Anda di halaman 1dari 19

STRATEGI PELAKSANAAN

Inisial pasien : Tn. AM Hari/Tanggal : Kamis, 12 September 2013 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien

Pertemuan/SP No. CM

: 1/ I : 01 52 88

: Duduk sambil melihat-lihat sekitar

2. Diagnosa Keperawatan : Gangguan persepsi sensori halusinasi 3. TUK : a) Klien dapat membina hubungan saling percaya. b) SP I : Klien dapat mengenali halusinasinya (jenis, isi, waktu, frekuensi, situasi, dan respon klien terhadap halusinasinya). Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Klien dapat memasukkan kegiatan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian. 4. Tindakan Keperawatan a) Membina hubungan saling percaya. b) SP I Mendiskusikan jenis halusinasi pasien. Mendiskusikan isi halusinasi pasien. Mendiskusikan waktu halusinasi pasien. Mendiskusikan frekuensi halusinasi pasien. Mendiskusikan situasi yang menimbulkan halusinasi. Mendiskusikan respon pasien terhadap halusinasinya. Melatih pasien mengontrol halusinasinya : menghardik halusinasi. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian.

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Orientasi a) Salam terapeutik Selamat pagi, perkenalkan nama saya Mutia Rahmah, bisa dipanggil Mutia, saya perawat dari UNLAM. Boleh berkenalan tidak? Nama Anda siapa? Suka dipanggil apa?. b) Evaluasi/Validasi Bagaimana perasaan bapak hari ini? Oh iya, tadi pagi Anda bangun jam berapa? Kemudian sudah melakukan apa saja pagi ini? Apa bapak sudah mandi?. c) Kontrak Topik : Bagaimana kalau kita ngobrol tentang apa yang Pak A rasakan?. Tempat : Pak AM mau ngobrolnya di mana? Atau mau di sini saja? Waktu : Kita ngobrolnya sebentar saja sekitar 15 menit ya, apakah bapak bersedia?. 2. Kerja Saya disini ingin membantu bapak, jadi bapak AM bisa bertanya atau menceritakan apa saja pada saya. Saya akan membantu untuk memecahkan permasalahan. Saya tidak akan menceritakan pada siapapun. Apakah bapak AM mau bercerita sama saya?. Apa Anda mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara itu?. Apakah terdengar terus-menerus atau hanya sewaktu-waktu?.

Kapan Anda paling sering mendengar suara itu? Berapa kali sehari dialami?. Pada keadaan apakah suara itu terdengar?Apakah pada waktu sendiri? Apa yang bapak AM rasakan saat mendengar suara itu? Apa yang bapak AM lakukan saat mendengar suara itu?apakah dengan cara itu suara hilang? Apa bapak AM juga melihat bayangan? Apa perawat atau teman anda juga melihatnya? Apa yang Anda lihat? Kapan bapak melihatnya? Berapa kali dalam sehari melihatnya? Apa yang bapak AM lakukan saat melihat bayangan itu? Bagaimana kalau kita belajar mencegah bayangan dan suara-suara itu muncul, apakah bapak mau? Ada empat cara untuk mencegah suara dan bayangan itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat secara teratur. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Yaitu dengan cara menghardik. Caranya begini: saat suara atau bayangan itu datang, Bapak AM tutup mata dan tutup telinga kemudian berbicara dalam hati atau berbicara dengan pelan-pelan lalu bilang, pergi saya tidak mau dengar, saya tidak dengar, saya tidak lihat kamu. Kamu suara palsu, kamu bayangan palsu. Begitu diulangulang sampai suara dan bayangan itu tak terdengar lagi. Coba bapak peragakan! Nah begitu... bagus! Coba lagi... !. Ya bagus kalau bapak AM sudah bisa.

3.

Terminasi a) Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan bapak AM setelah kita latihan tadi? Apakah bapak sudah bisa melakukannya sendiri kalau suara-suara itu datang?. b) Evaluasi objektif Tadi kita sudah ngobrol banyak, kira-kira Pak AM masih ingat siapa saya? Bagaimana cara agar mencegah suara itu datang lagi? Bisa pak AM peragakan? Bagus sekali. (Reinforcement positif) Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya?. Pak AM mau berlatih menghardik pada jam berapa?. c) Rencana tindak lanjut Baiklah, selanjutnya coba bapak AM praktikkan cara yang kita diskusikan tadi ketika suara-suara dan bayangan itu muncul kembali. d) Kontrak Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu kembali untuk melatih cara kedua untuk mencegah halusinasi?. Tempat: Nanti kita ngobrol disini lagi ya?. (di Ruang Jati) Waktu : Pak AM maunya jam berapa? Bagaimana kalau jam 9 setelah senam pagi. Bapak AM sangat baik pada hari ini, sudah mau diajak bekerja sama. Kalau begitu saya permisi dulu, kita ketemu lagi besok ya.

