Anda di halaman 1dari 2

A.

Definisi Appendisitis Apendiks adalah ujung seperti jari-jari yang kecil panjangnya kira-kira 10cm (4 inci), melekat pada sekum tepat dibawah katup ilosekal1. Apendisitis adalah peradangan dari apendiks dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering1. Apendisitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan rongga abdomen, dan bedah abdomen darurat1.
B. Etiologi Appendisitis 1. Secara klinis, obstruksi lumen merupakan penyebab utama apendisitis. Obstruksi ini disebabkan oleh pengerasan bahan tinja (fekalit). 2. Penyebab lain yang diduga dapat menyebabkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E. Histolytica 3. Konstipasi akan meningkatkan tekanan intrasekal, yang berakibat timbulnya sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan kuman flora kolon. Semuanya akan mempermudah terjadinya apendisits akut. 4. Obstruksi akibat dari edema mukosa dapat disertai dengan infeksi virus atau bakteri (Yersinia, Salmonella, Shigella) sistemik1. C. Epidemiologi Appendisitis Apendisitis paling sering ditemukan pada usia 20 sampai 40 tahun. Penyakit ini jarang ditemukan pada usia yang sangat muda atau orang tua, dikarenakan bentuk anatomis apendiks yang berbeda pada usia tersebut1. D. Diagnosis Akut Abdomen 1. Diagnosis a. Riwayat : nyeri menyebar dan khas, diare, melena, hematokezia, demam, makanan terakhir yang dikonsumsi, riwayat menstruasi, perdarahan vaginal, gejala urinaria, dan gejala pernapasan. Nilai riwayat saluran cerna, riwayat perjalanan dan makanan. 2. Pemeriksaan fisik : 1. Umum : tanda vital, keracunan, ruam, artritis, ikterus. 2. Abdominal : nyeri abdominal sedang hingga berat ketika palpasi, rebound/guarding, massa yang kaku, perubahan bising usus 3. Rektal : termasuk pemeriksaan feses untuk darah samar 4. Pelvis : discharge, massa, nyeri ketika dilakukan pergerakan adnexal/servikal

3. Pemeriksaan a. Radiologi Pertama, dapatkan gambaran radiografi berupa foto polos abdomen untuk menilai obstruksi, konstipasi, gas, batu empedu, dan batu ginjal, dan radiografi dada untuk menilai pneumonia Lakukan USG abdominal/pelvis Lakukan endoskopi

b. laboratorium Elektrolit, panel kimia, darah lengkap, tes fungsi hati dan ginjal, pemeriksaan koagulasi, tipe dan kecocokan darah, urinalisis, amilase, lipase2.

1. Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Buku ajar patologi .7 nd ed, Vol. 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2007. 2. Bahan Kuliah dr. Rini Andryani