Anda di halaman 1dari 10

hirdokelektomi Introduksi a.

Definisi Suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan cairan dan memotong sebagian tunika vaginalis testis b. Ruang lingkup Semua penderita yang datang dengan keluhan pembengkakan skrotum dan pada pemeriksaan didapatkan tes transiluminasi yang positif. Hidrokel adalah penumpukan cairan antara tunika vaginalis dan testis. Dalam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan, diperlukan disiplin ilmu yang terkait yaitu Radiologi. c. Indikasi operasi Hidrokel yang:

- besar sehingga dapat menekan pembuluh darah yang menuju testis - mengganggu kenyamanan atau mengganggu aktivitas sehari-hari - menganggu kosmetik
d. Kontra indikasi operasi: Umum e. Diagnosis Banding - Tumor testis - Kista epididimis - Spermatocele - Hernia scrotalis f. Pemeriksaan Penunjang Ultrasonografi bila pemeriksaan klinis meragukan.

Tehnik Operasi Secara singkat tehnik dari hidrokelektomi dapat dijelaskan sebagai berikut: Dengan pembiusan regional atau umum. Posisi pasien terlentang (supinasi). Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik. Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril. Insisi kulit pada raphe pada bagian skrotum yang paling menonjol lapis demi lapis sampai tampak tunika vaginalis. Dilakukan preparasi tumpul untuk meluksir hidrokel, bila hidrokelnya besar sekali dilakukan aspirasi isi kantong terlebih dahulu. Insisi bagian yang paling menonjol dari hidrokel, kemudian dilakukan: o Teknik Jaboulay: tunika vaginalis parietalis dimarsupialisasi dan bila diperlukan diplikasi dengan benang chromic cat gut. o Teknik Lord: tunika vaginalis parietalis dieksisi dan tepinya diplikasi dengan benang chromic cat gut. Luka operasi ditutup lapis demi lapis dengan benang chromic cat gut. Komplikasi operasi Komplikasi pasca bedah ialah perdarahan dan infeksi luka operasi.

Pendahuluan Tunika vaginalis di skrotum sekitar testis normalnya tidak teraba, kecuali bila mengandung cairan membentuk hidrokel, yang jelas bersifat diafan (tembus cahaya) pada transiluminasi. Jika tidak dapat ditemukan karena besarnya hidrokel, testis harus dicari di sebelah dorsal karena testis terletak di ventral epididimis sehingga tunika vaginalis berada di sebelah depan. Bila ada hidrokel, testis dengan epididimis terdorong ke dorsal oleh ruang tunika vaginalis yang membesar. Hidrokel testis mungkin kecil atau mungkin besar sekali.

Hidrokel bisa disebabkan oleh rangsangan patologik seperti radang atau tumor testis. Hidrokel dapat dikosongkan dengan pungsi, tetapi sering kambuh kembali. Pada operasi, sebagian besar dinding dikeluarkan. Kadang ditemukan hidrokel terbatas di funikulus spermatikus yang berasal dari sisa tunika vaginalis di dalam funikulus; benjolan tersebut jelas terbatas dan bersifat diafan pada transiluminasi. Pada pungsi didapatkan cairan jernih.

Jarang sekali ditemukan benjolan diafan di funikulus yang dapat dihilangkan dengan tekanan, sedangkan memberikan kesan terbatas jelas di sebelah kranial. Bila demikian, terdapat tunika vaginalis yang berhubungan melalui saluran sempit dengan rongga perut dan berisi cairan rongga perut. Hernia inguinalis lateralis atau indirek yang mengandung sedikit cairan rongga perut ini kadang diberikan nama salah hidrokel komunikans. Karena hubungan dengan rongga perut terlalu sempit sekali. Kelainan ini memberi kesan hidrokel funikulus; kantong hernia ini tidak dapat dimasuki usus atau omentum. Definisi Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.

Etiologi Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena : (1) belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis atau (2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis. Kemudian hal ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis, maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. Gambaran Klinis Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel, yaitu (1) hidrokel testis, (2) hidrokel funikulus, dan (3) hidrokel komunikan. Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel.

