Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Setiap tindakan anastesi harus memperhatikan kondisi pasien karena tindakan anastesi ini bisa menimbulkan efek pada semua sistem tubuh, antara lain terjadinya perubahan hemodinamik pada tubuh pasien. Sectio caesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Salah satu teknik anastesi regional yang sering digunakan pada operasi sectio caesaria adalah teknik anastesi spinal. Sedangkan preeklampsia itu sendiri adalah kumpulan gejala atau sindroma yang mengenai wanita hamil dengan usia kehamilan diatas 20 minggu dengan tanda utama berupa adanya hipertensi dan proteinuria. Preeclampsia sendiri merupakan salah satu kegawatan dalam obstetri dan dapat dijadikan indikasi untuk melakukan seksio saesaria. Oleh karena itu maka referat ini akan menjelaskan mengenai bagaimana penatalaksanaan anastesi pada pasien seksio saesaria dengan preeclampsia berat.

1.2 Tujuan Tujuan penulisan laporan referat ini khususnya yaitu untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik stase anastesi dan selain itu juga untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan anastesi pada seksio saesaria dengan pasien preeklampsia berat.

BAB II KASUS 2.1 Status Pasien A. Identitas Pasien Nama Umur : Ny. N : 32 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Kayu Tinggi

B. Anamnesis Keluhan Utama : kedua kaki bengkak sejak 2 bulan lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang : Seorang ibu G2P1A0 hamil 39 minggu datang ke RS. Islam Sukapura dengan keluhan kedua kaki bengkak sejak 2 bulan lalu. Pasien mengaku kaki bengkak tersebut sudah dirasakan sejak kehamilan memasuki usia 8 bulan dan terus bertambah bengkak. Hal ini awalnya dirasakan karena tekanan darah pasien selama kehamilan memasuki bulan ke-8 terus meningkat. Selain itu pasien juga mengaku sering nyeri dibagian perut bagian bawah dan pusing. Riwayat keluar air air atau lendir maupun darah disangkal. Mulas (-). Riwayat Penyakit Dahulu : riwayat DM (-), HT (-), asma (-), riwayat penyakit jantung (-),

riwayat preeklampsia sebelumnya (+) namun pasien dapat melahirkan secara normal. Riwayat Alergi Riwayat Operasi Riwayat Kebiasaan : Riwayat alergi obat dan makanan disangkal : Pasien mengaku tidak pernah dioperasi sebelumnya. : Riwayat merokok dan minum alcohol disangkal.

C. KEADAAN FISIK PRABEDAH Keadaan umum Kesadaran Tanda tanda vital : Tampak sakit sedang : Composmentis : Tekanan darah = 150/90 mmhg Nadi Suhu Respirasi Berat badan pasien = 59 kg Tinggi badan Status Generalis Kepala : Rambut hitam, dalam batas normal Mata: conjunctiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-) Hidung: sekret (-/- ) Mulut: mukosa mulut lembab, Gigi: karies (-), mikrolesi (- ), gigi palsu (-) THT: tonsil T1/T1 Leher : KGB tidak teraba membesar, massa (-) Thoraks Bentuk dan gerak simetris VBS ka=ki, sonor, wheezing (-/- ), rhonkhi (-/- ) BJ 1 dan 2 reguler, murmur ( -) = 150 cm = 84x/menit = 36oC = 18x/menit

Abdomen Inspeksi : tampak cembung, striae gravidarum (+) Palpasi : Teraba keras, his (-) Perkusi : tidak dilakukan Auskultasi : Bising usus 12x/ menit

Ekstremitas: Atas : Akral hangat (+/+), udem (-/-), RCT < 2 dtk

Bawah : Akral hangat (+/+), Pitting udem (+/+), RCT > 2 detik

D. Laboratorium
Hemoglobin Leukosit Hematokrit Trombosit : 10,8 g/dl : 92/mm3 : 33% : 340 ribu/mm3

Faktor pembekuan : BT = 300 CT= 430 Protein urine (+)

E. STATUS FISIK Status fisik Pasien menurut American Society of Anesthesiologists (ASA) = 3 (Pasien dengan penyakit sistemik berat, aktivitas rutin terbatas.)