STRATEGI PELAKSANAAN

Inisial pasien : Tn. AM Hari/Tanggal : Jumat, 13 September 2013 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien

Pertemuan/ SP: 2/ I No. CM : 01 52 88

: Duduk sambil melihat-lihat sekitar.

2. Diagnosa Keperawatan : Gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran 3. TUK : a) Klien dapat membina hubungan saling percaya. b) SP I : Klien dapat mengenali halusinasinya (jenis, isi, waktu, frekuensi, situasi, dan respon klien terhadap halusinasinya). Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Klien dapat memasukkan kegiatan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian. 4. Tindakan Keperawatan a) Membina hubungan saling percaya. b) SP I Mendiskusikan jenis halusinasi pasien. Mendiskusikan isi halusinasi pasien. Mendiskusikan waktu halusinasi pasien. Mendiskusikan frekuensi halusinasi pasien. Mendiskusikan situasi yang menimbulkan halusinasi. Mendiskusikan respon pasien terhadap halusinasinya. Melatih pasien mengontrol halusinasinya : menghardik halusinasi. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian.

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Orientasi a. Salam terapeutik Selamat pagi pak AM, masih ingat dengan saya? Iya, betul sekali nama saya Mutia. Oh iya, tadi pagi pak AM bangun jam berapa? Kemudian sudah melakukan apa saja pagi ini? Apakah sudah mandi?. b. Evaluasi/ Validasi Bagai mana perasaan bapak AM hari ini?. Apakah suara-suara bisikan masih muncul? Apakah bapak menggunakan 1 cara yang kita latih kemarin untuk mencegah suara itu muncul? Bagaimana hasilnya pak? Ya, bagus sekali bapak sudah bisa. (Reinforcement positif) c. Kontrak Topik : Seperti janji kita kemarin, hari ini kita akan berbincangbincang tentang apa yang pak AM alami dan rasakan, selain itu kita juga akan mengulangi latihan kontrol halusinasi dengan cara menghardik dan belajar cara mengontrol halusinasi dengan cara yang kedua. Tempat : Bapak AM mau ngobrolnya di mana? Atau mau disini saja? Waktu : Kita ngobrolnya sebentar saja sekitar 15 menit ya, Apakah bapak bersedia?. 2. Kerja Saya disini ingin membantu, jadi pak AM bisa bertanya atau menceritakan apa saja pada saya. Saya akan membantu untuk memecahkan permasalahan pak AM. Saya tidak akan menceritakan pada siapapun. Apakah bapak mau bercerita sama saya?.

Apakah pak AM ada mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara itu?. Apakah terdengar terus-menerus atau hanya sewaktu-waktu?. Kapan pak AM paling sering mendengar suara itu? Berapa kali sehari dialami?. Pada keadaan apakah suara itu terdengar? Apakah pada waktu pak AM sendiri?. Apa yang bapak rasakan saat mendengar suara itu?. Apa yang pak AM lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara hilang?. Apa bapak juga melihat bayangan? Apa perawat atau teman bapak AM juga melihatnya?. Apa yang bapak lihat?. Kapan pak AM melihatnya? Berapa kali dalam sehari melihatnya?. Apa yang bapak AM lakukan saat melihat bayangan itu?. Bagaimana kalau kita belajar mencegah bayangan dan suara-suara itu muncul?. Ada empat cara untuk mencegah suara dan bayangan itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat secara teratur. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Yaitu dengan cara menghardik. Caranya begini: saat suara atau bayangan itu datang, tutup mata dan tutup telinga kemudian berbicara dalam hati atau berbicara dengan pelan-pelan lalu pak AM bilang, pergi saya tidak mau dengar... saya tidak dengar, saya tidak lihat kamu. Kamu suara palsu, kamu bayangan palsu. Begitu diulangulang sampai suara dan bayangan itu tak terdengar/ tidak ada lagi. Coba

