Anda di halaman 1dari 14

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN



3.1 Hasil Percobaan
A. Untuk massa CaCO
3
= 450 gram dan tekanan=1 bar
Tabel 3.1 Data Hasil Perhitungan Waktu Filtrasi untuk Massa CaCO
3
= 450 gram dan P =
1 bar
No.
V
(ml)
tf
(det)
V (ml) tf/V
1 150 1,23 150 0,0082
2 300 1,12 150 0,007467
3 450 1,13 150 0,007533
4 600 1,55 150 0,010333
5 750 1,5 150 0,01
6 900 1,49 150 0,009933
7 1050 3,42 150 0,0228
8 1200 0,85 150 0,005667
9 1350 1,24 150 0,008267
10 1500 0,71 150 0,004733
11 1650 1,37 150 0,009133
12 1800 1,84 150 0,012267
13 1950 1,53 150 0,0102
14 2100 1,54 150 0,010267
15 2250 2,39 150 0,015933
16 2400 2,2 150 0,014667
17 2550 1,62 150 0,0108
18 2700 1,55 150 0,010333
19 2850 1,43 150 0,009533

Dari Tabel 3.1 akan diperoleh grafik hubungan antara Atf/AV terhadap V sebagai
berikut :


Gambar 3.1 Grafik Hubungan tf/V vs V
Menurut teori yang ada (Geankoplis, 1983) menyatakan bahwa perubahan volume
filtrasi berbanding lurus dengan perubahan waktu filtrasi terhadap perubahan volume.
Semakin besar perubahan volume maka semakin besar perubahan waktu filtrasi terhadap
perubahan volumenya. Namun hasil percobaan yang dapat dilihat dari Gambar 3.1, v tf A A /
tidak berbanding lurus dengan volume. Kesalahan pada percobaan disebabkan rusaknya alat
pengukur tekanan pada alat filtrasi sehingga alat filtrasi tidak bekerja secara optimal. Selain
kebocoran pada alat, kesalahan percobaan juga diakibatkan ketidaktelitian dalam menghitung
waktu yang diperlukan untuk menampung filtrat setiap 150 ml.
Dari Gambar 3.1 juga didapat persamaan linearnya yaitu : y = 1E-06x + 0.008,
dimana y merupakan Atf/AV dan x merupakan V. Dari persamaan linear ini terlihat bahwa
nilai slope yang diperoleh adalah 1.10
-6
dan nilai intersepnya sama dengan 0,008.
Pada saat percobaan digunakan (-AP) = 1bar = 1.10
5
Pa dan plate sebanyak 7 buah
berukuran 20 cm x 20 cm sehingga didapat nilai A = 7 x (20.10
-2
m x 20.10
-2
m) = 0,28 m
2
.
Dari data-data yang ada dapat kita tentukan nilai C
v
dan Ve, yaitu 0,00392 m
2
. Pa. detik dan 8
m
3
.


y = 1E-06x + 0.0088
R = 0.0502
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0 1000 2000 3000

t
f
/

V

(
s
/
m
)

V(ml)
Grafik Hubungan tf/V vs V
Grafik Hubungan V vs
tf/ V
Linear (Grafik
Hubungan V vs tf/
V)



Tabel 3.2 Data Hasil Perhitungan Konsentrasi Air Pencuci (Cw)






























No. V (ml) hw (cm) hs (cm)
Cso
(gr/L)
Cw
(gr/L)
1 150 5 6 0,15 0,18
2 300 5 7 0,15 0,21
3 450 5 8 0,15 0,24
4 600 5 9 0,15 0,27
5 750 5 10 0,15 0,3
6 900 5 6 0,075 0,09
7 1050 5 7 0,075 0,105
8 1200 5 8 0,075 0,12
9 1350 5 9 0,075 0,135
10 1500 5 6,1 0,0325 0,03965
11 1650 5 7,6 0,0325 0,0494
12 1800 5 8,4 0,0325 0,0546
13 1950 5 8,6 0,0325 0,0559
14 2100 5 9,2 0,0325 0,0598
15 2250 5 10,2 0,0325 0,0663
16 2400 5 10,7 0,0325 0,06955
17 2550 5 5,4 0,01625 0,01755
18 2700 5 5,4 0,01625 0,01755
19 2850 5 5,4 0,01625 0,01755
20 3000 5 5,4 0,01625 0,01755
Dari Tabel 3.2 diperoleh grafik hubungan antara C
W
dengan V
W
sebagai berikut:

