Anda di halaman 1dari 11

Makalah KIE gizi

STRATEGI KIE DALAM MENANGGULANGI MASALAH GIZI

Oleh: Sudarmiati ( 21203113) Mentari ( 21003027)

SEKOLA4 TINGGI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT MAKASSAR 2014

PENDAHULUAN

Sampai saat ini gizi masih menjadi masalah di negara

maju dan

berkembang,salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi adalah dengan melaksanakan program KIE gizi. KIE gizi adalah suatu cara pemberian informasi atau pesan yang berkaitan dengan gizi dari seseorang atau intitusi kepada masyarakat sebagai penerima pesan melalui media tertentu . Para ahli komunikasi menyatakan tentang definisi,unsure-unsur

komunikasi,serta proses yang terjadi pada saat komunikasi seperti: calr hovlan,Philip kotler,laswell.agar program KIE berjalan sukses ada beberapa tahapan KIE yang perlu dilakukan yaitu perencanaan,implementasi dan evaluaasi. Pada saat ini Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Sebenarnya masalah gizi di Indonesia terdiri dari masalah gizi yang sudah dapat dikendalikan misalnya Kekurangan Vitamin A, masalah gizi yang belum selesai dan masalah gizi yang mengancam. Seperti halnya wasting (anak kurus) dan stanting (anak pendek) akibat defisiensi kronik zat gizi makro dan mikro yang lama. Kekurangan gizi masih dialami oleh anak balita (18,4% gizi kurang & buruk, 36,8% pendek (stunting), 13,6% kurus (wasting), anak kurang gizi pada usiasekolah 6 - 14 tahun (10,9 - 13,3%), penduduk kurang gizi pada berumur 15 tahun (14,8%), dan kurang gizi pada perempuan usia-subur 15 - 45 tahun (13,6% kurangenergi kronis). Adapun kelebihan gizi mulai dialami anak balita (12,2%), anak usiasekolah (6,4 - 9,5%), dan penduduk berumur 15 tahun (8,8% kelebihan berat badan, hasil riskesdas 2007. Kekurangan maupun kelebihan gizi dapat menimbulkan dampak negative Kesehatan investasisumber adalah daya hak manusia, asasi serta manusia dan sekaligus merupakan yang besar

memiliki

kontribusi

untukmeningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karena itu, menjadi suatukeharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan

melindungikesehatan demi kesejahteraan masyarakat. Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkansumber daya manusia yang berkualitas. Masalah gizi terjadi di setiap sikluskehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa danusia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis,karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangatpesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini

bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Kesehatan 2005-2009 menetapkan 4 (empat) sasaran pembangunan kesehatan, satu diantaranya adalah menurunkan prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20 %. Guna mempercepat pencapaian sasaran tersebut, di dalam Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005-2009 telah ditetapkan 4 strategi utama, yaitu 1) Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat; 2) Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas; 3) Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan, dan 4) Meningkatkan pembiayaan kesehatan. Selanjutnya dari empat strategi utama tersebut telah ditetapkan 17 sasaran prioritas, satu diantaranya adalah seluruh keluarga menjadi Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), sebagai komponen Desa Siaga. Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) adalah suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Suatu keluarga disebut KADARZI apabila telah berperilaku gizi yang baik yang dicirikan minimal dengan: a. Menimbang berat badan secara teratur. b. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI eksklusif). c. Makan beraneka ragam. d. Menggunakan garam beryodium. e. Minum suplemen gizi sesuai anjuran.

PEMBAHASAN

A. Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan

masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya). Artinya bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Dengan demikian bahwa promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan Ottoson,1998). Promosi kesehatan merupakan proses pemberdayaan masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Proses pemberdayaan tersebut dilakukan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat; Artinya proses pemberdayaan tersebut dilakukan melalui kelompok-kelompok potensial di

