Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Kandidosis Intertriginosa adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies Candida terutama Candida albicans. 1,2,4 Penyakit ini ditularkan secara langsung atau tidak langsung, menyerang semua umur baik laki-laki maupun perempuan yang dipengaruhi faktor-faktor predisposisi baik endogen maupun eksogen dan riwayat diabetes melitus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mudah berkembangnya Candida albicans.1,3 Manifestasi klinis Kandidosis intertriginosa mengenai daerah lipatan kulit terutama lipatan kulit ketiak, lipat payudara, lipat paha, lipat gluteal, umbilikus, lipatan kulit perut dan glans penis. Pada sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima keluhan gatal yang hebat, kadang-kadang disertai rasa panas seperti terbakar. Lesi penyakit berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan eritomatosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosit, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.1,3,5 Diagnosis kandidosis intertriginosa berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang. Penemuan histopatologinya yaitu sel ragi pseudohifa dengan blastospora, serta sebukan sel-sel radang pada dermis.2,3,5 Pengobatannya secara khusus dan umum, khusus yaitu dengan topikal dan sistemik dan pengobatan secara umum yaitu memperbaiki keadaan umum, menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi. Untuk lesi madidans, kompres dengan larutan kalium permanganas 1/10.0001/5000, dilanjutkan obat antijamur, lesi subakut digunakan krim imidazol dan bila luas dapat diberikan obat sistemik. 2,3,5 Berikut ini dilaporkan suatu kasus dengan diagnosis Kandidosis Intertriginosa yang ditemukan pada seorang pasien yang sementara dirawat di BLU RSUP. Prof. dr. R.D. Kandou Manado.

LAPORAN KASUS

Identitas Penderita Nama Umur Jenis Kelamin Agama Status Pernikahan Suku / Bangsa Pekerjaan Pendidikan Alamat : Ny. Cora Tambain : 48 tahun : Perempuan : Islam : Sudah Menikah : Makassar/Indonesia : IRT : Tamat SMA : Sindulang I Lingkungan II No.7 Kecamatan Tuminting

Tanggal Pemeriksaan : 22 Februari 2012

ANAMNESA Keluhan Utama Timbul bercak-bercak kemerahan disertai rasa gatal pada ketiak kiri dan kanan. Riwayat Penyakit Sekarang Bercak-bercak kemerahan pada ketiak kiri dan kanan dialami penderita sejak 10 hari yang lalu. Awalnya bercak-bercak kemerahan itu hanya kecil kemudian menyebar dan semakin banyak. Bercak ini terasa gatal dan gatal makin menghebat jika berkeringat. Penderita

menggosokkan bedak herocyn dan gatal berkurang. Riwayat penggunaan deodorant tidak ada dan riwayat pengobatan sebelumnya tidak ada.

Riwayat Penyakit Dahulu Penderita sudah pernah sakit kulit seperti ini sebelumnya dan sembuh dengan memakai herocyn. Diabetes Mellitus (+) sejak 5 tahun yang lalu terkontrol dengan Glibenclamide Gula darah puasa terakhir (GDPT) Gula darah 2 jam setelah makan (GDPP) : 125mg/dl : 216mg/dl

Riwayat Hipertensi (+) sejak 3 bulan yang lalu tidak terkontrol Riwayat penyakit hati, jantung dan sakit ginjal disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga Hanya penderita yang sakit seperti ini dalam keluarga.

Riwayat Alergi Alergi makanan disangkal Riwayat alergi obat disangkal.

Riwayat Atopi Riwayat asma, bersin-bersin di pagi hari dan bersin-bersin debu disangkal.

Riwayat Kebiasaan Penderita mandi 1-2 kali sehari dengan menggunakan sabun batangan yang dipakai secara bersama-sama mengganti pakaian dua kali sehari dan pemakaian handuk sendiri. Riwayat Sosial Penderita tinggal di rumah berdinding beton, beratap seng, berlantai keramik, dihuni oleh 3 orang dewasa dengan 2 buah kamar tidur dan 1 kamar mandi yang berada dalam rumah. Sumber listrik: PLN. Sumber air minum : PDAM Pemeriksaan Fisik Status generalis : Keadaan umum Kesadaran TB BB Tanda Vital : Cukup : Compos Mentis : 160 cm : 55 kg : Tekanan Darah: 150/90 mmHg Nadi Respirasi : 82x/menit : 24x/menit
4

Kepala

Suhu Badan

: 36,70C : Mesocephal : Madarosis -/-, moon face (-), facies leonina (-) : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-) : Saddle nose (-) : Infiltrat -/: Caries (-) : Trakea di tengah, Pembesaran KGB (-) : Simetris, retraksi (-) : SI-II normal, bising (-) : Suara pernapasan bronkovesikuler, ronkhi -/- , Wheezing -/: datar, lemas, Bising Usus (+) Normal

o Wajah o Mata o Hidung o Telinga o Gigi o Leher Thorax o Jantung o Paru Abdomen

o Hepar / Lien : tidak teraba Ekstrimitas : akral hangat

Status Dermatologis Regio axilla dextra dan sinistra : makula dasar eritematous, batas tegas, ukuran plakat, papul (+), skuama (+), lesi satelit (+), erosi (-), eskoriasi (-). Pemeriksaan Penunjang Pewarnaan Gram Spora (+), Budding Cell (+), Cocen gram positif (-), Cocen gram negatif (-). Diagnosis Kerja Kandidosis Intertriginosa Diagnosis Banding Dermatitis Intertriginosa Dermatitis Kontak Alergi
5

