Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan Metode Dasar Teori

: 25 Maret 2013 : Pemeriksaan Jumlah Leukosit : Mengetahui Jumlah Leukosit yang di periksa : Kamar Hitung : Leukosit dalam darah jumlahnya lebih sedikit daripada eritrosit berbanding 1 : 700, leukosit bagian dari sel darah berinti disebut juga sel darah putih. Dalam darah normal di dapati jumlah leukosit rata-rata 5.000-11.000 sel/cc. Jika kurang dari 5.000cc disebut leukopenia, namun bila lebih dari 11.000cc disebut leukositosis

Reagen Bahan Pemeriksaan Alat Instrument

: Larutan Turk : Darah vena dengan antikoagulan EDTA : - Haemocytoeter 1. Kamar Hitung 2. Pipet Thoma Leukosit 3. Selang Penghisap 4. Mikroskop

Prosedur Kerja

: 1. Hisap darah dengan pipet thoma leukosit sampai angka 0,5 2. Hisap larutan turk sampai angka 11 (pengenceran 20x) 3. Bersihkan ujung pipet dengan tissue 4. Kocok pipet dengan arah vertical selama 3 menit 5. Buang 4 tetes pertama, kemudian tetesan berikut

Laporan Praktikum Hematologi

Page 1

Masukan pada bilik hitung 6. Letakkan bilik hitung di bawah mikroskop 7. Hitung jumlah sel darah dengan perbesaran 40x Hasil Pemeriksaan Kiri atas
3 4 4 6 4 3 3 3 1 1 1 2 4 3 2 2 = 46 7 2 2 6

: Kanan atas
3 3 3 4 2 3 4 4 2 3 6 8 = 62

Kiri Bawah
1 3 2 1 2 3 3 2 2 1 2 2 2 2 1 2 = 30 8 3 2 1

Kanan Bawah
4 3 2 0 1 2 1 2 2 0 1 0 = 32

N = 46 + 62 + 30 + 32 = 170

Perhitungan

: Jumlah leukosit pada kotak I = N . L . T = N . (1.1) . 0,1 N Jumlah leukosit pada 4 Kotak = 4 . N (1.1.0,1)mm = 4 . N . 0,1 mm = N . 0,4 mm Pengenceran 20x Jumlah leukosit dalam 1 mm = N . 10/4 . 20 = 50 . N = 50 . 170 = 8.500 mm atau 8.500/

Laporan Praktikum Hematologi

Page 2

Nama Pasien Umur

= Safety Malitasari = 19 Tahun

Jumlah leukosit = 8.500/L

Kesimpulan

Jadi kesimpulan dari pemeriksaan ini, jumlah leukosit pada pasien yaitu 8.500/L dengan pengambilan darah sebanyak 0,5ml sedangkan pengenceraan di lakukan sebanyak 20x.

Palembang, 25 Maret 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 3

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan

: Senin, 08 April 2013 : Menghitung Jenis Leukosit : Mengetahui jumlah jenis leukosit pada sampel darah yang di periksa.

Metode Dasar Teori

: Manual : Hitung leukosit sangat berguna untuk melihat kondisi dan sel yang dominan dari jenis sel leukosit pada hitung jenis leukosit hendaknya mengikuti urutan yang pasti. Mulai dari sel basofil, eusinofil, netrofil batang-segmen, limfosit dan terakhir monosit. Hasil hitung jenis leukosit dinyatakan dalam %.

Reagensia

: 1. Methanol absolut 2. Larutan giemsa yang telah di encerkan 20x dengan aquadest / buffer ph 6,6

Bahan Pemeriksaan Alat Instrument

: Darah vena dengan antikoagulan EDTA : 1. Objek Glas 2. Kaca Penghapus 3. Rak pewarnaan 4. Mikroskop 5. Stop watch

Laporan Praktikum Hematologi

Page 4

Prosedur Kerja

: 1) Pembuatan hapusan darah Teteskan 1 tetes darah (5-10 L) pada kaca objek, kira-kira 5mm dari tepi. Letakkan kaca objek penghapus di depan tetesan darah. Gerakkan kaca penghampus ke belakang hingga mengenai tetesan darah. Biarkan darah melebar pada tepi kaca penghapus. Gerakkan kaca penghapus ke depan, posisi miring dengan sudut 30-45. Hapusan darah dibuat sepanjang 3-5cm. Biarkan sedian kering. Tulis nama pasien dan tanggal pembuatan.

