Anda di halaman 1dari 63

Senyawa Nutrasetikal Berbasis Protein

Dosen: Fatma Z. Nisa, STP., MP.

Penerapan nutrasetikal dapat dibagi menjadi dua yaitu yang ke arah suplemen dan yang ke arah pangan fungsional. Senyawa nutrasetikal adalah produk alami, yang diperoleh dari tumbuhan maupun hewan. Senyawa nutrasetikal dalam makanan ada yang terkonsentrasi dalam jumlah banyak maupun sedikit. Beberapa senyawa nutrasetikal merupakan senyawa endogen pada manusia, sementara yang lain senyawa eksogen yang berasal dari makanan. Sebagian senyawa nutrasetikal terkandung dalam tanaman dalam jumlah besar, sehingga secara komersial tersedia dalam bentuk ekstrak. Sebagian yang lain tersedia dalam jumlah kecil, sehingga secara komersial tersedia dalam bentuk sintesis, seperti methylsulfonylmethane (MSM) dan dehydroepiandrosterone (DHEA).
Nutraceutical Glucosamin Chondroitin Methylsulfonylmet hane Coenzim Q 10 Melatonin Source Bovine trachea, shellfish Bovine trachea/c artilage Meat, milk, capers, Common foods Bovine pineal glands Heart, skeletal muscle Brain, liver, kidney Sugarcan e waste, wheatger m, rice bran Manufacturing/extraction/fe rmentation Chitin acid hydrolysis, fish shell enzymic hydrolysis Enzymic hydrolysis of beef trachea Distillate of peroxide oxidation of DMSO NaOH digest of hearts/livers after H2S treatment, fermentation Aqueous extraction of defatted beef pineal glands Chiral synthesis from butyrolactone Synthesis from racemic carnitine Ultrasound aqueous extraction v v v v
(Generally Recognized as Safe)

GRAS

Analytical Techniques HPLC HPLC, Agarose Electrophor GC HPLCelectrochem GC-MS, HPLC

Carnitin Acetyl-L-carnitine Octacosanol/polic osanol

v v v

HPLC-MS HPLC-MS GC-MS

Sekedar info! Analisa teknik diatas menggunakan jenis tes kromatografi untuk memisahkan molekulnya. Misalnya kalau HPLC itu high performance liquid chromatography. Kalau GC itu gas chromatography. Kalau MS itu mass chromatography. 1. Glucosamin - Merupakan senyawa amino monosaccharide yang terdiri atas glukosa dan asam glutamat

