Anda di halaman 1dari 3

Di ruang penyakit dalam sebuah rumah sakit yang sudah menerapkan model praktik keperawatan professional, akan dilakukan

ronde keperawatan. Tahap pre ronde keperawatan.. Sebelum ketua tim memberikan tugas kepada perawat asosiet, ketua tim menemui pasien terlebih dahulu untuk memberikan informed concent. Di ruang pasien.. Ayu : Assalamualaikum. Pak Ariyo, bagaimana keadaannya? Ariyo : Dada saya masih sakit Sus, saya tidak bisa tidur semalaman. Ayu : Oh, begitu ya. Arifatul : Ariyo juga tidak mau makan Sus. Ayu : Oh, kenapa tidak mau makan Pak? Kan biar cepat sembuh. Begini Pak Ariyo, Bu Arifatul, saya mau meminta persetujuan Pak Ariyo dan bu Arifatul. Arifatul : Persetujuan apa Sus? Ayu : Pak Ariyo akan saya jadikan pasien untuk ronde keperawatan. Lha ronde keperawatan ini adalah suatu kegiatan yang nantinya pasien dan keluarga akan diajak diskusi untuk menyelesakan masalah yang dihadapi pasien. Ariyo : Oh, gitu.. lha terus saya harus bagaimana Sus? Ayu : Bapak Ariyo ya tidak harus bagaimana bagaimana, Pak Ariyo tinggal menyetujui saja. Dengan ronde keperawatan ini, nanti masalah pak Ariyo Insyaalla akan bisa diatasi. Arifatul : Benar begitu Sus? Ayu : Insyaallah Bu. Bagaimana, bersedia ya Pak? Ariyo : Oh, kalau begitu saya bersedia Sus. Ayu : Baik, kalau begitu silakan Pak Ariyo dan Bu Arifatul tanda tangan disini. Setelah mendapatkan persetujuan dari pasien, kemudian ketua tim menuju ke ruang perawat untuk memberikan tugas kepada perawat asosiet. Di ruang perawat. Ayu : Assalamualaikum perawat Asim dan perawat Fika. Seperti yang sudah direncanakan, hari ini kita akan melakukan tahap pra ronde keperawatan, dimana pasien yang akan kita pilih adalah bapak Aryo. Asim : Memangnya bapak Ariyo menderita penyakit apa Bu? Ayu : Bapak Ariyo itu memiliki penyakit gagal jantung, tetapi setahu saya beliau juga mengalami gangguan harga diri rendah, soalnya sudah berumur hampir 40 tahun tetapi belum menikah. Fika : Wah, kasihan sekali ya. Ayu : Maka dari itu, nanti tolong ya perawat Asim dan perawat Fika untuk mengkaji lebih lanjut masalah yang ada pada bapak Ariyo. Asim dan Fika : Baik Bu. Kemudian perawat asosiet melakukan pengkajian kepada pasien. Di ruang pasien Asim : Selamat pagi Pak Ariyo? Bagaimana kabarnya? Ariyo : Wah, tidak ada perubahan Pak. Dada saya masih sakit, saya tidak bisa tidur semalam, sama mau makan rasanya tidak enak. Fika : Oh, begitu ya Pak. Baik, kami disini, nama saya Fika dan ini teman saya Asim, akan melakukan pengkajian pada bapak, untuk mengetahui masalah apa yang ada pada bapak. Arifatul : Oh, iya, silakan Suster. Perawat asosiet pun melakukan pengkajian kepada Pak Ariyo. Ternyata didapatkan hasil bahwa Pak Ariyo mengalami nyeri pada dada, gangguan sulit