Gambar 3.2 Grafik Hubungan Cw vs Vw

Gambar 3.2 menunjukkan semakin besar volume air pencuci (Vw) maka nilai
konsentrasi air pencuci (Cw) menjadi lebih kecil dan menuju nilai konstan saat perubahan
warna pada sampel dan larutan standar sama. Proses pencucian berlangsung sebanyak 20 kali
pencucian. Volume air pencuci maksimal dapat dilihat saat Cw sudah konstan yaitu sebanyak
2550 ml pada saat pencucian ke-17. Proses pencucian berlangsung (tp) selama 29,95 detik.
Dari nilai slope dapat dihitung nilai konstanta filtrasi K = V
W opt
/V = 3000/2550=1,176
( )
3
m 3 , 4227 =
opt
V optimal Volum
Dari perhitungan didapat nilai waktu siklus optimum (t
s opt
) = 7 menit 18 detik. Waktu
satu kali siklus terdiri dari waktu proses, waktu pencucian dan waktu bongkar pasang alat.










y = -8E-05x + 0.2368
R = 0.6939
-0.05
0
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
0.3
0.35
0 1000 2000 3000 4000
C
w

(
g
r
/
L
)

V(ml)
Grafik Hubungan V vs Cw
Grafik Hubungan V vs
Cw
Linear (Grafik
Hubungan V vs Cw)

B. Untuk massa CaCO
3
= 450gram dan tekanan=1,5 bar
Tabel 3.3 Data Hasil Perhitungan Waktu Filtrasi untuk Massa CaCO
3
= 450 gram dan P =
1,5 bar
No. V (ml)
tf
(det) V (ml) tf/V
1 150 1,83 150 0,0122
2 300 1,74 150 0,0116
3 450 1,85 150 0,012333
4 600 1,43 150 0,009533
5 750 0,82 150 0,005467
6 900 3,2 150 0,021333
7 1050 1,97 150 0,013133
8 1200 1,5 150 0,01
9 1350 2,19 150 0,0146
10 1500 1,28 150 0,008533
11 1650 0,87 150 0,0058
12 1800 1,4 150 0,009333
13 1950 0,77 150 0,005133
14 2100 1,36 150 0,009067
15 2250 1,8 150 0,012
16 2400 1,29 150 0,0086
17 2550 1,77 150 0,0118
18 2700 1,76 150 0,011733
19 2850 1,95 150 0,013





Dari Tabel 3.3 akan diperoleh grafik hubungan antara Atf/AV terhadap V sebagai
berikut :

Gambar 3.3 Grafik hubungan Atf/AV vs V
Menurut teori yang ada (Geankoplis, 1983) menyatakan bahwa perubahan volume
filtrasi berbanding lurus dengan perubahan waktu filtrasi terhadap perubahan volume.
Semakin besar perubahan volume maka semakin besar perubahan waktu filtrasi terhadap
perubahan volumenya. Namun dari Gambar 3.3 terlihat bahwa volume filtrasi tidak
berbanding lurus terhadap perubahan waktu per perubahan volume filtrasi dan terdapat
penyimpangan. Hal ini disebabkan disebabkan rusaknya alat pengukur tekanan pada alat
filtrasi sehingga alat filtrasi tidak bekerja secara optimal dan ketidaktelitian pratikan dalam
menghitung waktu yang diperlukan untuk menampung filtrat setiap 150 ml.
Dari Gambar 3.2 juga didapat persamaan linearnya yaitu : y = -6E-07x + 0.0011,
dimana y merupakan Atf/AV dan x merupakan V. Dari persamaan linear ini terlihat bahwa
nilai slope yang diperoleh adalah -6.10
-7
dan nilai intersepnya sama dengan 0,0011. Pada saat
percobaan digunakan (-AP) = 1,5bar = 1,5.10
5
Pa dan plate sebanyak 7 buah berukuran 20 cm
x 20 cm sehingga didapat nilai A = 7 x (20.10
-2
m x 20.10
-2
m) = 0,28 m
2
. Dari data-data
yang ada dapat kita tentukan nilai C
v
dan Ve, yaitu 0,00353 m
2
. Pa. detik dan 1,8333 m
3
.





y = -6E-07x + 0.0117
R = 0.0189
0
0.005
0.01
0.015
0.02
0.025
0 1000 2000 3000

t
f
/

V

(
s
/
m
)