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Ditemukan secara alami dalam tubuh dan tersedia pada hampir semua jaringan khususnya tulang rawan, urat daging dan jaringan ikat. - Merupakan prekursor unit disakarida dari artikular tulang rawan glycoaminoglycan (GAG) yang terbentuk sebagian besar pada jaringan tulang rawan. - Bioavailabilitas glucosamin pada manusia adalah 44% setelah mengonsumsi makanan melalui oral, dan pada ekskresi urin selama 24 jam menunjukkan 1,2% dari dosis (7,5 g) - Penggunaan untuk terapi: sendi, kulit, dan animal health - Legal classification: tidak ada pembatasan, dapat ditemukan di UK pada resep. - Rekomendasi asupan 1500 mg/day. - Formulasi glutamin tersedia dalam bentuk: tablet, kapsul, serbuk, gel, effervescent tablet, sustained release tablet. 2. Chondroitin - Merupakan glycoaminoglycan (GAG) yang terdiri unit asam uronat dan Nacetylgalactosamine - Secara komersial diperoleh dari bovine atau tulang rawan betis - Chondroitins dari sumber berbeda mempunyai struktur berbeda yaitu unit disakarida dengan grup sulfat berbeda jumlah dan posisinya serta berbeda panjang polimernya. - Bioavailabilitasnya 13% jika diberikan secara oral, dan mempunayit waktu paru 33 menit. - Penggunaan terapi: sendi dan kesehatan hewan. - Legal clasiification: tidak ada pembatasan - Rekomendasi asupan oral: 1200-1500 mg/day - Formulasi dalam bentuk: tabelet, dan nasal drops. 3. Methylsulfonylmethane (MSM) - Turunan dari dimethyl sulfoxide (DMSO) dan merupakan hasil tambahan dari industri bubur kayu yang digunakan sebagai pelarut industri - Nama lain MSM adalah DMSO2 atau methyl sulfone - MSM dikembangkan setelah pengalaman mengembangkan DMSO (dimethyl sulfone) - MSM secara alami terdapat pada sejumlah makanan seperti daging, susu dan caper - Merupakan salah satu senyawa yang menyebabkan bau menyengat pada urin setelah mengkonsumsi asparagus - MSM pada plasma manusia pada level 4 mg dan diekskresikan sebanyak 4-11 mg pada urin setiap 24 jam - Beberapa penelitian telah melihat konversi DMSO menjadi MSM baik pada hewan maupun manusia - Penurunan pada serum dan penurunan rekoveri DMSO dan MSM dilaporkan setelah pemberian melalui kulit - Hal ini menunjukkan bahwa pemberian melalui kulit lebih rendah penyerapan dan bioavailabilitasnya dibandingkan dengan pemberian secara oral - Hal ini mungkin disebabkan karena retensi kulit (mungkin cocok pada kondisi dermatologik) atau kemungkinan penguapan dari kulit - Metabolit DMS (senyawa yang bertanggung jawab untuk produksi bau garlik atau oyster) banyak ditemukan dengan kadar rendah pada sesaat setelah pemberian DMS - Hal ini menunjukkan bahwa MSM tidak memproduksi efek tersebut dan juga tidak mengambil bagian pada perubahan DMS.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Pada semua spesies diketahui bahwa MSM terdapat pada jaringan lebih banyak dari pada DMSO - Hal ini ditunjukkan dari ekskresi urin pada pemberian oral DMSO akan komplit setelah 24 jam sedangkan pada MSM lebih lama yaitu setelah 480 jam - Therapeutic areas: Joint and veterinary health - Legal classification: No restriction - Recommended oral dose: Up to 2 g/day - Formulations available: Tablet, capsule, cream, powder. 4. Coenzyme Q10 - Merupakan antioksidan larut lipid yang disintesis secara endogen - Senyawa ini tersedia pada sejumlah makanan pada kadar 3-5 mg/hari. - Jenis makanan yang mengandung CoQ10 antara lain : lemak ikan , sereal, unggas dan sayuran terutama bayam - Senyawa ini tersedia pada plasma manusia sekitar 1 mg/L - ketika dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau ada dalam makanan, Co Q10 diserap dan konsentrasinya dalam plasma meningkat. - Metabolismenya telah dipelajari dalam lingkup hewan, dan metabolit mayor yang teridentifikasi dalam urin teeridentifikasi sebagai turunan karboksilat. - Koenzim Q9 juga telah diidentifikasi pada tikus. - Setelah administrasi kapsul Co Q10 (30mg), atau jantung babi matang (sumber alami Co Q10, ekuivalen dengan 30mg) pada subjek manusia, konsentrasi maksimal dalam serum sekitar 1mg/L terdeteksi setelah 6 jam, dan kadar pada subyek yang mengkonsumsi jantung babi sedikit ;lebih tinggi. - Therapeutic areas : kesehatan kardiovaskuler, pencegahan kanker, respirasi, kesehatan kulit dan hewan (antioksidan) - Klasifikasi hukum : tidak ada pembatasan - Dosis yang direkomendasikan : 100-360mg/hari - Formulasi yang tersedia : tablet, kapsul, tablet kunyah, obat tetes, gel, gum, softgel. 5. Melatonin - Hormon utama yang disekresikan oleh kelenjar pineal. Produksi melatonin berhubungan dengan ritme biologis. Melatonin disintesis dari triptofan melalui senyawa intermediet serotonin. - Biosintesis dan produksi melatonin biasanya dihambat oleh paparan cahaya dan distimulasi oleh kegelapan melalui jalur multisynaptic neural yang berhubungan dengan kelenjar pineal pada retina. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidur dalam kondisi gelap (mematikan lampu) karena cahaya menghambat produksi melatonin. - Namun, pada siklus 24 jam sekresi melatonin terjadi saat subjek berada pada kegelapan , sehingga diperkirakan bahwa cahaya menyesuaikan ritme ini daripada menyebabkannya. - Sekresi melatonin biasanya mulai saat menjelang gelap dan puncaknya antara jam 2-4 dini hari - Jumlah melatonin yang diproduksi bervariasi berdasarkan usia. - Sekresi melatonin pada bayi masih rendah tetapi ada usia 3 bulan konsentrasi melatonin meningkat dan akan mencapai maksimum pada usia 1-3 tahun - Sekresi melatonin pada remaja sekitar 525 g per hari dan akan menurun secara nyata dengan meningkatnya usia.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Karena melatonin adalah hormon, maka melatonin disebut sebagai obat walaupun melatonin juga merupakan zat gizi. - Konsumsi bahan makanan yang mengandung tinggi melatonin dapat merubah konsentrasi melatonin pada serum. - Melatonin teridentifikasi dalam pisang, tomat, timun dan umbi bit tetapi untuk mencapai doses farmakologis harus dimakan dalam jumlah besar dan ini sangat tidak realistis - Melatonin dimetabolisme dengan cepat oleh hepar, lebih dari 85% diekskresikan dalam bentuk 6-sulfafoxymelatonin (6-SMT) melalui urin. Hal ini digunakan sebagai sarana penelitian untuk mengukur kadar melatonin plasma. - Dosis rendah antara 0.1-0.3 mg menghasilkan konsentrasi serum seperti pada konsentrasi puncak malam hari yang normal, tetapi dosis antara 1-5mg (dosis farmakologis) menghasilkan konsentrasi serum hingga 100 kali lebih tinggi dari konsentrasi tersebut. - Dosis oral melatonin memiliki waktu paruh singkat dan cepat dieliminasikan ( clearance singkat), dan bahkan dosis malam yang sangat tinggi (50mg) dapat dieliminasi pada pagi harinya. Meski demikian, 2 minggu setelah konsumsi harian yang tinggi, terjadi penyimpanan lemak. - Therapeutic areas : kesehatan kardiovaskuler, pencegahan kanker, peningkatan performa olahraga, peningkatan kualitas tidur, kesehatan tulang (antioksidan) - Klasifikasi hukum : di UK, Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) membatasi melatonin pada resep (named patient basis only). - Tidak ada produk berlisensi di UK sehingga promosi melatonin dianggap melanggar hukum. Meskipun demikian, di USA melatonin dijual dalam bentuk suplemen dibawah pengawasab Dietary Supplement Health and Education Act of 1994. Penduduk Inggris dapat membawa pulang secara legal melatonin yang dibeli di USA untuk penggunaan pribadi. - Dosis yang direkoomendasikan adalah 0.35-25mg/hari. Formulasi tersedia dalam bentuk tablet, cairan, dan patch. 6. Carnitine - Merupakan komponen esensial sel, disintesis dari lisin dan metionin pada liver dan ginjal tempat dimana carnitine dikeluarkan ke dalam sistem sirkulasi. Carnitin juga disintesis pada otak. - Carnitine terdapat dalam dua bentuk isomer bentuk D dan L yang mempunyai sifat biokimia dan farmakologis berbeda. Carnitin yang terbentuk secara alami hampir selalu berbentuk L-isomer. Sedangkan D-isomer biasanya diperoleh dari sintesis kimia. - L-isomer merupakan substrat enzim carnitine-acetyltransferase dan merupakan isomer dengan aktivitas biologis. - D-isomer berperan sebagai competitive inhbitor yang menghalangi oksidasi asam lemak dan produksi energi. - Sebagian individu tidak mengekskresikan D-isomer secara efisien. Pemberian D-isomer dapat menyebabkan deplesi L-carnitin pada jantung, otot dan menyebabkan abnormalitas . - D-Carnitine and L-carnitine bersifat toksik dan tidak aman dikonsumsi manusia, sehingga di USA dilarang penggunaannya. - 88 % carnitin ditemukan pada otot jantung dan otot skeletal, 1,5 % ditemukan pada liver dan 0,5 % ditemukan pada cairan ekstraseluler.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Carnitine dapat juga diperoleh dari diet, terutama dari sumber hewani seperti daging dan susu. - Pada manusia 100-200 mol carnitin disintesis setiap hari dan dari diet berbagai macam makanan 300-400 mol perhari. - Fungsi carnitin pertama yang diterima adalah keterlibatannya pada oksidasi asam lemak rantai panjang dan pada mitokondria carnitin menyediakan energi. Carnitine berperan sebagai pembawa grup acyl dan acetyl menyebrangi membran mitokondria. Pada salah satu sisi mitokondria oksidasi dapat terjadi dengan adanya energi dari asam lemak rantai panjang. Ini merupakan sumber energi utama pada otot jantung dan skeletal. - Reaksi biokimia dari zat gizi ini merupakan reaksi reversibel antara carnitin dan grup fatty acyl rantai panjang Carnitine + Acyl-coA Acyl-L-carnitine + Coenzyme A - Jumlah kecil carnitin diekskresikan oleh ginjal dala urin dalam bentuk carnitin bebas atau asilcarnitin tetapi lebih dari 85% diserap kembali oleh tubulus ginjal proximal. - Bioavailabilitas diet carnitine 5487%, tergantung pada kadarnya pada makanan - Bioavailabilitas dari supplements (0.50.6 g) diperkirakan 1418% dari doses yang dikonsumsi. - Walaupun jumlah yang masuk menentukan tingkat absorpsi namun dosis oral > 2 g tidak memberikan manfaat karena absorpsi mukosal pada dosis ini menjadi jenuh. - Pada vegetarian kebutuhan metabolisme biasanya dipenuhi oleh biosintesis endogen - Kadar Carnitine akan diturunkan sampai lebih dari 50% untuk membuat perubahan metabolisme dan ini biasanya tidak terjadi meski pada strict vegetarian - Level Plasma Carnitin, lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan dan wanita diatas 40 tahun. Aktifitas Fisik menyebabkan peningkatan level serum dari acetyl-L-carnitine, C-4/C-8 acetylcarnitines, propionylcarnitine and -butyrobetaine, dan menurunkan level dari serum karnitin dibandingkan dengan level sebelum melakukan aktifitas fisik. - Therapeutic areas: peningkatan olahraga untuk kesehatan cardiovascular dan tulang , weight optimisation, kesehatan hewan. - Klasifikasi Hukum : Secara luas digunakan dalam kondisi defisiensi karnitin , dan di beberapa negara di Eropa , L-carnitin terdapat sebagai prescription-only medicine (POM). - In the UK doctors can prescribe Carnitor (POM), while health f ood shops sell unbranded carnitine with no legal restrictions. - Dosis yang direkomendasikan : 24 g/hari . Formulasi tersedia dalam bentuk tablet. 7. Acetyl-L-carnitine - Merupakan acetil turunan dari L-carnitin - Mempunyai fungsi yang sama tetapi bukan termasuk zat gizi esensial - Terdapat secara alami pada otak, liver dan ginjal dan disintesa pada mitokondria. - Defisiensi utama dari acetil L-carnitin disebabkan oleh lemahnya transportasi membran dari carnitin - Gejala yang muncul seperti lemahnya otot kronis, berulangnya koma dan hipoglikemia. - Kelainan bawaan dari metabolisme dapat menyebabkan defisiensi sekunder carnitin. - Efek samping akibat mengkonsumsi senyawa ini jarang dan ringan. - Acetyl-L-carnitine secara cepat dapat terhidrolisis menjadi carnitine. - Pharmacokinetik dari acetyl-L-carnitine sama dengan carnitine. - Therapeutic areas: Kesehatan mental, sport enhancement, manajemen berat badan. - Klasifikasi Hukum : Tidak ada batasan .