2) Pewarnaan Fiksasi sedian hapusan darah dengan methanol selama 5 menit. Warnai sediaan dengan larutan giemsa yang telah di encerkan 20x dengan aquadest/buffer ph 6,6 Selama 30-45 menit. Cuci dengan air mengalir. Biarkan kering.

Laporan Praktikum Hematologi

Page 5

3) Perhitungan jenis leukosit Lihat bagian yang cukup tipis pada sediaan. Periksa di bawah mikroskop pembesaran 10x. Cari lapangan pandang yang eritrositnya tidak menumpuk (tersebar merata). Putar lensa objektif ke pembesaraan 40x. Setelah di dapat lapang pandang yang bagus. Periksa dengan pembesaraan 100x menggunkan lensa rendam minyak. Hasil Pemeriksaan : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 2 3 - 3 - 2 2 1 1 1 15 - 1 - 1 2 5 5 6 6 4 6 5 6 7 6 56 6 3 2 3 3 2 1 - 1 1 22 1 - 1 1 - 1 1 5 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 100

Jenis Leukosit Basofil Eusinofil Net.Batang Net.Segmen Limfosit Monosit Jumlah

Nilai Normal (Gradwohis, Brown, Harmening) Basofil Eusinofil Metamieisoit Net.Batang Net.Segmen Limfosit Monosit = 0-0,75% = 1-6% = 0-1% = 3-5% = 37-69% = 20-50% = 2-10%
Page 6

Laporan Praktikum Hematologi

Perhitungan

Nama Umur

: Amelia Nadhila : 19 tahun

Jumlah/nilai jenis Leukosit Basofil Eusinofil Net.Batang Net.Segmen Limfosit Monosit =0% = 15% =2% = 56 % = 22 % =5%

Pembahasaan mengenai hasil : Kesimpulan : Dari hasil pemeriksaan, dapat di simpulkan bahwa jumlah atau nilai jenis leukosit pada pasien adalah, yaitu Basofil 0%, Eusinofil 15%, Net.Batang 2%, Net.Segmen 56%, Limfosit 22%, dan Monosit 5%.

Palembang, 08 April 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 7

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan

: Senin, 20 Mei 2013 : Pemeriksaan Laju Endap Darah : Menentukan nilai Laju Endap Darah (LED) dalam mm/jam pada sampel darah yang diperiksa.

Metode Dasar Teori

: Westergreen : Bila darah yang di campurkan dengan antikoagulan dan didiamkan pada suhu kamar, maka eritrosit akan

mengendap di dasar tabung dan dibagian atas tertinggal plasma. Darah EDTA setelah di campur baik lalu di encerkan dengan NaCl 0,85% ditempatkan dalam tabung

westergreen, biarkan tepat satu jam. Jumlah millimeter penurunan SDM selama periode tersebut di tetapkan sebagai hasil LED. Nilai Normal (Hepler) Pria : 0-10mm/jam Wanita : 0-15mm/jam Reagen : 1. EDTA 2. NaCl 0,85%