bapak AM peragakan! Nah begitu.. bagus! Coba lagi...! Ya, bagus sekali kalau pak AM sudah bisa. 3. Terminasi a. Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan pak AM setelah kita latihan tadi? Apakah bapak sudah bisa melakukannya sendiri kalau suara-suara itu datang?. b. Evaluasi objektif Tadi kita sudah ngobrol banyak, kira-kira bapak masih ingat siapa saya?. Bagaimana cara agar mencegah suara itu datang lagi? Bisa bapak peragakan?Iya, bagus sekali. (Reinforcement positif) Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya?. Pak AM mau berlatih menghardik pada jam berapa?. c. Rencana tindak lanjut Baiklah, selanjutnya coba pak AM praktikkan cara yang kita diskusikan tadi ketika suara-suara muncul kembali. d. Kontrak Topik : Bagaimana kalau besok kita bertemu kembali untuk ngobrol tentang bisikan yang bapak dengar serta mengulangi latihan cara menghardik?. Tempat : Besok kita ngobrol disini lagi ya?. (di Ruang Jati) Waktu : Pak AM maunya jam berapa? Bagaimana kalau jam 9 setelah senam pagi. Pak AM sudah sangat baik ya pada hari ini, sudah mau diajak bekerja sama. Kalau begitu saya permisi dulu, kita ketemu lagi besok ya.

STRATEGI PELAKSANAAN

Inisial pasien : Tn. AM Hari/Tanggal : Sabtu, 14 September 2013 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien : Duduk sambil melihat-lihat sekitar 2. Diagnosa 3. TUK

Pertemuan/ SP: 3/ I No. CM : 01 52 88

: Gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran :

a) Mempertahankan hubungan saling percaya. b) SP I Klien dapat mengenali halusinasinya (jenis, isi, waktu, frekuensi, situasi, dan respon klien terhadap halusinasinya). Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Klien dapat memasukkan kegiatan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian. 4. Tindakan Keperawatan a) Mempertahankan hubungan saling percaya. b) SP I Mendiskusikan jenis halusinasi pasien. Mendiskusikan isi halusinasi pasien. Mendiskusikan waktu halusinasi pasien. Mendiskusikan frekuensi halusinasi pasien. Mendiskusikan situasi yang menimbulkan halusinasi. Mendiskusikan respon pasien terhadap halusinasinya. Melatih pasien mengontrol halusinasinya : menghardik halusinasi. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian.

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Orientasi a. Salam terapeutik Selamat pagi pak AM. b. Evaluasi/Validasi Bagaimana perasaan pak AM hari ini? Masih ingat sama saya pak? Apakah suara-suara bisikan masih muncul? Oh iya, tadi pagi pak AM bangun jam berapa? Kemudian sudah melakukan apa saja pagi ini? Apa pak AM sudah mandi? Apakah bapak menggunakan 1 cara yang kita latih kemarin untuk mencegah suara itu muncul? Bagaimana hasilnya pak? Ya, bagus sekali bapak sudah bisa. (Reinforcement positif) c. Kontrak Topik : Sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan ngobrolngobrol lagi tentang masalah bisikan yang bapak dengar, dan mengulangi latihan kontrol halusinasi dengan cara yang pertama ya pak, juga berlatih cara yang kedua untuk mengontrol halusinasi. Tempat : Pak AM mau ngobrolnya di mana? Mau sambil duduk di sini saja ya pak? Waktu : Iya,bagaimana kalau kita ngobrolnya sebentar saja sekitar 15 menit, pak AM mau?.

2. Kerja Saya disini ingin membantu pak AM, jadi pak AM bisa bertanya atau menceritakan apa saja pada saya. Saya akan membantu untuk memecahkan permasalahan pak AM.

Saya tidak akan menceritakan pada siapapun. Apakah pak AM mau bercerita sama saya?. Apa suara-suara bisikannya masih muncul pak? Apakah bapak ada melihat bayangan juga?. Apa Anda mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara itu?. Apakah terdengar terus-menerus atau hanya sewaktu-waktu?. Kapan Anda paling sering mendengar suara itu? Berapa kali sehari dialami?. Pada keadaan apakah suara itu terdengar ? apakah pada waktu sendiri? Apa yang bapak AM rasakan saat mendengar suara itu? Apa yang bapak AM lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara hilang? Bagaimana kalau kita belajar mencegah suara-suara itu muncul?. Pak, ada empat cara untuk mencegah suara dan bayangan itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat secara teratur. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Yaitu dengan cara menghardik. Caranya begini: saat suara itu datang, pak AM tutup mata dan tutup telinga kemudian berbicara dalam hati atau berbicara dengan pelan-pelan lalu bapak katakan, Pergi saya tidak mau dengar... saya tidak dengar, saya tidak lihat kamu. Kamu suara palsu, kamu tidak nyata. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar

lagi. Coba pak AM peragakan! Nah begitu.. bagus! Coba lagi.. ! ya bagus kalau pak AM sudah bisa.