F.DIAGNOSIS DAN RENCANA TINDAKAN ANASTESI Diagnosis pra-bedah : G2P1A0 hamil aterm dengan PEB + Anemia Jenis pembedahan Keadaan Preoperatif : Pasien mengalami program puasa selama 8 jam. Keadaan pasien tampak baik, kooperatif, tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 84 x/menit. Hb : 10,8 gr/ dl. Risiko kardiologi minimal. Jenis anestesia Teknik anestesi Medikasi prabedah Premedikasi : Anestesi Regional : Spinal dengan spenkan ,paralumbal 4-5, ventilasi spontan : Pemasangan intravenous infus line (RL) : tidak ada : Sectio Caesaria

G. TINDAKAN ANASTESI Peralatan monitor dipasangkan kepada pasien untuk memonitor tekanan darah, nadi dan pulse oksimeter. Persiapkan peralatan resusitasi Persiapkan jarum spinal No. 25, 26, dan no 27, kasa steril, betadin dan spet 5 cc Pada Pukul 10.05 dilakukan Teknik anastesi : o Monitoring tanda tanda vital o Pasien diminta untuk dalam posisi duduk o Pasien diminta untuk membungkuk maksimal agar prosesus spinosus mudah teraba dengan cara memeluk bantal. o Tentukan perpotongan garis kedua krista iliaka dengan garis tulang punggung adalah L4 atau L4-L5 o Tempat tusukan yang dipilih yaitu lumbal 4 5

o Tempat tusukan disterilkan dengan povidone iodine secara melingkar o Jarum spinocan no.27 dipilih dan ditusukkan pada bidang median dengan arah 10-30o terhadap bidang horisontal (ke arah kranial). o Jarum akan menembus kulit, subkutis, lig. supraspinosus, lig. interspinosus, lig. flavum, ruang epidural,duramater dan ruang subaraknoid. o Lalu mandrin atau stilet dicabut dan keluar cairan serebrospinal jernih dan lancar o Lalu masukkan obat anastesi yaitu Buvanest (bupivacain) 12,5 mg o Tekanan darah terukur = 160/100mmHg, N= 72x/ menit dan saturasi O2 = 100% o Pasien dipasang O2 nasal 2 lt/menit Pada Pukul 10.10 operasi dimulai dan tekann darah terukur 130/ 90 mmhg Pada Pukul 10.20 bayi lahir dengan jenis kelamin perempuan dengan BB = 3200 gram, PB= 48cm dan a/s = 9/10. Tekanan darah terukur 130/80 mmhg, Nadi = 76x/menit dan saturasi 02= 100% lalu diberikan Uterotonik: Metergin 0,4 mg dan Syntocinon 20 IU. Pada Pukul 11. 05 tekanan darah terukur 120/80 mmhg, Nadi= 80x/menit dan saturasi O2=100%. Pasien merasa mual sehingga diberikan ondansentron 4 mg. Pada pukul 11.40 operasi selesai terukur tekanan darah = 130/80 mmHg, Nadi= 71x/menit dan RR = 20 x/ menit. Cairan yang digunakan: Ringer laktat 700 cc Jumlah perdarahan Lama pembedahan : 400cc : 90 menit

Terapi cairan yang dibutuhkan pasien Berat badan EBV Jumlah perdarahan Kebutuhan cairan : Maintanance = 2cc x BB = 2x59= 118 Defisit puasa = 6xmaintanance = 6x 118 = 708 Stress operasi = 8xBB Jenis anestesi = besar Risiko operasi = besar = 8x59 = 472 = 59 kg = 65cc/kgBB = 65x59 = 3835 = 400cc, maka jumlah kehilangan perdarahan sekitar 10%

Maka total kebutuhan cairan durante op (90 menit) adalah : I Maitanance Stress operasi Defisit puasa 118 472 300 890 II 118 472 204 794 1684 III 118 472 204 794 2478

H. KEADAAN POST OPERASI Pasien dipindahkan ke ruang RR pada pukul 11.50 o Tekanan Darah: 132/84 mmHg o Nadi o Pernafasan o Suhu o Saturasi O2 : 74 x/menit : 18 x/menit : 36,2 C : 100%

o Komplikasi selama pembedahan : o Komplikasi setelah pembedahan : ALDRATE SCORE o Aktivitas o Respirasi o Sirkulasi o Kesadaran o Warna kulit = = = = = 2 2 2 2 2 10

total skor =

Pada Pukul 13.40 Pasien dipindahkan ke ruang perawatan.

Instruksi anastesi : Bila kesakitan Bila mual/ muntah Makan/ minum Cairan : berikan tramadol 50 mg IV : berikan ondansentron 4 mg IV : pelan pelan dan bertahap : RDT = 1000cc dan RL 500cc selama 24 jam

Bed rest 24 jam dan boleh miring