Anda di halaman 1dari 34

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

No. RM Tgl. Dirawat

: 094120 : 07 Desember 2013

Tgl. Pengkajian : 09 Desember 2013 Ruang Rawat : Perkutut ( IPCU )

I. IDENTITAS Nama Umur Alamat Pendidikan Agama Status Pekerjaan Jenis Kelamin : Tn. B : 38 tahun : Ranuyoso - Lumajang : SD : Islam : Menikah : Petani : Laki-laki

II. ALASAN MASUK a. Data Primer Pasien mengatakan, saya dibawa kesini oleh saudara karena habis ngamukngamuk setelah mendengar suara-suara bisikan. b. Data Sekunder Menurut status : ngamuk-ngamuk.

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Menurut status : 3 tahun yang lalu pasien bingung, 15 hari yang lalu pasien ngamuk-ngamuk, bawa clurit, mengancam, tidak bisa tidur, memukul tetangga, bicara dan tertawa sendiri, pernah MRS 1x sembuh terakhir tidak mau kontrol, tidak minum obat 2 bulan ini, faktor keturunan (-), kejang (-), NAPZA (-), indikasi suicide (-).

IV. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu Pasien mengatakan pernah dibawa ke RSJ sebanyak 2 kali, Menurut status : pasien dirawat di RSJ 2x, pertama tanggal 23 03 2013 dan kedua tanggal 07 12 2013. 2. Pengobatan sebelumnya Pasien mengatakan selama 2 bulan ini dirumah tidak mau minum obat karena merasa dirinya tidak sakit dan tidak mau kontrol karena jauh, Menurut status : pasien tidak mau control dan minum obat selama 2 bulan. Diagnosa terapeutik 3. a. Pernah mengalami penyakit fisik (termasuk gangguan tumbuh kembang) Pasien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit yang menyebabkan dirinya masuk rumah sakit. b. Pernah ada riwayat NAPZA Pasien mengatakan tidak pernah menggunakan obat-obatan jenis NAPZA, Menurut status : NAPZA (-) c. Riwayat Trauma Pasien mengatakan tidak pernah mengalami aniaya fisik, aniaya seksual, kekerasan dalam keluarga, pasien pernah memukul lemari kaca dirumahnya, mengancam, memukul tetangga. Diagnosa Keperawatan : Resiko tinggi kekerasan 4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan Pasien mengatakan tidak mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Diagnosa Keperawatan : RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Pasien mengatakan keluarga saya tidak ada yang seperti saya, Menurut status : Herediter (-) Diagnosa Keperawatan : Keperawatan : Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen

V. PEMERIKSAAN FISIK Tanggal : 09 Desember 2013 1. Keadaan Umum : Baik 2. Tanda-tanda Vital TD : 140/70 mmHg N : 82 x/menit 3. Ukur BB : 59 kg TB : 163 cm 4. Keluhan Fisik Pasien mengatakan tidak terdapat keluhan nyeri pada tubuhnya. Diagnosa Keperawatan : S : 36 C Rr : 20 x/menit

VI. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL 1. Genogram :

Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Garis pernikahan : Garis keturunan : Tinggal dalam satu rumah : Orang terdekat : Bercerai : Pasien : Meninggal

Penjelasan : Pasien mengatakan tinggal bersama istri dan anaknya, pasien merupakan anak kedua dari 2 bersaudara, pasien lebih dekat dengan istri dan anaknya karena pasien seorang kepala keluarga yang mengayomi anak & istrinya dan sangat sayang pada mereka berdua. Orang tua pasien bercerai ketika pasien masih kecil. komunikasi pasien dengan keluarga dan orang lain cukup baik, pasien mengatakan sejak kecil, diasuh oleh kakek dan neneknya karena orang tuanya bercerai. Pengambil keputusan dalam keluarga adalah dirinya sendiri. Diagnosa Keperawatan : -

2. Konsep Diri a) Citra Tubuh Pasien mengatakan menyukai semua bagian tubuhnya, tidak ada yang paling disukai dan tidak disukai. b) Identitas Pasien mengatakan dirumah bekerja sebagai seorang petani, pasien merasa puas dengan pekerjaannya karena sudah dapat menghidupi anak dan istrinya. Pasien juga bangga dengan dirinya sebagai laki-laki. c) Peran Pasien mengatakan dirumah berperan sebagai kepala keluarga yang bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarganya, dulu pernah ikut dalam kelompok tani tapi sekarang tidak lagi, dimasyarakat jarang ikut terlibat dalam kegiatan kelompok, misal kerja bakti, pengajian karena malas. d) Ideal diri Pasien mengatakan ingin cepat pulang, ingin segera bertemu dengan anak dan istri dan kembali bekerja agar dapat kembali menghidupi keluarganya. e) Harga diri Pasien mengatakan tidak akan malu jika nantinya pulang kerumahnya karena orang-orang disekitarnya dengan dirinya jarang bergaul. Diagnosa keperawatan : -