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Dosis yang direkomendasikan : 1.53 g/hari . Formulasi yang tersedia dalam bentuk kapsul. 8. Octacosanol/policosanol - Merupakan alkohol dengan 28 karbon alifatik (CH3(CH2)26CH2OH) yang terdapat pada kulit lilin buah, daun, epidermis beberapa tanaman juga pada biji utuh - Sumber utama oktakosanol adalah hasil dari industri gula. - Juga ditemukan pada daun Alfalfa, gandum, dan pada beberapa sumber hewani - Merupakan komponen dari paraffin - Karena jumlah yang tersedia dalam diet sangat kecil sehingga untuk memberikan efek kesehatan dari oktakosanol harus dikonsumsi dalam bentuk suplemen - Sebagian besar penelitian telah menguji manfaat kesehatan ekstrak minyak biji gandum atau polikosanol daan alkohol murni dari gula tebu atau oktakosanol. - Ekstrak minyak biji gandum dilaporkan mengandung 8 % heksakosanol, 67% oktakosanol, 12% triakosanol dan 13% alkohol rantai panjang. - Asam oktakosonoat terdeteksi pada liver bersama dengan oktakosanol dalam 24 jam - Pemberian oktakosanol secara oral pada tikus, absorpsi oktaonol diperkirakan berkisar antara 10% dan 35% sedangkan biovailabilitsnya berkisar antara 5 % dan 12 % - Therapeutic areas: kesehatan kardiovaskular, sport enhancement - Klasifikasi Hukum : Tidak ada batasan - Dosis yang direkomendasikan : 100 mg/hari . Formulasi yang tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul.

===&&&&===

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Senyawa Nutrasetikal Berbasis Lemak


Dosen: Fatma Z. Nisa, STP., MP.

1. S-Adenosyl methionine - S-Adenosyl methionine (SAMe) disintesis dari methionine dan adenosine triphosphate (ATP) oleh S-adenosylmethionine synthetase yang melibatkan reaksi transmethylation, transsulfuration dan aminopropylation. Proses pembentukan ini terjadi pada setiap sel hidup dan sebagai grup donor atau pembentuk enzim - SAMe banyak terdapat pada meat, yeast, vegetable - Jalur utama metabolism dari SAMe melibatkan dekarboksilasi methylthioadenosine atau putrescine dan polyamines. - SAMe sangat tidak stabil dalam tubuh dan penyerapan dan bioavailabilitasnya sangat rendah. - Konsentrasi plasma maksimum terjadi setelah 3-6 jam dengan setelah pemberian 400 mg secara oral waktu paruh 1,7 jam dan volume distribusinya 0,4 L/Kg. - Area terapinya adalah joint dan mental health - Legal classification: No restriction - Dosis yang direkomendasikan sebesar 2001200 mg/day - SAMe biasa dalam bentuk tablet 2. Polyunsaturated fatty acids - Asam lemak diturunkan dari trigliserida (nabati dan hewani) dalam diet dan beberapa dapat juga disintesis secara de novo (disintesis dari molekul yang lebih kecil). - Beberapa asam lemak essensial diperoleh dari minyak ikan dan minyak nabati seperti asam linoleat asam eicosapentaenoat acid (EPA) asam docosahexaenoat (DHA) -linolenic acid (ALA) -linolenic acid (GLA). - Semua asam lemak yang memiliki ikatan rangkap disebut PUFA. - Ikatan rangkap pertama pada EPA, DHA dan ALA berada pada atom karbon ke 3 sehingga disebut omega-3 atau n-3 PUFAs. - Linoleic acid dan GLA mempunyai ikatan rangkap pertama pada karbon ke 6 sehingga disebut omega-6 atau n-6 PUFAs. 3. n-3 Fatty acids dari minyak ikan - Docosahexaenoic acid (DHA) adalah salah satu komponen utama dari grey matter pada otak dan penting pada retina, testes. - DHA tersedia dalam jumlah tinggi pada minyak ikan. - Sumber utama DHA adalah alga laut, sebagai konsekuensinya ikan yang mengkonsumsi alga tersebut juga mengandung DHA dalam jumlah tinggi - Banyak fungsi tubuh yang penting yang dianggap memerlukan DHA, terutama otak dan fungsi mata Ada tren yang berkembang untuk memperkaya sejumlah besar makanan dengan DHA (fortifikasi).

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

DHA diproduksi dalam tubuh dari EPA oleh reaksi desaturasi dan elongasi DHA yang mengandung trigliserida asam lemak dihidrolisis oleh lipase pankreas dalam duodenum untuk melepaskan free DHA. Tingkat penyerapan relatif untuk DHA tergantung pada bentuk diberikan. Penyerapan DHA bebas sampai dengan 95%, sedangkan DHA dalam bentuk trigliserida dan ester kurang diserap. Konsentrasi plasma maksimum terjadi 5 jam setelah menelan dosis tunggal minyak ikan. Sebanyak 3-12 g minyak ikan setiap hari selama 28 hari menghasilkan peningkatan yang cepat konsentrasi EPA dan DHA dalam plasma pada semua dosis. Jumlah peningkatan EPA dalam plasma lebih tinggi dari DHA, tetapi DHA menunjukkan kadar plasma serupa di semua tingkat dosis. Jalur metabolik telah diidentifikasi yang menjelaskan bagaimana n-3 dan n-6 PUFA bertindak sebagai prekursor untuk pembentukan prostaglandin: N-6 PUFA asam linoleat diubah menjadi GLA, kemudian menjadi asam dihomolinolenat (DGLA) dan akhirnya menjadi asam arakidonat (AA) melalui aksi dari serangkaian enzim. Siklooksigenase-2 (COX-2) mengkonversi AA menjadi prostaglandin E2 (PGE2). N-3 PUFA ALA diubah menjadi EPA dan kemudian menjadi DHA yang dapat bersaing dengan menghambat aksi COX-2 dan mengurangi pembentukan PGE2. PGE2 adalah dikenal sebagai pro-inflamasi namun juga dapat digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dengan merangsang sekresi bikarbonat duodenum dan menghambat produksi asam lambung, selain itu juga digunakan untuk mengatur ritme sirkadian dan menghambat lipolisis. DGLA juga membentuk prekursor prostaglandin E1 (PGE1) melalui aksi enzim siklooksigenase-1 (COX-1). Area terapinya adalah joint, cardiovascular, eye dan mental health, cancer prevention, bone, respiratory, skin and veterinary health Legal classification: No restriction Dosis yang direkomendasikan sebesar 2.5 g/day Bentuk yang tersedia adalah oil dan soft capsule.

4. -Linolenic acid (GLA) - GLA adalah senyawa intermediet penting antara asam linoleat dan DGLA, dan kemudian prostaglandin, tromboksan dan leukotrien. GLA pada produksi prostaglandin dan eikosanoid, dibutuhkan melalui metabolit DGLA dan AA. - GLA sering diklaim bermanfaat pada kondisi sakit. GLA sering diaplikasikan untuk eksim atopik dan sindrom pramenstruasi. - GLA tidak disentesis dari asam linoleat, sehingga harus dikonsumsi dalam bentuk suplemen. - Gangguan produksi GLA oleh aksi delta-6-desaturase pada asam linoleat dianggap bertanggung jawab atas sejumlah penyakit. Pemberian suplemen GLA secara oral dapat mengurangi rasa sakit. - Therapeutic areas: Skin health, joint health - Legal classification: No restriction, Epogam and Efamast lost their licences as POM medicines in 2002 - Dosis yang direkomendasikan sebesar 3602800 mg/day - Formulations available: Oil, soft capsule

