Anda di halaman 1dari 15

Hearing Loss in Walkman Users (Gangguan Pendengaran pada Pengguna Walkman )

Sofia Jaffer, Mohd. Shakil Razi


Department of Audiology and Speech Sciences, Universiti Kebangsaan Malaysia

Presented By : Novie Tyas Noegroho (D 600 110 002)

ABSTRAKSI (ABSTRACT)
Penelitian dilaksanakan di klinik audiologi Universiti Kebangsaan Malaysia pada tahun 2000 Penelitian dilakukan kepada 30 responden, dimana ke-30 responden yang berusia antara 19-25 tahun tersebut dibagi kedalam 2 kelompok. Yaitu study group dan control group. Responden yang masuk ke dalam study group haruslah memenuhi beberapa kriteria umum. Diantaranya memiliki fungsi pendengaran yang normal, tidak memiliki sejarah operasi telinga, tidak memiliki sejarah keluarga dengan gangguan pendengaran, serta tidak mengonsumsi obat ototoxic.

Lanjutan abstraksi
Responden yang masuk ke dalam control group harus merupakan individu yang sama sekali belum pernah menggunakan walkman. Responden yang masuk ke dalam study group diharuskan telah menggunakan walkman selama minimal 6 bulan

PENDAHULUAN (INTRODUCTION)
Sistem pendengaran kita setiap hari selalu menghadapi resiko dari bahaya polusi suara di sekitar lingkungan yang kita tinggali Walkman diperdebatkan oleh beberapa ahli mengenai apakah device tersebut memiliki dampak yang dapat merusak pendengaran

Tabel Tingkat Kebisingan di Lingkungan Sekitar

Tabel Batas Paparan berdasarkan NIOSH

METODE PENELITIAN (METHODS)


Informasi mengenai responden diperoleh dari hasil interview dan kuesioner singkat Kriteria pembagian kelompok responden terbagi 2, yaitu : kriteria general dan kriteria spesifik Catatan/sejarah kesehatan responden mengenai paparan bising diperoleh dari kuesioner dan interview secara personal Pemeriksaan otoscopic digunakan untuk memeriksa kanal telinga Pengukuran pendengaran normal menggunakan Madsen diagnostic pure-tone audiometer dan headphone TDH-39

Lanjutan metode penelitian


Untuk menentukan efek dari intensitas suara digunakan OAE (Oto-Acoustic Emission) Untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan walkman oleh para responden digunakan beberapa elemen berikut : a. Rasio good speech to noise (S/N) b. Noise reduction rating (NRR) dari headset pada walkman c. Intensitas suara pada volume yang berbeda

Lanjutan metode penelitian


Untuk memeriksa reliabilitas dari hasil penelitian yang telah dilakukan, para responden diperiksa kembali fungsi pendengarannya setelah 2 minggu Hasil selanjutnya diperiksa menggunakan independent t-test dan Wilcox-Signed Ranked test

HASIL (RESULT )
Hasil didasarkan pada 30 subjek yang memenuhi seluruh kriteria seleksi.

Perbandingan tingkat DPOAE di Kedua Belah Kelompok

Dampak Lama (Durasi) Penggunaan Walkman pada DPOAE

DPOAE : Control VS Walkman User (6-12 hours)

DPOAE : Control VS Walkman User (>12 hours)

KESIMPULAN (CONCLUSION )
Penggunaan walkman dapat merusak sel rambut di koklea; yang jika diteruskan dapat meningkatkan resiko hearing impairment atau gangguan pendengaran pada penggunanya . DPOAE (Distortion Product Oto-Acoustic Emission) test dapat mendeteksi kerusakan awal saluran koklea secara baik sebelum kerusakan tersebut muncul pada pure tone

autodiagram
Hasil uji coba mengindikasi bahwa DPOAE dapat digunakan pada praktik klinis dengan tingkat reliabilitas yang tinggi