Anda di halaman 1dari 8

MATERI BIMBINGAN PENGENALAN PUSKESMAS PEMBIMBING : Bapak Saprin Nawar, SKM, M.

Kes HARI/TANGGAL : Rabu /18 september 2013 Pukul : 09.30-10.30 WIB

Puskesmas adalah unit pelaksanapembangunan kesehatan di wilayah kecamatan. Yang dimaksud dengan unit pelaksana adalah unit pelaksana adalah Unit Pelaksana Teknis Kota yang melaksanakan tugas teknis oprasional Kriteria umum UPTD, terdiri dari : 1. Tidak melaksanakan fungsi pengaturan, pembinaan dan perizinan 2. Mempunyai misi dan tuga pokok yang jelas dan tidak berduplikasi atau tumpang tindih dengan unit organisasi lainnya 3. Harus disukung oleh tiga factor yaitu : sarana/prasarana kerja Yang di maskud dengan pembangunan kesehatan adalah peyenggaraan upaya kesehatan untukmeningkatkan kesadaran,kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan drajat kesehatan yang optimal. Pengertianpembangunan kesehatan juga meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta pelayanan kesehatan. Yang dimaksud dengan wilayah kecamatan adalah batas wilayah kerja puskesmas dalam melaksanakan Tugas dan fungsi pembangunan kesehatan. Apabila dalamsatu wilayah kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas maka tanggung jawab pembangunan merupakan tanggung jawab bersama dan untuk mempermudah koordinasi dalam mewujudkan visi maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menunjuk salah satu peskesmas sebagai Koordinator. sumber daya manusia, anggaran dan

Dari uraian singkat ketiga pengertian di atas jelas bahwa Puskesmas adalah satu-satuan Organisasi yang diberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas kesehatan Kabupaten/Kota dapat menunjuk salah satu Puskesmas sebagai coordinator.

Dari uraiyan singkat ketiga pengertian diatas jelas bahwa Puskesmas adalah satu satuan organisasi yang memberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/kota untuk melaksanakan tugas-tugas oprasional pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan. Adapun pengertian batasan Puskesmas dengan kewenangan kemandirian yang dimasksud adalah Puskesmas yang mempunyai kewenangan sebagai berikut : 1. Kewenangan menyelenggarakan perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan sesuai dengan situasi kondisi, kultur budaya dan potensi setempat 2. Kewenangan mencari, mengenali dan mengelola suber pembiayaan yang berasal dari pemerintah, masyarakat, swasta dan sumber lain dengan pengetahuan Dinas Kesehatan kabupaten/Kota, yang kemudiandipertanggung jawabkan untuk membangun kesehatan di wilayah kerjanya 3. Kewenangan untuk mengangkat tenaga institusi/honorer,pemindahan tenaga dan pendayagunaan tenaga kesehatan di wilayah kerjanya dengan pengetahuan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 4. Kewenangan untuk melengkapi sarana dan perasarana termasuk peralatan medis dan non medis yang dibutuhkan Azas Puskesmas Ada 4 azas yang harus dimiliki oleh Puskesmas, yaitu 1. Azas pertanggungjawaban wilayah Puskesmas bertanggung jawab atas pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Artinya bila terjadi masalah kesehatan di wilayah kerjanya, Puskkesmas yang harus bertanggung jawab untuk mengatasi. Sebagai contoh bila si salah satu desa di wilayah kerjanya ada kasus demam berdarah, Puskesmas harus segera melakukan tindakan agar kasus tersebut tidak menyebar ke

tempat lain. Untuk dapat memantau seluruh wilayah kerjanya Puskesmas harus proaktif ke Lapangan mengadakan pemantauan, pembinaan