Bahan Pemeriksaan

: Darah EDTA
Page 8

Laporan Praktikum Hematologi

Alat Instrument

: 1. Tabung westergreen 2. Rak westergren 3. Stopwatch

Prosedur Kerja

: 1. Darah dan EDTA di campur dengan membolak balik tabung 5-6x. 2. Masukkan 0,4ml NaCl 0,85% ke dalam tabung berukuran 13 x 100mm. 3. Tambahkan 1,6ml darah EDTA ke dalam tabung yang telah berisi NaCl. 4. Campurkan selama 2 menit. 5. Pastikan letak rak westergreen rata air . 6. Kemudian isi pipet westergreen tepat sampai tanda 0 dan pastikan tidak ada gelembung. 7. Letakkan pipet ke rak dengan posisi yang benar (tegak lurus) selama 1 jam. 8. Catat waktu mulai di diamkan dan waktu setelah 1 jam. 9. Periksa tinggi plasma (catat jumlah millimeter turunnya SDM). 10. Hasil di tulis : .. mm/jam

Hasil Pemeriksaan

: Waktu saat mulai

: 14.56 wib

Waktu setelah 1 jam : 15.56 wib


Laporan Praktikum Hematologi Page 9

Jumlah millimeter turunnya SDM : 28 mm/jam

Nama Pasien

: Safety Malitasari

Jenis Kelamin : Perempuan Umur Nilai LED : 19 Tahun : 28 mm/jam

Kesimpulan

: Dari hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa nilai LED pada sampel darah yang diperiksa adalah nilai rujukan diatas nilai normal yaitu 28mm/jam

Palembang, 20 Mei 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 10

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan Metode Dasar Teori

: Senin, 27 Mei 2013 : Pemeriksaan Hematokrit : Mengetahui nilai Ht pada sampel darah yang di periksa : Mikrohematokrit : Darah EDTA dimasukkan dalam tabung kapiler sampai 2/3 panjang tabung atau 1-2cm dari ujung kapiler. Bagian Yang tidak berisi darah ditutup, lalu di sentrifus kemudian tabung kapiler diletakkan pada alat pembaca dan nilai Ht ditentukan.

Bahan Pemeriksaan Alat dan reagen

: Darah vena dengan antikoagulan EDTA : 1. Tabung kapiler hematocrit, panajng 7cm mengandung antikoagulan heparin (ada tanda merah) 2. Sentrifus dengan kecepatan putaran 11.500-15.000rpm 3. Creatoseal 4. Reading device

Prosedur Kerja

: 1. Isi tabung hematokrit dengan darah samapai 2/3 panjang tabung (tidak boleh ada gelembung) atau sampai 12cm dan ujung tabung. 2. Salah satu ujung tabung ditutup dengan creatoela atau di bakar.

Laporan Praktikum Hematologi

Page 11

3. Letakkan tabung pada lekukan radier dalam sentrifus, ujung yang ditutup terletak jauh dari pusat sentrifus (rah keluar). 4. Sentifus selama 5menit dengan kecepatan 10.00015.000rpm. 5. Ambil tabung dari sentrifus setelah sentrifus berhenti. 6. Baca hasilnya dengan menggunakan reading device. Nilai normal Ht (Harmening) Laki-laki : 40-54% (40-52%)

Perempuan : 35-47% (36-48%) New Born : 53-65% (45-60%)

Infant/child : 30-43% NB : Tiap pasien menggunakan 2 tabung kapiler perbedaan keduanya harus < 1% Hasil Pemeriksaan :Tabung 1 : 40% Tabung 2 : 40%

Nilai Ht

Nama Pasien : Amelia Nadhila Jenis Kelamin : Perempuan Umur Nilai Ht : 19 Tahun : tabung 1 (40%), tabung 2 (40%)

Laporan Praktikum Hematologi

Page 12

Pembahasaan

Pemeriksaan hematokrit dengan metode mikro

berprinsip pada darah yang dengan antikoagulan di centrifuge dalam jangka waktu dan kecepatan tertentu, sehingga sel darah dan plasmanya terpisah dalam keadaan mapat. Prosentase volum kepadatan sel darah merah terhadap volume darah semula dicatat sebagai hasil pemeriksaan

hematokrit. Kesimpulan : Dari hasil pemeriksaan dapat di simpulkan bahwa nilai Ht pada sampel darah yang di periksa adalah nilai rujukan Ht normal yaitu 40%.

