Anda di halaman 1dari 5

Penanganan Kanker Ovarium

Dr. Nasdaldy, SpOG Staf Medik Fungsional Divisi Kanker Ginekologi, RS. Kanker D armais

Penda uluan.

Kanker Ovarium merupakan penye!a! kematian ter!anyak dari semua kanker ginekologi. Di "merika Serikat pada ta un #$$% diperkirakan &umla penderita Kanker Ovarium se!anyak #'.($$ oarng yang diperkirakan meninggal se!anyak %'.)$$ orang. "ngka kematian yang tinggi ini dise!a!kan karena penyakit ini pada a*alnya !ersifat asimptomatik dan !aru menim!ulkan kelu an apa!ila suda ter&adi metastasis, se ingga +$, - .$, pasien datang pada stadium lan&ut, se ingga penyakit ini dise!ut &uga se!agai silent killer "ngka ke&adian penyakit ini di /ndonesia !elum diketa ui dengan pasti karena pen0atatan dan pelaporan penyakit di negeri kita kurang !aik. Se!agai gam!aran di RS.Kanker D armais ditemukan kira-kira '$ penderita setiap ta un. Kanker Ovarium erat u!ungannya dengan *anita yang mempunyai tingkat kesu!uran yang renda atau /ntenfertilitas. Study epidemiologik menyatakan !e!erapa faktor resiko yang penting se!agai penye!a! kanker ovarium adala *anita nullipara 1tidak memiliki anak2, mela irkan pertama kali pada usia diatas '3 ta un dan *anita yang mempunyai keluarga dengan ri*ayat ovarium, kanker payudara atau kanker kolon. Sedangkan *anita dengan ri*ayat ke amilan pertama ter&adi pada usia di!a*a #3 ta un, penggunaan pil kontrasepsi dan menyusui akan menurunkan kanker ovarium se!anyak '$ 4 +$,. Faktor lingkungan seperti penggunaan talk, konsumsi galaktose dan sterilisasi ternyata tidak mempunyai dampak ter adap perkem!angan penyakit ini.

Ge&ala dan 5anda Kanker Ovarium se!agian !esar !er!entuk tumor kistik 1 kista ovarium 2 dan se!agian ke0il !er!entuk tumor padat. Ke!anyakan *anita dengan kanker ovarium tidak menim!ulkan ge&ala dalam *aktu yang lama. 6ila ge&ala umumnya sangat !ervariasi dan tidak spesifik pada stadium a*al dapat !erupa gangguan aid. 7ika tumor suda menekan rektum atau kandung kemi mungkin ter&adi konstipasi atau sering !erkemi . Dapat &uga ter&adi peregangan atau penekanan daera panggul yang menye!a!kan nyeri spontan atau nyeri pada saat !ersenggama. Pada stadium lan&ut ge&ala yang ter&adi !er u!ungan dengan adanya asites 1 penim!unan 0airan dalam rongga perut 2 penye!aran ke omentum 1 lemak perut 2 dan organ-organ didalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan ati seperti perut mem!un0it, kem!ung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan !uang air !esar dan !uang air ke0il. Penumpukan 0airan !isa &uga ter&adi pada rongga dada aki!at penye!aran penyakit ke rongga dada yang mengaki!atkan penderita sangat merasa sesak nafas. Ge&ala Kanker Ovarium Penye!aran a*al kanker ovarium mun0ul tanpa ge&ala dan tanda spesifik. Ge&ala yang umum ditemukan pada kanker ovarium seperti perut mengem!ung,

tidak nyaman pada perut !agian !a*a , kurang nafsu makan dan perut !erasa penu , tidak sanggup men0erna, munta , susa !a!, dan !erat !adan menurun, perasaan !erat pada perut !a*a atau panggul, sering !erkemi dan disertai nyeri. Pada !e!erapa perempuan dapat ter&adi perdara an a!normal, &uga ada yang men&adi kelaki-lakian. Ge&ala-ge&ala keadaan akut pada perut, dapat tim!ul mendadak !ila terdapat perdara an dalam tumor, ro!ek atau torsi 1putaran2 pada tumor. Pada stadium lan&ut yang suda !ermetastase semua kelen&ar di panggul dan rongga perut dapat terkena.

Diagnosis Karena se!agian !esar dari kanker ovarium !ermula dari suatu kista, maka apa!ila pada seorang *anita ditemukan suatu kista ovarium arus dilakukan pemeriksaan le!i lan&ut untuk menentukan apaka kista terse!ut !ersifat &inak atau ganas 1kanker ovarium2 ke*aspadaan ter adap kista yang !ersifat ganas dilakukan pada keadaan 8

%.Kista 0epat mem!esar #.Kista pada usia rema&a atau pas0a menopause '.Kista dengan dinding yang te!al dan tidak !erurutan (.Kista dengan !agian padat 3.5umor pada ovarium

