Anda di halaman 1dari 8

Dielektrik adalah sejenis bahan Isolator listrik yang dapat dikutubkan (polarized) dengan cara menempatkan bahan dielektrik

dalam medan listrik. Ketika bahan ini berada dalam medan listrik, muatan listrik yang terkandung di dalamnya tidak akan mengalir, sehingga tidak timbul arus seperti bahan konduktor, tapi hanya sedikit bergeser dari posisi setimbangnya mengakibatkan terciptanya pengutuban dielektrik. Oleh karena pengutuban dielektrik, muatan positif bergerak menuju kutub negatif medan listrik, sedang muatan negatif bergerak pada arah berlawanan (yaitu menuju kutub positif medan listrik) Hal ini menimbulkan medan listrik internal (di dalam bahan dielektrik) yang menyebabkan jumlah keseluruhan medan listrik yang melingkupi bahan dielektrik menurun. !" #ika bahan dielektrik terdiri dari molekul$molekul yang memiliki ikatan lemah, molekul$ molekul ini tidak hanya menjadi terkutub, namun juga sampai bisa tertata ulang sehingga sumbu simetrinya mengikuti arah medan listrik. %" &alaupun istilah 'isolator' juga mengandung arti konduksi listriknya rendah, seperti 'dielektrik', namun istilah 'dielektrik' biasanya digunakan untuk bahan$bahan isolator yang memiliki tingkat kemampuan pengutuban tinggi yang besarannya diwakili oleh konstanta dielektrik. (ontoh umum tentang dielektrik adalah sekat isolator di antara plat konduktor yang terdapat dalam kapasitor. )engutuban bahan dielektrik dengan memaparkan medan listrik padanya mengubah muatan listrik pada kutub$kutub kapasitor.
%"

)enelitian tentang sifat$sifat bahan dielektrik berhubungan erat dengan kemampuannya menyimpan dan melepaskan energi listrik dan magnetik. *" +ifat$sifat dielektrik sangat penting untuk menjelaskan berbagai fenomena dalam bidan elektronika, optika, dan fisika ,at padat. Istilah 'dielektrik' pertama kali dipergunakan oleh &illiam &hewell (dari kata 'dia' dari yunani yang berarti 'lewat' dan 'elektrik') sebagai jawaban atas permintaan dari -ichael .araday. /"

Kerentanan kelistrikan (Susceptibility)


Kerentanan kelistrikan 0e pada bahan dielektrik adalah ukuran seberapa mudah bahan ini dikutubkan dalam medan listrik, yang pada akhirnya menentukan permiti1itas listrik sehingga mempengaruhi sifat$sifat lain dalam bahan dielektrik tersebut, misalnya nilai kapasitansi jika dipergunakan dalam kapasitor. nilai kerentanan listrik ini didefinisikan melalui sebuah konstanta perbandingan antara medan listrik E dan pengkutuban bahan dielektrik P sedemikian rupa sehingga2

dimana

adalah )ermiti1itas ruang hampa. yaitu2

Kerentanan sebuah bahan memiliki hubungan dengan permiti1itas relatifnya

+ehingga dalam ruang hampa,

)erpindahan medan listrik D berhubungan dengan kerapatan pengkutuban P melalui2

Penyebaran (dispersi) dan hukum sebab-akibat


+ecara umum, sebuah bahan tidak dapat langsung terkutub (polarized) secara mendadak pada saat berada dalam medan listrik. 3entuk umum rumus sebagai fungsi waktu pengutuban ini adalah2

4rtinya pengkutuban terjadi sebagai bentuk pembelokan (kon1olusi) terhadap medan listrik pada masa lampau (waktu sebelumnya) dengan nilai kerentanan listrik saat ini yang bernilai terhingga karena . 3atas atas dari integral ini dapat terus diperpanjang sampai tak untuk . 5espon pengutuban mendadak dapat .

terjadi karena .ungsi delta dirac dengan kerentanan

6amun perhitungan menjadi lebih mudah dalam sistem linear jika menggunakan rumus 7ransformasi .ourier dan menulis persamaan ini sebagai fungsi frekuensi. Karena adanya teorema kon1olusi, bentuk integral berubah menjadi perkalian sederhana,

)erlu diperhatikan bahwa frekuensi sederhada ini bergantung pada nilai kerentanan, atau nilai permiti1itas. 3entuk grafik kerentanan berdasar frekuensi ini memberi sifat dispersi pada bahan dielektrik. 8ebih jauh, bahwa pengutuban hanya bergantung pada medan listrik pada waktu lampau (yaitu untuk ), sebagai konsekuensi atas hukum sebab$akibat, . pengutuban memiliki hubungan Kramers9Kronig pada kerentanan