3. Terminasi a. Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan pak AM setelah kita latihan tadi?. b. Evaluasi objektif Tadi kita sudah ngobrol banyak, kira-kira pak AM masih ingat tidak sama saya?. Bagaimana cara agar mencegah suara itu tidak datang lagi? seperti yang sudah kita pelajari tadi. Bisa pak AM peragakan? bagus sekali. (reinforcement positif) Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya pak?. Pak AM mau berlatih menghardik pada jam berapa pak? c. Rencana tindak lanjut Baiklah, selanjutnya coba bapak praktikkan cara yang kita diskusikan tadi ketika suara-suara itu muncul kembali. d. Kontrak Topik: Bagaimana kalau besok kita bertemu kembali untuk ngobrol tentang suara-suara yang bapak dengar, berlatih ulang cara menghardik serta melatih cara kedua untuk mencegah halusinasi?. Tempat: Nanti kita ngobrol disini saja lagi ya pak?. Waktu: Mau jam berapa? Bagaimana jam 9 setelah senam pagi. Kalau begitu saya permisi dulu, bagus sekali ya bapak sudah mau berbincang-bincang dengan saya, kita ketemu lagi besok ya pak AM.

STRATEGI PELAKSANAAN

Inisial pasien : Tn. AM Hari/Tanggal : Senin, 16 September 2013

Pertemuan/ SP No. CM

: 4/ I : 01 52 88

A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien : Duduk sambil melihat-lihat sekitar 2. Diagnosa 3. TUK : Gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran :

a) Mempertahankan hubungan saling percaya. b) SP I: Klien dapat mengenali halusinasinya (jenis, isi, waktu, frekuensi, situasi, dan respon klien terhadap halusinasinya). Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. Klien dapat memasukkan kegiatan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian. 4. Tindakan Keperawatan a) Mempertahankan hubungan saling percaya. b) SP I Mendiskusikan jenis halusinasi pasien. Mendiskusikan isi halusinasi pasien. Mendiskusikan waktu halusinasi pasien. Mendiskusikan frekuensi halusinasi pasien. Mendiskusikan situasi yang menimbulkan halusinasi. Mendiskusikan respon pasien terhadap halusinasinya. Melatih pasien mengontrol halusinasinya : menghardik halusinasi. Menganjurkan pasien memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian.

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Orientasi a. Salam terapeutik Selamat pagi pak AM b. Evaluasi/Validasi Bagaimana perasaan bapak hari ini? Masih ingat sama saya? Apakah suara-suara bisikannya masih muncul? Apakah bapak menggunakan cara yang kita latih kemarin untuk mencegah suara itu muncul? Bagaimana hasilnya pak? Ya, bagus sekali bapak sudah bisa... (reinforcement positif) c. Kontrak Topik : Sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan ngobrol tentang bisikan-bisikan yang bapak dengar, mengulang latihan mengharik halusinasi, dan juga berlatih kontrol halusinasi dengan cara yang kedua ya pak. Tempat : Pak AM mau ngobrolnya di mana? Mau sambil duduk di sini saja ya pak? Waktu : Iya, kita ngobrolnya sebentar saja sekitar 15 menit, bagaimana pak, apakah bapak bersedia?.

2. Kerja Saya disini ingin membantu pak AM, jadi pak AM bisa bertanya atau menceritakan apa saja pada saya. Saya akan membantu untuk memecahkan permasalahan pak AM. Saya tidak akan menceritakan pada siapapun. Apakah pak AM mau bercerita sama saya?. Apa suara-suara bisikannya masih muncul pak? .

Apa Anda mendengar suara tanpa ada wujudnya? Apa yang dikatakan suara itu?. Apakah terdengar terus-menerus atau hanya sewaktu-waktu?. Kapan Anda paling sering mendengar suara itu? Berapa kali sehari dialami?. Pada keadaan apakah suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri? Apa yang bapak AM rasakan saat mendengar suara itu? Apa yang bapak AM lakukan saat mendengar suara itu?apakah dengan cara itu suara hilang? Bagaimana kalau kita belajar mencegah suara-suara itu muncul?. Pak, ada empat cara untuk mencegah suara dan bayangan itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat secara teratur. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu? Yaitu dengan cara menghardik. Caranya begini: saat suara itu datang, pak AM tutup mata dan tutup telinga kemudian berbicara dalam hati atau berbicara dengan pelan-pelan lalu bapak katakan, Pergi saya tidak mau dengar... saya tidak dengar, saya tidak lihat kamu. Kamu suara palsu, kamu tidak nyata. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba pak AM peragakan! Nah begitu.. bagus! Coba lagi.. ! ya bagus kalau pak AM sudah bisa. Latih terus ya pak...