6ila ditemukan sifat kista seperti terse!ut diatas, arus dilakukan pemeriksaan le!i lan&ut untuk memperkuat dugaan keara kanker ovarium seperti tindakan 9SG dengan Doppler untuk menentukan arus dara dan !a kan mungkin diperlukan pemeriksaan :5-S0an ; MR/. Pemeriksaan la!oratorium yang !isa dilakukan untuk menun&ang diagnosis adala pemeriksaan tumor marker seperti :a-%#3 dan :a .#-(, !eta 4 <:G dan alfafetoprotein. Semua pemeriksaan diatas !elum !isa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi anya se!agai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Prosedur operasi pada pasien yang tersangka kanker ovarium sangat !er!eda dengan kista ovarium !iasa. <al terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adala semaksimal mungkin !erusa a agar kista terse!ut keluar se0ara utu , kemudian dilakukan pemeriksaan ke la!oratorium Patologi "natomik 1pemeriksaan potong !eku2. "pa!ila asil pemeriksaan potong !eku !ukan suatu kanker, maka operasi selesai. Se!aliknya !ila asil pemeriksaan potong !eku adala kanker ovarium maka operasi dilan&utkan dengan mengangkat ra im, ovarium sisi lain, usus !untu, omentum, melakukan !iopsi pada tempat yang di0urigai adanya pen&alaran kanker di rongga perut dan melakukan pengam!ilan kelen&ar geta !ening di panggul. 5indakan yang komplek ini dise!ut se!agai =Staging lapstotomy= yang !ertu&uan untuk menentukan stadium penyakit se ingga dapat ditentukan ren0ana pengo!atan selan&utnya setela operasi. Pada pasien yang !elum mempunyai keturunan atau masi menginginkan keturunan masi !isa dipertim!angkan untuk tidak mengangkat ra im dan ovarium sisi lain. Perlu &uga diketa ui !a *a akurasi dari asil pemeriksaan potong !eku terse!ut anya !erkisar anatar )$-)3,, se ingga diagnosis dari kanker ovarium !aru diketa ui setela pemeriksaan Patologi "natomik yang definitif. <al ini menye!a!kan pada !e!erapa pasien dengan asil potong !eku menyatakan !ukan kanker ovarium, terpaksa dilakukan operasi = Staging laparotomy =

Pengo!atan Pengo!atan ovarium tergantung dari stadiumnya dan stadium kanker ovarium !aru !isa ditentukan setela dilakukan operasi 1 =Staging >aparotomy= 2. Se!agian !esar kanker ovarium memerlukan pengo!atan dengan kemoterapi. <anya kanker ovarium stadium a*al sa&a 1 stadium %-" dan /-6 dengan dera&at diferensiasi sel yang !aik; sedang 2 yang tidak memerlukan le!i dari satu &enis kemoterapi 1kom!inasi2 untuk mendapatkan asil pengo!atan yang !aik. Kemoterapi umumnya di!erikan se!anyak + seri dengan interval ' 4 ( minggu sekali dengan melakukan pemantauan ter adap efek samping kemoterapi se0ara !erkala ter dap sumsum tulang, fungsi ati, fungsi gin&al, sistem saluran 0erna, sistem saraf dan sistem kardiovaskuler. Kadang-kadang kemoterapi lini pertama tidak mem!erikan respon ter adap penyakit se ingga diganti dengan kemoterapi lini kedua dengan konsek*ensi !iaya yang le!i tinggi. ?alaupun penanganan dan pengo!atan kanker ovarium tela dilakukan dengan prosedur yang !enar namun asil pengo!atanya sampai dengan saat ini !elum mengem!irakan termasuk pengo!atan termasuk pengo!atan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. "ngka kelangsungan idup 3 ta un 1 = 5 Years survival rate = 2 penderita kanker ovarium stadium lan&ut anya kira-kira #$-'$,, sedangkan se!agian !esar penderita 1 +$-.$, ditemukan dalam keadaan stadium lan&ut se ingga penyakit ini dise!ut &uga dengan = silent killer =

Pen0ega an 5idak ada upaya pen0ega an k usus yang dapat dilakukan agar ter indar dari penyakit ini. 9paya yang !isa dilakukan adala untuk mengeta ui se0ara dini penyakit ini se ingga pengo!atan yang dilakukan mem!erikan asil yang !aik dengan kompliukasi yang minimal. 9paya yang dilakukan adala dengan melakukan pemeriksaan se0ara !erkala yang meliputi 8

%. Pemeriksaan klinis genekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pem!esaran ovarium lainnya. #. Pemeriksaan 9ltrasonografi 19SG2 !ila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran dara . '. Pemeriksaan petanda tumor 1 tumor marker 2 (. Pemeriksaan :5-S0an ; MR/ !ila dianggap perlu

Pemeriksaan terse!ut diatas sangat din&urkan terutama ter adap *anita yang mempunyai resiko akan ter&adi kanker ovarium, yaitu 8

%. #. '. (.

