Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN AKHIR PRAKTIK MILLING

DISUSUN OLEH
Nama NIM Kelas Dosen Pembimbing : M. Agung Ramadhan : 061230200802 : 2 MEA : Rasyid, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA JURUSAN TEKNIK MESIN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah S.W.T Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang telah memberikan saya kesempatan untuk dapat membuat tulisan / laporan yang dimana tulisan / laporan ini merupakan laporan tentang praktek kerja mesin frais (milling). Dengan rumusan laporan tersebut berisi tentang milling dari mulai pengertian,

macam-macam mesin milling, alat yang digunakan dalam mesin milling, cara kerja mesin milling, sampai ke pemeliharaan alat-alat yang digunakan dalam proses milling. Mengingat isi yang di kemukakan di atas, tulisan ini mudah-mudahan bisa di terima oleh dosen pembimbing Praktek mesin frais. Dan tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembingbing dan rekanrekan sekalian yang membimbing dan membantu dalam praktek kerja milling, sehingga saya dapat membuat tulisan ini. Semoga dengn laporan ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran serta pencerdasan kita semua di bidang pendidikan, khususnya kerja milling. Dan saya berharap tulisan ini dapat di terima oleh dosen pembimbing selaku instruktur saya dalam melaksanakan praktek kerja milling.

Palembang, 25 Juni 2013

M. Agung Ramadhan

DAFTAR ISI

Halaman Judul KATA PENGANTAR ................................................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................ 2 1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Mesin frais ........................................................................................................... 3 2.2 Bentuk Pengefraisan .............................................................................................................. 3 2.3 Jenis-jenis Mesin Frais .......................................................................................................... 4 2.4 Bagian-bagian Utama Mesin Frais ........................................................................................ 7 2.5 Alat Potong Mesin Frais ........................................................................................................ 8 2.6 Alat Bantu Mesin Frais .......................................................................................................... 13 2.7 Aksesoris Mesin Frais ........................................................................................................... 14 2.7.1 Clamping Tools ........................................................................................................... 14 2.7.2 Clamping Device ......................................................................................................... 17 2.8 Penghitungan Kecepatan Potong .......................................................................................... 20 2.9 Pembahasaan Langkah Kerja Pembuatan ............................................................................ 23 2.10Pembahasa Langkah Kerja Pembuatan............................................................................... ..24 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................... 25 3.2 Saran ................................................................................................................................... 25 DAFTAR PUSTAKA ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan saat ini seolah-olah menuntut kita untuk dapat bekerja di berbagai bidang secara professional. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa Teknik Mesin harus ikut berperan aktif dalam perkembangan teknologi terebut. Dalam dunia permesinan dikenal berbagai macam alat yang dapat membantu pekerjaan manusia agar mempermudah dalam pelaksanaannya. Dengan adanya mesinmesin-mesin tersebut manusia hanya sebagai kontroler atau pengendali cara kerja dari mesin itu, sedangkan mesinnya itu sendiri berfungsi sebagai motor atau penggerak. Untuk seseorang yang memang berlatar belakang teknik mesin diwajibkan mengenal berbagai jenis mesin-mesin seperti mesin bor, mesin bubut, gerinda,mesin frais sebagainya. Untuk laporan dari hasil praktek selama 4 minggu lalu, saya menulis laporan ini yang dimana laporan ini akan menjelaskan tentang mesin frais, macam-macam mesin frais, keselamatan kerja, dan apa saja alat yang digunakan dalam mesin frais. Adanya laporan ini untuk memenuhi tugas laporan dari praktek kerja mesin frais. dan lain

1.2Rumusan Masalah
Masalah yang diangkat dalam penulisan laporan ini adalah : 1. Apakah definisi dari mesin frais ? 2. Apa saja macam-macam mesin frais ? 3. Apa saja yang di perhatikan dalam keselamatan kerja ? 4. Bagaimana cara kerja mesin frais ? 5. Bagaimana penghitungan dalam mesin frais ? 6. Peralatan apa saja yang digunakan pada mesin frais ?

