Anda di halaman 1dari 5

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL


MAKASSAR

PROBLEM SET
NAMA
: ILHAMSYAH
STB
: 03120100292
KELOMPOK : III (TIGA)
Penguji : RUSDI EKAPUTRA

Berat Jenis
Perbandingan antara berat isi dengan berat air suling yang isinya sama pada
suhu tertentu.

Pengertian KAO
KAO adalah kadar aspal optimum yaitu banyaknya aspal yang dibutuhkan
sehingga campuran aspal beton memenuhi karakteristik aspal beton yang di tetapkan.

7 Karakteristik Aspal

VIM ( Void In Mix )


VIM merupakan volume pori dalam campuran yang telah dipadatkan atau
banyaknya rongga udara yang berada dalam campuran aspal beton.

Stability ( Stabilitas )
Stability adalah kemampuan lapis aspal beton untuk

menahan

deformasi atau perubahan bentuk akibat beban lalu lintas yang bekerja pada lapis
perkerasan tersebut.
Flow ( kelelehan plastis )
Flow atau kelelehan plastis merupakan besarnya deformasi yang terjadi
pada campuran aspal beton akibat beban yang bekerja pada perkerasan.
VMA ( Voids In Mineral Agregat )
VMA merupakan volume pori atau rongga antar butiran agregat suatu
campuran aspal beton yang telah dipadatkan dan menunjukkan persentase dari
volume total sample.
Density
Density merupakan kemampuan lapisan aspal beton untuk menahan
beban lalu lintas sehingga tidak terjadi deformasi akibat beban itu tadi.

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL
MAKASSAR

PROBLEM SET
NAMA
: ILHAMSYAH
STB
: 03120100292
KELOMPOK : III (TIGA)
Penguji : RUSDI EKAPUTRA

Marshall Quotient ( Hasil Bagi Marshall )


Marshall Quotient merupakan hasil bagi antara stabilitas (kekuatan
campuran menahan deformasi ) dengan flow (kelelehan atau besarnya deformasi
yang terjadi pada campuran).
Voids Filled With Asphalt ( Rongga terisi Aspal )
VFWA merupakan rongga yang terisi aspal dalam campuran aspal beton
yang telah dipadatkan (diluar rongga udara) dan menunjukkan persentase dari
volume total sample.

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL
MAKASSAR

PROBLEM SET
NAMA
: ILHAMSYAH
STB
: 03120100292
KELOMPOK : III (TIGA)
Penguji :

SATUAN SEMUA PERCOBAAN

Titik lembek

: Derajat Celsius (C)

Tiik nyala dan titik bakar

: Derajat Celsius (C)

Daktalitas

: Centimeter (Cm)

Berat jenis aspal

: Tidak memiliki satuan

Viskositas

: Centistokes

Kelekatan aspal pada batuan : Persentase (%)

Berat volume

: gr/m3

Berat jenis agregat

: Tidak memiliki satuan

Sand equipalent

: Persentase (%)

Kelekatan agregat pada aspal : Persentase (%)

Analisa bentuk

: Persentase (%)

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL
MAKASSAR

PROBLEM SET
NAMA
: ILHAMSYAH
STB
: 03120100292
KELOMPOK : III (TIGA)
Penguji :

1. Kelekatan Agregat terhadap aspal


Kelekatan agregat terhadap aspalmerupakan persentase luas permukaan agregat
yang tertutup aspal terhadapkeseluruhan luaspermukaan agregat
2. Rumus berat SSD dan penjelasanya
Saturated surface dry (berat jenis permukaan jenuh)
Berat jenis permukaan jenuh (SSD) ialah perbandingan antara berat kering
permukaan jenuh dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam
keadaan jenuh pada suhu tertentu.
B
BJ

B C

Dimana :

B
= Berat contoh kering permukaan
C
= Berat contoh dalam air
3. Rumus Apparent specific graviti dan penjelasanya
Berat jenis semu (apparent) ialah perbandingan antara berat agregat kering dengan
berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan kering pada suhu
tertentu.
A
BJ

Dimana :

A C

A
C

= Berat contoh kering oven


= Berat contoh dalam air

4. Kenapa air dicampurkan glesirin pada percobaan Daktalitas.


Untuk menyatarakan berat jenis air dan berat jenis aspal sehingga pada
saat aspal ditarik di dalam air dia tidak dipegaruhi oleh gaya kebawah akibat
perbedaan berat jenisnya.

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL
MAKASSAR

PROBLEM SET
NAMA
: ILHAMSYAH
STB
: 03120100292
KELOMPOK : III (TIGA)
Penguji :

5.

Jelaskan analisa saringan


Analisa saringan dapat dilakukan dengan menggunakan analisa kering atau
analisa basah. Analisa kering mengikuti AASHTO T27-82 sedangkan analisa basah
mengikuti AASHTO T11-82. analisa basah umum digunakan jika agregat yang ditapis
mengandung butir-butir halus sehingga fraksi butir-butir halus dapat terdeteksi dengan
baik.
Ukuran besar partikel-partikel agregat halus yaitu agregat < 4,75 mm menurut
ASTM atau < 2 mm dan > 0,075 mm menurut AASHTO ( untuk Pasir ) sedangkan
untuk abu batu / mineral filler, agregat halus yang umumnya lolos saringan No. 200.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian butir ( gradasi )
agregat halus dengan menggunakan saringan.

6. Kenapa Agregat di rendam dalam air


Supaya kita bisa mengetahui berat permukaan jenuh dan berat dalam airnya
7.

Kenapa percobaan Viscositas menggunakan suhu 60 C


1.

Suhu 60 C aspal akan sudah bersifat plastis

2.

60 C adalah diperkirakan temperature maksimum perkerasan selama masa


layananya

8.

Rumus berat jenis


BJ

(C A)
(B C) (D C)

Dimana :

A =
B =
C=
D=

Berat Piknometer
Berat piknometer + air suling
Berat piknometer + aspal
Berat piknometer + aspal + air suling