?anita yang aid pertama le!i a*al dan menopause le!i lam!at ?anita yang tidak perna atau sulit amil ?anita dengan ri*ayat keluarga menderita kanker ovarium ?anita penderita kanker payudara dan kolon

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Metode terapi utama kami adala 8 %. Kemoterapi dengan pemanasan intraperitoneal8 melalui insisi perkutan dimasukkan dua ta!ung silikonintraperitoneal, satu diletakkan di permukaan ati su!diafragma, satu lagi di resesus posterior kavum pelvis, u&ungnya difiksasi di dinding a!domen. O!at yang diinfuskan !iasanya F9, DDP, :5@ dll. di dalam '$$$-($$$00 larutan garam faal. Se!elumnya larutan itu dipanaskan ingga (#o:, dan upayakan temperatur itu diperta ankan. >alu melalui satu ta!ung sili0on dialirkan ke rongga a!domen, setela A-%# &am larutan dikeluarkan le*at ta!ung yang lainnya. Ke0epatan pem!erian adala 3$$00 per &am. Setiap minggu dilakukan %-# kali. Bfek !uruknya !erupa sakit perut, untuk itu dapat serentak di!erikan lidokain intraperitoneal. #. /munoterapi intraperitoneal8 masukkan ta!ung ke rongga pelvis, a!domen, suntikkan o!at kemoterapi, %-# kali per minggu, serentak disuntikkan imunomodulator, umumnya digunakan vaksen kuman Serratia mar0es0en 1S'%%2, %00 per kali. Pas0a in&eksi dapat tim!ul demam yang men0apai ')o:, #-' &am kemudian reda spontan. Demam pertanda respons imun !eker&a, tidak akan !erdampak !uruk.

'. Krioa!lasi argon- elium8 ter adap massa ovarium, tidak peduli itu lesi primer atau metastasis rongga pelvis dan dinding a!domen, dapat memakai krioa!lasi argonelium. Metode ini setara dengan operasi de!ulking, rudapaksa !agi pasien &au le!i ke0il di!andingkan operasi. (. 5erapi intra-arteri8 melalui arteri femoralis dimasukkan kateter ingga men0apai arteri ovarial, suntikkan emulsi 0ampuran kemoterapi 1misal DDP2 dan lipiodol. 7epang melaporkan terapi dengan 0ara ini, setela % !ulan massa ovarium menyusut rata-rata (),. Kami sering mengom!inasikan 0ara ini dengan krioa!lasi argonelium. Seorang pasien dari kota S enyang di RR:, usia 3+ ta un, kavum pelvis penu dengan tumor disertai asites, setela terapi intra-arteri dan krioa!lasi argonelium, lesi lenyap total, ingga kini %A !ulan tidak tampak kekam!u an.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kanker dibedakan dengan TUMOR. Tumor adalah neoplasma yang jinak. Dalam batas-batas tertentu, tubuh masih mampu membatasi pertumbuhan dan perkembangan neoplasma itu, misalnya dengan membentuk kapsul atau dinding pembatas yang tegas antara tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Se ara a!am, pengertian tumor sama dengan benjolan abnormal yang terjadi pada atau dalam tubuh kita. Misalnya, benjolan akibat trauma kena pukul, terbentur sesuatu, pendarahan ba!ah kulit dan sebagainya. "enis-jenis kanker sangat banyak. #enyakit ini diklasi$ikasikan dan diberi nama menurut a uan %nternasional. Misalnya dengan sebutan &Karsinoma' untuk kanker pada sel-sel kelenjar kulit dan sebagainya, ontoh ( )ar inoma mammae untuk kanker payudara. Untuk sel-sel jaringan kanker diberi sebutan &Sar oma', ontoh ( jaringan tulang dan jaringan lin$atik, masing-masing dinamakan osteosarkoma dan lim$osarkoma. *da juga nama khusus misalnya +eukimia untuk kanker darah.

NBOP>"SM" 6BN/GN"

59MOR8 /stila klinik yg menggam!arkan suatu !en&olan 1Oedem, perdara an, Neoplasma2 NBOP>"SM" 6BN/GN"8

5um!u perla an, !erkapsul, ekspansif, tdk metastasis, dioperasi tidak kam!u , gam!aran mikroskopik masi seperti sel asalnya.

NBOP>"SM" M">/GN"

5um!u 0epat, tdk !erkapsul, infiltratif diantara &aringan ikat sekitar, MB5"S5"S/S se0ara limfogen dan ematogen, *alau dioperasi sering kam!u 1residif2. Se0ara mikroskopik menun&ukkan !entuk sel ganas 1per atikan 0iri sel ganas2 Metastasis adl pertum!u an implantasi sekunder yg tdk mempunyai u! langsung dg tumor primer. 5idak semua kanker mampu !ermetastasis, mis KS6, SSP invasif akan tetapi &arang metastasis. Soft tissu tumor maligna su! inguinal adala pertum!u an sel-sel yang !aru 1neoplasma2 dalam &aringan lunak dimana peru!a an sel 1mitosis2 tidak terkendali ole tu!u dan !erkem!ang !iaknya sel &aringan di sekitarnya sam!il merusak 1destruktif2 dapat menye!ar ke !agian tu!u yang lain.

Ovarium atau indung telur adala kelen&ar kelamin !etina pada e*an dan manusia. Pada mak luk verte!rata termasuk manusia, mempunyai dua !ua ovarium yang !erfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan ormon.