3. Hubungan Sosial a. Orang yang berarti/terdekat: Pasien mengatakan orang yang berarti adalah istri dan anaknya karena sangat sayang pada mereka berdua. Selama di RSJ pasien mengatakan tidak memiliki orang terdekat dan lebih suka menyendiri. b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat : Pasien mengatakan di lingkungan masyarakat tidak pernah ikut kegiatan karena malas bergaul, sedangkan di RSJ pasien suka memisahkan diri, mau beraktivitas jika diajak oleh perawat saja. c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Pasien mengatakan dalam lingkungan masyarakat sekitar rumahnya pasien jarang bergaul karena malas bergaul, selama di RSJ pasien tidak ada yang kenal dan tidak nyambung dengan pasien yang lain sehingga lebih sering diam, Diagnosa Keperawatan : Kerusakan interaksi social 4. Spiritual a. Nilai dan Keyakinan Pasien mengatakan beragama islam, namun ketika perawat bertanya tentang agamanya pasien selalu menjawab tidak tahu. b. Kegiatan Ibadah Pasien mengatakan saat dirumah dan saat di RSJ pasien jarang sholat, dan ketika perawat bertanya seberapa pentingnya kegiatan ibadah itu bagi dirinya pasien menjawab tidak tahu. Dari hasil observasi, pasien tidak pernah sholat. Diagnosa Keperawatan : Distress spiritual

VII. STATUS MENTAL 1. Penampilan Penampilan pasien rapi, dibuktikan dengan rambut bersih, mata bersih tidak ada secret, mulut tidak bau, gigi bersih, kuku tangan dan kaki bersih, baju yang dikenakan oleh pasien sesuai. Diagnosa Keperawatan : -

2. Pembicaraan Pasien bicara pelan, lancar, terarah, jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh perawat, jawaban singkat. Diagnosa Keperawatan : 3. Aktivitas motorik/Psikomotor Pasien terlihat lesu, selalu duduk-duduk, merenung, mau beraktivitas jika dirinya diajak oleh perawat saja. Diagnosa Keperawatan : Defisit aktivitas 4. Afek dan Emosi Afek emosi pasien adekuat dibuktikan dengan saat bergurau pasien ikut tertawa, dan saat cerita tentang masalah rumah tangganya pasien terlihat sedih. Diagnosa Keperawatan : 5. Interaksi Selama Wawancara Pasien selama diajak bicara kooperatif, mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perawat, jawaban singkat, kontak mata kurang, pasien sering melihat ke obyek yang lain. Diagnosa Keperawatan : Kerusakan interaksi sosial 6. Persepsi - Sensorik Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara laki-laki dan perempuan yang mengatakan tentang masalah rumah tangga bahwa istrinya selingkuh, main serong dengan orang lain, suara tersebut datang terus-menerus, suara itu sering muncul ketika dirinya sendirian, pada waktu pagi, siang, sore dan malam, dan respon pasien ketika mendengar suara tersebut berusaha melawan namun semakin dilawan tengkuk kepala bagian belakangnya terasa sakit. Diagnosa Keperawatan : Gangguan persepsi sensori : Halusinasi dengar 7. Proses Pikir a. Arus Pikir : Pasien bicara lancar, terarah, jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh perawat, dan langsung pada poin pertanyaannya.

b. Isi Pikir : Pasien mengatakan selama di RSJ pasien tidak ada yang kenal dan tidak nyambung dengan pasien yang lain sehingga lebih suka diam dan menyendiri. c. Bentuk Pikir : Pasien berpikir isolasi sosial dibuktikan pasien lebih suka diam dan menyendiri karena disini tidak ada yang kenal dan tidak nyambung dengan pasien yang lain. Diagnosa Keperawatan : Gangguan proses pikir 8. Kesadaran Composmentis, GCS 4-5-6, pasien dalam keadaan sadar penuh, dibuktikan dengan pemenuhan ADL mandiri, pasien menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perawat. Namun, kesadaran pasien berubah pasien hanya duduk-duduk, berdiam diri, tidak berinteraksi dengan pasien yang lainnya karena pasien tidak ada yang kenal dan tidak nyambung dengan pasien yang lain. Diagnosa Keperawatan : 9. Orientasi Pasien tidak mengalami gangguan orientasi baik waktu, tempat, dan orang dibuktikan dengan ketika ditanya perawat sekarang jam berapa? pagi/siang/sore/malam?, pasien menjawab sekarang jam 9 pagi. sekarang ada dimana?, pasien menjawab ini rumah sakit jiwa. dibawa kesini sama siapa? pasien menjawab dibawa oleh kakak saya. Diagnosa Keperawatan : 10. Memori Pasien tidak mengalami gangguan memori, baik jangka panjang, jangka pendek, dan saat ini dibuktikan dengan ketika ditanya perawat kapan terakhir bapak kontrol?, pasien menjawab 2 bulan yang lalu. kapan bapak dibawa kesini?, pasien menjawab 2 hari yang lalu, hari minggu. tadi pagi sarapan apa?, pasien menjawab nasi, telur, dan sayur wortel. Diagnosa Keperawatan : -

11. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung Pasien tidak mampu berkonsentrasi dengan baik dibuktikan dengan pasien selalu meminta perawat mengulangi pertanyaan yang diberikan dan selalu melihat ke obyek yang lain, apa mas? gimana?. Pasien mampu berhitung sederhana dibuktikan ketika perawat bertanya 93 7 berapa?, pasien menjawab 86. 86 - 7 berapa?, pasien menjawab 79. 6 x 3 berapa?, 18, jawaban pasien benar. Diagnosa Keperawatan : 12. Kemampuan Penilaian Pasien mengalami gangguan penilaian ringan dibuktikan ketika perawat bertanya lebih pilih mana antara rokok dan roti?, pasien menjawab rokok. alasannya apa?, pasien menjawab karena sudah kebiasaan merokok. Kemudian, setelah diberikan penjelasan tentang kerugian mengkonsumsi rokok, perawat kembali bertanya apakah masih mau merokok setelah ini?. pasien menjawab saya akan mengurangi merokok. Diagnosa Keperawatan : Gangguan proses pikir 13. Daya Tilik Diri Pasien mengingkari penyakitnya dibuktikan ketika perawat bertanya bapak tahu alasan bapak dibawa ke RS Jiwa ini?, pasien menjawab saya tidak tahu kenapa saya dibawa oleh saudara saya kesini, saya hanya habis ngamukngamuk, saya kan tidak sakit jiwa. Diagnosa Keperawatan : Gangguan proses pikir

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG 1. Makan Pasien makan dengan teratur 3 kali sehari bersama dengan pasien yang lainnya, pasien dapat makan sendiri, cara makan pasien baik dan rapi, setelah makan pasien mencuci piring sendiri. Diagnosa Keperawatan : -

2. BAB / BAK Pasien BAK dan BAB mandiri tanpa bantuan di kamar mandi, dan menyiram BAK/BAB dengan air bersih, kemudian membersihkan bekas BAK/BAB-nya dengan air bersih dan sabun. Diagnosa Keperawatan : 3. Mandi Pasien mengatakan mandi 2x sehari, pagi dan sore di kamar mandi dengan air bersih dan sabun, menggosok gigi setiap mandi, dan keramas 2 hari sekali. Diagnosa Keperawatan : 4. Berpakaian / Berhias Pasien mampu memilih pakaian yang sesuai, dan terlihat rapi. Diagnosa Keperawatan : 5. Istirahat dan Tidur Tidur Siang Tidur Malam : Pukul 13.00-15.00 WIB : Pukul 20.00-04.00 WIB

Aktivitas sebelum/sesudah tidur : Pasien sering duduk di atas tempat tidurnya hingga pasien ngantuk kemudian pasien tidur. Diagnosa Keperawatan : 6. Penggunaan Obat Pasien minum obat yang telah disiapkan oleh perawat dengan kooperatif. Diagnosa Keperawatan : 7. Pemeliharaan Kesehatan Pasien mengatakan ketika dirinya sakit tidak pernah ke rumah sakit, namun pergi ke toko dan beli obat. Diagnosa Keperawatan : 8. Aktivitas dalam Rumah Pasien mengatakan sehari-hari dirumah bergantian bersama istri

membersihkan rumahnya. Diagnosa Keperawatan : -

9. Aktivitas diluar Rumah Pasien mengatakan aktivitas pasien sehari-hari diluar rumah hanya pergi bertani disawahnya. Diagnosa Keperawatan : -

IX. MEKANISME KOPING Pasien mengatakan jika ada masalah hanya memendam sendiri, dan tidak mau menceritakan masalah tersebut kepada orang lain karena berpikir masalah tersebut adalah masalah pribadinya dan memilih untuk berdiam diri. Diagnosa Keperawatan : Koping individu inefektif