Palembang, 27 Mei 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 13

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI Hari/Tanggal Judul Tujuan : Senin, 10 Juni 2013 : Menghitung Eosinofil secara absolut : Hitung Eosinofil bertujuan mengetahui adanya proses alergi/hipersensitifitas atau infeksi parasit misalnya cacing. Metode Dasar Teori : Visual : Darah diencerkan dengan suatu larutan yang mengandung eosin yang memberi warna merah pada granula eosinofil. Kemudian jumlah eosinofil dihitung dengan kamar hitung. Reagen : Larutan Eosin, yang mengandung : Bahan Pemeriksaan Alat Instrument Larutan Eosin 2% 5 ml Aceton 5 ml

Aquadest add 100 ml

: Darah vena dengan antikoagulan EDTA. : Alat yang di butuhkan terdiri dari Pipet thoma leukosit Kamar hitung Improved Neubauer Deck glass / cover glass Mikroskop.

Prosedur Kerja

: 1. Hisap darah dengan pipet thoma leukosit sampai


Page 14

Laporan Praktikum Hematologi

angka 11. 2. Hisap larutan eosin sampai angka 11 (pengenceran 10x) 3. Bersihkan ujung pipet dengan tissue. 4. Kocok pipet dengan arah vertical selama 3 menit. 5. Buang 4 tetes pertama, kemudian tetesan berikut masukan pada bilik hitung. 6. Letakkan bilik hitung di bawah mikroskop. 7. Hitung jumlah sel darah dengan perbesaran 40x. Hasil Pemeriksaan
Kiri Atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 = 2 0 0 0 = 2 0 0 0 0

:
Kanan Atas 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 = 0 = 0

0 0 0 1 0 1 0 0 Kiri Bawah

0 0 0 0 0 0 0 0 Kanan Bawah

Perhitungan

: Dihitung = 64 kotak leukosit 1 kotak : Panjang = Lebar =

Laporan Praktikum Hematologi

Page 15

Luas Keseluruhan = 64 x = 64/16 = 4 mm Volume =LxT = 4 mm x 0,1 mm = 0,4 mm Jumlah = 0,4 mm = 4/10 Dalam 1 mm = 10/4 = 10/4 x 4 = 40/4 x 10 (Pengenceran) = 400/4 = 100 L

NB : Nilai Normal Eosinofil : 50-400 / mm3 Nama Pasien Umur = Febriyani = 20 Tahun

Jumlah eosinofil = 100/L

Kesimpulan

: Jadi kesimpulan dari pemeriksaan ini, Jumlah hitung eosinofil pada pasien yaitu 100L dengan pengambilan darah sebanyak 1ml sedangkan pengenceraan di lakukan sebanyak 10x.
Page 16

Laporan Praktikum Hematologi

Palembang, 10 Juni 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 17

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan

: Senin, 17 Juni 2013 : Pemeriksaan Laju Endap Darah : Menentukan nilai Laju Endap Darah (LED) dalam mm/jam pada sampel darah yang diperiksa.

Metode Dasar Teori

: Wintrobe : Bila darah yang di campurkan dengan antikoagulan dan didiamkan pada suhu kamar, maka eritrosit akan mengendap di dasar tabung dan dibagian atas tertinggal plasma. Darah EDTA setelah di campur baik lalu di encrkan dengan Amonium-kalium oksalat ditempatkan dalam tabung wintrobe, biarkan tepat satu jam. Jumlah millimeter penurunan SDM selama periode tersebut di tetapkan sebagai hasil LED. Nilai Normal (Hepler) (Metode Wintrobe) 1. Pria : 0 - 9 mm/jam 2. Wanita 0 - 15 mm/jam

