Anda di halaman 1dari 78

LATAR BELAKANG

17% mortalitas anak dengan diare ada di negara berkembang


Menurut WHO, di Negara berkembang kematian tersebut pada umur <2 tahun dan rata-rata mengalami episode diare 3 x dalam satu tahun Proporsi diare sebagai penyebab kematian nomor 1 pada bayi postneonatal (31.4%) dan pada anak balita (25.2

Intrinsik

Ekstrinsik

Jawa Tengah

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik seorang anak, diantaranya tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan fungsi individu, seperti kemampuan motorik kasar, halus, pendengaran, penglihatan, komunikasi, bicara, emosi-sosial, kemandirian, intelegensi, moral.
Prevalensi : 1,320,9%. 80% terjadi pada anak < 18 bulan

Gangguan pada sistem pernapasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelainan paru bawaan atau congenital, infeksi pada saluran pernapasan sering terjadi dibandingkan dengan infeksi pada sistem organ tubuh lain.

Meskipun atelektasis sebenarnya bukan merupakan penyakit, tetapi ada kaitannya dengan penyakit parenkim paru

TUJUAN

mempelajari lebih dalam tentang cara mendiagnosis, penatalaksanaan di rumah sakit, dan pengelolaan secara komprehensif dan holistik pada pasien dengan Diare akut dengan dehidrasi ringan sedang , gizi kurang dan Atelektasis

MANFAAT

membantu tenaga medis untuk belajar menegakkan diagnosis, melakukan penatalaksanaan di rumah sakit, dan pengelolaan secara komprehensif dan holistik pada pasien dengan diare akut dengan dehidrasi ringan sedang , gizi kurang dan Atelektasis

IDENTITAS
Nama Umur : An. E : 13 Bulan Nama Ibu Umur : Ny. S : 22 tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Pekerjaan
Pendidikan Nama Ayah Umur Pekerjaan

: IRT
: SMP : Tn. S : 27 tahun : Buruh

Anak
Alamat Bangsal

: pertama
:Pulo,Demak : Dahlia

Masuk RS: 10 / 12 / 13
Keluar RS: 15 / 12 / 13

Pendidikan

: SMP

ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA

BAB CAIR

3 Hari SMRS Mencret Hari I SMRS, mencret lebih dari 10 kali/hari. Hari II SMRS, mencret 6 kali/hari. Hari III SMRS, mencret 3 kali/hari, ampas (+), lendir(-), darah(-), bau menyengat, tidak nyemprot, volume nya 1/3 gelas belimbing. Badan Panas, mendadak, naik turun, malam hari lebih tinggi, menggigil (-) Kejang (-) Batuk (+), tidak terus menerus, ngekel, riak(+), sesak nafas(-). Pilek(+), ingus(+), warna hijau Muntah >10 kali, tiap kali makan dan minum Mual tiap minum obat.

Sejak lahir pasien hanya diberikan ASI dan tak memiliki keluhan BAB cair sebelumnya Mulai usia 6 bulan, minum susu formula, 1 botol susu kecil (60 cc) diberikan 3 sendok takar susu Susu diberikan semau anak Tiap kali susu habis, botol dicuci dengan sabun dan di rendam dalam air hangat Ibu jarang cuci tangan

Riwayat penyakit dahulu


Tidak pernah

Riwayat penyakit keluarga


ada yang sedang mengalami keluhan yang sama
Riwayat alergi disangkal

STATUS EKONOMI
- Ayah buruh - Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga. - tinggal bersama keluarga - Biaya Pengobatan: umum Kesan : Tingkat sosial ekonomi cukup

RIWAYAT PERINATAL
Pemeliharaan Perinatal: - Periksa kandungan di bidan 1x/bulan. Riwayat Kelahiran Pemeriksaan Post Natal

- Penyakit dan perdarahan selama kehamilan (-)


- Minum tablet tambah darah dan vitamin dari bidan

- Periksa : di Lahir spontan ditolong oleh bidan Bidan & dari ibu G1P0A0 usia Posyandu kehamilan 38 minggu - Keadaan anak: BB : 3000 gr baik PB : 50 cm - Imunisasi : di LK :ibu lupa Bidan & Puskesmas

