalam ilmu pendidikan ia mengajurkan teori dan metode Leraning By Doing (Belajar sambil melakukan). Dalam teori ini ia berpendapat bahwa untuk mempelajari sesuatu, tidak perlu orang terlalu banyak mempelajari itu.

Sikap yang Pragmatis dari Dewey itu di dasari antara lain oleh pemikran filsafatnya yang berbunyi Thinking Men Usually Think About Change ( Manusia berpikir selalu tentang perubahan) ia tidak percaya ada orang yang berpikir hanya untuk berfikir saja Think As They Are . Dalam bukunya The Reflex Are Concept (1896) ia mengatakan bahwa tingkah laku tidak bisa di pisahkan dari rangsang dan di uraikan ke dalam elemen-elemen tingkah laku yang lebih kecil. Tingkah Laku (respons) dan Rangsang (Stimulus) adalah dua hal yang tidak dapat di pisahkan demikian keyakinan Dewey.
JAMES ROWLAND ANGEL (1869-1949)

James Rowland Angel adalah tokoh dari aliran fungsionalisme kelompok Chicago di bawah kepemimpinannya ia berhasi mempersatukan sarjansarjan di Chicago, memajukan kelompok Chicago dan menghasilkan 50 orang dalm psikologi di Universitas Chicago selama ia menjadi Profesor disana.

Tiga macam pandangan terhadap fungsionalisme : 1. Fungsionalisme adalah Psikologi tentang Mental Operation (Aktivitas bekerjanya jiwa) , sebagi lawan terhadap psikologi tentang elemen-elemen mental. 2. Fungsionalisme adalah Psikologi tentang kegunaan-kegunaan dasar dari kesadaran dimana jiwa (mind) merupakan perantara antara lingkungan dan kebutuhan organism. 3. Fungsionalisme adalah Psikofisik yaitu Psikologi tentang keseluruhan organism yang terdiri dari badan dan jiwa.
JAMES MCKEEN CATTELL (1860-1944)

Ciri khas dari aliran ini adalah Kebebasan dalam mempelajari tingkah laku yang mencerminkan dalam dua pandangan tentang fungsionalisme: 1. Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualism, karena manusia di anggap sebagai keseluruhan yang merupakan kesatuan. 2. Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, Karena yang penting adalah fungsi tingkah laku.

Karena kebebasan ini, maka fungsionalisme cepat berkembang. Sifat fungsionalisme yang praktis dan pragmatis merangsang tumbuhnya cabang cabang psikologi yang praktis, seperti : Psikologi hewan, psikologi abnormal, psikologi industry, psikologi pendidikan, psikologi klinis, dan sebagainya. EDWARD LEE THORNDIKE (1874 1949) Pada tahun 1898, Thorndike menerbitkan bukunya yang berjudul Animal Intelligence, An Experimental Study Of Association Procee In Animal. Suatu Stimulus (S) akan menimbulkan suatu respons (R) tertentu. Dalam teori ini di sebutkan sebagai teori S-R. Dalam teori S-R dikatakan bahwa dalam proses belajar, pertama kali organism (hewan,orang) belajar dengan cara coba salah (Trial and Error)

5. EDWARD LEE THORNDIKE (1874-1949)

Dalam proses belajar yang mengikuti prinsip coba-salah ada beberapa hukum yang di kemukakan Thorndike: 1. Hukum Efek (The Law Of Effect): Intesitas hubungan anatara s dan r akan meningkat apabila hubungan itu di ikuti oleh keadaan yang menyenangkan, sebaliknya hubungan itu akan berkurang kalau diikuti oleh keadaan yang tidak menyenangkan. 2. Hukum Latihan (The Law Of Exercise) atau Hukum guna tak guna (The Law Of Use and Disuse): Hubungan S-R juga dapat ditimbulkan atau di dorong melalui latihan yang berulang-ulang.

Penelitian Thorndike dengan Woodworth Transfer of Training : - Apa yang di pelajari terdahulu akan mempengaruhi apa yang di pelajari kemudian. - Apabila memiliki banyak persamaan -> transfer positif. Misal : Orang yang bisa mengendarai sepeda, tidak akan terlalu sulit mengendarai motor. - Apabila memiliki banyak perbedaan -> transfer negative. Misal : Orang yang biasa menulis dengan tangan kanan, akan sulit menulis dengan tangan kiri. ROBERT SESSIONS WOODWORTH (1862-1962)
R.S. Woodworth adalah pelopor ilmu tentang motif / motivologi.

Penganut aliran Psikodinamik Metode introspeksi tidak harus di buang dalam penelitian psikologi. Bahkan untuk mempelajari motivasi, yaitu suatu hal yang mendasari tingkah laku, seorang peneliti menggunakan metode introspeksi.

ARNOLD LUCIUS GESSEL (1880 -1961) Gesell dikenal sebagai Bapak Psikologi anak. Metode yang digunakan Gesell dalam penelitian-penilitiannya adalah Metode observasi yang sederhana tetapi teliti dengan bantuan alat-alat seperti kamera film dan cermin searah (One Way Mirror) dan metode observasi tingkah laku di bawah kondisi-kondisi tes yang terkontrol. Namun metodenya tidak cukup meyakinkan, karena Metodenya lemah, Jumlah anak (sampel) hanya 11 orang sehingga sulit untuk menarik kesimpulan dan cara pendekatan selalu deskriptif. Lewis Madison Terman Terman adalah seorang yang sangat produktif dalam publikasi. Dan ia terkenal sebagai orang yang banyak melakukan penilitian dalam bidang pengukuran dan pengembangan Inteligensi. Dalam bukunya The Measurement Of Intelligence (1926). Terman merevisi tes yang diciptakan oleh Binet dan Simon (Tes Binet-Simon).