Reagen

: 1. EDTA 2. Amonium-kalium oksala

Bahan Pemeriksaan Alat Instrument

: Darah EDTA : 1. Tabung wintrobe 2. Rak wintrobe 3. Stopwatch

Prosedur Kerja

: 1. Sampel yang digunakan berupa darah EDTA atau darah


Page 18

Laporan Praktikum Hematologi

Amonium-kalium oksalat. 2. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa. 3. Sampel dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe menggunakan pipet Pasteur sampai tanda 0. 4. Letakkan tabung dengan posisi tegak lurus. 5. Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm menurunnya eritrosit. 6. Hasil di tulis : .. mm/jam Hasil Pemeriksaan : Tabung 1 Waktu saat mulai : 13.35 wib

Waktu setelah 1 jam : 14.35 wib Jumlah millimeter turunnya SDM : 16 mm/jam Tabung 2 Waktu saat mulai : 13.46 wib

Waktu setelah 1 jam : 14.46 wib Jumlah millimeter turunnya SDM : 16 mm/jam Nama Pasien : Elsa Anjelina

Jenis Kelamin : Perempuan Umur


Laporan Praktikum Hematologi

: 19 Tahun
Page 19

Nilai LED Kesimpulan

: 16 mm/jam

: Dari hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa nilai LED pada sampel darah yang diperiksa adalah nilai rujukan diatas nilai normal yaitu 16mm/jam.

Palembang, 17 Juni 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 20

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan Metode Dasar Teori

: Senin, 24 Juni 2013 : Pemeriksaan Jumlah Trombosit : Menghitung Jumlah Trombosit : Direct counting dengan bilik hitung : Darah diencerkan dengan Ammonium oxalate 1 % maka sel-sel selain trombosit dan eritrosit dilisiskan dan darah menjadi lebih encer sehingga trombosit lebih mudah dihitung. Jumlah trombosit dihitung dalam bilik hitung di bawah mikroskop dengan perbesaran sedang.

Reagen

: Larutan Amonium Oksalat 1% (Bisa juga digunakan Rees Ecker)

Bahan Pemeriksaan Alat Instrument

: Darah EDTA atau darah kapoler : 1. Bilik hitung Improved Neubauer

2. Cawan Petri

3. Mikroskop

Laporan Praktikum Hematologi

Page 21

4. Pipet Thoma Eritrosit Prosedur Kerja : 1. Hisap darah dengan pipet thoma samapai angka 1 2. Darah yang menempel pada pipet dilap dengan tissue 3. Lalu hisap larutan ammonium oxalate/Rees Ecker Sampai angka 101 (pengenceran 100 kali) 4. Pipet kocok seperti angka 8 agar tercampur dan RBC Lisis 5. Buang 4 tetes pertama, tetes berikutnya dimasukan dalam bilik hitung, kemudian biarkan selama 15 menit di wadah yang lembab agar trombosit mengendap 6. Hitung jumlah sel dalam 80 kotak III bilik hitung Newbawer pembesaran 40x Hasil Pemeriksaan
Kiri Atas 2 0 0 0 1 0 2 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 = 9 2 0 0 0 1 Laporan Praktikum Hematologi 3 1 0 1 2 1 Page 22

:
Kanan Atas 1 1 1 2 1 0 1 1 0 0 0 0 = 10

2 1

0 1

2 0

2 0

= 17

Tengah 2 0 0 1 0 2 1 0 1 1 1 1 4 1 1 0 4 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 Kanan Bawah

= 16

= 12

Kiri Bawah

N = 9 + 10 + 17 + 16 + 12 = 64

Perhitungan

: Dihitung = 80 kotak trombosit 1 kotak : Panjang = 1/20 Lebar 1 kotak =pxl = 1/20 x 1/20 = 1/400 mm Kotak 80 = 80 x 1/400 = 1/5 mm Volume =LXT = 1/5 X 1/10 = 1/50 mm = 1/20

Laporan Praktikum Hematologi

Page 23

1 mm

= 50/1 x 64 x 100 (pengenceran) = 320.000 / L

NB : Nilai Normal Trombosit : 150.000-450.000 / L Nama Pasien Umur = Amelia Nadhila = 20 Tahun

Jumlah leukosit = 320.000 /L

Kesimpulan

: Jadi kesimpulan dari pemeriksaan ini, jumlah trombosit pada pasien yaitu 320.000/L dengan pengambilan darah sebanyak 1ml sedangkan pengenceraan di lakukan sebanyak 100x.