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

5. Flaxseed/ -linolenic acid - Flaxseed, juga dikenal sebagai biji rami, dihasilkan dari tanaman rami (Linum usitatissimum), dan secara tradisional telah digunakan untuk sejumlah aplikasi medis dan non-medis. Selama beberapa tahun terakhir aplikasi biji rami mulai dipromosikan secara besar besaran. - Pada diet Western diet mengandung lebih banyak n-6 fatty acids dibandingkan dengan n-3, dalam rasio 2030: 1. Idealnya, ratio harus sama. Faktor ini juga diperparah dengan konsumsi ikan (sebagai salah satu sumber n-3, minyak ikan merupakan sumber dari sumber PUFA n-3 rantai panjang) yang menurun dan sumber dari n-3 (daging, ikan, sayur dan telur) jarang digunakan dalam industri makanan. Sehingga banyak orang yang kekurangan n-3 essential fatty acid ALA. - Minyak biji rami mengandung lebih dari 50% ALA yang merupakan asam lemak esensial n-3. - Sumber ALA lainnya yaitu kemiri, biji rami, biji labu, kanola, kenari dan kacang kedelai. - Karena ALA adalah asam lemak esensial pada manusia perlu memastikan kecukupannya dalam diet. - Rekomendasi kesehatan untuk mengganti asam lemak jenuh dengan asam lemak tak jenuh sering digunakan PUFA n-6 dari pada n-3 . - Asam lemak n-6 dan n-3 merupakan prekursor eikosanoid rantai lebih panjang, seperti prostaglandin, tromboksan dan leukotrien - Menurut beberapa penelitian asam lemak n-6 dapat bekerja antagonis dengan asam lemak n-3, sehingga jumlah keduanya yang seimbang dalam tubuh karena itu diperlukan. Diet yang kaya n-6 dan kurang n-3 cenderung mengarah pada trombus, agregasi darah dan penyakit jantung, serta alergi, peradangan dan diabetes. - Selain minyak ikan, biji rami dapat digunakan sebagai sumber n-3 sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki kekurangan dan mencegah penyakit defisiensi asam lemak n-3. Minyak biji ramiersedia dalam jumlah besar pada sumber tanaman prekursor ALA, yang kemudian diubah menjadi asam lemak rantai panjang. - Salah satu keuntungan dari ALA dibandingkan minyak ikan adalah jumlah plasma vitamin E tidak akan berkurang karena ALA tidak menyebabkan pengurangan plasma vitamin E, seperti pada suplemen minyak ikan. - Selain itu, juga sebagai prekursor asam lemak rantai panjang n-3, ALA memiliki efek klinis yang relevan yang memberikan manfaat yang lain dari manfaat minyak ikan yang mengandung n-3. - Setelah dikonsumsi, ALA diserap dan sebagian dikonversi ke EPA atau DHA. Namun, asupan tinggi asam linoleat, enzim desaturase akan menurunkan ALA dan asam linoleat, sehingga menyebabkan penurunan sintesis DHA dari ALA. - Therapeutic areas: Cancer prevention, respiratory health (antioxidant) - Legal classification: No restriction - Recommended dose: 12 g/day - Formulations available: Soft capsule 6. Conjugated linoleic acid - Conjugated linoleic acid (CLA) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan campuran isomer posisi dan geometri asam linoleat dengan ikatan ganda terkonjugasi. - Kedua isomer bioaktif dari CLA adalah cis-9, trans-11 dan trans-10, cis-12, dan dua isomer ini biasanya mendominasi dalam campuran komersial.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Sumber makanan utama CLA adalah daging dan produk susu dari hewan yang merumput yang mempunyai bakteri usus yang mampu memodifikasi diet asam linoleat. Konsentrasi CLA dalam produk susu biasanya berkisar antara 3-9 mg / g, dan terbentuk sebagai hasil dari isomerisasi rumen usus mikroba dari diet asam linoleat. Tingkat CLA dalam plasma manusia secara langsung berhubungan dengan asupan lemak susu, tidak ada isomerisasi asam linoleat dalam usus manusia. Therapeutic areas: Weight management, sport enhancement Legal classification: No restriction Recommended dose: 12 g/day Formulations available: Soft capsule

7. Flax lignans - Dua lignan utama adalah diglucoside secoisolariciresinol (SDG) dan matairesinol, dan metabolit utama lignan tersebut adalah enterolactone dan enterodiol. - Flax lignan sering disebut sebagai lignan mamalia, dan belum pernah ditemukan pada tumbuhan. - Enam lignan lainnya telah diidentifikasi, dan ini juga dikonversi ke enterolactone dan enterodiol sampai batas tertentu, dan dikonversi ke enterofuran. - Sejumlah lignan telah ditemukan di berbagai sereal yang umum dikonsumsi dan mereka telah diidentifikasi sebagai prekursor enterolactone. - Asupan 10 g biji rami ke manusia menghasilkan peningkatan besar ekskresi lignan pada feses yaitu 727-12.871 nmol / hari. - Kemampuan individu dalam metabolisme lignan bervariasi disebabkan oleh variasi mikroflora endogen individu yang berbeda. - Therapeutic areas: Cardiovascular health, cancer prevention, womens health (antioxidant and weakly oestrogenic) - Legal classification: No restriction - Recommended dose: Present at about 1% in flaxseed oil - Formulations available: Soft capsule 8. Pycnogenol - Pycnogenol adalah nama dagang dari ekstrak standar kulit kayu pinus maritim Perancis, Pinus pinaster Aiton subspesies Atlantica des Villar. - Hasil dari ekstraksi standar adalah polifenol konsentrat terutama phenolic acids dan procyanidins. - Phenolic acids merupakan turunan asam benzoat seperti: p-hydroxybenzoic acid procatechuic acid vanillic acid atau gallic acid, turunan cinnamic acid seperti p-coumaric acid, caffeic acid dan ferulic acid. - Metabolit procyanidin teridentifikasi setelah intake secara oral pada manusia. - Maksimum ekskresi tampak setelah 8 sampai 15 jam yang mengindikasikan metabolisme dan absorpsi lambat - Therapeutic areas: Cardiovascular, eye, respiratory, and oral health (antioxidant) - Legal classification: No restriction - Recommended dose: 25200 mg/day - Formulations available: Capsule

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

9. Resveratrol - Resveratrol dapat ditemukan pada daun, kulit dan petal dari Vitis vinifera, juga pada wine dan jus anggur, makanan lain seperti butter kacang. - Pada produk anggur, kadar resveratrol tertinggi setelah terinfeksi Botrytis cinerea. - Pada produksi red wine, kadar resveratrol meningkat dengan meningkatkan waktu kontak dengan kulit - Selain resveratrol, juga ada sejumlah analog stilbene yang terkait erat. - Setelah oral administration sebanyak 25 mg resveratrol pada manusia, konsentrasi plasma tertinggi terdeteksi setelah 30 menit dan kembali normal setelah 2 jam. - Sebagian besar penelitian dilakukan pada tikus dan menunjukkan penyerapan setelah pemberian oral sekitar 60 menit. - Therapeutic areas: Cardiovascular health, cancer prevention, womens health (antioxidant and weakly oestrogenic) - Legal classification: No restriction - Recommended dose: 15200 mg/day - Formulations available: Tablet, capsule Nutraceutical S-Adenosyl methionine DHA/EPA Source Meat, yeast, vegetable Fish, algae, plankton, seal blubber Oenothera biennis, Borago officinalis Linum usitatissimum Beef, dairy products Linum usitatissimum Pinus pinaster Red wine, Polygonum capsidatum root, Manufacturing/extraction Analytical /fermentation Techniques Enzymatic synthesis HPLC Oil extraction, lipasecatalysed enrichment, fish oil distillation, microalgal oil Whole oil used HPLC, GC

-Linolenic acid

FAME-GC, GLC FTIR RP-HPLC

-Linolenic acid Conjugated linoleic acid Flax lignans Pycnogenol Resveratrol

Pressed oil/solvent extraction Microbiological fermentation, extraction from soy/sunflower Supercritical extraction CO2 Aqueous/ethanolic extract of pine bark Mid polarity solvent extraction

CCC As for GSPE HPLC

Sekedar info! GLC itu gas liquid chromatography. FTIR itu Fourier transform infrared spectroscop, kalau RP HPLC itu reverse-phase high performance liquid chromatography. Kalau CCC itu berdasarkan referensi untuk tes cromatography yang paling mendekati Column Cromatography, jadi mungkin belum sesuai dan mohon dimaafkan. Untuk FAME GLC itu fatty acid methyl esters gas liquid chromatography. ===&&===

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Senyawa Nutrasetikal Berbasis Isoprenoid


Dosen: Fatma Z. Nisa, STP., MP.