2. Azas peran masyarakat Dalam melaksanakan kegiatanya,Puskesmas harus memandang masyarakat sebagai pembangunan kesehatan, sehingga Puskesmas bukan hanya bekerja untuk mereka tetapi bekerja bersama masyarakat. Oleh karena itu, Puskesmas harus bekerja sama dengan masyarakat mulai dari tahap identifikasi masalah, menggali sumber daya setempat, merumuskan dan merencanakan kegiatan penanggulangannya, melaksanakan program kesehatan tersebut dan mengevaluasinya. Untuk itu perlu difasilitasi pembentukan wadah masyarakat yang peduloi kesehatan seperti Badan Peduli Kesehatan Masyarakat (BPKM) atau Badan Penyantun Puskesmas (BPP). BPKM/BPP bias merupakan mitra kerja yang konstruktif bagi puskesmas dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Disamping itu, berbagai elemen masyarakat juga diajak bekerjasama terutama dalam menumbuh-kembangkan UKMB ( UpayaKesehatan Berbasis Masyarakat) yang sesuai dengan elemen masyarakat tersebut, misalnya : a. Ibu-ibu anggota PKK (pembinaan Kesejahteraan Keluarga) atau organisasi wanita lainnya untuk menumbuh-kembangkan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan Polindes (Pondok bersalin Desa) b. Organisasi remaja untuk pengembangan SBH (Saka Bakti Husada) di lingkungan pramuka, Santri Husada dan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) di lingkungan pondok pesantren c. Kelompok pekerja untuk menumbuh-kembangkan Pos UKK ( Upaya Kesehatan Kerja) d. Kelompok lanjut Usia (lansia) untuk menumbuh-kembangkan, Pos Bindu Lansia (Pos Pembinaan Terpadu Lansia), dan sebagainya 3. Azas keterpaduan Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan pembanguna kesehatan, di wilayah kerjanya harus melakukan kerjasama dengan berbagai pikhak, bermitra dengan BPKM/BPP dan

organisasi masyarakat lainnya, berkoordinasi dengan lintas sector, agar terjadi perpaduan kegiatan, dilapangan, sehingga lebih berhasil guna salah satu cara memadukan berbagai kegiatan adlah memfokuskan berbagai kegiatan untuk menyehatkan masyarakat. Dari masalah kesehatan setempat akan diketahui intervensi apa yang perlu dan program apa yang lebih dulu masuk dan belakangan dilaksanakan. 4. Azas Ruzukan Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang bila tidak mampu mengatasi masalah Karen berbagai keterbatasan, bias melakkukan rujukan baik secara vertical dari tingkat yang lebih tinggi (misalnya Rumah Sakit) terhadapkasus yang sudah ditangani dan perlu pemeriksaan berkala yang sederhana dan dapat dilakukkan di Puskesmas. Visi dan Misi Puskesmas Visi Visi Puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat. Dalam menentukan keberhasilan mewujudkan visi tersebut perlu ditetapkan indikator kecamatan sehat, antara lain sebagao berikut. a. Indikator Lingkungan sehat b. Indikator lingkungan sehat c. Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu d. Indikator derajat kesehatan yang optimal Indikator yang ditetapkan hendaknya mempertimbangkan kaidah: Sederhana, mudah diperoleh,mudah diolah, mudah diinterpretasikan, sensitive, dan spesifik. Sayangnya sampai saat ini, indikator Indonesia Sehat 2015 belum selesai dirumuskan secara terperinci. Sambil menunggu rincian indikator tersebut, Proyek KKG akan mencoba membantu dengan mengemas tersebut sesuai dengan fungsi Puskesmas seperti tertera di bawah ini. Misi a. Menggerakan pembanguan kecamatan yang berwawasan kesehatan. Puskesmas akan selalu menggerakan pembangunan sector lain agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu

agar pembangunan tersebut mendorong lingkungan dan perilaku masyarakat agar semakin sehat b. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat. Puskesmas selalu berupaya agar keluaraga dan masyarakat semakin berdaya di bidang kesehatan, melalui peningkatan dan kemampuan untuk hidup sehat c. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Puskesmas harus selalu berupaya untuk menjaga agar cakupan dan kualitas layanan tidak menurun, bahkan kalau bias langsung ditingkatkan akan semakin besar cakupannya dan semakin bagus kualitas pelayanannya d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta berlingkungannya. Puskesmas selalu berupaya agar derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat tetap memelihara bahkan semakin meningkat seiring dengan derap pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Fungsi puskesmas Untuk membantu panduan implementasi manajemen, lebih mudah bila uraiyan berdasarkan fungsi Puskesmas.Puskesmas di era desentralisasi mempunyai 3 fungsi yaitu : a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan b. Memperdayakan kesehatan dan memperdayakan keluarga c. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama Uraiyan singkat 3 fungsi tersebut di atas beserta indikator masing- masing fungsi adalah sebagai berikut : 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan memiliki makna

Puskesmas harus berperan sebagai motor dan motivator terselenggaranya pembangunan mengacu, berorientasi serta dilandasi oleh kesehatan sebagai paparpertimbangan utama. Pembangunan yang dilaksanakan di kecamatan, seyogyanya yang berdampak positif terhadap lingkungan sehat dan perilaku sehat, yang muaranya adalah peningkatan kesehatan masyarakat.

