Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INTERAKSI OBAT FIAN JANUAR WATUNG 123117437050060 UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA APOTEKER 29 2012 R/ Codein 10 mg Epexol

1 tab Ocuson 1 tab Cerini 1 tab mf pulv dtd no XXX da in cap S 3 dd 1 R/ Baquinor F XX S 3 dd 1 R/ Liproqy XX S 3 dd 1 R/ Tremenza XX S 3 dd 1 R/ Tradosik XV S 2 dd 1 A Kandungan 1. Codein 2. Epexol 3. Ocuson 4. Cerini 5. Baquinor F 6. Liproqy 7. Tremenza 8. Tradosik B Indikasi 1. Codein 2. Epexol

: Codein HCl : Ambroxol HCl 30 mg : Betamethason 0,25 mg dan dexchlorpheniramine maleat 2 mg : Cetirizine HCl 10 mg : Ciprofloxacin HCl 500 mg : Coenzyme Q-10 40 mg, Lycopene 10 mg, Natural Vitamin E 100 IU, Grape Seed Ext. 20 mg, EGCG (Green Tea Ext.) 75 mg : Pseudoefedrin HCl 60 mg, Tripolidin HCl 6,25 mg : Tramadol HCl 50 mg

3. Ocuson 4. Cerini 5. Baquinor F

6. Liproqy 7. Tremenza

: Penghilang nyeri golongan opiod, antitusiv : Penyakit saluran pernapasan akut dan kronis yong disertai dengan sekresi bronkial yang abnormal, terutama pada serangan akut dan bronkitis kronis asma bronkial, bronkitis asmatik, pengobatan sebelum dan sesudah operasi serta pada perawatan intensif untuk menghindari komplikasi paru-paru. : Alergi dan inflamasi. : Untuk pengobatan rinitis perennial, rinitis alergi, urtikaria idiopatik kronis. : Pengobatan infeksi oleh strain yang sensitif dari mikroorganisme pada infeksi saluran nafas bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan persendian, saluran kemih dan saluran cerna. : Suplemen makanan : Meringankan gejala flu karena alergi pada saluran nafas atas yang memerlukan

8. Tradosik C Kontra Indikasi 1. Codein 2. Epexol 3. Ocuson 4. Cerini 5. Baquinor F 6. Liproqy 7. Tremenza 8. Tradosik

dekongestan dan antihistamin. : Nyeri kronik sedang sampai berat

: Depresi napas, penyakit paru obstruktif, serangan asma akut :: Hipersensitif. Bayi baru lahir & bayi prematur. Tukak peptik. : Hipersensitivitas terhadap Setirizin. Ibu menyusui. : Hamil, laktasi. Anak dan juvenil sebelum masa pertumbuhan berakhir :: Penyakit sal napas bawah, termasuk asma, galukoma, hipertensi, diabetes, penyakit arteri koroner, terapi MOAI. : Pasien dlm terapi MAOI. Hipersensitif thd opioid lain. Pasien dengan ketergantungan obat.

D Efek Samping 1. Codein 2. 3. 4. 5. Epexol Ocuson Cerini Baquinor F

6. Liproqy 7. Tremenza 8. Tradosik

: eforia (perasaan senang/bahagia), gatal-gatal, mual, muntah, mengantuk, mulut kering, miosis, hipotensi ortostatik, penahanan urin, depresi, dan sembelit. : Efek GI ringan. : Osteoporosis, pankreatitis, eritema, katarak subkapsular,glaukoma. : Sakit kepala, pusing, mengantuk, agitasi, mulut kering & rasa tdk enak pd sal cerna. : Gangguan GI, pusing, skit kepal, halusinasi, insomnia, tremor, letih, gangguan penglihatan, reaksi kulit, peningkayan sementara nilai enzim hati. :: Mulut, hidung, tenggorokan kering. sedasi, pusing, gangguan koordinasi, tremor, insomnia, halusinasi, tinitus. : Mual, muntah, dispepsia, konstipasi, lelah, sedasi, pusing, pruritus, berkeringat, wajah memerah, mulut kering, sakit kepala.