1. Grape seed proanthocyanidin extract (GSPE) - Proanthocyanidins terdapat secara alami pada beberapa buah, sayur, kacang, bijibijian, bunga dan kulit. - GSPE diketahui dapat memberikan tubuh perlindungan terhadap penyakit, hasil dari peningkatan antioksidan pada tubuh. - Grape seed proanthocyanidin extract (GSPE) mengandung proanthocyanidins jenis catechin dan epicatechin. - GSPE terdiri dari monomer-monomer saling bergabung bersama membentuk dimer, trimer dan oligomer lainnya. Beberapa struktur terbentuk karena perubahan streokimianya. - Dimeric procyanidins diklasifikasikan antara lain procyanidins B1, B2, B3 dan B4 tergantung konfigurasi sub unitnya, catechin dan epicatechin. - Sejumlah turunan catechin tersedia dalam bentuk gallates dan dalam bentuk bebas (sehingga mudah diserap tubuh) - Proanthocyanidins diserap sangat rendah pada small intestine dan diduga bahwa ingestinya hasil dari metabolisme bakteri. - asam 3-Hydroxyphenylpropionic diidentifikasi sebagai metabolit Utama. - daerah terapi: Jantung dan kesehatan kulit (antioksidan) - Legal classification: No restriction - Rekomendasi dosis oral: 1500 mg / hari - Formulasi tersedia: Tablet, kapsul, patch, gel, tablet effervescent, sustained release tablet 2. Lycopene - Lycopene merupakan pigmen merah alami yang disintesis oleh tanaman dan mikroorganisme tetapi tidak oleh hewan - Ditemukan pada buah dan sayur berwarna merah contohnya tomat - Merupakan salah satu dari 600 jenis carotenoid yang ditemukan yang berfungsi sebagai pigmen dalam fotosintesis dan fotoproteksi - Sekitar 24 jenis caroten tersedia pada makanan - Contoh -carotene ditemukan pada wortel, broccoli dan sayur berdaun hijau - Lutein ditemukan pada bayam, kacang polong dan selada air - Seperti halnya jenis karotenoid lainnya, lycopene bukan prekursor vitamin A. - Karena manusia tidak mampu mensintesis carotenoids seperti lycopene, maka senyawa ini harus diperoleh dari diet - Salah satu komunitas di Jerman biasa diperkirakan mengkonsumsi lycopen sekitar 5 mg per hari dengan menghitung produk-produk makanan sedikitnya mengandung senyawa ini 50% dari total intake - Berdasarkan data ini makan intake yang direkomendasikan sekitar 35 mg dan ini sangat jarang - Prduk-produk tomat seperti tomato ketchup, tomato paste dan tomato juice merupakan sumber lycopene yang baik dan lycopene tidak hilang melalui pemasakan atau pengolahan makanan

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Bahkan ketersediaan lycopene meningkat dengan prose pemanasan sehingga produk olahan tomat lebih baik dikonsumsi dibandingkan buah tomat mentah Penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan isomerisasi dari trans-lycopene menjadi bentuk cis yang mungkin bertanggung jawap pada peningkatan penyerapannya Lycopene merupakan salah satu carotenoids yang ada pada manusia dalam jumlah besar, range konsentrasi pada plasma sekitar 0.22 sampai 1.06 mol/L. Setelah pemberian tomato juice yang mengandung tinggi, puncak konsentrasi pada plasma dilaporkan dari 24 sampai 48 jam, dan waktuh paruhnya sekitar 48 72 hours. Setelah tertelan, lycopene dimetabolisme menjadi epoxides dan diols. Walaupun beberapa penelitian menggunakan dosis tinggi lycopene (16.5 75 mg/day), pada peneilitian terbaru menggunakan low-dose lycopene (5 mg/day) yang diberikan selama 6 minggu lebih dalam bentuk jus tomat dan softgel capsules mempunyai tingkat absorpsi lebih tinggi dibandingkan fresh tomatoes. Diet kaya lipid juga meningkatkan ketersediaan lycopene sehingga sering dilakukan penambahan minyak pada saus. Ketersediaan -carotene dan other carotenoids pada diet in the diet juga meningkatkan bioavailabilitas lycopene, dan carotenoids tampak berperan secara synergis. Pada saat tertelan, lycopene ditemukan terdistribusi secara tidak sama pada jaringan manusia. Lycopene terkonsentrasi pada adrenal glands, testes, liver dan prostate. Daerah terapi : kesehatan kardiovaskular dan pernapasan, pencegahan kanker (antioksidan) Legal classification: No restriction Rekomendasi Dosis: 10-40 mg / hari Formulasi tersedia: Tablet, kapsul, gel oral

3. Lutein - Lutein (and zeaxanthin) terkonsentrasi banyak pada mata terutama pada macula dan berfungsi sebagai antioksidan. - Lutein tersedia pada beberapa makanan seperti green vegetables seperti bayam. - bioavailabilitas lutein ditunjukkan tergantung pada sifat fisik da kimia sumber makanan dan kandungan zat gizi penyertanya contohnya kandungan lemak - Daerah terapi : kardiovaskular, mata dan kesehatan kulit (antioksidan) - Legal classification: No restriction - Rekomendasi Dosis: 10-40 mg / hari - Formulasi tersedia: Kapsul 4. Zeaxanthin dan Astaxanthin - Metabolit utama zeaxanthin yaitu lutein dan pembentukannya pada plasma dari keduanya sama. - Waktu paruh untuk akumulasinya adalah 5 hari. - Daerah terapi : kesehatan mata (antioksidan) - Legal classification: No restriction - Rekomendasi Dosis: 10-40 mg / hari - Formulasi tersedia: Kapsul 5. -Lipoic acid

3-dehydro-lutein,

dan

waktu

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Lipoic acid (synonym : thiotic acid) terdapat pada semua jenis sel prokaryotic and eukaryotic, dan terkait dengan residu lysin pada protein. Pada manusia senyawa ini terlibat pada produksi energi dan berpedan sebagai pasangan redox dengan dihydrolipoic acid. Ditemukan dalam jumlah besar pada organ metabolic seperti jantung (pig heart mengandung 1.11.6 mg/kg). -Lipoic acid merupakan antioksidan alami yang ditemukan pada daging, liver dan yeast yang siap diabsorp melalui diet Senyawa ini juga disintesis oleh hewan dan manusia Pada beberapa jaringan senyawa ini secara cepat dikonversi menjadi dihydrolipoic acid yang berperan secara sinergis dengan antioxidan lainnya. Dihydrolipoic acid merupakan zat gizi non-essential yang dikeluarkan oleh tubuh manusia sehingga defisiensi senyawa ini tidak terjadi Metabolit primer ditemukan pada manusia meruapkan hasil dari S-methylation dan oxidation. Ekresi lipoic acid pada urin dan metabolitnya terhitung hanya 12.4% dari dosis yang diberikan. Parameter Pharmacokinetic untuk lipoic acid dan metabolitnya dilaporkan setelah pemberian dengan dosis 600 mg sekali untuk 4 hari pada manusia Parameter-parameter tersebut tetap sama baik pada hari ke-1 dan ke-4. Waktu paruh metabolit utama lebih panjang dibandingkan lipoic acid Setelah pemberian oral pada manusia, bioavailabilitas mutlak dihitung sebagai 2038%, tergantung pada isomer dan formulasi. Daerah terapi : mata dan kesehatan ternak (antioksidan) Legal classification: No restriction Rekomendasi dosis: 50-100 mg / hari Formulasi tersedia: Tablet, kapsul, cairan

