Anda di halaman 1dari 7

Akibat Kekurangan Lemak

Kekurangan asam lemak esensial (Omega -3 dan Omega -6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi otak, yaitu kemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian. Kekurangan lemak mengakibatkan perubahan pada komposisi asam lemak di berbagai jaringan, terutama membran sel. Selain itu terjadi penurunan efisiensi produksi energi di dalam sel.

DAMPAK KELEBIHAN PROTEIN

Banyak hasil penelitian menyimpulkan faktor timbulnya berbagai penyakit seperti kanker dan jantung berasal dari kebiasaan makan yang salah. Dengan memakan makanan berprotein tinggi dan berlemak tinggi seperti daging bistik atau daging hamburger yang berlemak tinggi merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit. Protein memang berharga karena protein adalah bahan dasar untuk pembangunan tubuh. Dengan alasan itu, penyantap makanan kaya protein hewani dianggap baik, tidak hanya bagi para atlet dan anak-anak dalam masa pertumbuhan, tetapi juga bagi yang berfisik lemah dan para manula. Makanan daging memang mempercepat pertumbuhan, dan cepatnya pertumbuhan dan pendewasaaan anak-anak dalam beberapa decade yang lalu mungkin memang berkat adanya peningkatan dalam asupan protein hewani, meskipun demikian, juga ada sebuah perangkap berbahaya dalam menyantap daging. Begitu Anda mencapai usia tertentu, pertumbuhan tubuh Anda berubah menjadi sebuah fenomena yang disebut menua. Menyantap daging mungkin memang mempercepat pertumbuhan, tetapi juga akan mempercepat proses penuaan. Berikut merupakan 6 alasan mengapa asupan tinggi protein berbahaya bagi kesehatan. 1. Racun dalam daging tempat berkembang biaknya sel-sel kanker. produk beracun dari pencernaan lemak dan protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA, dan mengubah sel-sel menjadi sel kanker. Jika sel-sel darah putih dan limfosit rusak, maka mekanisme pertahanan garis depan tubuh akan berhenti berfungsi, serta dapat berakhir dengan infeksi dan munculnya sel-sel abnormal atau sel-sel kanker. 2. Protein menyebabkan reaksi alergi. Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat tak dikenal. Tubuh bereaksi terhadap zat yang tak dikenal dan menimbulkan reaksi alergi. Mengosumsi protein hewani secara berlebihan dan reaksi alergi yang dihasilkannnya adalah penyebab meningkatnya kasuskasus dermatitis atopik, kaligata, penyakit kalagen, kolitis ulserativa, dan penyakit Crohn. 3. Kelebihan protein menyebabkan kerja hati dan Ginjal Lebih Berat. Protein yang berlebihan harus diuraikan dan disingkirakan melalui urine dan menimbulkan beban yang berat bagi hati dan ginjal. 4. Konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan defisiensi kalsium dan osteoporosis. Saat asam amino dibentuk dalam jumlah besar, darah menjadi asam dan membutuhkan kalsium untuk menetralisasinya. Dengan demikian, konsumsi proteinyang berlebihan akan

menyebabkan berkurangnya kalsium. terlebih bila kadar fosfor dalam daging sangatlah tinggi dan darah harus menjaga rasio kalsium dengan fosfor antara 1:1 dan 1:2. 5. Kelebihan protein dapat menyebabkan kekurangan energi. Protein yang berlebih tidak dapat dicerna sepenuhnya dan karena itu tidak diserap sehingga menyebabkan pembusukan di dalam usus dan timbulnya produk-produk sampingan yang beracun. 6. Kelebihan protein mungkin ikut menjadi penyebab ADHD pada anak-anak. Makanan dan nutrisi dapat menimbulkan dampak besar pada tingkah laku anak dan kemampuannya untuk beradaptasi secara sosial. Bagi anak-anak protein hewani dan gula semakin banyak dikonsumsi sedangkan sayurang sering dihindari. Protein hewani dan gula membutuhkan lebih banyak kalsium dan magnesium sehingga menyebabkan defisiensi kalsium dalam tubuh. Defisiensi kalsium mengganggu sistem saraf dan ikut menjadi penyebab kegelisahan dan iritabilitas (sifat lekas marah).

AKIBAT KEKURANGAN PROTEIN BAGI KESEHATAN

kesehatan tubuh Idealnya tubuh kita membutuhkan protein yang seimbang untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan daya ingat dan juga untuk pertumbuhan. Lalu apa akibatnya jika tubuh kekurangan protein? Akibat kekurangan protein bagi tubuh adalah daya ingat menurun, cepat lelah dan masih banyak gangguan kesehatan lainnya.

Pada umunya, negara-negara seperti Afrika atau negara yang baru berkembang adalah negara yang penduduknya banyak yang masih kekurangan protein. Sementara negara seperti Amerika dan Eropa adalah negara yang penduduknya rata-rata kelebihan protein. Kelebihan protein sama hal dengan kekurangan protein, dimana dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ginjal dan hati harus bekerja keras.