tidur, susah makan dan mengalami gangguan konsep diri, yaitu gangguan citra tubuh dan harga diri rendah. Setelah mendapatkan data yang dirasa cukup, kemudian perawat asosiet melaporkan hasil pengkajiannya kepada ketua tim. Di ruang perawat Asim : Bu, pengkajian sudah kami lakukan. Ayu : Oh, kemuian bagaimana hasilnya? Fika : Ternyata masalah yang dihadapi oleh pasien banyak sekali Bu. (sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan membuka hasil pengkajian) Asim : Pasien mengalami nyeri dada, gangguan tidur, susah makan, dan gangguan konsep diri Bu. Ayu : Baiklah kalau begitu, mari kita lakukan validasi data, langsung ke pasiennya saja ya.. Fika : Baik Bu. Kepala tim dan perawat asosiet melakukan validasi data. Setelah selesai melakukan validasi data, ketua tim melakukan kontrak waktu esok hari untuk ronde keperawatan Di ruang pasien Ayu : Baik, terima kasih atas kerja samanya. Pak Ariyo dan Bu Arifatul memang orang baik. Kita ketemu laagi besok yan Pak, Bu, untuk melakukan ronde keperawatan. Ariyo : Oh, iya. Terima kasih Sus.. Ayu : Iya, sama sama Pak. Kami permisi dulu ya, Wassalamualaikum.. Arifatul : Waalaikumsalam. Keesokan harinya, ronde keperawatan pun dimulai.. ronde tersebut dihadiri oleh ketua tim, perawat asosiet, kepala ruang, dan perawat specialis. Di ruang perawat.. Azizah ; Assalamualaikum, selamat pagi Bapak dan Ibu. Di pagi hari ini, kita akan melaksanakan ronde keperawatan, sebagaimana yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Langsung saja, silakan Bu Ayu membacakan data pasiennya.. Ayu : Baik, terima kasih.. Assalamualaikum.. pasien dalam ronde keperawatan kita kali ini adalah Pak Ariyo, dengan diagnosa medis gagal jantung. Setelah dilakukan pengkajian kemarin oleh perawat Fika dan perawat Asim, didapatkan data bahwa pasien ini mengalami nyeri pada dada, susah tidur, tidak mau makan, dan mengalami gangguan konsep diri. Dwi : Gangguan konsep diri yang bagaimana Bu? Ayu : Jadi dia mengalami gangguan citra tubuh karena dia merasa tubuhnya itu tidak berguna, pasien sakit sakitan sudah sejak lama, jadi dia tidak bisa bekerja. Dia juga sekarang umurnya hampir 40 tahun tetapi belum menikah, jadi sekarang dia merasa minder. Mengalami harga diri rendah juga. Azizah : Iya, terima kasih kepada bu Ayu, sebelum kita melakukan validasi data, ada yang ingin ditanyakan? Asim : Tidak Bu, cukup. Azizah : OK, langsung saja kita ke pasiennya ya.. Tim ronde keperawatan menuju ke ruang pasien. Di ruang pasien Azizah : Assalamualaikum.. Selamat pagi pak Ariyo? Bagaimana? Bisa tidur tadi malam? Ariyo : Wah, masih tidak bisa tidur Bu. Dada saya ini lho sakit banget rasanya. Azizah : Oh, begitu ya.. Setelah selesai melakukan validasi data, tim ronde keperawatan kembali ke ruang perawat.

Di ruang perawat Azizah : Baik, tadi kita sudah sama sama mengetahui keadaan pasien tersebut, bagaimana sebaiknya? Ada yang punya usul? Dwi : Kita harus melakukan rontgent dulu pada pasien Bu. Ayu : Iya, untuk mengetahui keadaan jantung. Apa perlu melakukan cangkok jantung Bu Dwi : Saya belum bisa memastikan, kita lihat dulu saja hasilnya, baru saya bisa menentukan. Azizah : Untuk masalah gangguan konsep dirinya, kita diskusi dengan keluarganya saja ya Bu Dwi. Dwi : Iya Bu, Saya rasa itu perlu. Pemecahan masalah pun telah ditemukan. Akhirnya keluarga klien diajak untuk berdiskusi mengenai masalah gangguan konsep diri klien. Keluarga diberi pengarahan bagaimana cara meningkatkan harga diri klien. Setelah dilakukan diskusi dengan klien, tugas didelegasikan kepada perawat asosiet. Ayu : Baik, perawat Asim dan perawat Fika, Anda sudah tahu apa yang akan Anda lakukan? Fika : Sudah Bu. Asim : Sudah. Ayu : OK, bagus.. Kalau begitu silakan nanti Anda lakukan tugas yang harus Anda lakukan Asim : Siap Bu. Azizah : OK, ronde keperawatan kita kali ini sudah selesai. Terima kasih atas kerja samanya, semuanya bagus. Semoga masalah pasien kita dapat segera teratasi. Wassalamualaikum. Semua : Waalaikumsalam.. Akhirnya ronde keperawatan telah selesai dilakukan, perawat asosiet mulai menjalankan tugasnya..