Pengutuban dielektrik

Permodelan atom sederhana


:alam pendekatan teori klasik tentang permodelan dielektrik, sebuah bahan terbuat dari atom$atom. 7iap atom terdiri dari awan bermuatan negatif (elektron) terikat dan meliputi titik bermuatan positif di tengahnya. :engan keberadaan medan listrik disekeliling atom ini maka awan bermuatan negatif tersebut berubah bentuk, seperti yang terlihat pada gambar yang atas$kanan . Hal ini dapat dipandang secara sederhana sebagai dwikutub (dipole) dengan menggunakan prinsip$prinsip superposisi. :wikutub ini dicirikan oleh momen dwikutubnya, yaitu besaran 1ektor yang ditampilkan pada gambar sebagai panah biru dengan tanda M. ;ang berperan membentuk perilaku dielektrik adalah Hubungan antara medan listrik dan momen dwikutubnya. ((atatan bahwa pada gambar momen dwikutub digambarkan mengarah pada arah yang sama dengan medan listrik, hal ini tidak selalu benar$benar terjadi, dan ini hanya merupakan penyederhanaan saja, namun penggambaran seperti ini biasanya masih sesuai untuk berbagai bahan.) Ketika medan listrik hilang, atom$atom pada bahan tersebut kembali pada keadaan sebelumnya. &aktu yang diperlukan untuk berubah$ubah keadaan ini disebut waktu 5elaksasi< grafiknya berbentuk penurunan secara ekponensial. )ermodelan di atas merupakan penggambaran sederhana saja, pada prakteknya perilaku dielektrik sangat bergantung pada situasinya. -akin rumit situasinya (membutuhkan akurasi lebih) makin rumit pula permodelan yang harus dibuat untuk menjelaskan perilaku bahan dielektrik secara akrat. )ermasalahan paling mendasar adalah2

4pakah medan listrik dalam bahan tersebut konstan ataukah berubah sejalan waktu= o #ika berubah sejalan waktu, seberapa besar perubahannya= 3agaimana ciri$ciri bahan tersebut= o 4pakah arah medan listrik merupakan isotropi yang penting= o 4pakah bahan tersebut homogen= o 4dakah batasan$batasan yang harus diperhatikan= 4pakah harus diperhatikan bila sistemnya linear atau nonlinear=

Hubungan antara medan listrik E dan momen dwikutub M mempengaruhi perilaku bahan dielektrik, yang mana pada bahan tertentu, dapat dicirikan melalui fungsi F dengan persamaan2 . Ketika medan listrik dan jenis bahan telah ditentukan, lalu ditentukan fungsi F paling sederhana untuk mendapatkan hasil paling mendekati dari sifat yang diinginkan.

Pengutuban dwikutub
Pengutuban dwikutub (dipole polarization) adalah pengutuban pada kutub$kutub molekulnya. )engutuban jenis ini berakibat pengutuban secara permanen, contohnya ikatan asimetris antara atom oksigen dan hidrogen pada air, yang akan mempertahankan sifat$sifat pengutuban walaupun medan listrik sudah hilang. )engutuban jenis ini membentuk pengutuban makroskopis. #ika medan listrik dari luar dipaparkan pada bahan tertentu, jarak antara muatan dalam atom, yang terkait dengan ikatan kimianya, tidak berubah selama terkutub< namun, kutub$ kutubnya akan berputar. )utarannya tergantung pada torsi dan 1iskositas molekul yang bersangkutan. Karena perputaran ini tidak dapat terjadi secara mendadak, pengutuban dwikutub belum terjadi ketika frekuensi pengutuban masih rendah. #arak waktu respon muatan listrik karena adanya medan listrik ini menimbulkan gesekan dan panas.

Pengutuban ion
Pengutuban ion adalah pengutuban yang terjadi karena adanya perpindahan relatif antara ion negatif dan positif dalam molekul yang bersangkutan, misalnya pada 6a(l). +ering kristal atau molekul tidak terdiri hanya satu jenis atom saja, distribusi muatan listrik disekitar atom kristal atau molekul cenderung positif atau negatif. 4kibatnya, ketika getaran molekul menginduksi perpindahan muatan dalam atom, titik setimbang muatan positif dan negatif mungkin tidak berada pada lokasi yang sama. 7itik setimbang ini mempengaruhi simetri sebaran muatan listrik. Ketika titik setimbang ini tidak setimbang, pengkutuban terjadi dalam kristal atau molekul tersebut. Inilah pengutuban ion. )engutuban ion menyebabkan transisi feroelektrik dan juga pengutuban dwipolar. 7ransisi yang disebabkan berubahnya urutan arah kutub permanen sepanjang garis tertentu, disebut transisi fase order-disorder. +edang transisi yang disebabkan oleh pengutuban ion dalam kristal disebut transisi fase pergeseran.