Makanan Sumber Protein Sementara kekurangan protein dapat menyebabkan dampak kesehatan lainnya. Diantara beberapa yang cukup berbahaya adalah Marasmus, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya asupan protein kedalam tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan dan juga dehidrasi. Tidak jarang Marasmus juga dapat menyebabkan kematian karena kuranganya nutrisi penting bagi tubuh.

Penyakit lain yang ditimbulkan oleh kurangnya asupan protein adalah Kwashiorkor atau penyakit kekurangan protein yang sudah terlalu parah. Menurut University of Maryland Medical Center, orang yang terserang penyakit Kwashiorkor akan muncul bengkak di daerah perut dari retensi cairan. Pada umumnya, gejala kedua penyakit diatas adalah kelelahan, cepat marah, diare, pertumbuhan terhambat dan gangguan kognisi dan kesehatan mental.

Satu lagi penyakit akibat kurangnya asupan protein kedalam tubuh adalah Cachexia. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, kematian,penyakit kanker, AIDS, gagal ginjal kronis, penyakit panas, penyakit paru obstruktif kronik dan rheumatoid arthritis, demikian menurut JE Morley dalam buku American Journal of Clinical Nutrition. Maka tidak heran jika protein begitu penting bagi kesehatan tubuh.

Indonesia adalah salah satu negara yang sangat konsen dengan penanggulangan gizi buruk, makanya diadakan Posyandu untuk menanggulangi hal ini. Karena akibat kekurangan protein akan menyebabkan generasi muda Indonesia tidak mampu untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang sudah maju. Makanya saat ini kita sudah jarang mendengar adanya anak-anak Indonesia yang mengalami gizi buruk, meskipun masih ada satu dua.

Kelebihan Lemak Tubuh Memiliki Banyak Bahaya

Pengendalian berat badan melalui pengurangan kelebihan lemak tubuh memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan yang baik dan memerangi penyakit. Bahkan, bukti medis menunjukkan bahwa obesitas merupakan ancaman besar bagi kesehatan dan umur panjang. (Definisi yang paling umum dari obesitas lebih dari 25 persen lemak tubuh untuk pria dan lebih dari 32 persen untuk wanita)

Kelebihan lemak tubuh dikaitkan dengan ancaman fisik yang besar seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. (Tiga dari empat orang Amerika meninggal karena baik penyakit jantung atau kanker setiap tahun, menurut survei Kesehatan Nasional dan Gizi Pemeriksaan, sekitar 80 persen dari mereka kematian berhubungan dengan faktor gaya hidup , termasuk tidak aktif)

Sebagai contoh, jika anda gemuk, dibutuhkan lebih banyak energi untuk bernapas karena jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru karena kelebihan lemak seluruh tubuh. Beban kerja meningkat dapat menyebabkan jantung Anda menjadi membesar dan dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan detak jantung tidak menentu yang mengancam jiwa.

Orang gemuk juga cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi, membuat mereka lebih rentan terhadap arteriosklerosis, penyempitan arteri oleh endapan plak. Ini menjadi ancaman nyawa ketika pembuluh darah menjadi begitu sempit atau tersumbat bahwa organ-organ vital seperti otak, jantung atau ginjal kekurangan darah. Selain itu, penyempitan pembuluh darah memaksa jantung untuk memompa lebih keras, dan tekanan darah akan meningkat. Tekanan darah tinggi itu sendiri menimbulkan beberapa risiko kesehatan, termasuk serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke. Sekitar 25 persen dari semua masalah jantung dan pembuluh darah

yang berhubungan dengan obesitas.

Studi klinis telah menemukan hubungan antara lemak tubuh berlebih dan timbulnya kanker. Dengan sendirinya, lemak tubuh dianggap sebagai tempat penyimpanan karsinogen (bahan kimia penyebab kanker) pada pria dan wanita. Pada wanita, lemak tubuh berlebih telah dikaitkan dengan tingkat lebih tinggi dari payudara dan kanker rahim, pada pria, ancaman datang dari usus besar dan kanker prostat.

Ada juga keseimbangan antara gula darah, lemak tubuh, dan hormon insulin. Kelebihan gula darah disimpan di hati dan organ vital lainnya, ketika organ-organ yang "penuh," gula darah berlebih diubah menjadi lemak. Seperti sel-sel lemak sendiri menjadi penuh, mereka cenderung untuk mengambil gula darah kurang. Pada beberapa orang obesitas, pankreas memproduksi insulin lebih banyak dan lebih, yang tubuh tidak dapat digunakan, untuk mengatur kadar gula darah, dan seluruh sistem menjadi kewalahan. Ini dapat menghasilkan diabetes, suatu penyakit dengan konsekuensi jangka panjang, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi, dan kematian. Kelebihan lemak tubuh juga terkait dengan penyakit kandung empedu, gastro-intestinal penyakit, disfungsi seksual, osteoarthritiis, dan stroke.