Anda di halaman 1dari 17

Pengelolaan limbah

PENANGGULANGAN PENCEMARAN MINYAK BUMI DENGAN CARA BIOREMEDIASI


KELOMPOK V DAHLIA ARNIDA YUSNALAENI MUH. GIANTO

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi LATAR BELAKANG Minyak bumi terbentuk sebagai hasil akhir dari penguraian bahanbahan organik (sel-sel dan jaringan hewan/tumbuhan laut) yang tertimbun selama berjuta tahun di dalam tanah. Kegiatan usaha minyak bumi mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Minyak bumi merupakan komoditas ekspor utama Indonesia yang digunakan sebagai sumber bahan bakar dan bahan mentah bagi industri petrokimia. Permasalahan terjadi ketika produk minyak bumi yang dimanfaatkan manusia memunculkan efek yang tidak diinginkan bagi manusia itu sendiri ataupun bagi lingkungan sekitar. Sebagai contoh adalah produk minyak bumi plastik, yang menimbulkan masalah pencemaran lingkungan karena sulit didegradasi. Undang-undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mensyaratkan pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasi limbah yang ditimbulkan oleh produk minyak bumi. Salah satu metode paling cepat adalah dengan degradasi minyak bumi yang memanfaatkan mikroorganisme atau yang sering disebut bioremediasi.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

RUMUSAN MASALAH 1. Apakah yang dimaksud dengan minyak bumi, sumber limbah minyak bumi dan bagaimana dampaknya? 2. Apakah yang dimaksud dengan bioremediasi? 3. Bagaimana cara penanggulangan pencemaran lingkungan oleh minyak bumi dengan cara bioremediasi? 4. Apa saja jenis mikroba yang digunakan pada proses bioremediasi serta jenis hidrokarbon yang dapat didegradasikan oleh mikroba?

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi PENGERTIAN MINYAK BUMI Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus karang dan oleum minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Bahan utama yang terkandung di dalam minyak bumi adalah hidrokarbon alifatik dan aromatik. Minyak bumi mengandung senyawa nitrogen antara 0-0,5%, belerang 0-6%, dan oksigen 0-3,5%. Fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan dasar industri petrokimia diantaranya LPG, Bensin, Nafta, Kerosin, Solar, Minyak, Pelumas, dan Residu

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

SUMBER LIMBAH MINYAK BUMI Keberadaan senyawa hidrokarbon di perairan berasal dari beberapa sumber, antara lain dari biosintesis, geokimia, dan antropogenik. Jumlah senyawa hidrokarbon yang berasal dari biosintesis berkisar antara 1-10 juta ton per tahun, dan menurut Mulyono (1988) senyawa hidrokarbon yang berasal dari rembesan geologi adalah sekitar 0,6 juta ton per tahun. Sisanya berasal dari sumber antropogenik hasil pengelolaan minyak bumi (pengolahan, tranportasi, dan pengeboran) (Marsaoli, 2004). Berdasarkan buku Pertamina (1986), sumber limbah cair minyak bumi berasal dari kegiatan-kegiatan antara lain: 1. Air pendingin di kilang minyak, dimana bila terjadi kebocoran pada pipa pendingin, bocoran minyak akan terbawa air. 2. Air sisa umpan boiler untuk pembangkit uap air. 3. Air sisa dari lumpur pembocoran. 4. Air bekas mencuci peralatan-peralatan dan tumpahan-tumpahan/ ceceran minyak di tempat kerja. 5. Air hujan. 6. Kecelakaan kapal mengakibatkan tumpahan minyak di lautan

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH MINYAK BUMI ketika minyak tumpah ke air, bahan-bahan kimia yang berasal dari minyak tersebut pasti bercampur dengan air dan menggenang didalam air untuk beberapa waktu dan menyebakan biota air mati, air tidak aman diminum. Selain itu, akibat tumpahan minyak Kapal-kapal dan truk bisa kecelakaan, dan jalur pipa bisa bocor.

Ketika minyak tumpah ke tanah, ia akan menghancurkan lapisan tanah dengan mendesak udara keluar dan membunuh makhluk-makhluk hidup yang membuat lapisan tanah menjadi tidak sehat
Dampak jangka panjang adalah menyebabkan kanker.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH MINYAK BUMI Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak bumi di laut adalah: Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak. Kerusakan biologis Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat Penurunan populasi alga dan protozoa

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi PENGOLAHAN LIMBAH MINYAK BUMI DENGAN CARA BIOREMEDIASI

Upaya pengolahan limbah minyak bumi baik di darat (tanah dan

air tanah) ataupun di laut telah banyak dilakukan dengan menggunakan


teknik ataupun metoda konvensional dalam mengatasi pencemaran seperti dengan cara membakar (incinerasi), menimbun (landfill),

menginjeksikan kembali sludge keformas minyak (slurry fracture


injection) dan memadatkan limbah (solidification). Teknologi-teknologi ini dianggap tidak efektif dari segi biaya (cost effective technology), waktu (time consuming) dan juga keamanan (risk). Terdapat salah satu cara untuk mengatasi masalah lahan tercemar minyak yang dapat dilakukan yaitu Bioremediasi.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi PENGERTIAN BIOREMEDIASI

Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzimenzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, dimana polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun. Kelebihan Bioremediasi: Lebih murah dibandingkan metode remediasi laiinya, dapat dikombinasikan dengan tekologi lainnya dan tidak menghasilkan waste product.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

STARTEGI BIOREMEDIASI
Bioremediasi dapat digunakan untuk mengatasi masalah lahan tercemar minyak baik secara in situ maupun ex situ. 1. Bioremediasi In Situ merupakan metode dimana mikroorganisme diaplikasikan langsung pada tanah atau air dengan kerusakan yang minimal. Bioremediasi ini terbagi atas: Biostimulasi/Bioventing: dengan penambahan nutrient (N, P) dan aseptor elektron (O2) pada lingkungan pertumbuhan mikroorganisme untuk menstimulasi pertumbuhannya. Bioaugmentasi: dengan menambahkan organisme dari luar (exogenus microorganism) pada subpermukaan yang dapat mendegradasi kontaminan spesifik. Biosparging: dengan menambahkan injeksi udara dibawah tekanan ke dalam air sehingga dapat meningkatkan konsentrasi oksigen dan kecepatan degradasi.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

STARTEGI BIOREMEDIASI 2. Bioremediasi Ex Situ merupakan metode dimana mikroorganisme


diaplikasikan pada tanah atau air terkontaminasi yang telah dipindahkan dari tempat asalnya. Teknik ek situ terdiri atas: Landfarming: teknik dimana tanah yang terkontaminasi digali dan dipindahkan

pada lahan khusus yang secara periodik diamati sampai polutan terdegradasi.
Composting: teknik yang melakukan kombinasi antara tanah terkontaminasi dengan tanah yang mengandung pupuk atau senyawa organik yang dapat meningkatkan populasi mikroorganisme. Biopiles: merupakan perpaduan antara landfarming dan composting. Bioreactor: dengan menngunakan aquaeous reaktor pada tanah atau air yang terkontaminasi.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

MIKROBA UNTUK PROSES BIOREMEDIASI Berdasarkan kemampuan untuk mendegradasi atau meremediasi, mikroorganisme dikelompokkan menjadi: 1. Aerobik mikroorganisme yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Misal: Pseudomonas, Alcaligenes, Sphingomonas, Rhodococcus, dan Mycobacterium. Mikroba ini dapat mendegradasi pestisida, hidrokarbon, alkana dan senyawa poliaromatik. 2. Anaerobik Mikroorganisme yang tidak membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya, biasanya digunakan untuk mendegradasi Polychorinated biphenyls (PCBs). 3. Jamur Ligninolitik Umumnya digunakan untuk meremediasi polutan yang bersifat toksik dan presisten. Misalnya: Phanaerochaete chrysosporium.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi JENIS HIDROKARBON YANG DAPAT DIDEGRADASI OLEH MIKROORGANISME 1. Hidrokarbon Alifatik

Mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon rantai lurus dalam


minyak bumi ini jumlahnya relatif kecil dibanding mikroba pendegradasi hidrokarbon aromatik. Di antaranya adalah Nocardia, Pseudomonas,

Mycobacterium, khamir tertentu, dan jamur


Langkah pendegradasian hidrokarbon alifatik jenuh oleh mikroorganisme meliputi oksidasi molekuler (O2) sebagai sumber reaktan

dan penggabungan satu atom oksigen ke dalam hidrokarbon teroksidasi.


Reaksi lengkap dalam proses ini terlihat pada gambar 1.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

Gambar 1. Reaksi degradasi hidrokarbon alifatik

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi JENIS HIDROKARBON YANG DAPAT DIDEGRADASI OLEH MIKROORGANISME 2. Hidrokarbon Aromatik

Banyak senyawa ini digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas. Metabolisme senyawa ini oleh bakteri diawali dengan pembentukan

Protocatechuate atau catechol atau senyawa yang secara struktur


berhubungan dengan senyawa ini. Kedua senyawa ini selanjutnya didegradasi menjadi senyawa yang dapat masuk ke dalam siklus Krebs

(siklus asam sitrat), yaitu suksinat, asetil KoA, dan piruvat. Gambar 2
menunjukkan reaksi perubahan senyawa benzena menjadi catechol.

Penanggulangan Pencemaran Minyak Bumi dengan cara Bioremediasi

Gambar 2. Reaksi degradasi hidrokarbon aromatik

SEKIAN & TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai