Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Pubertas merupakan suatu proses yang alamiah dan pasti dialami oleh semua manusia dimana terjadi perubahan fisik dari tubuh anak-anak menjadi bertubuh layaknya orang dewasa dan telah memiliki kemampuan bereproduksi. Keadaan ini diinisiasi oleh sistem hormon dari otak yang menuju ke gonad (ovarium dan testes) dan meresponnya dengan menghasilkan berbagai hormon yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan, fungsi atau transformasi dari otak, tulang, otot, kulit, payudara, menstruasi dan organ-organ reproduksi lainnya, seperti organ genitalia (penis dan vagina) dan organ seksual sekunder lainnya (rambut pubis). Proses ini juga menandai peningkatan kematangan psikologis manusia secara sosial yang disebut telah menjadi seseorang remaja. Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual. Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alatalat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Untuk mendapatkan pengalaman yang nyata secara langsung dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien gangguan perkembagan pubertas.

2. Tujuan Khusus

a) Dapat melakukan pengkajian pada klien gangguan perkembagan pubertas b) Dapat membuat diagnosa berdasarkan prioritas masalah pada gangguan pubertas c) Dapat membuat rencana keperawatan sesuai rencana keperawatan d) Dapat melakukan tindakan keperawatan sesuai rencana keperawatan

e) Dapat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilakukan f) Dapat mendokumentasikan Asuhan Keperawatan.

C. Rumusan masalah Mahasiswa mampu mengetahui tentang asuhan keperawatan pada gangguan

perkembagan pubertas : 1. Pengertian 2. Epidemiologi 3. Etiologi 4. Patofisiologi 5. Patway nursing 6. Klasifikasi 7. Tanda dan Gejala 8. Diagnosis 9. Penatalaksanaan 10. Pemeriksaan penunjang 11. Konsep Askep

BAB II PEMBAHASAN

1. Definisi Pubertas Prekoks adalah suatu keadaan dimana masa pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, yaitu sekitar umur sebelum 8 tahun pada anak perempuan dan usia sebelum 9 tahun pada anak laki-laki. Kondisi ini terjadi dipicu oleh otak secara spontan atau dikarenakan pengaruh bahan kimia dari luar tubuh dan biasanya proses ini dimulai diakhir-akhir masa kanakkanak (kurang dari umur 9 tahun) dengan ditandai munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal dan telah berakhirnya masa pertumbuhan. Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang, namun bisa pula merupakan penyakit atau paparan hormon pertumbuhan yang tidak normal. Pubertas merupakan suatu proses yang alamiah dan pasti dialami oleh semua manusia dimana terjadi perubahan fisik dari tubuh anak-anak menjadi bertubuh layaknya orang dewasa dan telah memiliki kemampuan bereproduksi. Keadaan ini diinisiasi oleh sistem hormon dari otak yang menuju ke gonad (ovarium dan testes) dan meresponnya dengan menghasilkan berbagai hormon yang menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan, fungsi atau transformasi dari otak, tulang, otot, kulit, payudara, menstruasi dan organ-organ reproduksi lainnya, seperti organ genitalia (penis dan vagina) dan organ seksual sekunder lainnya (rambut pubis). Proses ini juga menandai peningkatan kematangan psikologis manusia secara sosial yang disebut telah menjadi seseorang remaja. Menurut Monks (2002: 263) pubertas adalah berasal dari kata puber yaitu pubescere yang artinya mendapat pubes atau rambut kemaluan, yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual. Menurut Root dalam Hurlock (2004) Pubertas merupakan suatu tahap dalam perkembangan dimana terjadi kematangan alatalat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

2. Epidemiologi (Insiden) Dari berbagai sumber seluruhnya menyatakan bahwa insiden Pubertas Prekoks dominan terjadi pada anak-anak perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena Pubertas Prekoks membawa sifat genetik yang autosomal dominan dan lebih sering akibat paparan

hormon estrogen dini pada usia bayi. Untuk anak perempuan sering diakibatkan etiologi yang idiopatik dan sebaliknya pada anak laki-laki secara signifikan terbanyak diakibatkan adanya penyakit pada otak.