6. Dehydroepiandrosterone (DHEA) - Dehydroepiandrosterone (DHEA) (synonym : Prasterone) dan metabolite DHEA sulfate (DHEAS) merupakan hormon yang disintesis secara endogen dan diekskresikan pada kelenjar adrenal untuk merespon hormon dadrenocorticotropic. - DHEA dikonversi to DHEAS dan selanjutnya menjadi androstenedione, and androstenediol dan testosterone. - Waktu paruh DHEA adalah 1538 minutes dan DHEAS sekitar 722 hours. - penyerapan oral sangat baik. - Daerah terapi : kesehatan kardiovaskular dan mental, kesehatan ternak - Legal classification: POM in UK - Rekomendasi Dosis: 5-25 mg / hari - Formulasi tersedia: Tablet 7. Soy isoflavones - Meskipun kedelai ditanam di banyak negara di dunia, namun justru Amerika Serikat sekarang menjadi produsen utama, konsumen utama adalah penduduk Asia Timur. - kedelai tersedia dalam berbagai bentuk makanan yang berbeda, misalnya kedelai, kecap, tahu, tempe, susu kedelai, miso (pasta kedelai fermentasi) dan natto (kedelai fermentasi). - Isoflavones utama yang ada pada soybeans yaitu genistein, daidzein dan glycitein (dalam jumlah kecil)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Genistein ditemukan dalam proporsi tertinggi. Konjugasi senyawa ini membentuk -glycoside genistin pada cairan biologis. Daidzein dan -glycoside daidzin kurang berlimpah pada soy foods namun masih tersedia dalam julah significan Iisoflavon ketiga, glycitin (dan aglikon glycitein), ditemukan dalam kedelai tapi senyawa ini jarang diteliti karena hanya ditemukan dalam jumlah yang relatif kecil. Isoflavon tersedia dalam bentuk ekstrak, berbagai makanan, produk tradisional dan modern komersial, dan protein kedelai Kandungan isoflavon pada kedelai mentah sekitar 1 mg / g, tetapi hal ini sangat bervariasi, bervariasi antara 0,4-2,4 mg / g tergantung pada kondisi pertumbuhan dan berbagai tanaman. Produk kedelai yang diproses mengandung isoflavon jauh lebih rendah karena metode pemrosesan seperti mencuci konsentrat kedelai dengan alkohol. Proses ini sangat mengurangi tingkat isoflavon dalam makanan. Genistein ditemukan 1-150 mg/100 g pada kedelai yang tua Kandungan Daidzein dan daidzin - glikosida dalam kedelai rendah, dengan kandungan 0,5-91 mg/100 g. Isoflavon ketiga, glycitin dan aglikon glycitein, juga terdapat dalam jumlah yang relatif kecil. Kesamaan struktur antara isoflavon dan estradiol adalah bahwa isoflavon mungkin dapat menggantikan aktivitas estrogen manusia. 17 - Estradiol adalah salah satu estrogen endogen yang paling ampuh pada manusia. Struktur dari isoflavon mirip dengan struktur dari 17 oestradiol, yaitu pada Keduanya memiliki cincin aromatik dengan gugus hydroxyl di dalamnya Jarak antara dua gugus hydroxil sama. Secara struktur dan farmakologikal, keduanya dapat digamarkan dengan oestrogen antagonist tamoxifen, secara umum digunakan sebagai obat chemopreventative dan chemotherapeutic untuk breast cancer. Bioavailabilitas dari isoflavon tergantung dari jumlah dari conjugated dan bentuk bebas genistein dan daidzein yang dikonsumsi, hydrolisis glicosida oleh bacteri pencernaan dan enzym pencernaan, selain itu juga metabolisme pada liver dan excretion rates. Genistein and daidzein dengan mudah dan cepat diabsorbsi dalam gut dan small intestine. Pada non-fermentasi soy foods seperti kacang kedelai, genistein dihubungkan dengan bentuk yang berbeda, namun bentuk yang paling sering ditemui adalah glucuronide. Absorbsi dari glucuronide membutuhkan hidrolisis dari glucuronidase to the aglycone. Dan menghasilkan produk metabolik seperti equol yang bisa diproduksi oleh gastrointestinal flora. Hasil ini juga mempengaruhi dari oestrogenic. Pada hasil non-fermentasi soy products, isoflavon yang terkonjugasi lebih banyak, sedangkan pada produk fermentasi seperti miso dan kecap, bentuk aglycone lebih banyak. Bentuk aglycone ini lebih mudah diserap langsung menuju darah. Proses pemasakan juga menghasilkan bentuk yang lebih muda diserap dengan menurunkan glukosida malonyl yanglabil terhadap panas dari daidzein dan genistein ke bentuk non-asilasi, sehingga memungkinkan penyerapan di usus. Setelah berada dalam plasma, senyawa dapat diambil oleh hati dan diekskresikan dalam empedu dalam bentuk konjugat, terutama sebagai 7-O- glukuronida. The isoflavon menjadi sangat terikat pada protein dalam plasma, dan kurang dari 3% akan beredar sebagai bentuk aglikon bebas.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Sebuah studi yang dilakukan dengan memberikan minuman kedelai selama dua minggu menghasilkan plasmalevels genistein dan daidzein berkisar antara 0,55 dan 0,96 mol, sebagian besar sebagai glukuronida dan konjugat sulfat. Metabolisme genistein dan daidzein terjadi di liver dan metabolit ini diekskresikan melalui empedu, urin dan feses Hanya 12% genistein diekskresikan melalui feses, empedu dan urin ketika pembersihan Genistein dan daidzein adalah senyawa pertama yang dimetabolisme sehingga cepat menghilang dalam plasma. Genistein 7-O--glucuronide dapat diekskresikan pada saluran dan mungkin akan direabsorpsi. Hal ini menunjukkan bahwa daidzein tersedia lebih sedikit dibandingkan genistein karena ekskresinya lebih cepat pada urin. Hal ini mungkin dikarenakan daidzen alami bersifat hidrofobik Daerah terapi : Kardiovaskular, mental, tulang, perempuan dan kesehatan kulit, pencegahan kanker (antioksidan dan estrogen) Legal classification: No restriction Rekomendasi Dosis: 30-50 mg / hari Formulasi tersedia: Tablet, powder

8. Tea - Teh diproduksi dari daun Camellia sinensis, yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara tetapi dibudidayakan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. - Sekitar 3 miliar kg teh yang diproduksi dan dikonsumsi setiap tahun terdiri dari tiga jenis utama: Hitam Hijau Oolong - Jumlah konsumsi teh hitam sekitar 78 % dari total yang dikonsumsi di seluruh dunia, teh hijau 20 % dan teh oolong kurang dari 2 %. - Teh terbaik berasal dari dua daun bagian atas dan tunas. - Daun teh mengandung polifenol (kira-kira sepertiga dari berat kering) bersama dengan enzim yang disebut polifenol oksidase. - Teh hijau diproduksi dengan dikukus atau memanaskan daun yang baru dipanen, tahap ini bertujuan menginaktivasi enzim oksidase polifenol, dan mencegah fermentasi polifenol seperti katekin. - Untuk menghasilkan teh hitam, daun dibiarkan layu, sehingga kadar air menurun. Daun tersebut kemudian digulung dan hancur, agar terjadi pelepasan polifenol oksidase dan oksidasi polifenol. Catechin (polifenol) diubah menjadi theaflavin dan thearubigins. Setelah 60-90 menit produk dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas. - Teh oolong dihasilkan melalui proses yang sama seperti teh hitam, tapi daun yang dikeringkan dengan udara panas setelah hanya 30 menit, sehingga hanya terjadi fermentasi parsial. - polifenol (proanthocyanidins) termasuk katekin, quercetin, kaempferol dan myricetin dan mereka menyumbang 30-42 % dari berat kering teh. - Katekin adalah komponen utama dalam teh, sedangkan komponen utama dalam katekin yang ditemukan antara lain: epikatekin (EC) epicatechin gallate (ECG) epigallocatechin (EGC)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