Gambar 3. Hidrokel komunikans (pada anak)

Gambar 4. Hidrokel non-komunikans (pada dewasa) Pada hidrokel testis, kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari.

Pada hidrokel funikulus, kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. Pada anamnesis, kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis, kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. Pada palpasi, kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen. Terapi Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri; tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah : (1) hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah, (2) indikasi kosmetik, dan (3) hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukan herniografi. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi

dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto. Penyulit Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.
Pembesaran pada skrotum paling sering disebabkan oleh hidrokel. Hidrokel adalah terkumpulnya cairan di antara lapisan parietal dan viseral tunika vaginalis. Bila tunika vaginalis berinsersi di tempat yang sangat tinggi pada korda spermatikus dan testis, dapat terjadi hidrokel testis dan korda. Hidrokel Kongenital Terjadi karena adanya hubungan terbuka antara rongga abdomen sehingga cairan dari rongga abdomen keluar dan terkumpul di antara lapisan parietal dan lapisan viseral tunika vaginalis. Hal ini hampir selalu disertai dengan hernia inguinal tak langsung. Terapinya adalah operasi untuk menutup kantong hernia karena ia tidak akan menutup secara spontan. Jenis kedua terjadi karena adanya sejumlah cairan yang terjebak di dalam tunika vaginalis sesaat sebelum menutupnya prosesus vaginalis. Hidrokel jenis ini disebut hidrokel non komunikans. Pada hidrokel jenis ini cairan akan diserap dalam waktu satu tahun, sehingga tidak memerlukan perlakuan khusus. Apa penyebabnya? Lapisan viseral dan parietal tunika vaginalis adalah membran yang memproduksi sekret (cairan) secara kontinu berupa plasma transudat. Cairan ini kemudian akan diserap melalui saluran limfatik. Hidrokel terjadi akibat adanya obstruksi (penyumbatan) limfatik yang menyebabkan berkurangnya penyerapan. Penyebab terjadinya obstruksi limfatik tidak diketahui dengan jelas dan tidak mudah didiagnosis. Pada penderita berusia lebih tua bisa terjadi karena ekstensi lokal dari kanker prostat atau buli-buli. Hidrokel dapat juga terjadi karena meningkatnya produksi cairan oleh membran yang merupakan fenomena yang relatif sering terjadi. Kerusakan pada testis sering menyebabkan peningkatan produksi cairan yang mengakibatkan hidrokel. Infeksi atau trauma epididimis, juga karsinoma testis dapat menyebabkan hidrokel sekunder. Pada banyak kasus akan terjadi

penyerapan spontan bila proses yang menstimulasi produksi cairan yang berlebihan telah hilang. Apa yang didapat pada pemeriksaan fisik? Skrotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi, dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel. Permukaan biasanya halus. Langkah diagnostik yang paling penting adalah transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap. Hidrokel berisi cairan jernih, straw-colored dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. Kegagalan transiluminasi dapat terjadi akibat penebalan tunika vaginalis karena infeksi kronik atau massa di skrotum tersebut bukan hidrokel. Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Bila jumlah cairan minimum, testis relatif mudah diraba. Sedangkan bila cairan yang terkumpul banyak, testis akan sulit diraba. Juga penting dilakukan palpasi korda spermatikus di atas insersi tunika vaginalis. Normalnya korda spermatikus tidak terdapat penonjolan, yang membedakannya dengan hernia skrotalis yang kadang-kadang transiluminasinya juga positif. Pada hernia skrotal yang besar dapat dikonfirmasi dengan terdengarnya bising usus dalam skrotum, terdapat sedikit udara usus pada foto Rontgen (sinar x), dan massa dapat berkurang dengan mendorong ke dalam rongga perut pasien pada posisi tiduran dengan kepala lebih rendah daripada kaki. Bagaimana terapinya? Beberapa hernia seperti hernia traumatik pada anak-anak, akan diserap spontan dalam satu minggu sampai satu bulan. Pada kasus seperti ini dilakukan terapi konservatif. Pada kelompok usia yang lebih tua, hidrokel dapat diserap secara spontan bila timbul akibat overproduksi cairan seperti yang ditemukan sekunder karena epididimitis akut pada penderita dewasa di mana hidrokel terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi cairan dan resorbsinya hidrokel tidak dapat hilang spontan. Pada pasien seperti ini aspirasi jarum pada hidrokel bukan merupakan terapi yang adekuat karena hidrokel akan timbul lagi. Terapi yang tepat dan adekuat adalah pembedahan. Dilakukan reseksi dan pengangkatan sebagian besar lapisan parietal tunika vaginalis sehingga membran yang bersekresi dan ruang untuk penumpukan dihilangkan, sehingga mencegah rekurensi hidrokel.