1.3Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum Tujuan penulisan makalah tentang mesin frais ini diharapkan dapat menambah wawasan terhadap teknologi yang erat kaitanya dengan teknik mesin. Selain itu juga dapat menambah kemampuan dan menguasai kerja mesin frais dengan baik dan benar. 1.3.2 Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui definisi dari mesin frais 2. Untuk mengetahui jenis-jenis mesin frais 3. Untuk mengetahui keselamatan kerja dalam proses tempa 4. Untuk mengatahui cara kerja mesin frais 5. Untuk mengetahui bagaimana penghitungan dalam mesin frais 6. Untuk mengetahui peralatan yang digunakan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mesin Frais
Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja pemotongannya dengan menyayat atau memakan benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pisau frais dipasang pada sumbu atau arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor. Pisau tersebut akan terus berputar apabila arbor mesin diputar oleh motor listrik, agar sesuai dengan kebutuhan, gerakan dan banyaknya putaran arbor dapat diatur oleh operator mesin frais (Rasum, 2006).

2.2

Bentuk Pengfraisan
Mesin frais mempunyai beberapa hasil bentuk yang berbeda, dikarenakan cara pengerjaannya.

Berikut ini bentu-bentuk pengfraisan yang bisa dihasilkan oleh mesin frais. 1. Bidang rata datar 2. Bidang rata miring menyudut 3. Bidang siku 4. Bidang sejajar 5. Alur lurus atau melingkar 6. Segi beraturan atau tidak beraturan 7. Pengeboran lubang atau memperbesar lubang 8. Roda gigi lurus, helik, paying, cacing 9. Nok/eksentrik, dll.

2.3

Jenis-Jenis Mesin Frais


Jenis-jenisnya terdiri dari mesin frais tiang dan lutut (column-and-knee), mesin frais hobbing

(hobbing machines), mesin frais pengulir (thread machines), mesin pengalur (spline machines) dan mesin pembuat pasak (key milling machines). Untuk produksi massal biasanya dipergunakan jenis mesin frais banyak sumbu (multi spindles planer type) dan meja yang bekerja secara berputar terusmenerus (continuous action-rotary table) serja jenis mesin frais drum (drum type milling machines) (Efendi, 2010). Berikut ini ada macam-macam mesin frais: a. mesin frais horizontal atau bisa disebut dengan mesin frais mendatar dapat digunakan untuk mengejakan pekerjaan sebagai berikut ini antara lain: mengfrais rata. mengfrais ulur. mengfrais roda gigi lurus. mengfrais bentuk. membelah atau memotong

Gambar 3.1 Mesin Frais Horizontal

b. mesin frais vertical atau bisa disebut dengan mesin frais tegak dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan sebagai berikut: mengfrais rata. mengfrais ulur. mengfrais bentuk. membelah atau memotong. mengebor.

Gambar 3.2 Mesin Frais Vertical

c. Mesin frais universal adalah suatu mesin frais dengan kedudukan arbornya mendatar perubahan kearah vertikal dapat dilakukan dengan mengubah posisi arbor. Gerakan meja dari mesin ini dapat kearah memanjang, melintang, naik turun. Dan dapat diputar membuat sudut tertentu terhadap bodi mesin.

Gambar 3.3 Mesin Frais Universal

Selain ketiga mesin frais diatas ada beberapa jenis-jenis mesin frais yaitu mesin frais bed dan mesin frais duplex.

Gambar 3.4 Mesin Frais Bed

Gambar 3.5 Mesin Frais Duple

2.4 Bagian-bagian Utama Mesin Frais


1. Spindleutama Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat untuk mencekam alat potong. Di bagi menjadi 3 jenis : a. Vertical spindle b. Horizontal spindle c. Universal spindle 2. Meja Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda kerja. Di bagi menjadi 3 jenis : a. Fixed table b. Swivel table c. Compound table 3. Motor Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin ( cooling ). Pada mesin milling sedikitnya terdapat 3 buah motor : a. Motor spindle utama b. Motor gerakan pemakanan ( feeding ) c. Motor pendingin ( cooling ) 4. Tranmisi Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan dibedakan menjadi 2 macam yaitu : a. Transmisi spindle utama b. Transmisi feeding Berdasarkan sistem tranmisinya dibedakan menjadi 2 macam yaitu : a. Transmisi gear box b. Transmisi v blet 5. Knee Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ). 7

6. Column/tiang Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin yang lain. 7. Base/dasar Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan / tiang. Tempat cairan pendingin. 8. Control Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak. Ada 2 sistem kontrol yaitu : a. Mekanik b. Electric Dibagi menjadi 2 bagian : 1. Sederhana 2. Komplek ( CNC )