3. Terminasi a. Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan pak AM setelah kita latihan tadi? Apakah bapak sudah bisa melakukannya sendiri kalau suara-suara itu datang?. b. Evaluasi objektif Tadi kita sudah ngobrol banyak, kira-kira pak AM masih ingat tidak sama saya?. Bagaimana cara agar mencegah suara itu tidak datang lagi? seperti yang sudah kita pelajari tadi. Bisa pak AM peragakan? bagus sekali. (reinforcement positif) Bagaimana kalau kita buat jadwal latihannya pak?. Pak AM mau berlatih menghardik pada jam berapa pak? e. Rencana tindak lanjut Baiklah, selanjutnya coba bapak praktikkan cara yang kita diskusikan tadi ketika suara-suara itu muncul kembali. f. Kontrak Topik: Bagaimana kalau esok kita bertemu kembali untuk melatih cara kedua untuk mencegah halusinasi?. Tempat: Nanti kita ngobrol disini saja lagi ya pak?. Waktu: Mau jam berapa? Bagaimana jam 9 setelah senam pagi. Kalau begitu saya permisi dulu, bagus sekali ya bapak sudah mau berbincang-bincang dengan saya, kita ketemu lagi besok ya pak AM.

STRATEGI PELAKSANAAN

Inisial pasien : Tn. AM Hari/Tanggal : Kamis, 19 September 2013 A. Proses Keperawatan

Pertemuan/ SP No. CM

: 5/ II : 01 52 88

1. Kondisi Klien : Duduk sambil melihat-lihat sekitar 2. Diagnosa 3. TUK : Gangguan persepsi sensori halusinasi: pendengaran : a. Klien dapat mengendalikan halusinasi dengan cara kedua: bercakap-cakap dengan orang lain. b. Klien memasukan kegiatan mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain dalam kegiatan harian.

B. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan 1. Orientasi a. Salam terapeutik Assalamualaikum pak AM, selamat pagi. b. Evaluasi/Validasi Bagai mana perasaan bapak hari ini? Masih ingat sama saya? Apakah suara-suara bisikannya masih muncul? Apakah sudah dipakai cara yang kita latih? Berkurangkah suara-suaranya? Bagus!. d. Kontrak Topik : Seperti yang kita bincangkan kemaren, hari ini kita akan berlatih mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

Tempat Waktu

: Bapak mau ngobrolnya di mana? Duduk di sini saja seperti kemaren?. : Kita ngobrolnya sebentar saja sekitar 15 menit. Bagaimana, pak AM bersedia?.

2. Kerja Cara kedua untuk mengontrol suara datang kembali adalah dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Kalau bapak mendengar suara-suara, langsung saja cari teman yang bisa di ajak ngobrol. Mintalah pada teman untuk ngobrol dengan bapak, contohnya seperti ini: tolong, saya mulai mendengar suara-suara, begitu pak, coba bapak lakukan seperti saya tadi. Ya bagus pak.... coba sekali lagi pak.. Sekarang bapak latih ngobrol dengan A, coba sekarang ya pak.. Latih terus ya pak... 3. Terminasi a. Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan bapak setelah kita latihan ini? b. Evaluasi objektif Jadi sudah ada berapa cara yang bapak pelajari untuk mengontrol suara-suara ketika muncul? Bagus sekali. (Reinforcement positif) c. Rencana tindak lanjut Baiklah, selanjutnya coba bapak masukan cara-cara tadi ke dalam jadwal harian bapak kalau bapak mendengar suara-suara aneh lagi. Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul.

d. Kontrak Topik :Besok pagi saya akan kemari lagi. Bagaimana kalau besok kita belajar cara ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal?. Tempat : Nanti kita ngobrol di sini (ruang) lagi ya pak Waktu : Mau jam berapa? Bagaimana jam 9 setelah bapak senam pagi. Kalau begitu saya permisi dulu, bagus sekali ya bapak sudah mau berbincang-bincang dengan saya, kita ketemu lagi besok pak AM.