V(ml)
Grafik Hubungan tf/V vs V
Grafik Hubungan V vs
tf/ V
Linear (Grafik
Hubungan V vs tf/
V)
Tabel 3.4 Data Hasil Perhitungan Konsentrasi Air Pencuci (Cw)
No. V (ml)
hw
(cm) hs (cm)
Cso
(gr/L) Cw (gr/L)
1 150 5 9,1 0,0325 0,05915
2 300 5 9,2 0,0325 0,0598
3 450 5 9,3 0,0325 0,06045
4 600 5 9,4 0,0325 0,0611
5 750 5 9,6 0,0325 0,0624
6 900 5 9,7 0,0325 0,06305
7 1050 5 9,9 0,0325 0,06435
8 1200 5 10 0,0325 0,065
9 1350 5 6 0,01625 0,0195
10 1500 5 6,3 0,01625 0,020475
11 1650 5 6,5 0,01625 0,021125
12 1800 5 6,8 0,01625 0,0221
13 1950 5 7 0,01625 0,02275
14 2100 5 7,2 0,01625 0,0234
15 2250 5 7,3 0,01625 0,023725
16 2400 5 7,4 0,01625 0,02405
17 2550 5 7,5 0,01625 0,024375
18 2700 5 7,7 0,01625 0,025025
19 2850 5 7,9 0,01625 0,025675
20 3000 5 8 0,01625 0,026

Dari Tabel 3.4 diperoleh grafik hubungan antara C
W
dengan V
W
sebagai berikut:

Gambar 3.4 Grafik Hubungan Cw vs Vw
y = -2E-05x + 0.0662
R = 0.627
0
0.01
0.02
0.03
0.04
0.05
0.06
0.07
0.08
0 1000 2000 3000 4000
C
w

(
g
r
/
L
)

V(ml)
Grafik Hubungan V vs Cw
Grafik Hubungan V vs
Cw
Linear (Grafik
Hubungan V vs Cw)

Gambar 3.2 menunjukkan semakin besar volume air pencuci (Vw) maka nilai
konsentrasi air pencuci (Cw) menjadi lebih kecil dan menuju nilai konstan saat perubahan
warna pada sampel dan larutan standar sama. Proses pencucian berlangsung sebanyak 20 kali
pencucian. Volume air pencuci maksimal dapat dilihat saat Cw sudah konstan yaitu sebanyak
2700 ml pada saat pencucian ke-18. Proses pencucian berlangsung (tp) selama 29,19 detik.
Dari nilai slope dapat dihitung nilai konstanta filtrasi K = V
W opt
/V = 3000/2700=1,111
( )
3
5494m =
opt
V optimal Volum
Dari perhitungan didapat nilai waktu siklus optimum (t
s opt
) = 10 menit 11 detik.
Waktu satu kali siklus terdiri dari waktu proses, waktu pencucian dan waktu bongkar pasang
alat. Dari pratikum ini waktu siklus optimum (t
s opt
) pada tekanan 1,5 bar yaitu 10 menit 11
detik lebih lama dibandingkan waktu siklus optimum (t
s opt
) pada tekanan 1 bar yaitu 7 menit
18 detik, hal ini sesuai dengan teori yaitu tekanan berbanding lurus dengan waktu siklus
optimum(Geankoplis,1993). Selain didapatkan nilai perhitungan yang ada diatas, kita juga
dapat mencari nilai tahanan ampas (o) dan tahanan media pada percobaaan filtrasi ini, seperti
pada tabel 3.5 di bawah ini

Tabel 3.5 Nilai Rm dan o untuk tekanan CaCO
3
berbeda pada percobaan

Massa CaCO
3

(gram)
P
(N/m
2
)
Kp B
o
(m/kg)
Rm
(m
-1
)
450
450
1 x 10
5
1 x 10
-6
0,008
3,42 240860

1,5 x 10
5
6 x10
-7
0.0011
3,08 49677


Secara teoritis hubungan antara perubahan tekanan (P) terhadap konsentrasi CaCO
3

adalah sebanding untuk tahanan ampas, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin kecil
pressure drop maka semakin kecil pula tahanan ampasnya dan juga kenaikan konsentrasi
umpan (C
x
) menyebabkan tahanan ampas akan semakin besar dikarenakan tumpukan cake
bertambah banyak.(Geankoplis,1993)
Dalam praktikum ini, didapatkan hasil tahanan ampas (o ) yang tidak berbanding lurus
dengan tekanan. Ini tidak sesuai dengan hubungan perubahan tekanan (P) CaCO
3
sebanding
untuk tahanan ampas, seharusnya semakin besar pressure drop yang diberikan maka semakin
besar pula tahanan ampasnya. Dan perubahan tekanan juga berpengaruh terhadap tahanan
media (Rm) yaitu semakin besar P maka semakin besar pula tahanan medianya.
Ini sesuai dengan persamaan sebagai berikut :