Definition of Hydrocele

A hydrocele is an accumulation of fluid in any sac-like cavity or duct - specifically in the tunica vaginalis testis or along the spermatic cord. The condition is caused by inflammation of the epididymis or testis or by lymphatic or venous obstruction of the cord. The term hydrocele literally means a sac of water.

Description of Hydrocele
Scrotal malignancies are rare and of unknown etiology. There are, however, a number of benign scrotal conditions that may present as a scrotal mass and must be differentiated from a malignant process. A hydrocele is a collection of serous fluid between the two layers of the tunica vaginalis which normally surrounds the testis. This is the most common benign cause of scrotal swelling and has been estimated to occur in as many as 1 percent of the adult male population.

Causes and Risk Factors of Hydrocele


In the pediatric age group, it is usually due to a patent processus vaginalis. In older men, any process that acts to stimulate increased production of serous fluid (e.g., tumor, inflammation, trauma) by the tunica or decreases the resorption of this fluid (e.g., inguinal surgery) by the scrotal lymphatics or venous system will result in the formation of a hydrocele.

Symptoms of Hydrocele
Men who appear at a physician's office for the evaluation of a scrotal mass are frequently asymptomatic. It is not unusual to elicit an incidental history of scrotal or perineal trauma, which has prompted self-examination and discovery of the mass. The history of frequency, urgency, and dysuria associated with bacteriuria and of painful scrotal swelling suggests an inflammatory cause. There may also be pain in the groin or testicle. An accurate diagnosis can usually be made solely on the basis of physical findings. A complete examination of the scrotum - consisting of inspection, palpation, and transillumination - is made in every case. The presence of erythema and edema with loss of the normal scrotal rugae is suggestive of an inflammatory lesion (i.e., epididymitis or epididymo-orchitis.) In the presence of acute epididymitis, the epididymis is exquisitely tender to palpation and, in the absence of orchitis, easily separated from the normal testicle. Pain is aggravated by standing and should be relieved when the testicle is elevated (Prehn's sign). A smooth, cystic feeling mass completely surrounding the testicle and not involving the spermatic cord is characteristic of a hydrocele. A cystic, non-tender mass arising from the head of the epididymis and distinct from the testicle is characteristic of a spermatocele.

Treatment of Hydrocele

When they are small and asymptomatic, hydroceles, spermatoceles, and varicoceles require no therapy other than reassurance. Indications for intervention include scrotal discomfort or disfigurement due to the sheer size of the mass. Treatment options include needle aspiration, aspiration with injection of a sclerosing agent, and surgical excision. Simple needle aspiration is seldom therapeutic because the cause of the problem is not addressed and the fluid typically reaccumulates. Excellent results are possible with either surgical excision or needle aspiration combined with injection of a sclerosing agent. Success rates ranging from 33 to 100 percent have been reported. When intervention is indicated, surgical excision is perhaps the most effective form of treatment. In surgery, the bulk of the hydrocele sac is cut away, and what remains is turned inside out. As a result, the fluid-secreting surface is now in contact with the inner skin of the scrotum rather than that of the testicle with which it made previous contact. The scrotal tissue blots up any fluid that is secreted, unlike the testicular tissue that cannot absorb fluid.

Questions To Ask Your Doctor About Hydrocele


Is it a hydrocele? Are any further testing needed for a definitive diagnosis? What is the probable cause? Is aspiration indicated? Is a surgical excision necessary? Will there be a complete recovery?