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Masalah dengan dukungan kelompok, spesifiknya pasien mengatakan dikelompok masyarakat tani pasien jarang ikut terlibat dalam kegiatan kelompok taninya karena malas. Masalah dengan dukungan lingkungan, spesifiknya pasien mengatakan dalam lingkungan masyarakat sekitar rumahnya pasien jarang bergaul karena malas bergaul dan lebih suka dirumah Masalah dengan pendidikan, spesifiknya pasien mengatakan hanya bersekolah sampai sekolah dasar saja karena tidak ada yang membiayai sekolahnya. Masalah dengan keluarganya, spesifiknya pasien mengatakan orang tuanya bercerai sejak dirinya masih kecil. Masalah dengan pekerjaan, spesifiknya tidak memiliki masalah dengan pekerjaannya. Masalah dengan perumahan, spesifiknya tidak memiliki masalah dengan perumahannya. Masalah dengan ekonomi, spesifiknya tidak memiliki masalah dengan ekonominya. Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifiknya tidak memiliki masalah dengan pelayanan kesehatannya. Diagnosa Keperawatan : Kerusakan interaksi sosial

10

XI. PENGETAHUAN KURANG TENTANG Pasien tidak mengerti tentang gangguan jiwa dibuktikan dengan ketika perawat bertanya menurut bapak disini itu tempat apa?, pasien menjawab disini itu rumah sakit jiwa. bapak tahu rumah sakit jiwa itu untuk orang yang bagaimana?, pasien menjawab tidak tahu. begini aja, menurut bapak orang gangguan jiwa itu bagaimana?, tidak tahu. Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang penyakitnya

XII.ASPEK MEDIS 1. Diagnosa Medis : F.20.03 2. Diagnosa Axis Medis : -Axis 1 : Skizofrenia paranoid episode berulang -Axis 2 : Ciri kepribadian pendiam, tertutup -Axis 3 : -Axis 4 : Primary support group system -Axis 5 : GAF MRS 20-11 3. Terapi Medis : - Risperidone 2 mg - Diazepam 5 mg 1-0-1 0--

11

XIII. ANALISA DATA No. 1. Data Diagnosa Keperawatan Gangguan persepsi sensori : Halusinasi dengar

2.

3.

4.

5.

DS : - Pasien mengatakan mendengar suarasuara laki-laki dan perempuan yang mengatakan tentang masalah rumah tangga bahwa istrinya selingkuh, maen serong dengan orang lain DO : - Pasien suka menyendiri - Pasien merenung - Pasien lesu DS : Resiko tinggi kekerasan - Pasien mengatakan dibawa kesini oleh saudara karena habis ngamuk-ngamuk, pernah memukul lemari kaca dirumahnya. - Menurut status : Pasien ngamukngamuk, mengancam, memukul tetangga. DO : DS : Kerusakan interaksi - Pasien mengatakan dalam lingkungan sosial masyarakat sekitar rumahnya pasien jarang bergaul karena malas bergaul. - Pasien mengatakan selama di RSJ pasien tidak ada yang kenal dan tidak nyambung dengan pasien yang lain sehingga lebih sering diam. DO : - Pasien menyendiri - Pasien jarang bercakap-cakap dengan orang lain DS : Gangguan proses pikir - Pasien mengatakan tidak tahu kenapa saya dibawa oleh saudara saya kesini, saya hanya habis ngamuk-ngamuk. DO : - Pasien mengingkari penyakitnya DS : Distress spiritual - Pasien mengatakan beragama islam, namun tidak tahu tentang agamanya. - Pasien mengatakan saat dirumah dan saat di RSJ pasien jarang sholat dan tidak tahu tentang pentingnya ibadah

12

No.

Data DO : - Dari hasil observasi, pasien tidak pernah sholat. DS : - Pasien mengatakan malas DO : - Pasien terlihat lesu - Pasien selalu duduk-duduk - Pasien mau beraktivitas jika dirinya diajak oleh perawat saja DS : - Pasien mengatakan jika ada masalah hanya memendam sendiri, dan tidak mau menceritakan masalah tersebut kepada orang lain karena berpikir masalah tersebut adalah masalah pribadinya dan memilih untuk berdiam diri. DO : DS : - Pasien mengatakan selama 2 bulan ini dirumah tidak mau minum obat karena merasa dirinya tidak sakit dan tidak mau kontrol karena jauh. - Menurut status : pasien tidak mau kontrol. DO : DS : - Pasien mengatakan saya tidak tahu orang gangguan jiwa itu bagaimana DO : - Pasien tidak tahu tentang penyakitnya - Pasien tidak mengerti tentang gangguan jiwa

Diagnosa Keperawatan

6.

Defisit aktivitas

7.

Koping individu inefektif

8.

Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik

9.