2.5

Alat-Alat Potong Mesin Frais


Mesin frais mempunyai beberapa alat potong yang mempunyai fungsi berbeda. Berikut ini alat-

alat yang ada pada mesin frais :

Jenis-Jenis Pisau Frais Pisau mesin frais atau Cutter mesin frais baikhorisontal maupun vertical memiliki banyak sekali jenis dan bentuknya. Pemilihan pisau frais berdasarkan pada bentuk benda kerja, serta mudah atau kompleksnya benda kerja yang akan dibuat. a. Pisau mantel Pisau jenis ini dipakai pada mesin frais horizontal. Biasanya digunakan untuk pemakanan permukaan kasar (Roughing) dan lebar.

Gambar 3.6 Pisau Mantel

b. Pisau alur Pisau alur berfungsi untuk membuat alur pada bidang permukaan benda kerja. Jenis pisau ini ada beberapa macam yang penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan.

Gambar 3.7 Pisau Alur

c. Pisau frais bergigi Pisau jenis ini digunakan untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang diinginkan. Pada pisau bergigi ini benda yang tersayat akan lebih cepat, dikarenakan bentuk pisaunya yang bergigi. 9

Gambar 3.8 Pisau Frais Bergigi

d. Pisau frais radius cekung dan cembung Pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerjanya yang bentuknya memiliki radius dalam (cembung atau cekung). Pisau frais radius cekung proses kerjanya sama dengan pisau radius cembung hanya saja yang membedakan adalah bentuk pisau yang berbeda.

Gambar 3.9 Pisau Frais Radius Cekung

Gambar 3.10 Pisau Frais Radius Cembung

10

e. Pisau frais alur T Pisau ini hanya digunakan untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya pada meja mesin frais. Benda kerja yang akan disayat diatur dengan selera operator, sehingga menghasilkan bentuk sayatan yang diinginkan.

Gambar 3.11 Pisau Frais Alur T

f. Pisau frais sudut Pisau ini berguna untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya sesuai sudut pisau yang digunakan. Pisau jenis ini memiliki sudut-sudut yang berbeda diantaranya 30, 45, 50, 60, 70, 80 derajat.

Gambar 3.12 Pisau Frais Sudut

g. Pisau jari Ukuran pisau jenis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Pada

pengoperasiannya biasanya dipakai untuk membuat alur pada bidang datar atau pasak dan jenis pisau ini pada umumnya dipasang pada posisi tegak (mesin frais vertical).

11

Gambar 3.13 Pisau Frais Jari

h. Pisau frais muka dan sisi Jenis pisau ini memiliki mata sayat dimuka dan disisi, dapat digunakan untuk mengfrais bidang rata dan bertingkat.

Gambar 3.14 Pisau Frais Muka dan Sisi

i. Pisau frais pengasaran Pisau jenis ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda sisinya berbentuk alur helik. Cara tersebut dapat digunakan untuk menyatat benda kerja dari sisi potong cutter sehingga potongan pisau ini mempu melakukan penyayatan yang cukup besar.

12

Gambar 3.15 Pisau Frais Pengasaran

j. Pisau frais gergaji Pisau jenis ini digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat alur yang memiliki ukuran lebar kecil.

Gambar 3.16 Pisau Frais Gergaji

2.6

Alat Bantu Mesin Frais


Mesin frais dalam pengoperasiannya diperlukan suatu alat bantu yang berguna untuk

membantu pekerjaan dalam pengefraisan (Umaryadi, 2007). Berikut ini alat bantu pada mesin frais: a. Arbor Arbor adalah tempat memasang pisau frais pada setiap mesin. Disepanjang arbor dibuat alur pasak yang sama ukuranya dengan alur pasak yang terdapat pada ring penjepit pisau yang sesuai dengan alur pasak yang terdapat pada pisau frais. Alat ini berbentuk bulat panjang dengan panjang salah satu bagian ujung berbentuk tirus, sementara ujung lainnya berulir. Poros ini dilengkapi dengan cincin (ring penekan) yang dinamakan collets. 13