Dispersi dielektrik
:alam ilmu fisika, dispersi dielektrik adalah ketergantungan bahan dielektrik pada nilai permiti1itasnya pada frekuensi tertentu ketika adanya medan listrik. Karena adanya jeda waktu antara pengutuban dan perubahan medan listrik, permiti1itas bahan dielektrik menjadi sangat rumit, diperlukan fungsi dengan bilangan kompleks dari frekuensi medan listrik. Hal ini sangat penting dalam penggunaan bahan dielektrik dan analisis sistem pengutuban. Kejadian umum atas fenomena ini disebut sebagai dispersi bahan2 yaitu respon yang tergantung pada frekuensi dari suatu bahan untuk menghantarkan gelombang (wave propagation).

Ketika frekuensi meningkat2 !. )engutuban dwikutub tidak mungkin mengejar perubahan medan listrik ketika memasuki daeran gelombang mikro sekitar !>!> H,< %. Ketika memasuki daerah infra$merah atau infra$merah$jauh sekitar !>!* H,, pengutuban ion tidak lagi merespon terhadap medan listrik< *. )engutuban listrik benar$benar tidak mungkin terjadi ketika frekuensi memasuki daerah ultraungu sekitar !>!? H,. :alam frekuensi di atas ultraungu, permiti1itas mendekati nilai konstanta > untuk semua bahan, dimana > adalah permiti1itas ruang hampa. Karena permiti1itas merupakan kekuatan hubungan antara medan listrik dan pengutuban, jika pengutuban tidak lagi merespon medan listrik, maka permiti1itas menurun.

Relaksasi dielektrik
Relaksasi dielektrik adalah komponen jeda waktu dalam konstanta dielektrik suatu bahan. #eda ini biasanya disebabkan oleh jeda waktu yang diperlukan molekul bahan sampai terkutub (polarized) ketika mengalami perubahan medan listrik disekitar bahan dielektrik (misalnya, kapasitor yang dialiri arus listrik). 5elaksasi dielektrik ketika terjadi perubahan medan listrik dapat dipersamakan dengan adanya histerisis ketika terjadi perubahan medan magnet (dalam induktor atau transformer). :alam sistem linier, relaksasi secara umum berarti jeda waktu sebelum respon yang diinginkan muncul, oleh karena itu relaksasi diukur sebagai nilai relatif terhadap keadaan dielektrik stabil yang diharapkan (equilibrium). #eda waktu antara munculnya medan listrik dan terjadinya pengutuban berakibat berkurangnya energi bebas (@) tanpa dapat dikembalikan. :alam ilmu fisika, relaksasi dielektrik mengacu pada waktu respon relaksasi bahan dielektrik atas medan listrik dari luar pada frekuensi gelombang mikro. 5elaksasi ini sering diterangkan dalam permiti1itas sebagai fungsi terhadap frekuensi, yang mana, dalam sistem ideal, dapat dinyatakan dalam persamaan :ebye. 6amun di lain pihak, pergeseran pengutuban ion dan pengutuban elektron menunjukkan perilaku sejenis resonansi atau osilasi. (iri proses pergeseran sangat bergantung pada struktur, komposisi, dan lingkungan sekitar dari bahan. #umlah panjang gelombang yang bisa dipancarkan sebagai radiasi ketika terjadinya relaksasi dielektrik dapat ditemukan menggunakan Hukum Hemmings yang pertama

dimana n adalah jumlah panjang gelombang yang bisa dipancarkan sebagai radiasi adalah jumlah tingkat energi.

Relaksasi Debye
Relaksasi Debye adalah respon relaksasi dari sekumpulan dwikutub yang tak berinteraksi satu sama lain, secara ideal, atas berubahnya medan listrik dari luar. 3iasanya nilainya dinyatakan sebagai permiti1itas kompleks dari bahan sebagai fungsi terhadap frekuensi medan listrik 2

dimana adalah permiti1itas pada batas frekuensi tertinggi, dimana merupakan permiti1itas statis berfrekuensi rendah, dan adalah ciri waktu relaksasi dari bahan yang bersangkutan. -odel relaksasi seperti ini pertama kali diperkenalkan (dan dinamai sesuai yang memperkenalkan) oleh )eter :ebye pada tahun !A!*.