Kurang pengetahuan tentang penyakitnya

13

XIV. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi dengar Resiko tinggi kekerasan Kerusakan interaksi social Gangguan proses pikir Distress spiritual Defisit aktivitas Koping individu & keluarga inefektif Kurang pengetahuan tentang penyakitnya Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik

XV. POHON MASALAH

Resiko tinggi kekerasan (Efect) Defisit aktivitas Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar (Core problem) Koping individu & keluarga inefektif (Causa)

Distress spiritual Gangguan proses piker

Kerusakan interaksi social (Causa)

Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik (Causa)

XVI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Dengar

14

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN Nama No. CI : Tn B : 094120 Ruang Inap Unit : Perkutut : IPCU

Tgl

Diagnosa Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinaasi Dengar

Tujuan Pasien mampu : Mengenali halusinasi yang dialaminya Mengontrol halusinasinya Mengikuti program kegiatan

Rencana Keperawatan Kriteria Evaluasi Intervensi Setelah.kali pertemuan, pasien SP 1 dapat menyebutkan: Bantu pasien mengenal halusinasi (isi, frekuensi, waktu terjadinya, Isi, waktu, frekuensi, situasi, pencetus, perasaan situasi pencetus, perasaan saat terjadi halusinasi) Mampu memperagakan cara dalam mengontrol halusinasi Latih mengontrol halusinasi dengan cara menghardik Tahap tindakannya meliputi : Jelaskan cara menghardik halusinasi Peragakan cara menghardik Minta pasien memperagakan ulang Pantau penerapan cara ini, beri penguatan perilaku pasien Masukkan dalam jadwal kegiatan pasien. Setelahkali interaksi pasien SP 2 mampu : Evaluasi kegiatan yang lalu ( SP 1 ) Menyebutkan kegiatan yang Latih berbicara / bercakap-cakap sudah dilakukan dengan orang lain saat halusianasi muncul Memperagakan cara 15

bercakap-cakap dengan orang lain Setelahkali interaksi pasien mampu : Menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Memuat jadwal kegiatan sehari-hari dan mampu memperagakannya

Masukkan dalam jadwal kegiatan pasien SP 3 Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1 dan SP 2) Latih kegiatan agar halusinasi tidak muncul Tahapan : Jelaskan pentingnya aktivitas yang teratur untuk mengatasi halusinasi Diskusikan aktivitas yang biasa dilakukan oleh pasien Latih pasien melakukan aktivitas Susun jadwal aktivitas sehari-hari sesuai dengan aktivitas yang telah dilatih (dari bangun pagi sampai tidur malam) Pantau pelaksanaan jadwal kegiatan, berikan penguatan terhadap perilaku yang positif SP 4 Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1, SP 2 dan SP 3) Tanyakan program pengobatan Jelaskan pentingnya penggunaan obat pada gangguan jiwa Jelaskan aklibat bila tidak digunakan sesuai programprogram

Setelah...kali interaksi pasien mampu : Menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Menyebutkan manfaat dari program pengobatan

16

Jelaskan akibat bila putus obat Jelaskan cara mendapatkan obat / berobat Jelaskan pengobatan (5B) Latih pasien minum obat Masukkan dalam jadwalnya harian pasien

Keluarga mampu merawat Setelah..kali pertemuan keluarga SP 1 pasien di rumah dan menjadi mampu menjelaskan tentang Identifikasi masalah keluarga sistem pendukung yang halusinasi dalam merawat pasien efektif untuk pasien Jelaskan tentang halusinasi : a. Pengertian halusinasi. b. Jenis halusinasi yang pasien alami. c. Tanda dan gejala halusinasi. d. Cara merawat pasien halusinasi (cara berkomunikasi, pemberian obat dan pemberian aktivitas pada pasien) Setelah..kali pertemuan keluarga mampu : Menyelesaikan kegiatan yang sudah dilakukan Memperagakan cara merawat pasien SP 2 Evaluasi kemampuan keluarga ( SP 1) Latih keluarga merawat pasien Rencana tindak lanjut keluarga/jadwal keluarga untuk merawat pasien

17

Setelah..kali pertemuan keluarga mampu : Menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Memperagakan cara merawat pasien serta mampu membuat rencana tindak lanjut Setelah..kali pertemuan keluarga mampu : Menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Melaksanakan follow up / rujukan

SP 3 Evaluasi kemampuan keluarga ( SP 2) Latih keluarga merawat pasien Rencana tindak lanjut keluarga / jadwal keluarga untuk merawat pasien SP 4 : Evaluasi kemampuan keluarga Evaluasi kemampuan pasien Rencana tindak lanjut keluarga : a. Follow up b. Rujukan

