Anda di halaman 1dari 18

TRANDUKSI SINYAL

ETI YERIZEL FK-UNIBA

KOMUNIKASI ANTAR SEL DAN INTRASEL


Untuk pengaturan peran biologis yang meliputi : pertumbuhan dan diferensiasi sel reproduksi proses-proses metabolik integrasi fungsi-fungsi fisiologis(transpor, lalulintas metabolit dll). Diperlukan suatu komunikasi antar dan intraseluler. Dilaksanakan oleh : a. sistim endokrin (hormon), parakrin dan otokrin ( growth factor, sitokin) b. sistim saraf (impuls listrik dan neurotransmiter) c. sistim imun

Transduksi Sinyal
Transfer informasi melalui Transduksi Sinyal pada sel sasaran sebagai mediator pembawa informasi = ligan (ligand) pada sel sasaran mempunyai reseptor yang sangat spesifik dan mengikat ligan dengan afinitas tinggi. Ikatan ligan dan reseptor akan mengaktifkan efektor untuk mulai melaksanakan transduksi sinyal.

TRANSDUKSI SINYAL
Ligan + reseptor aktivasi efektor rangkaian transduksi sinyal (a.l. caraka kedua ) aktivasi protein kinase tertentu efek yang diharapkan.

Prinsip Dasar Transduksi Sinyal


. Pengenalan ligand oleh reseptor yang spesifik dan terbentuk ikatan ligan-reseptor dengan afinitas yang sangat tinggi (recognition) pada permukaan atau di sitoplasma sel sasaran 2. Proses transduksi sinyal : Ikatan ligan dengan reseptor mengaktifkan komponenkomponen transduksi sinyal secara kaskade/jeram. Aktivasi caraka kedua (second messenger) Penguatan sinyal (amplifikasi) Penyampaian pesan yang berupa efek biologis 3. Pengaktifan protein-kinase atau protein non enzimatik melalui proses fosforilasi untuk mengaktifkan metabolisme atau pertumbuhan sel sebagai efek biologis yang dibawa sinyal

SKEMA TRANSDUKSI SINYAL

SISTIM ENDOKRIN
Pengertian lebih diperluas:
sistim endokrin ligan dihasilkan oleh kel. Endokrin , masuk pembuluh darah dan bekerja pada lokasi yang jauh dari kel. Endokrin semula. sistim parakrin ligan dihasilkan oleh kel. Parakrin, masuk keruang interstitial dan bekerja pada sel-sel yang letaknya tidak jauh dari kel. semula. sistim otokrin ligan dihasilkan kel.Otokrin dan digunakan sendiri oleh sel yang menghasilkan ligan itu.

Reseptor = associated recognition molecules (Contoh: hormon yang kadarnya antara 10-9-10-15 mol/L dapat dikenali) oleh reseptor yang bisa berupa protein integral membran (ligan hidrofilik) atau dalam sitoplasma/inti (ligan hidrofobik) Berperan sangat penting pada kerja hormon, Hormon dan ligand lainnya : ikatan dengan afinitas tinggi oleh reseptor dan dapat membedakan terhadap molekul lain (sterol, asam amino, peptida, protein dll.)spesifitas tinggi pada sel atau jaringan tertentu. bermacam-macam jenis reseptor dan subtipe satu macam agonis dapat terikat/berinteraksi dengan berbagai subtipe reseptor
hidrophilic (cell surface receptor) lipophilic (cytosolic or nuclear receptor)

RESEPTOR MEMBRAN
Pada umumnya reseptor membran mempunyai 4 bagian yaitu : 1. Suatu domain extrasel yang mempunyai ujung/terminal N dari protein reseptor. Pada bagian ekstrasel juga terikat suatu karbohidrat tertentu yang akan menentukan ligan yang akan diikatnya. 2. Domain transmembran 3. Domain pengatur/regulasi yang terdapat intrasel yaitu pada permukaan dalam membran, bagian ini juga merupakan terminal karboksil. 4. Domain intrasel yang merupakan tempat ikatan dengan protein G atau bagian untuk enzim tirosin kinase pada reseptor RTK.

TIPE RESEPTOR

TRANSDUKSI SINYAL Reseptor pada transduksi sinyal


Reseptor membran : 1. Reseptor yang terikat pada protein G (G-protein coupled receptors-GCPR) 2. Reseptor yang mempengaruhi kanal-kanal ion (ligand gated ion channels) Kedua jenis reseptor ini mempunyai struktur molekul yang menyerupai serpentin yang dibentuk oleh 7 buah domain polipeptida transmembran. 3. Reseptor dengan enzim intrinsik aktivasi cGMP (ANF dan EDRF) aktivasi tirosin kinase pada reseptor -reseptor tirosin kinase-RTK-(insulin dan growth factor) Reseptor intrasel / intisel 4. Reseptor intrasel yang setelah mengikat ligan bergerak ke inti sel (reseptor steroid dan tiroid).

Suatu reseptor model serpentine yang mengaktifkan kanal ion

PERANGKAT KOMUNIKASI
KOMUNIKASI : - terjadi oleh perantaraan molekul-molekul pembawa informasi/sinyal yang berupa hormon (glikoprotein, polipeptida, steroid, prostaglandin dan tiroksin), faktor tumbuh (glikoprotein), sitokin, protein-protein yang berperan pada reaksi imun dan neurotransmiter( derivat asam amino, katekolamin dan asetilkolin). Senyawa ini disebut juga ligan. RESEPTOR: - penerima sinyal pada membran sel( ligan hidrofilik) dan di sitoplasma atau inti sel (untuk ligan hidrofobik) dan dengan ligan akan membentuk kompleks liganreseptor. CARAKA KEDUA (Second messenger) - pembawa sinyal kedua intrasel yang diaktifkan oleh interaksi ligan-reseptor yang menghasilkan perubahan konformasi

Contoh integrasi sistem komunikasi :


pembuluh darah (sirkulasi) Pengaruh eksternal Respons saraf neuropeptida/neurotransmitter hormon

Respons endokrin

Sel Sasaran (membran)

reseptor

Pengaruh di dalam sel

Adenilat siklase ~~ cAMP : - berbagai macam reseptor menggunakan sistem ini - bergabung dengan adenilat siklase melalui protein-Gs - cAMP mengaktifkan protein kinase A (PKA) - sinyal berakhir oleh enzim PDE (Phosphodiesterase) - Protein-Gi menghambat akumulasi cAMP

Efektor dan Caraka kedua (Second messengers) I

Efektor dan Caraka Kedua (Second Messenger) II


Fosfolipase C-g (PLC-g): IP3, Ca2+, dan DAG - dapat terikat pada berbagai macam reseptor - bergabung dengan PLC melalui protein- G - sinyal H-R aktifkan PLC: PIP2 dihidrolisis menjadi IP3 dan DAG - selanjutnya Ca2+ dan DAG dibebaskan ke dalam sel - DAG mengaktifkan protein kinase C (PKC)