Vaksin
HEPATITISB I BCG DPT/DT POLIO I

Dasar
3x (lupa) 1x (lupa) 3x (lupa) 4x (lupa)

RIWAYAT IMUNISASI

CAMPAK

1 (9bulan)
Kesan : Riwayat imunisasi lengkap

Riwayat Pertumbuhan

BB Lahir : 3000 gram PB Lahir : 50 BB sekarang : 7 kg TB sekarang : 72 cm

RIWAYAT PERKEMBANGAN
Motorik Kasar
Senyum-senyum Kepala Terangkat Duduk Merangkak Berdiri Berjalan & lari

: berjalan dan lari


: lupa : lupa : 6 bulan : lupa : 10 bulan : 12 bulan

Motoik Halus Bahasa

: Memegang spidol dan corat-coret :mama, papa

RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Riwayat pertumbuhan : Pertumbuhan anak sesuai umur

Riwayat perkembangan: Perkembangan anak sesuai umur

RIWAYAT MAKAN DAN MINUM


9 bulan sekarang : susu formula, nasi, sayur, dan lauk lunak (telur/ati/ikan) 3x sehari @ 1 mangkok kecil habis 6 bulan 9 bulan :ASI dimakan.

berhenti dan diganti susu SGM, minum 3 botol 0 6 bulan :ASI sehari.Bubur nasi , sayur, dan semau anak + lauk lunak (telur/ati/ikan) 3x 10x sehari. sehari @ mangkok kecil tidak habis dimakan. Ati dan ikan jarang diberikan

KESAN : - ASI sesuai - PASI sesuai - Kualitas dan kuantitas cukup

PEMERIKSAAN FISIK
11 Desember 2013 jam 13.00 WIB di bangsal Dahlia RSUD Sunan Kalijaga

Status umum
Keadaan umum Kesadaran

Umur : 13 bulan
BB : 7 kg PB : 72cm

rewel

-Tekanan darah : -Nadi : 116x/menit isi tegangan cukup -RR : 28x/menit - Suhu : 36,5 C

Komposmentis

Mesosefal (lk 44), UUB menutup, rambut hitam tipis

mata cowong (+/+), Conjungtiva Anemis(-/-), sklera ikterik (-/-), sekret (-) bercak bitot ()

Discharge (-/-)

secret (), napas cuping hidung ()

bibir kering (+), lidah kotor (-), pernapasan mulut (-), Sianosis (-), ulkus (-)

Hiperemis(-)
- T1 T1

Hiperpigmen tasi (-) Hipopigment asi (-)

Deskuamasi()
Ulserasi(-) Lesi eksudatif (-)

pembesara n KGB (-), trachea terdorong (-)

Bentuk dada normal, retraksi (-), sela iga tidak melebar, vesikuler/ves ikuler

Perempuan, tidak ada kelainan

Jantung

Inspeksi : Iktus Cordis tak tampak

Palpasi : Iktus Cordis teraba di ICS V

Perkusi : -

Auskultasi : Suara jantung I-II reguler, bising (-), gallop (-)

Paru

Inspeksi : Simetris, retraksi -

Palpasi : -

Perkusi : -

Auskultasi : SD vesikuler (+/+) Rhonki (-/-) Wheezing (-/-)

Abdomen

Inspeksi : datar

Auskultasi : Bising usus (+) meningkat


Palpasi : Supel, turgor kembali lambat hepar/Lien: tidak teraba

Perkusi : timpani

ANGGOTA GERAK
Akral dingin Sianosis Oedem Capp. Refill Reflek fisiologis Reflek patologis Tonus Klonus Superior -/-/-/< 2 +N / + N -/+N / + N Inferior -/-/-/< 2 +N / +N -/+N / +N -/-