Variasi persamaan Debye


)ersamaan (ole9(ole )ersamaan (ole9:a1idson 5elaksasi Ha1riliak96egami .ungsi Kohlrausch9&illiams9&atts (7ransformasi .ourier atas fungsi ekponensial diregangkan)

Penerapan
Kapasitor
Kapasitor yang diproduksi untuk komersial biasanya menggunakan bahan dielektrik padat yang memiliki permiti1itas tinggi sebagai pemisah antara muatan positif dan negatif yang disimpan. 3ahan ini sering pula disebut sebagai 'dielektrik kapasitor'. B" Keuntungan yang jelas terlihat jika menggunakan bahan dielektrik semacam ini adalah mencegah dua plat konduktor yang mana terdapat muatan listrik saling berhubungan langsung. :an yang lebih penting, permiti1itas tinggi memungkinkan lebih banyak muatan listrik yang tersimpan pada potensial yang sama. Kerapatan muatan listrik CD yang bisa disimpan jika menggunakan bahan dielektrik linear dengan permiti1itas dan ketebalan d untuk memisah dua konduktor dapat dihitung dengan

dan kapasitansi per satuan luas adalah

:ari sini, bisa kita lihat bahwa semakin besar D makin besar pula muatan yang disimpan (CD) dan akhirnya makin besar pula nilai kapasitansinya. 3ahan dielektrik yang digunakan dalam kapasitor juga dipilih yang sulit terionisasi agar kapasitor dapat dipergunakan pada potensial tinggi tanpa khawatir bahan dielektrik terionisasi dan mengalirkan arus (arus bocor).

Resonator dielektrik
silator resonator dielektrik (:5O $$ Dielectric Resonator Oscillator) adalah komponen elektronika yang menghasilkan resonansi dalam rentang frekuensi sempit, biasanya pada pita gelombang mikro. Komponen ini terdiri dari 'puck' keramik yang memiliki konstanta dielektrik besar dan faktor lesapan (dissipation factor) rendah. 5esonator semacam ini digunakan untuk mendapatkan frekuensi acuan dalam rangkaian osilator. 5esonator dielektrik tak$terlindung (unshielded) dapat ditemui pada 4ntena 5esonator :ielektrik (:54 $$ Dielectric Resonator Antenna).

Dielektrik dala! praktek


3ahan dielektrik dapat berupa ,at padat, ,at cair, atau gas. 3ahkan, ruang hampa$pun dapat dianggap bahan dielektrik walaupun konstanta dielektrik relatifnya merupakan identitas (bernilai !). 6ampaknya dielektrik dalam bentuk padat lebih umum dipergunakan dalam ilmu kelistrikan, dan banyak ,at padat merupakan isolator yang baik. 3eberapa contoh antara lain porselen, kaca, dan sebagian besar plastik. Edara, nitrogen, dan belerang heFafluoride adalah tiga gas yang umum digunakan sebagai bahan dielektrik.

)elapis industrial seperti parylene bertindak sebagai penghalang dielektrik antara bahan yang dilapisi dan lingkungan sekitar. -inyak yang digunakan dalam transformer (terutama yang besar) berguna sebagai bahan dielektrik cair dan sebagai pendingin. 3ahan dielektrik cair memiliki konstanta dielektrik yang lebih tinggi, sehingga bisa dipergunakan dalam kapasitor tegangan tinggi sehingga mencegah terjadinya muatan bocor bila terjadi korona dan juga meningkatkan nilai kapasitansi. Karena bahan dielektrik menghambat arus listrik, permukaan bahan dielektrik bisa saja menangkap muatan listrik berlebih yang terlepas. Hal ini dapat terjadi secara tidak sengaja ketika bahan dielektrik tergesek atau tersentuh bahan lain sehingga terjadi efek tribolistrik. 6amun demikian kadang kala kejadian seperti ini justru diinginkan seperti dalam generator Gan :e @raff atau elektroforus, atau dapat pula kejadian ini malah merusak seperti dalam pelepasan listrik statis. 3ahan dielektrik khusus yang disebut elektret dapat menyimpan muatan listrik cukup lama, hampir seperti magnet yang mampu menyimpan medan magnet.

3eberapa bahan dielektrik mampu menghasilkan potensial listrik ketika mengalami tekanan, atau dapat berubah bentuk ketika diberi potensi listrik. +ifat ini disebut sebagai sifat pie,oelektrik. 3ahan pie,oelektrik merupakan jenis dielektrik yang sangat berguna dalam berbagai alat. 3eberapa bahan dielektrik dalam bentuk kristal ion dan polimer memiliki momen dwikutub sendiri, yang dapat dimodifikasi oleh medan listrik dari luar. )erilaku ini disebut efek feroelektrik. 3ahan$bahan ini berperilaku seperti bahan feromagnetik ketika terpapar medan magnet. 3ahan feroelektrik sering kali memiliki konstanta dielektrik yang sangat besar, sehingga bahan$bahan jenis ini sangat berguna dalam pembuatan kapasitor.