18

CATATAN PERKEMBANGAN TINDAKAN KEPERAWATAN : Tn. B : Laki-laki : Perkutut

Nama Pasien Jenis Kelamin Ruang

Nomor CM Dx Medis Unit Keswa

: 094120 : Halusinasi Dengar : IPCU

Tanggal/ Diagnosa Jam Keperawatan 09/12/13 Gangguan Persepsi 09.00 Sensori: Halusinasi dengar

Implementasi Keperawatan SP 1 : 1. Membina hubungan saling percaya dengan pasien. Selamat pagi, pak Perkenalkan nama saya Herles, nama bapak siapa? Bagaimana perasaan bapak hari ini? Baiklah, bagaimana kalau kita sekarang bercakapcakap tentang alasan bapak bisa dibawa kesini? 2. Mengenalkan halusinasi pada pasien. Coba ceritakan bagaimana bapak bisa di bawa ke RS Jiwa ini? Suara apa yang bapak dengarkan manusia atau hewan? Apa yang dibicarakan oleh suara itu? S:

Evaluasi Keperawatan

TTD `

Pagi B Baik Iya

Karena mendengar suara-suara bisikan Suara laki-laki dan perempuan Mengatakan tentang masalah rumah tangga bahwa istri saya selingkuh, maen serong dengan orang lain Suara itu datang terus-menerus

Apakah suara itu datang terus-menerus atau sewaktu19

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan waktu? Kapan yang paling sering bapak dengar suara itu? Berapa kali dalam sehari? Dalam keadaan apa biasanya suara itu muncul? Apa yang bapak lakukan bila suara itu datang?

Evaluasi Keperawatan Tiap waktu, pada waktu pagi, siang, sore dan malam Tidak tahu, sering Ketika saya sendirian Saya berusaha melawan dan terkadang saya memukul benda Tidak, semakin saya lawan tengkuk kepala bagian belakang saya terasa sakit Iya

TTD

Apakah dengan cara tersebut suara itu bisa hilang?

Bagaimana kalau kita sekarang belajar cara-cara untuk mencegah agar suara itu tidak muncul? 3. Cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Bapak, ada 4 cara untuk mencegah suara-suara itu muncul, pertama dengan cara menghardik suara itu, kedua dengan cara bercakap-bercakap, ketiga dengan melakukan aktivitas, dan keempat dengan minum obat secara teratur Bagaimana kalau kita sekarang belajar satu cara dulu, yaitu dengan cara menghardik. Caranya adalah saat suara itu muncul, langsung bapak bilang dalam hati, pergi saya tidak mau dengar, kamu suara palsu, begitu diulang-ulang sampai suara itu tidak terdengar lagi Coba sekarang bapak peragakan cara itu tadi ! 20

Iya

Iya Iya

Pergi saya tidak mau dengar,

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan Ya,begitu,bagus.. sekali lagi! Ya bagus, bapak sudah bisa. Kalau suara itu muncul coba cara tersebut, bapak lakukan ya. 4. Memasukkan cara menghardik dalam jadwal kegiatan pasien Bagaimana perasaan bapak setelah memeragakan latihan tadi? Bagaimana kalau kita masukkan cara tersebut dalam jadwal kegiatan bapak. Mau jam berapa saja latihannya. Baik, bagaimana kalau besok ketemu lagi untuk belajar mengendalikan suara tersebut dengan cara kedua? Jam berapa dan dimana? Baiklah sampai ketemu lagi pak, terima kasih pak.

Evaluasi Keperawatan kamu suara palsu, Pergi saya tidak mau dengar, kamu suara palsu, Iya Iya

TTD

Baik Iya Sore dan malam Iya

Pagi, disini Iya O: Pasien menjawab salam Pasien mau berkenalan Pasien mau berjabat tangan Pasien mau menyebutkan nama Pasien mau menjawab pertanyaan perawat

21

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan Pasien mau mengungkapkan perasaannya Pasien menjelaskan halusinasinya A: Pasien mampu membina hubungan saling percaya. Pasien mampu menjelaskan jenis, waktu, isi, frekuensi, situasi dan respon pasien terhadap halusinasinya Pasien mampu menjelaskan cara mengontrol halusinasinya Pasien mampu mendemonstrasikan cara menghardik halusinasinya Pasien mampu memasukkan cara menghardik dalam jadwal kegiatannya P: Pasien : - Anjurkan pasien belajar mengontrol halusinasi dengan cara menghardik - Anjurkan latihan mengontrol menghardik pada jadwal kegiatan