3. Etiologi (Penyebab) Hingga saat ini penyebab dari Pubertas Prekoks masih belum diketahui secara pasti. Beberapa hal internal yang dapat menyebabkan terjadinya Pubertas Prekoks adalah gangguan organ endokrin, genetika keluarga (autosomal dominan), abnormalitas genetalia (gangguan organ kelamin), penyakit pada otak, dan tumor yang menghasilkan hormon reproduksi. Namun disamping itu, terdapat faktor psikologis (emosi) dan stressor lingkungan ekternal yang cukup memegang peranan. Pada dasarnya konsep paparan hormon yang paling sering digunakan untuk menjelaskan penyebab kejadian Pubertas Prekoks pada anak-anak. Sebuah penelitian pernah menyatakan bahwa seorang anak perempuan yang gemuk atau memiliki body mass index (BMI) bernilai obesitas seringkali menunjukkan ciri-ciri fisik terjadinya pubertas dini. Penelitian lain mengungkapkan zat Bisphenol-A (BPA) yang merupakan bahan baku pembuatan barang-barang dari plastik dan sering digunakan oleh bayi maupun anak kecil (dot atau botol plastik) dapat menstimulus peningkatan kadar hormon estrogen yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya Pubertas Prekoks

4. Faktor Resiko Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian pubertas prekoks meliputi :

Jenis kelamin perempuan. Umumnya pada ras Afrika-Amerika. Seseorang yang mengalami Obesitas (Kegemukan). Terpapar hormone seksual (kosmetik ataupun makanan). Sedang mengidap suatu penyakit genetik ataupun gangguan metabolik. Pubertas prekoks

banyak ditemui pada pasien dengan sindrom McCune-Albright atau Hiperplasia Adrenal Kongenital, yaitu suatu kondisi perkembangan abnormal dari produksi hormon androgen pada laki-laki. Pada kasus yang jarang, Pubertas Prekoks memiliki hubungan dengan kejadian hipotiroidism.

5.

Patofisiologi

Secara sederhana, gambaran perjalanan kasus Pubertas Prekoks diawali produksi berlebihan GnRH yang menyebabkan kelenjar pituitary meningkatkan produksi luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH). Peningkatan jumlah LH menstimulasi produksi hormon seks steroid oleh sel Leydig pada testis atau sel granul pada ovarium. Peningkatan kadar androgen atau esterogen menyebabkan fisik berubah dan mengalami perkembangan dini meliputi pembesaran penis dan tumbuhnya rambut pubis pada anak laki-laki dan pembesaran payudara pada anak perempuan, serta mendorong pertumbuhan badan. Peningkatan kadar FSH mengakibatkan pengaktifan kelenjar gonad dan akhirnya membantu pematangan folikel pada ovarium dan spermatogenesis pada testis.

6. Pathway Genetic Penyakit pada otak Obesitas

Pubertas prekoks

Kelainan pada endokrin

Produksi GNRH yang berlebihan

Merangsang kelenjar pituitary

LH

FSH

Produksi sel tiroid gonat

Aktif kelenjar

Sel leyding

Sel granul

Spermatogenis pada testil

Pemetangan folikel pada ovarium Peningkatan androgen dan estrogen Perubahan fisik

Pembesaran penis

Pembesaran payudara dan Ketidakseim bagan nutrisi

Tumbuh ranbut pubis

menstruansi

Cemas/depresi Kurang informasi Anoreksia

7. Klasifikasi (Penggolongan) Perkembangan dini rambut pubis (bulu kemaluan), payudara atau alat-alat kelamin bisa terjadi dari proses pematangan yang alamiah atau dari beberapa kondisi patologis. Pubertas Prekoks bisa dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu :

a.

Secara alamiah pubertas dini dapat terjadi dalam berbagai aspek fisik, kondisi ini disebut

idiopathic central precocious puberty atau GnRH-dependent (Pubertas Prekoks Sentral). Hal ini bisa terjadi parsial ataupun transien. Pubertas sentral bisa muncul secara dini bila terjadi gangguan pada sistem penghambatan hormon yang diproduksi otak, atau adanya hamartoma hipotalamus yang memproduksi sedikit gonadotropin-releasing hormone (GnRH). b. Perkembangan organ seksual sekunder dipengaruhi oleh hormon steroid yang berasal dari

keadaan abnormal lainnya (tumor gonad atau adrenal, hiperplasi adrenal kongenital dan lainnya). Keadaan ini tidak dipengaruhi gonadotropin-releasing hormone (GnRH-independent)

disebut peripheral precocious puberty atau precocious pseudopuberty (Pubertas Prekoks Perifer).

8. Gejala Klinis Pada anak perempuan, maka tanda-tanda klinis yang memberikan petunjuk pasti apabila dialami pada usia kurang dari 8 tahun, antara lain :

Payudara membesar. Tumbuhnya rambut pubis dan rambut tipis pada lengan bawah. Bertambah tinggi dengan cepat. Mulainya menstruasi. Tumbuh jerawat. Munculnya bau badan.

Sedangkan pada anak laki-laki, tanda-tanda terjadinya Pubertas Prekoks akan muncul saat umur kurang dari 9 tahun meliputi :

Pembesaran testis dan penis. Tumbuhnya rambut pubis, lengan bawah dan wajah. Peningkatan tinggi dengan cepat. Suara memberat Tumbuh jerawat Munculnya bau badan Banyak anak yang menunjukkan gejala pubertas lebih awal yang dikenal sebagai

Pubertas Prekoks parsial. Beberapa anak perempuan umumnya mulai muncul keluhan diantara

umur 6 bulan dan 3 tahun dengan ditandai terjadinya pembesaran payudara yang kemudian akan berhenti atau akan tetap bertahan tanpa perubahan fisik.

9. Diagnosis Saat kita menemukan seorang pasien dengan kecurigaan mengalami Pubertas Prekoks, maka kita harus melengkapi anamnesa dan riwayat pasien beserta keluarganya, melakukan pemeriksaan fisik yang berkaitan dan memastikan diagnosis dengan melakukan tes laboratorium terutama fraksi hormonal maupun radiologis yang dispesifikasi pada foto tulang. Untuk pemeriksaan penunjang laboratorium, maka dilakukan tes kadar hormon LH dan FSH basal, uji GnRH terstimulasi, esterogen dan progesterone serum, -HCG, 17-OH progesteron, estradiol dan beberapa pemeriksaan hormonal lainnya atas indikasi. Diperlukan pula pemeriksaan radiologis diagnostik, maka yang difokuskan adalah pencitraan umur tulang dan survey tulang (McCune-Albright), sedangkan untuk etiologi dilakukan CT-Scan/MRI kepala dan USG pelvis/adrenal

10. Penatalaksanaan Penatalaksanaan Pubertas Prekoks ditentukan tipenya sebagai berikut :

Tata Laksana Pubertas Prekoks Sentral ; Kebanyakan anak dengan Pubertas Prekoks sentral

tidak disertai penyakit lainnya. Terapinya dinamakan GnRH analogue yang biasanya terdiri dari suntikan bulanan berupa leuprolide yang menghentikan aksis HPG dan menghambat perkembangan. Terapi tersebut dilanjutkan hingga pasien mencapai umur pubertas normal yang sesuai. Apabila mereka lupa atau menghentikan pengobatan, maka proses pubertas akan dimulai lagi.

Tata Laksana Pubertas Prekoks Perifer ; Tujuannya adalah melakukan penanganan pada

penyakit yang mendasari timbulnya Pubertas Prekoks ; misalnya karena konsumsi obat, maka obat tersebut dihentikan ; contohnya pada tumor, maka segera lakukan pembedahan reseksi tumor agar menghentikan agresifitas pubertas.

11. Prognosis (Nilai Kesembuhan) Studi melaporkan tingginya efektifitas dan keberhasilan pengobatan Pubertas Prekoks apabila diberikan sedini mungkin dan haruslah mencapai tujuan terapi, yaitu tercapai umur pubertas normal yang sesuai.

12. Pemeriksaan Penunjang PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pertimbangkan untuk melakukan tes laboratorium : CBC, erithrocyte sedimentation rate ( ESR ), thyroid- stimulating hormone ( TSH ), boneage, FSH dan LH, fungsi hati, BUN, kreatinin, urinalisis ( UA ), urin HCG, karyotyping, dehydroepiandrosterone sulfat ( DHEAS ), androstenedione, testosterone, adrenal suppresion test untuk 17- hydroxyprogesterone, ahli yang lebih memilih MRI daripada radiograf untuk melihat sella apabila mencari CNS penyebab amenore.pelvic ultrasound, MRI, dan kemungkinan radiograf untuk melihat sella turcica. Yang terakhir ini dapat mendeteksi lesi hipofise di dasar kelenjar hipofise dan dapat mengganggu sella itu sendiri. Banyak ahli yang lebih memilih MRI daripada radiograf untuk melihat sella apabila mencari CNS penyebab amenore.

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN o Identitas klien o Riwayat penyakit sekarang o Riwayat penyakit dahulu o Riwat penyakit keluarga o Riwayat psikososial PEMERIKSAAN FISIK Pada pemeriksaan fisik, yang pertama kali diperiksa adalah tanda vital, termasuk tinggi badan, berat badan dan perkembangan seksual. Pemeriksaan fisik yang lain adalah sebagai berikut : Keadaan umum : o Anoreksia-cacheksia, bradikardi, hipotensi, dan hipotermi.