epigallocatechin gallate (EGCG) --- EGCG adalah yang paling melimpah yakni sebesar 50-80 % dari katekin. Secangkir teh hijau yang diseduh, sekitar 240 mL, dapat berisi hingga 200 mg EGCG. Pada teh hitam, theaflavin hanya mencapai 2-6 % dari berat kering; thearubigins merupakan komponen terbesar yang meliputi lebih dari 20 % dari berat kering. Thearubigins memiliki berat molekul tinggi dari theaflavin dan saat ini buruk kimia tertentu. Teh hitam mengandung kafein lebih sedikit daripada teh hijau, rata-rata 2-4 % dari berat kering. Teh oolong juga mengandung thearubigins, theaflavin dan catechin. Katekin adalah komponen polifenol utama teh hijau dan EGCG telah diklaim menjadi yang paling aktif secara biologis. Setelah pemberian teh hijau tanpa kafein (1,5, 3,0 dan 4,5 g padatan teh) untuk sukarelawan manusia, konsentrasi plasma puncak 326, 550 dan 190 g / L untuk EGCG, EGC dan EC, masing-masing 1,4-2,4 jam setelah konsumsi.Waktu paruh EGCG (5,05,5 jam) lebih tinggi dari EGC atau EC (2,5-3,4 jam). Lebih dari 90 % dari total EGC dan EC diekskresikan dalam urin dalam waktu 8 jam, tapi EGCG tidak terdapat dalam urin, hanya muncul dalam feses. Setelah konsumsi 2-3 cangkir teh hijau, kadar air liur puncak 4,8-22, 11,7-43,9 dan 1,8-7,5 mg / L diamati masing-masing untuk EGCG, EGC dan EC. EGCG dikonversi menjadi EGC melalui enzim catechin esterase, dan kedua senyawa itu diserap melalui mukosa mulut. Hasil ini menunjukkan bahwa minum teh perlahanlahan sangat efektif dalam memberikan konsentrasi tinggi katekin ke rongga mulut dan kerongkongan Dalam studi lain pada manusia, dosis oral 200-800 mg EGCG diberikan, dan daerah rata-rata di bawah kurva waktu konsentrasi plasma dari EGCG adalah 22,5-167,1 min g / mL untuk 200-800 mg dosis. EGC dan EC tidak terdeteksi dalam plasma, dan ketersediaan EGCG meningkat selama rentang dosis, dikarena adanya saturable presystemic elimination. Kemudian dengan menggunakan pemberian multi- dosis EGCG menunjukkan peningkatan > 60 % pada kurva waktu konsentrasi plasma setelah empat minggu pemberian pada 800 mg dosis. Sebuah studi menggunakan 195 mg EGCG ditemukan data farmakokinetik yang sama, tetapi terdapat terdapat perbedaan antar individu yang cukup besar. Bioavailabilitas catechin dari 28 studi telah direview. Dilaporkan bahwa biovailabilitas akan berbeda nyata antara jenis katekin yang berbeda. EGCG terlihat dalam bentuk pada sejumlah studi, baik pada 4-O-atau 4,4-di-O-posisi, dan ini merupakan metabolit utama EGCG. EGCG ditemukan dalam bentuk polifenol dalam plasma sebagai proporsi utama dari dosis yang ditelan. Catechin lainnya telah ditemukan sebagai glukuronida dan konjugat sulfat. Berbagai hidroksifenil valerolactone analog telah diidentifikasi dalam plasma dan urin, terutama sebagai konjugat, dan hal ini untuk tingkat tinggi EGC dan EC, 8-25 kali level dari senyawa tidak berubah. Polifenol teh memiliki bioavailabilitas rendah karena berat molekul tinggi dan polaritas. Banyaknya substituen hidroksil dapat menghambat penyerapan senyawa-senyawa di lumen usus. Mikroflora kolon manusia, in vitro, juga telah ditunjukkan untuk menurunkan polimer catechin eksogen menjadi asam fenilasetat, fenilpropionat dan phenylvaleric monohydroxylated, lebih dari 48 jam inkubasi dalam kondisi anoxic.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Katekin sendiri dengan cepat dihilangkan, namun katekin galloylated seperti ECG dan EGCG belum terdeteksi dalam urin, karena ekskresi preferensialnya dalam empedu. polifenol teh memiliki bioavailabilitas rendah karena berat molekul tinggi dan tingginya jumlah substituen hidroksil. Hal ini membuat teh rentan terhadap enzim fase II, yang mempengaruhi biotransformasi mereka. Selain itu, gugus hidroksil dapat menghalangi penyerapan senyawa seluruh lumen usus. Theaflavin masih kurang bioavailable. Daerah terapi : Kardiovaskular, tulang, kulit dan kesehatan mulut, pencegah kanker dan manajemen berat badan (antioksidan) Legal classification: No restriction Rekomendasi Dosis: 5-100 mg / hari polifenol teh Formulasi tersedia: Tablet, kapsul, bubuk, teh

9. Creatine - Creatine didistribusikan ke seluruh tubuh manusia, 95% ditemukan di otot rangka. - Creatine terdapat secara alami dalam makanan manusia, seperti daging merah dan ikan mengandung 4-10 g / kg. - creatine juga disintesis di ginjal, hati dan pankreas. - Suplemen creatine meningkatkan phosphocreatine, yang digunakan untuk memproduksi dan meregenerasi ATP, menghasilkan sel-sel yang lebih mampu menangani dengan energi yang diperlukan bagi kesehatan dan penyakit. - Creatine dan phosphocreatine akan dikatabolisis menjadi kreatinin, yang akan dikeluarkan dalam urin. - Farmakokinetik creatine non-linear, seperti otot rangka yang bertindak sebagai depot creatine, memiliki kapasitas Terbatas untuk penyimpanan. - Ketika kapasitas inisial diambil, volume distribusi dan pembersihan dapat menurunkan, Yang menyebabkan farmakokinetik Kompleks - Daerah terapi : kesehatan mental, peningkatan olahraga - Legal classification: No restriction - Rekomendasi Dosis: 5-25 g / hari - Formulasi tersedia: Tablet, kapsul, tablet effervescent, cair Nutraceutical GSPE Lycopene Source Manufacturing/extraction /fermentation (Vitis Water/ethanol extraction Tomato extraction, Chemical Synthesis Petroleum ether extraction Analytical Techniques HPLC HPLC

Lutein Zeaxanthin Astaxanthin

Grape vinifera) Foods, including tomato, green algae Green vegetables Butternut squash Fish, shellfish Meat, Liver

HPLC

Lipoic acid

Unsaponifiables of methanol HPLC extract Oil extract from Haematococcus pluvialis Isolation from liver, HPLC synthesis

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Dehydroepiandros terone Soy isoflavones Tea Creatine

Wild yams

Cholesterol oxidation

HPLC, GC

Soy and Fermentationglycoside HPLC fermented soy hydrolysis products Camelia Aqueous extraction, H-NMR sinensis synthesis of catechins Skeletal Synthesis CE muscle

Sekedar info! H-NMR adalah hydrogen-nuclear magnetic resonance atau biasa juga disebut proton-nuclear magnetic resonance. Sedangkan CE adalah Capillary electrophoresis.

===&&===

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Potensi Herbal Lokal sbg Nutrasetikal


Dosen: Prof. Mae Sri Hartati

- Indonesia tekenal sebagai Negara nomor 3 di dunia yang memiliki biodiversity paling besar ---- tetapi kita belum bisa mengeksplorasi dan mengolahnya. - Indonesia memiliki 30.000 spesies tanaman herbal - 65-80% masyarakat di dunia, terutama di negara berkembang, menggunakan obat herbal sebagai pilihan pertama untuk perawatan kesehatan - Obat herbal berfungsi untuk mencegah dan juga menyembuhkan penyakit (akut, kronik, dan degeneratif) - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan traditional medicine (termasuk obat herbal) sebagai praktek terapetik yang telah ada sejak dahulu, sebelum pengembangan dan penyebarluasan obat modern, dan masih berlangsung hingga saat ini. Beda antara traditional medicine dengan obat herbal adalah pada bahan yang digunakan. Untuk obat tradisional bisa jadi yang digunakan bukan dari tanaman, tetapi untuk obat herbal selalu menggunakan tanaman. - Herbal medicine atau fitoterapi adalah ilmu menggunakan bahan-bahan alam untuk pengobatan. - Herbal medicine juga dikategorikan sebagai penggunaan tumbuhan berkhasiat untuk pencegahan dan pengobatan penyakit, dan meliputi pengobatan tradisional dan populer di suatu negara hingga penggunaan ekstrak herbal terstandarisasi dan tertitrasi. Sekarang sedang dikembangkan familiy medicine, jadi masyarakat diajari juga mana bahan bahan tanaman disekitar kita yang dapat digunakan untuk mengobati. Herbal jaman dulu lebih susah preparasinya, harus digodhog dulu atau ditumbuk dulu. Sekarang melalui teknologi canggih, zat aktif yang digunakan untuk mengobati dapat diekstrak dan diisolasi sehingga bisa digunakan untuk industri besar akhirnya dapat dikomersialkan. Sumber bahan alam yang sering digunakan untuk traditional medicine - Tanaman dipakai masyarakat dari jaman dahulu - Hewan - Mikroorganisme - Kehidupan laut Selain dari herbal, juga dikembangkan untuk complementary medicine (pelengkap), misalnya kayak akupuntur, akupressure, atau homeopati. Senyawa yang dihasilkan dari sumber bahan alam - Metabolit primer - Metabolit sekunder Metabolit primer biasanya digunakan untuk kehidupan tanaman itu sendiri. Sehingga jarang diisolat. Sedangkan secondary metabolites yang berpotensi akan dikembangkan dengan cara diisolasi, kemudian dilihat dari struktur kimianya dengan spektrofotometer dan akhirnya dapat digunakan untuk template obat modern. Sekitar 90% obat yang beredar di pasaran berdasarkan sintesis lead compound!

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Keuntungan dari isolat herbal adalah strukturnya unik, sehingga susah diduplikat. Contoh yang susah diduplikat itu bunga tapak dara. Kalau untuk bahan yang berat molekulnya rendah akan lebih mudah diduplikat namun ya ujungnya saking mudahnya akan gampang ditiru dan jadi rebutan. Sedangkan kerugiannya adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisolat satu bahan aktif sangat lama (sekitar satu tahun), setelah satu tahun untuk mengisolat, bahan aktif tsb belum dapat langsung digunakan.

