Anda di halaman 1dari 21

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

1. 2. 3. 4. DEVI DWI .P LILIS INDRIYANI R. SHELVINIA AGUSTIN .A. TALITHA ADHYAKSANTI (05) (12) (32) (33)

Pembiasan Cahaya
Pembiasan cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya Pembiasan cahaya terjadi jika cahaya merambat dari suatu medium menembus ke medium lain yang memiliki kerapatan yang berbeda. Misalkan dari udara ke kaca, dari air ke udara dan dari udara ke air.

renggang

rapat

N rapat

renggang

Hubungan antara sudut bias dengan beda/perubahan kelajuannya :

Kelajuan cahaya dalam medium dinyatakan oleh indeks bias medium :

Hukum Snellius untuk pembiasan :

Hukum Snelius tentang Pembiasan Cahaya


1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar. 2. Sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium yang lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. 3. Sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Indeks Bias
1. Indeks Bias Mutlak :
Adalah Perbandingan cepat rambat cahaya diudara dengan cepat rambat cahaya pada Medium. Persamaannya dapat ditulis :

OA n= OB

2. Indeks Bias Relatif : Adalah Perbandingan cepat rambat cahaya pada medium yang satu dengan medium yang lainnya. persamaannya dapat ditulisakan dengan :

Keterangan : - n2.1 = indeks bias medium 2 terhadap medium 1 - n2 = indeks bias medium 2 - n1 = indeks bias medium 1 - V1 = cepat rambat cahaya pada medium 1 - V2 = cepat rambat cahaya pada medium 2

Sudut batas atau Sudut Kritis


Terjadi apabila berkas sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat, pada saat sudut bias nya mencapai ( r ) mencapai sudut 900, maka sudut datangnya disebut sudut kritis/ sudut batas.

Pemantulan Total
Jika cahaya masuk ke medium yang lebih

renggang (dari yang lebih rapat), maka akan


dibiaskan menjauhi garis normal. Jika sudut datangnya makinbesar, maka sudut biasnya juga semakin besar; sehingga suatu saat akan didapatkan sudut biasnya 900 . Jika sudut datang diperbesar lagi, maka akan terjadi pemantulan total.

Pemantulan Sempurna
1. Sudut i merupakan sudut kritis, yaitu sudut datang yang menyebabkan sudut bias 90 terhadap garis normal Bila sudut datang lebih besar dari sudut kritis, cahaya tidak dibiaskan melainkan dipantulkan dengan sempurna Bila sinar datang dari medium rapat ke medium kurang rapat maka sinar dibiaskan menjauhi garis normal

2.

3.

Pembiasan pada Kaca Plan Paralel


Besarnya sinar yang masuk ke kaca dengan sinar yang keluar dari kaca, dapat ditulis dengan persamaan :

Pembiasan Pada Prisma


Prisma adalah: benda bening yang terbuat dari bahan gelas yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu. Perhatikan Gambar berikut :
N I1 I2 r1 r2 n1 n2 D = garis normal = sudut datang 1 = sudut datang 2 = sudut bias 1 = sudut bias 2 = indeks bias medium 1 = indeks bias medium 2 = sudut deviasi

= sudut pembias prisma

Sudut Deviasi yaitu: sudut yang dibentuk oleh perpanjangan cahaya yang masuk ke prisma dengan cahaya yang meninggalkanya. Besarnya sudut deviasi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Persamaan Untuk Sudut Deviasi


Deviasi minimum terjadi bila sudut datang pertama sama dengan sudut bias kedua, (r2=i1), maka:
Sesuai hukum snellius tentang pembiasan maka:

Sedangkan untuk sudut pembias prisma yang kecil ( <150 ), maka sudut deviasinya:

PEMBIASAN CAHAYA PADA BIDANG LENGKUNG


Tanda R
a) Bila permukaan bidang batas cembung di lihat dari arah sinar datang maka R bernilai positif. b) Bila permukaan bidang batas cekung di lihat dari arah sinar datang maka R bernilai Negatif.

Pada pembiasan cahaya pada permukaan yang lengkung berlaku:

Perbesaran bayangan :

PEMBIASAN CAHAYA PADA BIDANG DATAR


Pada pembiasan cahaya pada permukaan yang lengkung berlaku:
Pada bidang datar maka R=~ , sehingga :

Peristiwa Pembiasan cahaya Pada kehidupan sehari - hari


1. Pelangi

Pelangi adalah salah satu contoh pembiasan. Jika sinar melalui medium udara yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat seperti titik-titik air hujan, akan terjadi peristiwa pembiasan. Kenapa warnanya pelangi, karean sinar yang jatuh pada titik2 air hujan polikromatik, sinar putih, warnanya jadi terurai. Terurai karean tiaptiap warna berbeda indeks biasnya.

2. Fatamorgana.
Pada siang hari yang terik di jalan aspal pada kejauhan tertentu tampak seakan-akan ada genangan air. Hal yang sama juga terjadi di gurun pasir. Peristiwa fatamorgana disebabkan karena cahaya dari angkasa melintasi udara dingin dan memasuki udara panas yang dekat dengan permukaan bumi. Udara panas memiliki indeks bias lebih kecil dibanding udara dingin, karena udara panas kerapatannya juga kecil. Ketika cahaya mengenai bidang batas antara kedua lapisan udara dengan sudut datang melampaui sudut kritisnya, maka terjadilah pemantulan sempurna dan bayangan angkasa nampak seperti genangan air di jalan atau di padang pasir.

3. Posisi semu bintang. Bintang yang kita lihat pada malam hari tidaklah pada posisi yang sebenarnya, karena cahaya bintang datang dari ruang vakum memasuki lapisan udara mengalami pembiasan.

4. Pemantulan sempurna pada serat optik. Serat optik terdiri dari inti yang terbuat dari gelas berindeks tinggi yang dilapisi dengan lapisan tipis gelas berindeks bias rendah. Cahaya yang masuk lewat salah satu ujung akan menumbuki bidang batas antara kedua lapisan gelas dengan sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya sehingga mengalami pemantulan sempurna dari sisi yang satu ke sisi yang berseberangan secara bergantian. Akibat pemantulan tersebut, cahaya menempuh jarak sepanjang serat optik dan keluar pada ujung yang lain dengan intensitas yang tidak berkurang. Serat optik banyak dimanfaatkan, diantaranya dalam teknologi telekomunikasi dan bidang kedokteran. Dalam bidang kedokteran serat optik digunakan untuk memeriksa organ-organ tubuh bagian dalam tanpa perlu membedahnya.

Thank You