TTD

22

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan Perawat - Lanjutkan SP 2

TTD

10/12/13 10.00

SP 2 : 1. Mengevaluasi kegiatan yang lalu (SP 1) Selamat pagi, pak Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah sudah dipakai cara yang kita latih kemarin? Berkurangkah suara-suara itu? Bagus pak 2. Cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakapcakap Sesuai dengan janji kita kemarin, saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi yaitu bercakapcakap dengan orang lain, mau berapa lama kita latihannya? Cara kedua untuk mencegah halusinasi adalah bercakap-cakap dengan orang lain, jadi kalau bapak mulai mendengar suara-suara langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol, ini bisa bapak lakukan saat dirumah sakit maupun dirumah Coba sekarang bapak latihan seperti yang saya jelaskan tadi! Ya, bagus.. coba sekali lagi! Oke, bagus sekali dilatih terus ya pak Bapak disini dapat mengajak perawat atau teman 23

S: Pagi Baik Iya Agak berkurang Iya

Terserah

Iya

Mas, mau ngobrol dengan saya Mas, mau ngobrol dengan saya Iya Iya

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan bapak yang lain untuk bercakap-cakap 3. Memasukkan cara bercakap-cakap dalam jadwal kegiatan pasien Bagaimana perasaan bapak setelah memeragakan latihan tadi? Jadi, sudah berapa cara yang telah kita pelajari untuk mencegah suara itu? Bagus, cobalah kedua cara itu bila bapak mengalami halusinasi lagi. Bagaimana kalau kita masukkan cara tersebut dalam jadwal kegiatan bapak. Mau jam berapa saja latihannya. Nanti bapak lakukan secara teratur sewaktu suara itu muncul Baik, bagaimana kalau besok kita ketemu lagi untuk belajar mengendalikan suara tersebut dengan cara ketiga? Jam berapa dan dimana? Baiklah sampai ketemu lagi pak, terima kasih pak.

Evaluasi Keperawatan

TTD

Baik Dua Iya Iya Sore dan malam Iya Iya

Pagi, disini Iya O: Pasien kooperatif Pasien menjawab salam Pasien mau menjawab pertanyaan perawat Pasien mau mengungkapkan

24

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan perasaannya. Pasien mau bercakap-cakap dengan pasien yang lain. A: Pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan bercakapcakap dengan orang lain Pasien mampu mendemonstrasikan cara bercakap-cakap Pasien mampu memasukkan latihan bercakap-cakap kedalam jadwal kegiatan harian. P: Pasien : - Anjurkan pasien belajar mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap - Anjurkan latihan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan Perawat - Lanjutkan SP 3

TTD

25

Tanggal/ Jam 11-12-13 09.00

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan SP 3 : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1 dan SP 2) Selamat pagi, pak Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bagaimana suara-suaranya masih muncul? Apakah sudah dipakai 2 cara yang kita latih? Bagaimana hasilnya? Bagus pak 2. Cara mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas terjadwal Sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita belajar untuk mencegah halusinasi dengan cara ketiga yaitu melakukan aktivitas yang terjadwal, mau berapa lama kita latihannya? Kegiatan apa saja yang biasa bapak lakukan? S:

Evaluasi Keperawatan

TTD

Pagi Baik Iya Iya Agak berkurang Iya

Terserah

Mari kita latihan dua kegiatan hari ini (menyapu dan mengepel lantai). Bagus sekali Kegiatan ini bisa bapak lakukan untuk mencegah suara itu muncul Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan

Membersihkan tempat tidur, menyapu, mengepel, mencuci piring. Iya

Iya Iya Iya

26

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan 3. Memasukkan dalam jadwal kegiatan pasien Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakapcakap cara yang ketiga untuk mencegah suarasuara? Coba sebutkan lagi tiga cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara itu? Bagus sekali Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak. Coba lakukan sesuai jadwal ya. Baik, bagaimana kalau besok kita ketemu lagi untuk membahas cara yang keempat yaitu minum obat secara teratur? Jam berapa dan dimana? Baiklah sampai ketemu lagi pak, terima kasih pak.

Evaluasi Keperawatan Baik

TTD

Menghardik halusinasi, bercakap-cakap dan melakukan aktivitas Iya Iya Iya Iya

Pagi, disini Iya O: Pasien kooperatif Pasien menjawab salam Pasien mau menjawab pertanyaan perawat Pasien mau mengungkapkan perasaannya. Pasien mau melakukan aktivitas

27

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan A: Pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan melakukan aktivitas Pasien mampu mendemonstrasikan aktivitas yang dilakukan Pasien mampu membuat jadwal kegiatan harian. P: Pasien : - Anjurkan pasien belajar mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal - Anjurkan pasien membuat jadwal kegiatan harian Perawat - Lanjutkan SP 4 S: Pagi Baik

TTD

12-12-13 09.00

SP 4 : 1. Evaluasi kegiatan yang lalu (SP 1, SP 2 dan SP 3) Selamat pagi, pak Bagaimana perasaan bapak hari ini?