Fungsi menggerakkan pembangunan bewawasan kesehatan dapat dinilai dari seberapa jauh institusi jajaran non-kesehatan memperhatikan kesehatan bagi institusi dan warganya. Oleh karena itu, keberhasilan fungsi ini bias diukur melalui indeks Potensi Tatanan Sehat (IPTS). Ada 3 tatanan yang bias diukur, yaitu : a. Tantanan sekolah (SD, SMP, SMU/SMK, Madrasah. Universitas) b. Tantannan tempat kerja (kantor, pabrik, industry rumah tangga, tempat hiburan, dll) c. Tantanan tempat umum (pasar, tempat ibadah, rumah makan, tempat hiburan, dll) Indikator Potensi Tantanan Sehat untuk masing-masing tantanan telah dikembangkan oleh seksi promosi kesehatan dan beberapa pihak terkait. Untuk penyederhanaan dari serengkaian indikator tersebut bias dibuat indeks yang hanya membuat indikator dasar saja. Misalnya untuk tatanan sekolah cukup 4 indikator saja yaitu : 2. Memperdayakan masyarakat dan memperdayakan keluarga Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat. Fungsi memberdayakan masyarakat dapat diukur dengan beberapa indikator antara lain : a. Tumbuh kembang UKBM (Usaha kesehatan Berbasis Masyarakat), yang rincian indikator dan manajemen pembinaannya telah dituliskan pada buku ARRIF, Pedoman manajemen peran Serta Masyarakat, yang telah diterbitkan oleh Depkes b. Tumbuh dan berkembangnya LSM yang bergerak di bidang kesehatan c. Tumbuh dan berfungsinya BPKM (Badan Peduli Kesehatan Masyarakat) atau BPP (Badan penyantun Puskesmas) Pemberdayaan keluarga adalah upaya fasilitas yang bersifat noninstruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga agar mampu mengidentifikasikan masalah, merencanakan dan mengambil kwputusan untuk melakukan pemecahannya dengan benar, tanpa atau dengan bantuan pihak lain.

Fungsi memberdayakan keluarga dapat diukur dengan makin banyaknya keluarga sehat di wilayah kerjanya. Khususnya untuk lokasi proyek KKG, indikator yang dipakai adalah indeks potensi keluarga Sehat (IPKS). Makin banyak keluarga yang berpotensi sehat, berarti makin berhasil upaya pemberdayaan keluarga di Puskesmas tersebut. 3. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang bersifat mutlak perlu, yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat serta mempunyai nilai stategis untuk meningkatkan derajat kesehatan. Upaya mempunyai nilai strategis untukmeningkatkan derajat kesehatan.Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang diselenggarakan puskesmas bersifat holistic, komprehensif, terpadu dan berkesinambungan. Misi ini berkaitan erat dengan program yang dilaksanakan Puskesmas.Pada era desentralisasi, program Puskesmas dibedakan menjadi program kesehatan dasar dan program kesehatan pengembangan. Program kesehatan dasar adalah program minimal yang harus dilaksanakan oleh setiap Puskesmas, yang dikemas dalam Basic Seven, yaitu : a. Promosi kesehatan (Promkes) b. Kesehatan lingkungan (Kesling) c. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk keluarga Berencana (KB) d. Perbaikan gizi e. Pemberantasan Penyakit menular (P2M) f. Pengobatan g. Pencatatan dan pelaporan Selain tujuh program kesehatan tersebut diatas, tiap puskesmas diperkenankan untuk mengembangkan program lain sesuai dengan situasi, kondisi, masalah dan kemampuan Puskesmas setempat.Program lain di luar tujuh program kesehatan dasar tersebut di atas, disebut sebagai program kesehatan pengembangan. Atas dasar program kesehatan pemgembangan ini, Puskesmas bisa memiliki kekhususan sesuai dengan program yang dikembangkan. Beberapa contoh Puskesmas dengan kekhususan tertentu antara lain:

a. Puskesmas perkotaan, melakukan paket pelayanan kesehatan yang sesuai dengan masyarakat perkotaan b. Puskesmas daerah wisata, melakukan paket pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan, baik domestic maupun mancanegara c. Puskesmas daerah industry, melakukan pengembangan program kesehatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan di daerah industry d. Puskesmas daerah terpencil, mengembangkan paket pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tertinggal didaerah terpencil