Palembang, 24 Juni 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 24

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

Hari/Tanggal Judul Tujuan Metode Dasar Teori

: Senin, 01 Juli 2013 : Menghitung Jumlah Retikulosit dalam sampel : Mengetahui jumlah retikulosit dalam sampel : Supravital : Setelah inti normoblas asidofil hilang, terdapat sisa RNA dalam sel darah merah yang menyerap zat warn, sel ini disebut retikulosit

Reagen

: - Larutan Brilliant Cresyl Blue 1% (BCB) dalam alkohol atau NaCl 0,85%

Bahan Pemeriksaan Alat Instrument

: - Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan : - Mikroskop - Waterbath - Tabung reaksi - Objek gelas - Deck glass - Pipet tetes

Laporan Praktikum Hematologi

Page 25

Prosedur Kerja

: 1. Masukkan 10 tetes darah 2. Masukkan 10 tetes larutan BCB ke dalam tabung kecil 3. Campur dan inkubasi pada suhu 37C, selama 15 menit 4. Ambil 1 tetes dari campuran, lalu buat apusan darah kemudian keringkan di udara 5. Morfologi sel akan tampak bila tidak di warnai: - Eritrosit berwarna hijau dan sisa RNA berwarna biru tua 6. Periksa dengan mikroskop dengan pembesaran 1000x 7. Hitung jumlah retikulosit dalam 1000 SDM 8. Cara menghitung: - Pada lensa okuler diberi kertas berlobang kecil - Dengan lobang kecil ini eritrosit dibatasi hanya terlihat 50 RBC 9. Hasil; - Dilaporkan dalam % atau dalam jumlah absolute ./L - Koreksi hitung retikulosit (Brown)

Laporan Praktikum Hematologi

Page 26

Hasil Pemeriksaan

: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 JUMLAH RE 2 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 ERITROSIT 45 45 41 32 43 32 27 20 32 36 41 25 30 35 36 41 41 40 38 33 37 37 32 35 30 35 20 36 39

Laporan Praktikum Hematologi

Page 27

Perhitungan

: Jumlah retikulosit = 9 dalam 1000 eritrosit

100% Jumlah retikulosit (%) = Jumlah eritrosit/L x Jumlah retikulosit

100 Jumlah retikulosit = 1000 x9

0,9%

NB

: Jumlah Nilai Normal retikulosit anak-anak/dewasa = 0,2 2% Nama pasien = Elsa Anjelina Usia = 18tahun Retikulosit adalah eritrosit muda yang tidak

Pembahasaan mengenai hasil :

berinti dan di dalam sitoplasmanya terdapat sisa ribosom dan RNA yang dengan pewarnaan

suprivital akan tampak sebagian filament atau


Laporan Praktikum Hematologi Page 28

granula berwarna, bahan yang harus digunakan harus darah segera karena pada pewarnaan

supravital sel-sel yang diwarnai harus dalam keadaan hidup. Hal-hal yang harus diperhatikan: - volume darah yang dipakai sama banyak dengan volume larutan zat warna - waktu inkubasi campuran darah dan zat warna paling sedikit 10 menit. Kesimpulan : Dari hasil pemeriksaan retikulosit dapat disimpulkan jumlah retikulosit pada sampel 0,9% dalam 1000 Dan hasil pemeriksaan normal sesuai dengan

bahwa eritrosit

nilai rujukan (Gradwohls Harmening). Palembang, 01 Juli 2013 Mahasiswa Pembimbing Praktikum

Amelia Nadhila

dr. Hotman Sinaga, Sp.PK

Laporan Praktikum Hematologi

Page 29