PEMERIKSAAN STATUS GIZI


Perempuan, BB = 7kg, PB = 72cm, umur 13 bulan
WAZ = BB median = 7-9.8 = -2.50 (berat badan rendah) SD 1,10 HAZ = TB median = 72 75,5 = -1.20 ( normal ) SD 2.90 WHZ = BB median = 7 8.9 = -2.1 (kurus) SD 0.9

KESAN : berat badan kurang ,perawakan normal,, Gizi kurang,

Pemeriksaan Makroskopis Warna Konsistensi Lendir Darah Nanah Mikroskopis Eritrosit Lekosit Amoeba Telur cacing Pencernaan Serat otot Serat tumbuhan Lemak Amilum Bakteri Widal O Widal H

Hasil Kuning Lembek Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif Positif Positif Positif Negatif Positif 1/100 Negatif

Feses Rutin 10 Desember 2013

Darah Rutin 10 Desember 2013 Pemeriksaan Hasil Hb 12 g/dl Ht 36 % Leukosit 12.000 / ul Trombosit 355.000 LED I/II 20/35

No Masalah aktif 1 BAB cair 5 hari

Tanggal

DAFTAR MASALAH
No Masalah Pasif -

Tanggal

7-12-2013 s/d 1 12-12-2013

Muntah

7-12-2013 s/d

13-12-2013 3 demam 7-12-2013 s/d


11-12-2013

lemas

7-12-2013 s/d
11-12-2013

Makan <<, minum >>

8-112-2013 s/d 12-122013

Feses rutin, bakteri +

10-12-2013

DIAGNOSA BANDING
DIARE
Diare e.c Infeksi Diare e.c Malabsorbsi

Diare e.c psikis

Diare e.c makanan

DIAGNOSA BANDING
Panas 4 hari
Typhoid

ISPA

ISK

DIAGNOSIS

Diare Akut dengan dehidrasi Ringan Sedang e.c Infeksi

Diagnosis Utama : Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang dan Atelektasis
Diagnosis Komorbid :-

Diagnosis Komplikasi : Diagnosis Gizi : Gizi Kurang

Diagnosis Sosial Ekonomi : Kurang


Diagnosis Imunisasi : Imunisasi Dasar Lengkap

Diagnosis Pertumbuhan : Pertumbuhan sesuai umur


Diagnosis Perkembangan : Perkembangan sesuai umur

INITIAL PLAN
Inf.KaEN 3B 10 tpm makro inj :

Mx: Kondisi Umum

Ondansetron 3x1/2 A P.O Sanmol syr 3x Cth Zinc syr 1x1 Cth L-Bio 3x1/2 sachet

Dx: Subyektif

:-

Tanda Vital (Nadi, RR, suhu) Tanda-Tanda dehidrasi

Obyektif : Suddan Test

Tanda-tanda syok
Diuresis

Mucus 3x0.3 cc
Diet: F75 3x100 cc secara bertahap Fisioterapi

INITIAL PLAN Edukasi


-Menjelaskan kepada keluarga bahwa anak mengalamai DADRS sehingga terapi yang dilakukan adalah terapi cairan, dan obat penurun panas. -Pemberian cairan dilakukan lewat infus dan dipantau secara ketat.

Menjelaskan rencana program pemeriksaan bahwa anak akan diambil darah dan fesesnya untuk mengetahui perkembangan penyakit maupun perbaikan kondisi.

Berkerja sama dengan orang tua dalam mengawasi tanda-tanda bahaya seperti lemah, kaki dan tangan dingin, buang air kecil berkurang.

-Menganjurkan kepada keluarga agar anak mau minum obat secara teratur

VITAM

Dubia ad bonam
Dubia ad bonam Dubia ad bonam

SANAM

FUNGSIONAM

TINJAUAN PUSTAKA

DIARE
Encer +/lendir darah

> 3x

DIARE

Faktor resiko
ASI tidak eksklusif Higienitas & Sanitas Gizi Buruk Immunodefisiensi

ETIOLOGI

Enterotoksin

Invasif

Diare karena virus

Tatalaksana Diare
A. Rehidrasi Rencana terapi A: diare tanpa dehidrasi Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya.
Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti oralit, makanan yang cair (seperti sup, air tajin) sebanyak anak mau Kalau tidak ada air matang gunakan larutan oralit untuk anak seperti dijelaskan dibawah.