d. Collets Collets berfungsi untuk mencekap mata potong. Khususnya pada proses pembuatan lubang dan taper. e. Ragum Ragum merupakan alat bantu yang digunakan untuk mencekam benda kerja agar posisinya tidak berubah sewaktu difrais. f. Kepala lepas Kepala lepas berguna untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan diving head atau kepala lepas. Hal tersebut agar benda kerja tidak terangkat atau tertekan kebawah pada waktu penyayatan. g. Kepala pembagi Kepala pembagi merupakan salah satu yang sering dipakai dan ditempatkan dalam meja mesin. Alat ini digunakan untuk proses pembuatan alur, roda gigi, dan lain-lain h. Meja putar Meja putar di gunakan untuk mengfrais benda kerja dengan bentuk bervariasi dan melingkar, pengfrisan dapat dilakukan pada meja putar. Dengan alat ini pengfraisan dapat dilakukan secara melingkar.

2.7 Aksesoris mesin Frais


2.7.1 Clamping Tools Nr. D1 1. Berdasarkan Tangkainya : 1. Arbor ISO 30 2. Arbor ISO 40 3. Arbor ISO 45 4. Arbor ISO 50 5. Arbor ISO 55 6. Arbor ISO 60 30 40 45 50 31.75 44.45 57.15 69.85 d1 17.4 25.3 32.4 39.6 L1 50 67 86 105 L2 70 95 110 130 y D2

1.6 50 1.6 63 3.2 80 3.2 100

55 60

88.9 107.95

50.4 60.2

130 165

168 210

3.2 130 3.2 160

14

2. Berdasrkan Fungsinya : 7. Drill chuck arbor Alat ini dipakai untuk mencekam mata bor, tool lain yang berdiameter kecil dan memiliki bentuk tangkai silindris.

8.

Sleeve Arbor for Cutter Digunakan untuk mencekam End Mill Cutter yang memiliki bentuk tangkai taper atau konus.

3.

Sleeve Arbor for Twist Drill Digunakan untuk mencekam Twist Drill yang memiliki bentuk tangkai taper atau konus.

4.

Collet Arbor Digunakan untuk mencekam alat dengan tangkai silindris, dan didesain untuk mengambil sebuah diameter yang spesifik, dari alasan diatas maka standard collet (1 set) di langkahkan dengan penambahan 0,5 mm.

15

5.

Stub Arbor Biasanya digunakan untuk mencekam Shell End Mill Cutter, dan beberapa tools lain yang memilikii lubang silindris ditengah, dan tanpa perlu menambahkan ring untuk membantu pencekaman.

6.

Short Arbor Clamping Tools ini digunakan untuk mencekam Shell End Mill Cutter dan beberapa tools lain yang memilikii lubang silindris ditengah, biasanya perlu ditambahkan ring untuk membantu proses pencekaman.

7.

Long Arbor Clamping Tools ini digunakan untuk mencekam Shell End Mill Cutter dan alat potong lain yang memiliki lubang silindris ditengah. Biasanya Arbor ini digunakan untuk Mesin Horisontal, dan juga ditambahkan ring untuk membantu pencekaman.

16

8.

Side Lock Arbor Salah satu jenis Arbor yang digunakan untuk mencekam Cutter dengan tangkai silindris, dimana prinsip pencekamannya cukup sederhana dengan mengencangkan screw yang ada pada arbor, sehingga screw tersebut menekan cutter dan mengikatnya, untuk itu perlu ada bidang rata pada sisi tangkai cutter, agar bisa tercekam dengan baik.

9.

Boring Head Arbor Digunakan untuk mencekam boring tools, dimana dalam boring head biasanya disertai skala yang cukup teliti untuk pembuatan lubang yang memiliki ukuran presis

2.7.2 Clamping Device


1. Clamping Benda Kerja 1. Clamp Alat pencekam sederhana yang digunakan untuk mencekam material di meja milling, dimana clamp digunakan sebagai pencekam sedangkan T-slot Bolt sebagai pengencangnya.

17

2. Angle Plate Ketika permukaan benda kerja yang akan di milling memiliki atau ingin dibuat sudut tertentu, maka dapat dibuat dengan menggunakan angle plate. Benda kerja yang dipasang pada angle plate, biasanya dicekam dengan menggunakan clamp.