o Tumor hipofise-perubahan pada funduskopi, gangguan lapang pandang, dan tanda-tanda saraf kranial. o Sindroma polikistik ovarium-jerawat, akantosis, dan obesitas. o Inflammatory bowel disease-Fisura, skin tags, adanya darah pada pemeriksaan rektal. o Gonadal dysgenesis ( sindroma Turner )- webbed neck, lambatnya perkembangan payudara. Keadaan payudara o Galactorrhea-palpasi payudara. o Terlambatnya pubertas- diikuti oleh rambut kemaluan yang jarang. o Gonadal dysgenesis (sindroma Turner )- tidak berkembangnya payudara dengan normalnya pertumbuhan rambut kemaluan. Keadaan rambut kemaluan dan genitalia eksternal o Hiperandrogenisme- distribusi rambut kemaluan dan adanya rambut di wajah. o Sindroma insensitifitas androgen- Tidak ada atau jarangnya rambut ketiak dan kemaluan dengan perkembangan payudara. o Terlambatnya pubertas- tidak disertai dengan perkembangan payudara. o Tumor adrenal atau ovarium- clitoromegali, virilisasi. o Massa pelvis- kehamilan, massa ovarium, dan genital anomali. Keadaan vagina o Imperforasi himen- menggembung atau edema pada vagina eksternal. o Agenesis ( Sindroma Rokitansky-Hauser )- menyempitnya vagina tanpa uterus dan rambut kemaluan normal. o Sindroma insensitifitas androgen- menyempitnya vagina tanpa uterus dan tidak adanya rambut kemaluan. Uterus : Bila Cervix : Periksa lubang vagina, estrogen bereaksi dengan mukosa vagina dan sekresi mukus. Adanya mukus adalah tanda bahwa estradiol sedang diproduksi oleh ovarium. Kekurangan mukus dan keringnya vagina adalah tanda bahwa tidak adanya estradiol yang sedang diproduksi. uterus membesar, kehamilan bisa diperhitungkan.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. Kecemasan berhubunngan dengan kurang pengetahuan Ketidak seimbangan nutrisi B/D anoreksia

C. INTERVENSI KEPERAWATAN DX 1. Kecemasan berhubunngan dengan kurang pengetahuan Tujuan : cemas dapat diatasi Kreterial hasil: o Klien mampu mengungkapkan gejala cemas o Poster tubuh,ekspresi wajah,dan tingkat aktivitas menunjukan berkurangnya kecemasan. Tindakan o Gunakan pendekatan yang menenangkan R: Memberikan solusi o Nyatakan dengan jelas harapan terhadap perilaku pasien R: Memberikan dorongan / motifasi o Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur. R: Memberikan pengarahan pada pasien. o Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut. R: Memonitor pasien o Berikan obat untuk mengurangi kecemasan R: Mengurangi kecemasan

DX.2. Ketidakseimbangan nutrisi B/D kurangnya nafsu makan Tujuan : Nutrisi dapat terpenuhi Kreteria hasil : o Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan o Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi o Tidakterjadi penurunan berat badan

Tindakan o Kaji adanya alergi makan o Kolabirasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori o Berikan makanan yang sedikit tapi sering o Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitmin c o Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi o Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

BAB III PENUTUP

A.

Kesimpulan

Pubertas Prekoks adalah suatu keadaan dimana masa pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, yaitu sekitar umur sebelum 8 tahun pada anak perempuan dan usia sebelum 9 tahun pada anak laki-laki. Kondisi ini terjadi dipicu oleh otak secara spontan atau dikarenakan pengaruh bahan kimia dari luar tubuh dan biasanya proses ini dimulai diakhir-akhir masa kanakkanak (kurang dari umur 9 tahun) dengan ditandai munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal dan telah berakhirnya masa pertumbuhan. Pubertas yang lebih awal ini bisa merupakan bagian dari variasi perkembangan normal seseorang, namun bisa pula merupakan penyakit atau paparan hormon pertumbuhan yang tidak normal.

B.

Saran Kami sebagai penyusun makalah menyadari akan keterbatasan kemampuan yang kami

miliki sehinga menyebabkan kekurang, ketidak sempurnaan dalam menyusun makalah ini, baik dari segi isi maupun materi, bahasa dan lain sebagainya. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan-perbaikan selanjutnya agar makalah selanjutnya dapat lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Diakses : 28 April 2009. Diunduh dari : http://en.wikipedia.org/wiki/precociouspuberty. April 9th 2009. Asuhan keperawatan pada gangguan perkembagan pubertas. Diakses : 19 januari 2013. Diunduh dari : http://yuflihul.blogspot.com/2011/06/askep-gangguan-perkembangan-pubertas.html Haslam RHA. Endokrine System. Dalam : Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, penyunting. Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi Internasional ke-17. Philadelphia : Saunders Elsevier Science. 2004 ; p.1926-1935 Klapowitz PB. Medscape Team Of Emedicine. Precocious Puberty. (Diakses : 28 April 2009). Diunduh dari : http://emedicine.medscape. com/article/987886-overview. March 28th 2007. Mayo Clinic Staff. Mayo Foundation. Precocious Puberty. (Diakses : 28 April 2009). Diunduh dari : http://mayoclinic.com/article/precociouspuberty-definition. Februari 5th 2009 Prof. dr. Soetjinigsih. SpA (K). IBCLC. 2004. Tumbuh kembang remaja dan masalahnya. Cetakan I. Jakarta. CV. Sagung seto.
t, infeksi dan trauma pada ovarium dan testis.