Penatalaksanaan 1. Medikamentosa Topikal Sistemik : Ketokonazole 2% krim 2 x app pada lesi kiri dan kanan : Cetirizine 10 mg 1x1 tablet

2. Non Medikamentosa Anjuran Pemeriksaan kultur. Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam Kepatuhan dan ketaatan dalam pengobatan Menjaga kebersihan dan kelembapan kulit dengan cara mandi 2x/hari Segera ganti pakaian jika berkeringat Menghilangkan faktor predisposisi

DISKUSI Diagnosis Kandidosis Intertriginosa ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis didapatkan adanya keluhan bercak-bercak kemerahan pada kedua ketiak yang dialami penderita sejak 10 hari yang lalu. Awalnya bercak-bercak kemerahan itu hanya kecil kemudian menyebar dan semakin banyak. Bercak-bercak kemerahan tersebut terasa gatal dan gatal makin menghebat jika berkeringat. Hal ini sesuai dengan kepustaakan yang menyatakan bahwa gejala klinis kandidosis intertriginosa yang mengenai kulit yaitu bercak kemerahan yang mula-mula kecil kemudian meluas disertai rasa gatal hebat dan lokalisasinya terutama di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glans penis dan umbilikus.2 Pada riwayat penyakit dahulu didapatkan adanya riwayat penyakit diabetes mellitus dimana diabetes mellitus merupakan salah satu faktor yang mempermudah berkembangnya Candida Albicans yaitu jamur penyebab penyakit ini.3 Pada pemeriksaan fisik, dari status dermatologis didapatkan pada Regio axilla dekstra dan sinistra : makula dasar eritomatous, batas jelas, ukuran plakat, papul (+), skuama (+) dan lesi satelit (+). Berdasarkan kepustakaan pada kandidosis intertriginosa ditemukan bercak yang berbatas tegas, eritomatosa dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustil-pustul kecil.1 Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaaan langsung dengan pewarnaan gram dan didapatkan hasil spora (+), budding sel (+), koken gram positif (+) dan koken gram negatif (+). Berdasarkan kepustakaan bahwa pewarnaan gram merupakan salah satu pemeriksaan penting untuk jamur jenis kandida dan pada pemeriksaan akan terlihat sel ragi, blastospora serta sebukan sel-sel radang pada dermis.1,3 Pada kasus ini didiagnosis banding dengan dermatitis intertriginosa dan dermatitis kontak alergi. Didiagnosis banding dengan dermatitis intertriginosa karena mempunyai gejala klinis yang sama yaitu bercak kemarahan disertai rasa gatal dan rasa panas namun perbedaanya dermatitis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh dan effloresensisnya pada dermatitis intertriginosa
7

tidak ada lesi satelit. Didiagnosis banding dengan dermatitis kontak alergi karena penggunaan deodorant yaitu karena gejala klinisnya sama bercak kemerahan disertai rasa gatal dan lokasi lesinya sama yaitu di ketiak namun karena pada penderita ini tidak ada riwayat penggunaan deodorant maka diagnosis banding dengan dermatitis kontak alergi karena penggunaan deodorant dapat disingkirkan.
1

Pengobatan yang diberikan adalah pengobatan topikal dan sistemik. Pengobatan topikal yaitu Ketokonazole krim 2% di oles 2 kali pada ketiak kiri dan kanan. Ketokonazole merupakan antijamur yang efekrif terhadap candida. Ketokonazole menghasilkan kadar plasma yang cukup untuk menekan aktivitas berbagai jenis jamur. Pengobatan sistemik diberikan Cetirizine 10 mg 1x1. Cetirizine adalah obat antihistamin yang dipakai untuk mengatasi rasa gatal dari penyakit ini.6,7 Prognosis pada penderita ini berdasarkan quo ad vitam adalah bonam karena menunjukkan adanya perbaikan setelah diberikan pengobatan. Prognosis berdasarkan quo ad functionam adalah bonam karena fungsi organ kembali normal setelah pengobatan. Serta berdasarkan quo ad sanationam adalah bonam karena tidak mempengaruhi fungsi dari organ lain.

DAFTAR PUSTAKA 1. Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Ed 2. Jakarta: Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007:106109 2. Warouw FW, Mitaart A, Pandeleke HEJ, Suling PL, Kapantow MG, Kandou RT, Oroh E, Niode NJ. Standar Prosedur Minimal. Manado:SMF Kulit dan Kelamin BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, 2011:52-53 3. Siregar RS, Saripati Penyakit Kulit Ed 2. Palembang : Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2003:31-34 4. Intan dr. Kanadidiasis. Februari 2011. Diunduh dari:

http://drjengintan.blogspot.com/2011/02/kandidosis.html. Diakses tanggal 24 Februari 2012 5. Solichah S. PTT Kandidiasis Intertriginosa. 28 Maret 2011. Diunduh dari: http://www.scribd.com/anitaan/d/5178377-PTT-Kandidiasis-Intertriginosa. tanggal 24 Februari 2012 6. Setiabudy R. Antihistamin. Dalam : Sulistia GG, Rianto SN, Elysabeth, dkk. Editor. Farmakologi Dan Terapi. Edisi V. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2008. 277-281 7. Setiabudy R, Bahry B. Obat Jamur. Dalam : Sulistia GG, Rianto SN, Elysabeth, dkk. Editor. Farmakologi Dan Terapi. Edisi V. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2008. 574-575 Diakses