masyarakat, bahkan semua komponen masyarakat. Proses pemberdayaan tersebut juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosial budaya setempat. Proses pembelajaran tersebut juga dibarengi dengan upaya mempengaruhi lingkungan, baik lingkungan fisik termasuk kebijakan dan peraturan perundangan. 1. Strategi Promosi Kesehatan Strategi dasar adalah pemberdayaan keluarga dan masyarakat, Bina Suasana dan Advokasi yang didukung oleh Kemitraan. Berikut adalah penjelasan masingmasing strategi, yaitu: a. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Adalah proses pemberian informasi secara terus menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran di berbagai tatanan, serta proses membantu sasaran, agar sasaran tersebut berubah dari tidak

tahu menjadi tahu atau sadar gizi, dari tahu menjadi mau dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku sadar gizi. Sasaran utama pemberdayaan masyarakat adalah individu, keluarga dan kelompok masyarakat. Dalam bidang peningkatan gizi, penggerakan masyarakat dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat ikut serta dalam usaha ini dengan ikut mengambil bagian mengatasi secara langsung masalah kesehatan yang dialamidalam kelompok masyarakat tersebut, ataupun dengan membantu puskesmasmenangani permasalahan dalam masyarakat seperti masalah penyakit menular,imunisasi dan juga masalah gizi sehingga dengan ikut serta masyarakat secara langsung untuk menangani masalah-masalah kesehatan yang ada di sekitar mereka, maka diharapkan mereka lebih sadar dan mengerti tentang pentingnya masalah kesehatan, terutama gizi. b. Bina Suasana Adalah upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk mau melakukan perilaku sadar gizi. Seseorang akan terdorong untuk melakukan perilaku sadar gizi apabila lingkungan sosial dimana dia berada (keluarga di rumah, orang orang menjadi panutan, idolanya, majelis agama, dan lain-lain) memiliki opini yang positif terhadap perilaku sadar gizi. Bina suasana perlu dilakukan karena akan mendukung proses pemberdayaaan masyarakat khususnya dalam upaya mengajak para individu dan keluarga dalam penerapan perilaku sadar gizi. Strategi bina suasana perlu ditetapkan untuk menciptakan norma-norma dan kondisi/situasi kondusif di masyarakat. Bina suasana sering dikaitkan dengan pemasaran sosial dan kampanye, karena pembentukan opini memerlukan kegiatan pemasaran sosial dan kampanye. Namun perlu diperhatikan bahwa bina suasana dimaksud untuk menciptakan suasana yang mendukung, menggerakkan masyarakat secara partisipatif dan kemitraan.Dukungan sosial adalah ketersediaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis sehingga kita dapat melaksanakan kehidupan dengan baik, dukungan sosial ini adalah orang lain yang berinteraksi dengan petugas. Contoh nyata adalah dukungan sarana dan prasarana ketika kita akan melakukan promosi kesehatan atau informasi yang memudahkan kita atau dukungan emosional dari masyarakat sehingga promosi yang diberikan lebih diterima.

c. Advokasi Adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Advokasi diarahkan untuk menghasilkan kebijakan yangmendukung peningkatan penerapan sadar gizi. Kebijakan publik di sini dapat mencakup peraturan perundangan di tingkat nasional maupun kebijakan di daerah seperti Peraturan Daerah (PERDA), Surat Keputusan Gubernur, Bupati/Walikota, Peraturan Desa dan lain sebagainya. Proses advocacy(advokasi) di bidang kesehatan mulai digunakan dalam program kesehatan masyarakat pertama kali oleh WHO pada tahun 1984, sebagai salah satu strategi global Pendidikan atau promosi kesehatan. Dalam advokasi peran komunikasi sangat penting sebab dalam advokasi merupakan aplikasi dari komunikasi interpersonal, maupun massa yang di tujukan kepada para penentu kebijakan (policy makers) atau para pembuat keputusan ( decission makers)pada semua tingkat dan tatanan sosial. d. Kemitraan Gerakan pemberdayaan, bina suasana dan advokasi akan lebih efektif bila dilaksanakan dengan dukungan kemitraan. Kemitraan adalah suatu kerja sama yang formal antara individuindividu, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi untuk mencapai peningkatan sadar gizi Kemitraan berlandaskan pada 3 prinsip dasar yaitu: Kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan antarmitra. Kemitraan adalah upaya yang melibatkan berbagai sektor, kelompok masyarakat, lembaga pemerintah maupun bukan pemerintah, untuk bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan ujian bersama berdasarkan kesepakatan prinsip dan peran masing-masing. Dengan demikian untuk membangun kemitraan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu persamaan perhatian, saling percaya dan saling menghormati, harus saling menyadari pentingnya kemitraan, harus ada kesepekatan misi , visi, tujuan dan nilai yang sama harus berpijak pada landasan yang sama, kesediaan untuk berkorban. B. Penyuluhan Pengertian Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu

anjuran yang ada hubungannya dengan pelanggan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran dalam keberhasilan penyuluhan kesehatan adalah : 1. Tingkat Pendidikan. Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya. 2. Tingkat Sosial Ekonomi Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula dalam menerima informasi baru. 3. Adat Istiadat Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap sesuatu yang tidak boleh diabaikan. 4. Kepercayaan Masyarakat Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang orang yang sudah mereka kenal, karena sudah timbul kepercayaan masyarakat dengan penyampai informasi. 5. Ketersediaan Waktu di Masyarakat Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam penyuluhan. Metode yang dapat dipergunakan dalam memberikan penyuluhan kesehatan adalah ( Notoatmodjo, 2002 ) : 1. Metode Ceramah Adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan. 2. Metode Diskusi Kelompok Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk. 3. Metode Curah Pendapat Adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing masing peserta, dan evaluasi atas pendapat pendapat tadi dilakukan kemudian.

4. Metode Panel Adalah pembicaraan yang telah direncanakan di depan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin. 5. Metode Bermain peran Adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok. 6. Metode Demonstrasi Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya. 7. Metode Simposium Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat. 8. Metode Seminar Adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya.

PENUTUP

Kesimpulan Sampai saat ini gizi masih menjadi masalah di negara maju dan berkembang,salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi adalah dengan melaksanakan program KIE gizi. KIE gizi adalah suatu cara pemberian informasi atau pesan yang berkaitan dengan gizi dari seseorang atau intitusi kepada masyarakat sebagai penerima pesan melalui media tertentu . Kesehatan investasisumber adalah daya hak manusia, asasi serta manusia dan sekaligus merupakan yang besar

memiliki

kontribusi

untukmeningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karena itu, menjadi suatukeharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat. Strategi KIE yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah gizi di masyarakat adalah melalui promosi kesehatan dan penyuluhan kesehatan Promosi Kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya). Artinya bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Dengan demikian bahwa promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan menyangkut pendidikan, organisasi, kebijakan dan peraturan perundangan untuk perubahan lingkungan dan perilaku yang menguntungkan kesehatan (Green dan Ottoson,1998). Sedangkan penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan pelanggan..

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. 2013. Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi. Diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Departemen Kesehatan. 2007. Pedoman strategi KIE keluarga sadar gizi ( Kadarzi). Diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Iqbal. 2008. Promosi kesehatan. http://iqbal-iqi.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Eliyana

Damayanti.

2013.

Strategi

kesmas

bidang

gizi.

http://www.academia.edu/4912147/Strategi_kesmas_bidang_gizi.diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Edywarsanpunya. Bina suasana. http://edywarsanpunya.wordpress.com/tentang-aku/bina-suasana/. Diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Ajikeriastianto.

2013.

Konsep

advokasi

dalam

promosi

kesehatan.

http://ajikeristianto2013.blogspot.com/2013/04/konsep-advokasi-dalam-promosikesehatan.html. Diakses pada tanggal 12 januari 2014.

Nesya

Irmalia.

2012.

Kemitraan

dalam

promosi

kesehatan.

http://nesyairmalia.blogspot.com/2012/03/kemitraan-dalam-promosi-kesehatan.html. Diakses pada tanggal 13 januari 2014.

Sanjaya

Yasin.

2013.

Pengertian

penyuluhsn

kesehatan.

http://www.sarjanaku.com/2013/03/pengertian-penyuluhan-kesehatan-tujuan.html. Diakses pada tanggal 13 januari 2014.

Referensi

Kesehatan

2008.

Penyuluhan

Kesehatan. Diakses pada

http://creasoft.wordpress.com/2008/05/01/penyuluhan-kesehatan/. tanggal 13 januari 2014.