28

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan Apakah suara-suaranya masih muncul? Apakah sudah dipakai tiga cara yang kita latih? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan? Kalau boleh tahu apakah tadi pagi obatnya sudah di minum? Bagus pak 2. Cara mengontrol halusinasi dengan minum obat secara teratur. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obat yang bapak minum? Pak, adakah bedanya setelah minum obat secara teratur? Apakah suara-suaranya berkurang atau hilang? Minum obat itu penting agar suara-suara yang bapak dengar tidak muncul lagi Berapa macam obat yang bapak minum? Obat itu akan membantu bapak agar lebih tenang dan rilek. Meskipun sudah pulang bapak nanti harus minum obat terus, tidak boleh putus Kalau merasakan sesuatu yang tidak enak setelah minum obat bapak bisa konsultasi pada dokter 3. Memasukkan minum obat secara teratur dalam jadwal kegiatan pasien. Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakapcakap tentang obat yang bapak minum? 29

Evaluasi Keperawatan Sudah Berkurang Iya Iya Sudah Iya

TTD

Iya Iya Berkurang Iya Dua Iya Iya Iya

Baik

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan!

Evaluasi Keperawatan Empat Menghardikhalusinasi, bercakap-cakap, melakukan aktivitas, dan minum obat secara teratur Iya Iya Iya Iya O: Pasien kooperatif Pasien menjawab salam Pasien mau menjawab pertanyaan perawat Pasien mau mengungkapkan perasaannya. Pasien menyebutkan obat yang diminum Pasien minum obat secara teratur

TTD

Bagus Sekarang jadwal minum obatnya kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak. Jangan lupa kalau waktunya minum obat bapak minta pada perawat, kalau dirumah minta pada keluarga Baiklah sampai ketemu lagi pak, terima kasih pak.

30

Tanggal/ Jam

Diagnosa Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Evaluasi Keperawatan A: Pasien mampu menyebutkan kegiatan yang sudah dilakukan Pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan minum obat secara teratur Pasien mampu mendemonstrasikan cara minum obat Pasien mampu memasukkan minum obat secara teratur kedalam jadwal kegiatan harian. P: Pasien : - Anjurkan pasien belajar mengontrol halusinasi dengan minum obat secara teratur - Anjurkan minum obat teratur pada jadwal kegiatan pasien Perawat - Libatkan pasien dalam kegiatan sehari-hari - Evaluasi kegiatan pasien

TTD

31

JADWAL KEGIATAN PASIEN

Nama No. CM Ruang No. 1 Jam 04.00

: Tn B : 091420 : Perkutut (IPCU 1) Kegiatan Bangun Tidur, Membersihkan Tempat Tidur, Mandi Duduk bersama pasien lain Makan Pagi Mencuci Piring, Menyapu, Mengepel Minum Obat Pembagian snack Interaksi Dengan Perawat Latihan Menghardik Latihan Bercakap-cakap Makan Siang Mencuci Piring Minum Obat Duduk bersama pasien yang lain Tidur Bangun Tidur 32 DESEMBER 13 14 15 16 B M M M

09 -

10 B

11 B

12 B

17 M

18

19

20

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

06.00 07.00 07.10 07.45 08.50 09.00 09.30 10.00 11.30 11.45 11.50 12.00 13.00 15.00

B B B B B B B B B B B B M B

B B B B B B B B B B B B M B

B B B B B B B B B B B B M M

B B B B B B B B B B B B M M

M B B B B B B B B B B M M M

M B B B B B B B B B B M M M

M B B B B B B B B B B M M M

M B B B B B B B B B B M M M

No. 16 17 18 19 20 21 22 23

Jam 15.30 15.45 16.30 16.45 16.50 18.00 19.00 20.00

Kegiatan Merapikan Tempat Tidur Mandi Latihan Bercakap-cakap Makan Mencuci Piring Latihan Bercakap-cakap Latihan Menghardik Minum Obat Tidur

09 -

10 B B B B B B B M

11 B B B B B B B M

12 M B B B B B B M

DESEMBER 13 14 15 16 M B B B B B B M M B B B B B B M M B B B B B B M M B B B B B B M

17 M B B B B B B M

18

19

20

Keterangan : Tulis kegiatan yang dilakukan klien sesuai dengan kemandiriannya dengan kode : M : Mandiri B : Bantuan T : Tidak dilakukan

33

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Tn. B DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI DENGAR DI RUANG PERKUTUT RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG-MALANG

Disusun Oleh :

M.Herles Beny Kurniawan P27820411022

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA PRODI DIII KEPERWATAN SIDOARJO TAHUN 2013 2014

34