Anda di halaman 1dari 3

SOP Uji Ishihara Definisi : Ishihara merupakan tes yang digunakan untuk menguji adanya kelainan mengenali warna

(buta warna) pada klien. Tes ini digunakan untuk mengetahui cacat warna merah dan hijau akibat kerusakan retina (sel bipolar-badan ganglion genikulatum lateral) Ishihara berbentuk gambar-gambar pseudoisokromatik yang disusun titik dengan kepadatan warna berbeda sehingga orang normal dapat mengenal gambar yang dibentuk oleh titik-titik tersebut Alat : Gambar ishihara Persiapan klien : Berikan penjelasan pada klien tentang prosedur pelaksanaan/ teknik pemeriksaan Persiapkan lingkungan: Atur pencahayaan (tidak menyilaukan mata klien) Prosedur : 1. Klien diminta melihat kartu dan menentukan gambar yang dilihat, misalnya angka 25 2. Klien iminta menyebukan gambar tesebut dalam waktu 3-10 detik bila lebih terdapat kelaian buta warna SOP Pemeriksaan Tonometri Schiotz Definisi: Pemeriksaan ini digunakan untuk mengethui tekanan bola mata (tekanan intraocular) meningkat atau rendah. Alat ini diberi beban dan diletakkan pada permukaan korne dan akan menekan bola mata ke dalam. Adanya tekanan tonometri ii akan mendapatkan perlawanan tekanan yang ada dalam bola mata. Pemeriksaan ini dilakukan pada pederita yang dicurigai menderita glaucoma, klien pra dan pasca bedah mata. Pemeriksaan ini tidak dilakukan ada klien yangmengalami luka pada kornea. Tonometri yang akan digunakan pada klien harus steril untuk mencegah terjadinya infeksi. Beban yang digunakan pada tonometri schiotz adalah 5,5 gr, 7,5 gr, 10 gr, dan 15 gr. Gunakan beban terkecil dahulu mulai dari 5,5 gr. Jika hasil skala pengukuran dengan beban 5,5 gr adaah 1-3, ganti beban dengan 7,5 dan seterusnya. Alat: 1. Tonometri schiotz 2. Analgesic tetes mata 3. Kapas bersih dalam kom Persiapan klien : 1. Menjelaskan maksud dan tujuan pada klien 2. Penderita diminta untuk berbaring Persiapan lingkungan Persiapkan sketsel dan atur pencahayaan Prosedur : 1. Bersihkan mata klien dengan kapas bersih 2. Teteskan pantocaine 2-3 tetes, tunggu 5menit (sampai klien tidak merasakan pedas di mata)

3. Atur kalibrasi tonometri 4. Minta klien melihat satu titik diatas (lngit-langit ruangan) ata u minta klien meletakkan ibu jari di atas mata (letakkan jarak ibu jari sejauhnya dari mata) 5. Letakkan tonometridiatas permukaaan kornea, jangan ditekan lalu perhatikan skala yang tertera pada alat (0-5) 6. Konfersikan hasil nilai dari skala dengan table untuk mengetahui TIO (tekanan intraocular), bila hasil lebih tinggi dari 20 mmHg, klien dicurigai menderita glaucoma dan bila lebih dari 25 mmHg, klien sudah menderita gloukoma. Contoh pembacaan: Bila hasil pengukuran tertera pada angka 5 denagn beban yang digunakan 5,5 gram, ini berarti TIO adalah 5/5,5. Perhatikan table konversi hasil 5 dengan beban 5,5 adalah 17 Tabel Kalibrasi Pengukuran Tonometri Schiotz Dikutip dari Sidarta Ilyas, 2006 Zeiger Ausschlag Scale reading Augendruck-Pressure, mmHg Tonometerstiftewitch-Pluger load 5.5 gram 7,5 gram 10 gram 15 gram 0,0 41,5 59,5 81,5 127,5 0,5 37,8 54,2 75,1 117,9 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0 5,5 6,0 6,5 7,0 7,5 8,0 8,5 9,0 9,5 10,0 10,5 11,0 11,5 12,0 12,5 34,5 31,6 29,0 26,6 24,4 22,4 20,6 18,9 17,3 15,9 14,6 13,4 12,2 11,2 10,2 9,4 8,5 7,8 7,1 6,5 5,9 5,3 4,9 4,4 49,8 45,8 42,1 38,8 35,8 33,0 30,4 28,0 25,8 23,8 21,9 20,1 18,5 17,0 15,6 14,3 13,1 12,0 10,9 10,0 9,0 8,3 7,5 6,8 69,3 64,0 59,1 54,7 50,6 46,9 43,4 40,2 37,2 34,4 31,8 29,4 27,2 25,1 23,1 21,3 19,6 18,0 16,5 15,1 13,8 12,6 11,5 10,5 109,3 101,4 94,3 88,0 81,8 76,2 71,0 66,2 61,8 57,6 53,6 49,9 46,5 43,2 40,2 38,1 34,6 32,0 29,6 27,4 25,3 23,3 21,4 19,7

13,0 13,5 14,0 14,5 15,0 15,5 16,0 16,5 17,0 17,5 18,0 18,5 19,0 19,5 20.0

4,0

6,2 5,6 5,0 4,5 4,0

9,5 8,6 7,8 7,1 6,4 5,8 5,2 4,7 4,2

18,1 16,5 15,1 13,7 12,6 11,4 10,4 9,4 8,5 7,7 6,9 6,2 5,6 4,9 4,5

SOP Pemeriksaan dengan lampu cela (Biomikroskopi) Definisi : Lampu cela terdiri atas mikroskop dan sebuah sumber cahaya khusus, digunakan untuk memeriksa penyakit atau kelainan pada kelopak mata atau bola mata, sehingga bisa didiagnosis dan diobati lebih baik. Berkat penyinaran yang baik, dan pembesaran yang kuat maka daerah yang diperiksa dapat dilihat jelas (misalnya kreatitis dendrite, benda asing dikornea, tumor iris). Peralatan dan bahan : Lampu celah Prosedur : 1. Jelaskan pada pasien prosedur yang akan dilakukan 2. Pasien dan pemeriksa duduk berhadapan 3. Dagu pasien ditempatkan pada sandaran dan dahinya disandarkan pada ranhka lampu cela. 4. Pemeriksa mengamati mata pasien melalui mikroskop 5. Gerakkan focus mikroskop dan cahanya kedepan atau kebelakang, kelopak mata, kornea, bilik mata depan dan iris dapat diteliti dengan mudah dan cepat