Anda di halaman 1dari 8

BAB I

A. LATAR BELAKANG

Usaha-usaha menurunkan angka kematian maternal dan angka kematian perinatal masih menjadi prioritas utama program Departemen Kesehatan RI. Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh tiga hal pokok yaitu perdarahan, pereklamsi/ekiamsi, dan infeksi. ekitar !"# $anita hamil pernah mengalami perdarahan pada a$al kehamilan dan separuhnya mengalami abortus . %alaupun angka kematian maternal telah menurun dengan meningkatnya pelayanan kesehatan obstetri namun kematian ibu akibat perdarahan masih tetap merupakan faktor utama dalam kematian maternal
B. TUJUAN

1. memberikan kontribusi yang nyata berarti bagi kepanitraan klinik ilmu kebinanan dan kandungan di RSUD dr. R. Soedjati tentang abortus pada kehamilan. 2. memberikan informasi kepada rekan sejawat mengenai abortus pada kehamilan. . memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai abortus pada kehamilan

BAB II
A. Definisi

Abortus adalah an!aman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 2" minggu atau berat janin kurang dari #""gram
B. Penyebab 1. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan inilah yang paling umum

menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum umur kehamilan & minggu. 'eberapa faktor yang menyebabkan kelainan ini antara lain ( kelainan kromoson/genetik, lingkungan tempat menempelnya hasil pembuahan yang tidak bagus atau kurang sempurna dan pengaruh )at )at yang berbahaya bagi janin seperti radiasi, obat obatan, tembakau, alkohol dan infeksi *irus. !. Kelainan pada plasenta. Kelainan ini bisa berupa gangguan pembentukan pembuluh darah pada plasenta yang disebabkan oleh karena penyakit darah tinggi yang menahun. +. ,aktor ibu seperti penyakit penyakit khronis yang diderita oleh sang ibu seperti radang paru paru, tifus, anemia berat, kera-unan dan infeksi *irus to.oplasma.

/. Kelainan yang terjadi pada organ kelamin ibu seperti gangguan pada mulut rahim, kelainan bentuk rahim terutama rahim yang lengkungannya ke belakang 0se-ara umum rahim melengkung ke depan1, mioma uteri, dan kelainan ba$aan pada rahim.

$. Jenis

Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian% antara lain & 1. Abortus 'omplet Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 2" minggu. 2. Abortus (nkomplet Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal. . Abortus (nsipiens Abortus yang sedang mengan!am yang ditandai dengan ser)iks yang telah mendatar% sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim. *. Abortus (minens Abortus tingkat permulaan% terjadi perdarahan per )aginam% sedangkan jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim. 5. Missed Abortion

Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 2" minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan +. Abortus ,abitualis Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.

D. Penanganan

1. Abortus 'omplet -idak memerlukan penanganan penanganan khusus% hanya apabila menderita anemia ringan perlu diberikan tablet besi dan dianjurkan supaya makan makanan yang mengandung banyak protein% )itamin dan mineral. 2. Abortus (nkomplet Bila disertai dengan syok akibat perdarahan maka pasien diinfus dan dilanjutkan transfusi darah. Setelah syok teratasi% dilakukan kuretase% bila perlu pasien dianjurkan untuk rawat inap. . Abortus (nsipiens

Biasanya dilakukan tindakan kuretase bila umur kehamilan kurang dari 12 minggu yang disertai dengan perdarahan. *. Abortus (minens (stirahat baring% tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena !ara ini akan mengurangi rangsangan mekanis dan menambah aliran darah ke rahim. Ditambahkan obat penenang bila pasien gelisah. #. .issed Abortion Dilakukan kuretase. $uma kudu hati hati karena terkadang plasenta melekat erat pada rahim.

/. Diagnosis Banding

2. 3bortus !. 4ola hidatidosa +. Kelainan lokal pada *agina/ser*ik ( 5arises, perlukaan, karsinoma, erosi, polip /. Kehamilan ektopik terganggu 6. 4enstruasi

0. Komplikasi

terbukanya jalan lahir akibat abortus dan akibat dari tindakan kuretase tentu tidak terlepas dari komplikasi. 'omplikasi yang sering terjadi yaitu infeksi%

perforasi1robekan1lubang pada dinding rahim. -api bila dikerjakan sesuai prosedur dan pasien !epat tanggap akan keluhan yang diderita maka kemungkinan terjadinya komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.

BAB III KESI PULAN

DA!TAR PUSTAKA Anonym% 2""2% perdarahan dalam kehamilan% http&11www.kalbe.!o.id1files1!dk1files1123erdarahanSelama'ehamilan112.pdf112 3erdarahanSelama'ehamilan112.html