Beri anak makan untuk mencegah kurang gizi

B. Dukungan Nutrisi

Makanan diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat + ASI C. Suplementasi Zinc anak dibawah umur 6 bulan : 10 mg (1/2 tablet) per hari anak diatas umur 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut, meskipun anak telah sembuh. D. Antibiotik Selektif E. Edukasi Orang tua

anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, yang dilakukan telah tepat dan mengarah ke diagnosis penyakit, yaitu DADRS penatalaksanaan yang dilakukan telah tepat dan sesuai dengan kepustakaan yang ada. prognosis dubia ad bonam, kerena pasien dapat saja kembali diare dan dapat pula membaik bila perawatan di rumah baik.

Status gizi secara klinis dan antopometri (BB/PB atau BB/TB)


Status gizi Gizi buruk Klinis Antopometri Tampak sangat kurus atau edema <-3 SD atau 70 %

pada kedua punggung kaki sampai LILA <115 mm


seluruh tubuh

Gizi kurang

Tampak kurus

-3SD sampai <-2 SD atau 80%

Gizi baik
Gizi lebih

Tampak sehat
Tampak gemuk

-2 SD sampai + 2 SD
>+2 SD

Tatalaksana Perawatan 1. Mencegah dan Mengatasi Hipoglikemi


Segera beri F-75 pertama atau modifikasinya bila tersedia. Bila F-75 pertama tidak dapat disediakan dengan cepat, berikan 50 ml larutan glukosa atau gula 10%. Lanjutkan pemberian F-75 setiap 23 jam, siang dan malam selama minimal dua hari. Bila masih mendapat ASI teruskan pemberian ASI di luar jadwal pemberian F-75. Beri antibiotik.

2. Mencegah dan Mengatasi Hipotermia


Hipotermi suhu aksilar < 35,5 C

Segera beri makan F-75 (jika perlu lakukan rehidrasi lebih dulu). Pastikan bahwa anak berpakaian (termasuk kepalanya). Tutup dengan selimut hangat dan letakkan pemanas

atau letakkan anak langsung pada dada atau perut ibunya.

3.Mencegah dan Mengatasi Dehidrasi


Beri ReSoMal, secara oral atau melalui NGT,
beri 5 ml/kgBB setiap 30 menit untuk 2 jam pertama setelah 2 jam, berikan ReSoMal 510 ml/kgBB/jam selang-seling dengan F-75 dengan jumlah yang sama, setiap jam selama 10 jam.

Selanjutnya berikan F-75 secara teratur setiap 2 jam Jika masih diare, beri ReSoMal setiap kali diare. Untuk usia < 1 th: 50-100 ml setiap buang air besar, usia 1 th: 100-200 ml setiap BAB.

RESEP RESOMAL ReSoMal mengandung 37.5 mmol Na, 40 mmol K, dan 3 mmol Mg per liter

Bila larutan mineral-mix tidak tersedia, sebagai pengganti ReSoMal dapatdibuat larutan sebagai berikut:

4. Memperbaiki Gangguan keseimbangan elektrolit


Gunakan larutan ReSoMal untuk rehidrasi

Diberikan Kalium dan Magnesium,yang sudah terkandung di dalam larutan Mineral-Mix yang ditambahkan kedalam F-75, F100 atau ReSoMal

Siapkan makanan tanpa menambahkan garam (NaCl).