3. V-Blocks V-blocks sangat baik digunakan untuk pencekaman batang poros yang akan di proses milling, batang poros yang pendek biasanya ditempatkan pada sebuah V-blocks saja, jika batang porosnya panjang, dua buah V-blocks atau lebih dipasang pada meja mesin, dengan jarak yang sesuai dengan panjang batang poros. V-blocks dan benda kerja dicekam pada meja mesin dengan menggunakan clamp.

2. Vice Machine 1. Fixed Vice Alat ini paling sering digunakan dalam pengerjaan di Milling. Fixed vice tidak dapat diubah sudutnya, sehingga posisinya selalu tetap.

18

2. Swivel Vice Clamping device ini memiliki kemampuan untuk diubah sudutnya pada satu sudut putar, sehingga mampu digunakan untuk pembuatan sudut pada proses pengerjaan di Milling.

3. Compound Vice Clamping device ini sama dengan Swivel Vice, tetapi memiliki lebih dari satu sudut putar, sehingga bisa digunakan untuk pembuatan sudut / profil yang lebih rumit.

3. Rotary Table Salah satu asesoris mesin milling yang biasa digunakan untuk membuat radius luar pada mesin Milling, pada saat proses penggerjaan biasanya ditambahkan clamp + center pin untuk mencekam benda kerja.

19

4. Deviding Heads Salah satu asesoris mesin milling yang biasa digunakan untuk membuat segi tertentu (Misal segi 3, 4, 5 dst), Asesoris ini bisa juga digunakan untuk membuat roda gigi, ataupun spiral pada mesin milling.

2.8 Penghitungan Kecepatan Potong


kecepatan potong (CS) adalah keliling kali putaran atau . d . n; di mana adalah nilai konstansta 227 = 3.14; d adalah diameter pisau dalam satuan milimeter dan n adalah kecepatan putaran pisau dalam satuan utaran/menit (rpm). Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku (Tabel 6),

maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/pisau. Dengan demikian, rumus untuk menghitung putaran menjadi:

Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda kerja dalam millimeter, maka rumus menjadi:

20

Contoh Akan mengefrais dengan pisau HHS berdiameter 30 mm dengan kecepatan potong (Cs) 25 m/menit, maka besarnya putaran mesin (n) diperoleh:

Dalam menentukan besarnya kecepatan potong dan putaran mesin, selain dapat dihitung dengan rumus di atas juga dapat dicari pada tabel kecepatan potong pembubutan (Tabel 6 dan 7) yang hasil pembacaannya mendekati dengan angka hasil perhitungan

21

Diagram kecepatan

22

2.9

Pembahasan Langkah Kerja

BAB III
PENUTUP

3. 1 Kesimpulan Milling adalah pengerjaan yang menggunakan macam-macam pisau frais,dimana mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. Sebelum melakukan pengerjaan milling harus mencari kecepatan potong dengan menggunakan rumus yang ada sehingga tidak akan jadi kecelakaan dalam bekerja menggunakan mesin . Setiap akan melakukan pekerjaan milling terlebih dahulu periksalah perlengkapan yang tersedia. Dan gunakanlah alat pelindung ketika bekerja. Jagalah keselamat diri anda.

3. 2 Saran Tidak banyak saran yang saya tulis tetapi saya hanya sekedar mengingatkan, antara lain : Ketika akan melakuan pekerjaan terlebih dahulu periksa perlengkapan yang ada. Gunakanlah alat keselamatan kerja yang telah disediakan. Hati-hati dalam bekerja,harus teliti dan konsentrsi Pengawasan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan praktik sebaiknya harus lebih diwaspadai.

Bersihkan mesin setelah bekerja

DAFTAR PUSTAKA

Modul Mesin frais https://www.google.co.id/#output=search&sclient=psyab&q=penghitungan+mesin+frais&oq=penghitungan+mesin+frais&gs_l=hp.3...51.7622.0.78 70.14.14.0.0.0.0.2209.12109.3-2j2j2j3j9-3.12.0...0.0...1c.1.17.psyab.iRaEpN82RBg&pbx=1&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.47883778,d.bmk&fp=e43ba136e52e 22e4&biw=1366&bih=677 https://www.google.co.id/search?output=search&sclient=psyab&q=perhitungan+kecepatan+potong+mesin+frais&oq=perhitungan+kecepatan+potong+me sin+frais&gs_l=hp https://www.google.co.id/#output=search&sclient=psyab&q=penghitungan+mesin+frais&oq=penghitungan+mesin+frais&gs_