E Dosis 1. Codein

2. Epexol 3. Ocuson 4. Cerini

5. Baquinor F

6. Liproqy 7. Tremenza 8. Tradosik

: Nyeri ringan sampai sedang peroral Dewasa 30-60 mg tiap 4 jam bila perlu maksimal 240 mg/hari; Anak 1-12 tahun 0,5-1 mg/kgBB tiap 4-6 jam bila perlu maksimal 240 mg sehari. : Dewasa dan Anak > 10 tahun 1 tab, 5-10 tahun tab. Diberikan 3x/hr. : Dewasa & Anak > 12 thn Awal 1 -2 tab 3-4 x/hr.Maks 8 hr. : Dewasa dan anak-anak usia > 6 tahun : 1 kaplet (10 mg) 1 kali sehari. Keamanan penggunaan pada anak-anak usia < 2 tahun belum ditetapkan. Belum ada data yang mendukung penurunan dosis pada penderita lanjut usia. Pada penderita gangguan fungsi ginjal, dosis dapat diberikan % kaplet 1 kali sehari. : ISK Ringan-sedang: 250 mg. Infeksi berat: 500 mg. Infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi Ringan-sedang: 500 mg. Infeksi berat 750 mg. Infeksi saluran cerna 500 mg. Osteomielitis akut 750 mg. Diberikan 2x/hr. Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI. Jangan diberikan bersama antasida, Fe, atau produk susu. : 1 kapsul perhari. : 3-4xsehari, dewasa dan anak 12 th atau lebih: 1 tablet atau 2 sdt; anak 6-12 th: 1/2 tablet atau 1 sdt; 2-5 th: 1/2 sdt. Seluruh dosis diberikan 3-4x / hari. : Sehari 1-8 kapsul; diutamakan pagi dan malam hari; nyeri yang berat: 2 tablet dapat digunakan sebagai dosis awal; dosis harian sampai 400 mg; anak-anak: Tidak direkomendasikan untuk anak dibawah 14 th.

F Perhatian 1. Codein 2. Epexol

3. Ocuson

4. 5. 6. 7.

Cerini Baquinor F Liproqy Tremenza

8. Tradosik

: Gangguan hati dan ginjal, ketergantungan, kehamilan, menyusui, overdosis : Tidak dianjurkan pada kehamilan trimester pertama. EPEXOL memungkinkan untuk dikomblnasi dengan obat-obat lainnya terutama dengan kortikosteroid, bronkodilator dan antibiotik. : Sirosis, herpes simpleks okular. Emosi labil atau kecenderungan psikosis. Kolitis ulseratuf non spesifik, divertikulitis, anastomosis intestinal yang masih baru, obstruksi piloroduodenal. Insufisiensi ginjal. Hipertensi, osteoporosis, Miastenia gravis. TB. Anak. Hipertrofi prostat. Terlibat dalam aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan mental. : Hamil. Anak <2 thn. : Gangguan SSP, kerusakan ginjal. :: Ibu hamil & menyusui. anak <2 tahun. Mempengaruhi kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin. : Penderita trauma kepala, peningkatan TIK, gangguan fungsi ginjal & hati yang berat. Hipersekresi bronkus. Penderita ketergantungan obat. Tidak dapat menekan gejala "putus obat" akibat pemberian morfin. Hamil & laktasi. jangan mengemudi/ menjalankan mesin.

G Interaksi obat 1. Ciprofloxacin + betamethason Ciprofloxacin yang diberikan bersama dengan betametason atau kortikosteroid lain dapat menyebabkan inflamasi pada tendon. 2. Ciprofloxacin + Tramadol - Meningkatkan efek adiktif dari tramadol - Meningkatkan efek menekan pernapasan 3. Codein + Tramadol - Menyebabkan penurunan fungsi paru-paru - Meningkatkan efek sedasi dan kelelahan - Meningkatkan efek menekan pernapasan 4. Codein + Cetirizine + Tramadol + Tripolidin + Dexchlorpheniramine Maleat - Meningkatkan dan memperpanjang efek sedativ atau mengantuk pada pasien - Meningkatkan efek samping dryness - Meningkatkan efek samping menekan pernapasan I Kesimpulan 1. Antihistamin yang berlebihan dikombinasikan dengan narkotika dan antiinflamasi sentral mengakibatkan pasien sangat mengantuk, depresi pernapasan dan efek kering. 2. Penggunaan ciprofloxacin dengan dosis yang besar yaitu 3 x 500 mg pada pasien batuk akut dengan dosis normal 2 x 500 mg. 3. Terapi menggunakan antibiotik ciprofloxacin yang tidak tepat, mestinya bisa menggunakan amoxicilin atau sefadroxil. 4. Penggunaan cerini sebagai antihistamin kuat dengan dosis yang besar yaitu 3 x 1 tablet padahal dosis normalnya hanya 1 x 1 tablet. 5. Kesalahan farmasetik dimana cerini dalam bentuk film tablet coated tapi digerus kemudian dimasukkan dalam kapsul dapat meningkatkan asam lambung. 6. Penggunaan kombinasi analgesik tramadol dan codein yang dapat meningkatkan efek menekan saluran pernapasan.

7. Penggunaan food suplement dengan dosis besar 3 x 1 padahal dosis normalnya 1 x 1 kapsul. 8. Indikasi fee dokter karena semua obat yang dipakai berasal dari pabrik yang sama (kecuali codein). J Saran 1. Tidak menggunakan tramadol karena sudah ada codein. 2. Tidak menggunakan cerini karena sudah ada ocuson. 3. Mengganti Baquinor F dengan antibiotik yang berisi amoxicillin atau cefadroxyl. 4. Hindari membawa kendaraan atau mengoperasikan alat berat saat pengobatan berjalan. 5. Monitoring fungsi ginjal. 6. Penambahan obatmaag untuk mencegah kelebihan asam lambung yang timbul.

K Terima Kasih