5. Mengobati Infeksi
Antibiotik spektrum luas

Kotrimoksasol (trimetrophin 40mg, sulfametazole 200mg) ampisilin 50mg/kgBB setiap 6 jam Amoksisilin 15mg/kgBB setiap 8 jam

Umur 6 bulan campak (-) vaksin

Umur > 9 bulan, vaksin (+) sebelum berumur 9 bulan vaksin

6. Memperbaiki defisiensi zat gizi mikro ( min. Diberikan 2 minggu)


Multivitamin

Asam folat (5 mg pada hari 1, dan selanjutnya 1 mg/hari)


Seng (2 mg Zn elemental/kgBB/hari) Tembaga (0.3 mg Cu/kgBB/hari)

Ferosulfat 3 mg/kgBB/hari setelah berat badan naik (mulai fase rehabilitasi)


Vitamin A: diberikan secara oral pada hari ke 1

7. Pemberian makan awal untuk stabilisasi dan transisi (Initial refeeding)


sedikit tetapi sering dan rendah osmolaritas maupun rendah laktosa Berikan secara oral atau melalui NGT, hindari penggunaan parenteral Jika anak masih mendapat ASI, lanjutkan, tetapi pastikan bahwa jumlah F-75 yang ditentukan harus dipenuhi.

Cara membuat F-75, F-100


Gula + minyak sayur aduk rata F 75 (tepung beras+maizena didihkan 5-7 menit)

Masukan susu sedikit sedikit

Tambah air hangat + larutan mix sedikitsedikit

Volume 100 ml

8. Memberi Makanan Untuk Tumbuh kejar


Kembalinya nafsu makan

edema minimal atau hilang

Fase Tumbuh Kejar

transisi bertahap (F-75) ke (F-100) selama 2 hari berturutan.

Naikkan jumlah F-100 sebanyak 10 ml setiap kali pemberian sampai tdk habis/tersisa sedikit. bubur atau makanan PASI dimodifikasi sehingga kandungan energi dan proteinnya sebanding dengan F-100.

9. Memberi stimulasi sensorik dan emosional untuk tumbuh kembang


kasih sayang mainan yang sesuai lingkungan ceria

keterlibatan ibu aktivitas fisik

terapi bermain

10. Pemulangan dan tindak lanjut


BB/TB > -2 SD (setara dengan >80%) stimulasi harus tetap dilanjutkan di rumah.

Pola pemberian makan yang baik

Imunisasi dasar dan ulangan

Mengikuti program pemberian vitamin A (Feb & Agsts)

ATELEKTASIS

Atelektasis adalah keadaan ketika sebagian atau seluruh paru mengempis atau tidak mengandung udara.

ETIOLOGI
1. Obtruksi pada bronkus
Penyumbatan dapat terjadi secara intrinsik (tumor pada bronkus, benda asing, cairan sekresi yang massif) ataupun penyumbatan pada bronkus akibat penekanan dari luar bronkus (tumor di sekitar bronkus,ataupun pembesaran kelenjar limfe)

ETIOLOGI
2.Tekanan ekstra pulmoner
Biasa diakibatkan oleh karena pneumothoraks, adanya cairan pleura, peninggian diafragma, herniasi organ abdomen ke rongga thoraks,dan tumor intra thoraks tapi ekstra-pulmoner (tumor mediastinum)

ETIOLOGI
3. Paralisis atau paresis gerakan pernafasan
Hal ini akan menyebabkan perkembangan paru yang tidak sempurna, misalnya pada kasus poliomyelitis, dan kelainan neurologil kalinnya. Gerak napas yang terganggu akan mempengaruhi kelancaran pengeluaran sekret dalam bronkus dan akhirnya akan memperberat keadaan atelektasis.

Gejala Klinis
1. Batuk non produktif
2. Nyeri dada 3. Sianosis 4. Hipotensi 5. Takikardi

6. Demam
7. Syok

Tatatalaksana

Tujuan pengobatan untuk mengeluarkan

dahak

dari

paru-paru
jaringan

dan

kembali
yang

mengembangkan

paru

terkena.

Tatatalaksana
1. Berbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang. 2. Menghilangkan penyumbatan, bronkoskopi maupun prosedur lainnya baik melalui

3. Latihan menarik nafas dalam( spirometri insentif )


4. Perkusi (menepuk-nepuk) dada untuk mengencerkan dahak 5. Postural drainase 6. Antibiotik diberikan untuk semua infeksi

ARIGATHOU