Dalam Bukunya Genetic Studies Of Genius (1926) Ia menganalisa 300 Tokoh sejarah terkenal dari karya-karya, Buku-buku, Ucapan-ucapan, dan perbuatan-perbuatan yang di rekam dalam berbagi literatur untuk menetapkan IQ (Intelligence Qutient) (Tingkat Kecerdasan, dan masing-masing tokoh itu. Studi lain oleh Terman adalah mengenai hubungan antara maskulinitas dan Feminitas dalam kelompok-kelompok yang berbeda usia, pekerjaan dan jenis kelamin yang laporannya di tuliskan dalam buku Sex dan Personality (1936). Yang akan di gunakan bagi para penasihat perkawinan. HENRY ALEXANDER MURRAY ( 1893 1988) Peranan Murray dalam psikologi adalah dalam bidang Diagnose kepribadian dan Teori kepribadian. Salah satu tes yang dibuatnya adalah The Matic Apperception Test.

Teori Murray tentang kepribadian (Personality) sangat komleks. Dalam teorinya tentang kepribadian, Murray banyak di pengaruhi oleh Freud. Ia juga memakai konsep-konsep fase arah, arah dan genital. Dari penelitian-penelitiannya dengan menggunakan tes proyeksi, ia mengemukakan adanya 28 kebutuhan (need) dasar yang terdapat pada setiap orang. JEAN PIAGET (1896 1980) Hal-hal yang pernah di pelajari piaget antara lain adalah perkembangan Iteligensi, persepsi, Bahasa, moral, kausalitas, ruang, waktu, gerak, logika, epistemologi genetika, dan lain-lain. Dalam Teorinya yang umum (non Phasic) piaget menerangkan asal mula inteligensi dari tingkah lau-tingkah laku yang rendah tingkatannya.

Dalam teori tentang tingkat-tingkat perkembangan iteligensi piaget, membedakan empat tingkat perkembangan dari struktur kognitif: 1. Inteligensi sensorimotor, terdapat pada anak berumur 0 sampai dengan 1 atau 2 tahun. 2. Representasi Pra-Operasional, terjadi anatara usia 2-7 tahun. 3. Operasi Konkret, terjadi pada usia 7-11 tahun. 4. Operasi Formal, terjadi anatara 11-15 tahun. Karya piaget antara lain adalah The Psychology Of Intelligence (1950).

LOUIS LEON THURSTONE (1887-1955 )

Sebagai Pfofesor madya (1924), dan kemudian Profesor penuh (1927) di Chicago, Thurstone mendirikan Laboratorium Psikometri, mendirikan Psychometric society dan menerbitkan jurnal Psychometrika. Ia pernah menjadi Presiden di American Psychology Association (1932). Dengan menggunakan pendekatan analisa faktor ia sampai pada kesimpulan bahwa dalam inteligensi tidak ada faktor umum (General Factor, atau Faktor G), melainkan hanya ada Faktor-faktor khusus (Specific Factors atau faktor S). Ia mengemukakan bahwa ada tujuh faktor S yang paling besar, yang disebutnya Primary mental abilities yaitu: 1. Pengertian Verbal (Verbal Comprehension) 2. Kemampuan angka-angka (Numerical Ability) 3. Penglihatan ke ruangan (Spatial Visualizasion) 4. Kemampuan penginderaan (Preceptual Ability) 5. Ingatan (Memory) 6. Penalaran (Reasonong) 7. Kelancaran kata-kata (Word Fluency)

Aspek lain yang juga menjadi perhatian Thurstone adalah sikap (attitute), ia menyusun sebuah tekni untuk mengukur yng disebut skala sikap (attitute scale). Sikap-sikap ciptaan thurstone adalah skala thurstone. Karya-karya Thurstone antara lain: The Measurement Of Attitude (1929), The Vectors Of Mind (1935), dan Primary Mental Abilities (1938).

Sir Godfrey Hilton Thomson (1881 1955)


Tokoh berkebangsaan inggris ini mendapat Ph.D pada tahun 1906 di Universitas Strasbrourg dan kemudian menjadi Profesor dalam Psikologi pendidikan di Universitas Edinburgh dan Moray House Training College juga di Edinburgh, Skotlandia (1925-1951) Thomson mengembangkan Moray House Test yaitu situasi tes verbal untuk menyeleksi anak-anak yang terlalu pandai (gifted children). Ia juga ahli dalam cara pendekatan analisa faktor, tetapi bertentangan dengan Thurstone ia tidak mengakui teori multiple fctors) dalam inteligensi. Sebaliknya ia juga menentang teori yang dikemukakan oleh Sperman yang mengatakan bahwa dalam inteligensi ada dua faktor, faktor G dan Faktor S (Two Factors Theory). Thomson mengemukakan teorinya sendiri yang di sebut (sampling theory). Karya-karya Thomson antara lain adalah The Essentials of Mental Measurement (1911), The Factorial Analysis of Human Ability (1939).