o =
Cs
P A Kp

) (
2
A

Rm =

) ( P A B A


















LAMPIRAN A

Contoh perhitungan pada grafik
Keterangan pengolahan data Tabel 3.1 dan Tabel 3.2:
Data dibagi menjadi tiga kelompok data yaitu data awal dari nomor 1 5 , data tengah
dari no 6-11, dan data akhir nomor 12-20.
- Untuk data awal :
( )
( )
( )
( )
5 sampai 1 dari i dengan
2
4 3
V
t
2 1
f

A
+
= |
.
|

\
|
A
A
+ +
V
t t t
i f i f fi
i

- Untuk data tengah :
( )
( )
( )
( )
11 sampai 6 dari i dengan
2 V
t
1 1
f

A

= |
.
|

\
|
A
A
+
V
t t
i f i f
i

- Untuk data akhir :
( )
( )
( )
( )
20 sampai 12 dari i dengan
2
4 3
V
t
2 1
f

A
+
= |
.
|

\
|
A
A
+ +
V
t t t
i f i f fi
i

Keterangan pengolahan data tabel 3.3 dan 3.4
W
S
W
H
H
Cs C
0
=
Contoh perhitungan :
Untuk CaCO
3
450 gram dengan tekanan 1 bar
Dari Gambar 3.1 diketahui persamaan liniernya adalah :
008 . 0 10 1
6
+ =

X Y
Slope =
5
10 1


Intersep = 008 . 0
( ) Pa bar p
5
10 1 1 = = A
Panjang sisi plat = 20 cm
A = sisi x sisi = 20 cm x 20 cm = 400 cm
2
= 0.04 m
2
Total luas untuk 7 buah plat = 7 x 0.04 =0.28 m
2
( )
( ) ( )
det . 00392 , 0
2
10 1 28 . 0 10 1
2
2
5 2 6
2
Pa m
p A slope
C
V

=

=
=
A
=

( )
e e
V
V slope V
p A
C
ersep =
A
=
2
2
int
3
6
8000
10 1
008 , 0 int
cm
slope
ersep
V
e
=

= =


- Volum optimum (V
w opt
) = 2550 ml
Konstanta filtrasi = 176 , 1
2550
3000
Opt W
= = =
V
V
K
Waktu pencucian t
p
= 29,95 detik
Waktu bongkar pasang alat = 413 detik
Dengan data di atas, maka didapatkan nilai volume optimal (V
opt
) dan nilai waktu
siklus optimum (t
s opt
) :
( )
( )
( ) ( )
( ) ( )
3
5 2 2
m 4227,3
1,176 2 1
37
.
00392 , 0
10 . 1 0,28

2K 1
tp
.
- . A
=
+
=
+
A
=
V
opt
C
P
V

Dan
( ) ( ) tp Ve] . K 1 2 2K 1 [
) p (- . A
C
ts
2
2
V
opt
+ + + +
A
=
opt opt
V V
( )
( ) ( )( ) ( )( ) 29.95 8] . 3 , 4227 1,176 1 2 3 , 4227 1,176 2 1 [
) (1.10 . 0,28
0,00392
ts
2
5 2
opt
+ + + + =
menit ik 5 , 0 det 30 ts
opt
= =
t
waktu bongkar
= 6,53 menit
maka, ts
opt
= 0,5 + 6,53 = 7 menit 18 detik

Untuk massa CaCO
3
450 gram dengan tekanan 1,5 bar
Dari Gambar 3.2 diketahui persamaan liniernya adalah:
0011 , 0 10 6
7
+ =

X x Y
Slope =
7
10 6

x
Intersep = 0011 , 0
( ) Pa bar p
5
10 5 , 1 5 , 1 = = A
Panjang sisi plat = 20 Cm
A = sisi x sisi = 20 cm x 20 cm = 400 cm
2
= 0.04 m
2
Total luas 7 buah plat = 7 x 0.04 =0.28 m
2
( ) ( ) ( ) ( )
0,00353
2
10 . 5 , 1 28 , 0 . 6.10

