Anda di halaman 1dari 2

SP1P STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PERILAKU KEKERASAN A. Proses Komunikasi 1.

Kondisi Klien DS: Klien mengatakan marah jika tidak diberi rokok oleh temannya DO: Wajah klien tampak tegang jika minta rokok tapi tidak diberi 2. Diagnosa keperawatan: Perilaku kekerasan 3. Tujuan khusus Klien dapat mengidentifikasi penyebab marah Klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan Klien dapat mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara latihan nafas dalam 4. Tindakan keperawatan Mengidentifikasi penyebab PK Mengidentifikasi tanda dan gejala PK Mengidentifikasi PK yang dilakukan Mengidentifikasi akibat PK Menyebutkan cara mengontrol PK Membantu pasien mempraktekkan latihan cara mengontrol PK secara fisik 1 Menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan harian B. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Orientasi 1. Salam teraupetik Assalamualaikum I, masih ingat dengan saya? 2. Evaluasi/validasi Bagaimana perasaannya sekarang? masih ingat dengan yang kita bicarakan satu jam yang lalu? 3. Kontrak: Topik : Baiklah, satu jam yang lalu kita sudah berbincang-bincang tentang

perasaan kesal atau marah yang sering I rasakan. Nah sekarang kita bincang-bincang tentang perasaan marah dan cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa marah. Waktu : Berapa lama kita akan berbincang-bincang, apakah 15 menit cukup? Tempat : Kita berbincang-bincang di ruangan ini saja ya?

Kerja: Apa yang menyebabkan I marah? Terus, penyebabnya apa? O..iya, jadi permasalahan seperti itu yang sering membuat I marah. Pada saat penyebab marah itu ada, apa yang I rasakan? Apakah I merasakan kesal kemudian dada berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal? Setelah itu apa yang I lakukan? Jadi melempar barang-barang yang ada di rumah? Apa kerugian cara I lakukan? Menurut I adakah cara lain yang lebih baik? Maukah I belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian? Ada beberapa cara untuk mengendalikan kemarahan. Salah satunya adalah dengan cara fisik. Jadi, melalui kegiatan fisik, rasa marah dapat disalurkan. Ada beberapa cara fisik untuk mengendalikan rasa marah, bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Bagini, kalau ada tanda-tanda marah tadi sudah I rasakan, I berdiri, lalu tarik nafas dari hidung, tahan sebentar, keluarkan perlahanlahan lewat mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tarik nafas dari hidung, bagus..., tahan, dan keluarkan melalui mulut. Nah lakukan 5 kali. Bagus sekali, I sudah bisa melakukannya. Bagaimana perasaanya? Nah sebaiknya latihan ini dilakukan secara rutin sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu muncul I sudah terbiasa melakukannya. Terminasi: 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Evaluasi subjektif Bagaimana perasaannya setelah kita cerita-cerita? Evaluasi objektif Coba Ibu jelaskan kembali penyebab I marah, apa yang I lakukan, akibat yang timbul dari tindakan itu serta cara mengatasi marah? 2. Rencana tindak lanjut klien Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah yang lalu, apa yang I lakukan kalau marah yang belum kita bahas dan jangan lupa latihan nafas dalam, ya I! 3. Kontrak yang akan datang: Topik: Baiklah saya rasa cukup untuk hari ini, besok kita diskusi lagi tentang cara lain untuk mencegah/ mengendalikan marah. Waktu: Mau jam berapa? Baiklah jam 10.00 saja Tempat: Tempatnya disini lagi ya? Sampai jumpa