Anda di halaman 1dari 3

Postingan kali ini saya akan membahas tentang pemeriksaan refraksi mata atau cara mencari minus atau

plus pada mata .Berikut adalah langkah - langkah pemeriksaan pemeriksaan refraksi mata : 1. Pemeriksaan secara obyektif adalah teknik pemeriksaan refraksi mata di mana pemeriksa aktif dan pasien pasif a. Auto refrakto meter adalah alat pemeriksaan refraksi mata melalui komputer dengan cara menyuruh pasien duduk relax dan melihat target di komputer lalu di klik sampai 3 kali dan keluar hasilnya secara otomatis. b. Pupilo meter adalah alat untuk mencari jarak pupil mata kanan dan mata kiri dengan cara menyuruh pasien melihat titik yang ada pada pupilo meter lalu pupilo meter disesuaikan dengan titik focus mata sehingga akan terlihat jarak pupil mata tertera pada pupilo meter. c. Lenso meter adalah alat untuk mengetahui resep kacamata lama, focus dan jenis lensa kacamata lama dengan cara kacamata disimpan di lenso meter dan bisa dilihat hasilnya pada layar lenso meter. d. Anamnesa adalah dialog pertanyaan sebelum pemeriksaan refraksi mata dan biasanya menanyakan keluhan, lama pamakaian kacamata, penyakit mata, kesehatan dan umur pasien 2. Pemeriksaan secara Subyektif adalah teknik pemeriksaan di mana pemeriksa aktif dan pasien aktif A. Phoroptor adalah alat untuk mengetahui minus atau plus dengan dengan cara test bacaan 1. Monoculair adalah pemeriksaan satu mata a. Acies Visus (AV) adalah kemampuan mata untuk melihat sebelum menggunakan lensa koreksi - targetnya dengan membaca huruf snellen chart yang masih dapat di lihat pada jarak 6 meter dan di hentikan kalau sudah tidak bisa baca b. Best Vision Sphere (BVS ) adalah kemampuan penglihatan terbaik mata setelah pakai lensa koreksi - targetnya sama membaca huruf snellen dan pemeriksaan di hentikan jika lensa kedua lebih buruk di banding lensa pertama c. Duochrome test adalah tes agar bayangan lensa koreksi yang di berikan tepat di retina - target angka atau huruf dengan latar belakang hijau dan merah - untuk minus , target harus lebih jelas di merah atau sama jelas - untuk plus , target harus lebih jelas di hijau atau sama jelas d. Pemeriksaan astigmat adalah pemeriksaan mencari cylinder dengan menggunakan teknik cross cylinder - targetnya angka 0 atau titik - tittik 1. mencari axis cylinder - pasang roda pemutar sejajar axis yang sesuai dengan hasil autoref - pergerakan arah axis per 5 derajat mengikuti petunjuk titik merah jika posisinya lebih

bagus sampai target terlihat sama jelas antara posisi pertama dan posisi kedua 2. mencari power cylinder - pasang cc pada posisi tanda p berhimpit dengan axis yang sudah di dapat - jika titik merah lebih jelas maka power cylinde di tambah -0.50 dan spheris di tambah +0.25 dan pemeriksaan di hentikan kalau titik putih lebih jelas atau titik merah sama jelas dengan titik putih 3. menghaluskan axis cylinder - roda pemutar kembali ke posisi mencari axis dan perhalus sampai sama jelas e. Visus adalah perintah untuk membaca snellen yang belum terbaca f. Duochrom test g. Menghaluskan power cylinder - kurangi power cylinder per -0.25 sampai kalau di kurangi lagi penglihatan jadi kabur 2. Pemeriksaan binoculair adalah pemeriksaan dua mata a. balancing akomodasi adalah tes untuk menyeimbangkan kerja 2 mata - buramin visus terakhir , satu mata kanan dan satu mata kiri - jika mata kanan 3 kali diturunkan baru buram dan mata kiri 2 kali diturunkan baru buram maka lensa kanan harus ditambah +0.25 agar seimbang b. Duke elder test adalah test yang bertujuan untuk menghindari over koreksi atau kelebihan ukuran - di tambah +0.25 secara bersamaan , jika ditambah tambah buram berarti ukuran sudah pas 3. Pemeriksaan presbyopia adalah pemeriksaan jika pasien sudah memasuki usia 40 th dan yang mempunyai keluhan membaca dekat a. Monoculer - target cross grid dan pasangkan lensa cc plus minus setengah - pasangkan addition sesuai tabel usia - pasien melihat garis- garis tegak dan mendatar, jika garis tegak lebih jelas maka ditambah +0.25 dan jika mendatar lebih jelas maka di tambah -0.25 -pemeriksaan selesai kalau sudah sama jelas b. binoculer - kedua mata dibuka dalam keadaan open - target di ganti dengan snellen baca - letakkan target di 40 cm , geser ke 35 cm dan 45cm - setiap jarak anjurkan pasien membaca - jika pasien melihat tidak jelas di 35 cm maka ditambah +0.25 dan jika tidak jelas di 45 cm maka diberikan -0.25 3. Trial adalah alat untuk tes kenyamanan dalam berkacamata dengan cara di masukkan ukuran yang sudah dapat dari phoroptor ke trial dan pasien di suruh mencoba jalan dan menanyakan ada keluhan /gak 4. Buku resep adalah buku untuk menulis resep yang sudah di dapatkan

Demikianlah susunan pemeriksaan mata yang saya bisa sampaikan.Saya ajat sudrajat undur iri dan semoga uraian di atas bisa menambah ilmu.