2
P - . A x Slope

5 2 -7 2
= =
A
=
V
C m
2
. Pa. detik
1833.3
6.10
0.0011

Slope
Intersep

7 -
= = = Ve cm
3
= 1,8333m
3
- Volum optimum (V
w opt
)

= 2700ml
Konstanta filtrasi =
111 , 1
2700
3000 Opt W
= = =
V
V
K
Waktu pencucian t
p
= 29,19 detik
Waktu bongkar pasang alat = 332 detik
Dengan data di atas, maka didapatkan nilai volume optimal (V
opt
) dan nilai waktu
siklus optimum (t
s opt
) :
( )
( )
( ) ( )
( )
3
5 2 2
m 5494
2(1,111) 1
29,19
.
00353 , 0
10 . 5 , 1 0,28

2K 1
tp
.
- . A
=
+
=
+
A
=
V
opt
C
P
V
( ) ( ) tp Ve] . K 1 2 2K 1 [
) p (- . A
C
ts
2
2
V
opt
+ + + +
A
=
opt opt
V V
( )
( ) ( )( ) ( )( ) 29,19 1,8333] . 5494 1,111 1 2 5494 1,111 2 1 [
) (1,5.10 . 0,28
0,00353
ts
2
5 2
opt
+ + + + =
menit 4,87 detik 292 ts
opt
= =
t
waktu bongkar
= 5,32 menit
maka, ts
opt
= 4,87 + 5,32 = 10 menit 11 detik






LAMPIRAN B

Contoh perhitungan :
- Untuk CaCO
3
450 gram dengan tekanan 1 bar
P = 1 bar = 1 x 10
5
N/m
2

Vair = 10 liter = 10000 ml= 10000 gram
Viskositas () = 0,93x10
-3
kg/ms
Densitas () = 996,9 kg/m
3

Area filtrasi (A) = (7 x 20 cm x 20 cm) = 2800 cm
2
= 0,28 m
2

Konstanta filtrasi (Kp)= 1x10
-6
x 2 = 2x10
-6

B (Intercept) = 0.008

Maka nilai tahanan media filtrasi (Rm) dan tahanan ampas () adalah :
Konsentrasi slurry didalam umpan (Cx) :
Cx =
Vair
CaCO Massa
3
=
gram
gram
10000
450
= 0,045
Konsentrasi slurry didalam filtrat (Cs) :
Cs =
mCx
Cx
1

=
( ) 045 , 0 2 1
) 045 , 0 )( / 9 , 996 (
3
x
m kg

= 49,29kg/m
3

=
Cs
P A Kp

) (
2
A

=
) / 29 , 49 ( ) / 10 93 , 0 (
) / 10 1 ( ) 28 , 0 ( ) 10 2 (
3 3
2 5 2 2 6
m kg ms kg x
m N x m x


= 3,42m/kg

Rm =

) ( P A B A

=
ms kg x
m N x m
/ 10 93 , 0
) / 10 1 ( ) 28 , 0 ( ) 008 , 0 (
3
2 5 2


= 240860m
-1

- Untuk massa CaCO
3
450 gram dengan tekanan 1,5 bar
P = 1,5 bar = 1,5x10
5
N/m
2

Vair = 10 liter = 10000 gram
Viskositas () = 0,93x10
-3
kg/ms
Densitas () = 996,9 kg/m
3

Area filtrasi (A) = (7 x 20 cm x 20 cm) = 2800 cm
2
= 0,28 m
2

Konstanta filtrasi (Kp)= 6x10
-7
x 2 = 12x10
-7

B(Intercept) = 0.0011

Maka nilai tahanan media filtrasi (Rm) dan tahanan ampas () adalah :
Konsentrasi slurry didalam umpan (Cx) :
Cx =
Vair
CaCO Massa
3
=
gram
gram
10000
450
= 0,045
Konsentrasi slurry didalam filtrat (Cs) :
Cs =
mCx
Cx
1

=
( ) 045 , 0 2 1
) 045 , 0 )( / 9 , 996 (
3
x
m kg

= 49,29 kg/m
3

=
Cs
P A Kp

) (
2
A

=
) / 29 , 49 ( ) / 10 93 , 0 (
) / 10 5 , 1 ( ) 28 , 0 ( ) 10 12 (
3 3
2 5 2 2 7
m kg ms kg x
m N m x


= 3,08 m/kg

Rm =

) ( P A B A

=
ms kg x
m N m
/ 10 93 , 0
) / 10 5 , 1 ( ) 28 , 0 ( ) 0011 , 0 (
3
2 5 2



= 49677 m
-1