Kecantikan

Nilai Gizi

isolat

Pengolahan Sederhana
Disini nih peran mbok Jamu

fungsional

pangan kan ada 3: 1. fungsional 2. non fungsional Nah yang bisa diproses

Ekstrak
diproses secara sederhana kayak diuapkan

Nutrasetikal

NUTRASEUTIKAL 1. Definisi nutraseutikal - Stephen De Felice (1989) : Any substance that may be considered a food or a part of a food and provides medical or health benefits, including the prevention and treatment of disease ----- jarang kalau dipergunakan untuk kuratif. - Nutra = nutrisi ; setikal = fungsi obat - Pemberian nutrisi tertentu untuk mengantisipasi masalah yang sekiranya muncul
Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Pemberin nutrisi untuk mengatur fungsi biologis tubuh tubuh akan mengobati sendiri dari segala macam bentuk penyimpangan - Nutrisi adalah substansi yang diperlukan sebagai asupan dan harus tersedia dalam tubuh untuk kelangsungan hidup (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air). - Nutrasetikal adalah bahan alami yang murni atau kompleks, bahan kimia bioaktif yang mempunyai efek seperti memelihara kesehatan tubuh, mencegah atau mengobati penyakit dan dikemas dalam bentuk sediaan. 2. Kelompok nutraseutikal a. Herbal (fitokimia) bersifat nutrisi (fitonutrient) dan obat (simplisia) b. Suplemen vitamin dan mineral c. Minuman kesehatan air jahe, kunyit asem, beras kencur, susu kedelai, rumput laut Kenapa sih enggak kunyit jeruk, kenapa justru kunyit asem? Kan rasanya sama sama asem. Ternyata menurut penelitian Prof. Mae kunyit asem lebih stabil dibandingkan dengan kunyit jeruk, campurannya nggak pecah. Oiya kalau makan jamu jamuan gini maksimal 24 jam saja ~ 3. Perbedaan nutraseutikal dan obat tradisional Nutrasetikal Obat Tradisional Paradigma baru dalam Digunakan secara turun temurun kesehatan Oral Oral dan topikal Berasal dari bahan alam yang Berasal dari bahan alamiah yang dapat dimakan tidak selalu dapat dimakan. 4. Peranan nutraseutikal Senyawa yang biasa digunakan dalam nutrasetikal biasa disebut phytochemical. Struktur dari phytocemical biasanya adalah terpenoids = isoprenoids. Terpenoids bisa terdiri dari: monoterpen (C10-). Monoterpen sifatnya mudah menguap, contohnya minyak lavender seskuiterpen (C15-) diterpen (C20-). Contohnya minyak cengkeh triterpen (C30-) tetraterpen (C40-). ---- rata rata sih nutrasetikal masuknya disini Info! Kenapa sih obat rasanya pahit? Itu karena adanya kandungan gugus N (alkaloid) pada bahan yang digunakan untuk meramu obat ~ Salah satu senyawa yang masuk dalam terpenoid adalah carotenoid. - Orange carotenoids alpha, beta, and gamma carotene - Red carotenoids lycopene and astaxanthin - Yellow carotenoids lutein and zeaxanthin a. Beta-caroten

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Masuk dalam golongan dalam antioxidant meskipun lemah. Tetapi beta-caroten kuat jika melawan singlet oxygen - Supplements can enrich LDL cholesterol - carotene content without affecting other carotenes - Dapat menaikkan aktivitas sel imun NK (Natural Killer) - Menstimulasi enzim DNA repair. - Memberikan perlindungan yang lebih baik pada cornea terhadap sinar UV dibandingkan dengan lycopene. b. Lycopene

Biasanya terdapat dalam warna merah dari tomat, semangka, anggur merah, jambu, dan pepaya. Sinar dan panas dapat merubah bentuk trans lycopene menjadi cis sehingga lebih bioavailable. Berikatan kuat dengan serat, freed by high heat Tidak larut air, dan lebih larut dalam minyak Bioavailability dari pasta tomat mendekati empat kali lebih besar dari tomat segar. Antioksidan yang lebih kuat sehingga mengurangi kerusakan dari DNA dan protein. Memberi perlindungan pada kulit yang lebih baik dari sinar UV dibandingkan beta karoten. Terkonsentrasi pada kulit, testes, adrenal dan prostate, untuk melawan kanker. Menurunkan LDL cholesterol levels ---- ingat ya jumlah kolesterol total lebih mudah diturunkan daripada LDL.

c. Asam caffeic, asam ferulic - Apel, persik, jeruk dan beberapa sayuran. - Sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan mata dan jantung. d. Flavonoid - Buah-buahan berwarna orange dan kuning; apel, the, brokoli - Sebagai antioksidan dn menangkal radikal bebas - Memelihara kesehatan mata e. Piperine

Mudah ditemukan pada merica hitam (peppercorns, hot jalapeno peppers) Generates heat, sneezing (spicy taste) Meningkatkan absorsi makanan di intestinal. Insektisida Dahulu, digunakan sebagai bumbu untuk menutupi rasa dari daging yang rusak.

f. Capsaicin

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Kandungannya membuat cabe rasanya jadi pedas. Capsaicin yang biasanya digunakan dalam "pepper spray" Rasa terbakar dari capsaicin hanya bisa dirasakan oleh mamalia. Menstimulasi neurons untuk sensasi terbakar dan abrasion. Larut dalam lemak dan alkohol, tapi tidak larut air. Dapat mendinginkan mulut, bila digunakan dengan cold milk, alkohol atau ice cream Kemampuannya tidak hilang meskipun telah diberi perlakuan seperti pemasakan maupun pendinginan. Meningkatkan apoptosis pada sel kanker pancreatic dan tidak memberikan efek pada sel pankreas yang normal. Dapat membebaskan dari chemotherapy-induced neuropathy --- rasa sakit yang diakibatkan oleh pengobatan kemo. Menghambat NF-B transkripsi dari gen proinflammatory dan antiapoptotic (atau gen kanker).

g. Sulforaphane

- Mudah ditemukan di brokoli. - Merupakan phase 2 enzyme inducer yang kuat --- phase 2 enzyme adalah enzim yang menghambat kanker sebelum kanker merusak DNA. - Dapat menyebabkan cell cycle arrest and apoptosis of cancer cells - Menghasilkan D-glucarolactone, yang secara signifikan menghambat breast cancer - Membunuh bakteri Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan stomach ulcers dan gastric cancer risk. 5. Table of dominant phytochemical pigments DOMINANT PHYTOCHEMICAL PIGMENTS COLOR PIGMENT FRUIT OR VEGETABLE RED Anthocyanins Lycopene Betacyanins Beta-carotene Strawberries, Raspberries, Cherries, Cranberries, Pomegranates, Apples, Red Grapes Tomatoes, Pink Grapefruit, Watermelon Beets Carrots, Mangoes, Apricots, Cantelope, Pumpkin, Sweet Potatoes Oranges, Tangerines Blueberries, Plums, Eggplant, Concord grapes Corn, Avocado Tumeric (Curry) Broccoli, Kale, Spinach, Cabbage, Asparagus, Green Tea Black tea Blackberries

ORANGE

Betacryptoxanthin BLUE/PURPLE Anthocyanins YELLOW Lutein, Zeaxantin Curcumin GREEN Chlorophyll BLACK Thearubigens Anthocyanins

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

6. Nutraceuticals for eye health Ingredients Dose (per day) Alpha-lipoic acid Beta-carotene Bilberry Bioflavonoids Ginkgo biloba 100-300 mg 5-6 mg 100-500 mg 100-300 mg 60-120 mg

Primary claims/Notes Glutathione support, can be boosted with added cystein Best as part of a mixed carotenoid blend Promotes better night vision-look anthocyanoside content of 25% or more Look for 24/6 ..> 24% flavone glycosides ..> 6% terpene lactones General antioxidant benefits for

Look for anthocyanidin and/or polyphenol content

Grape extract Ingredients

seed

50-100 mg

Dose (per day) 3-6 mg 250-1500 mg 50-100 mg 70-200 mg 200-1000 mg 100-800 IU

Primary claims/Notes Good antioxidants General antioxidant benefit, cellular glutathione levels General antioxidant benefit ---Collagen support Look for natural source d-alpha-tocopherol versus synthetic di-form increases

Lutein/zeaxanthin N-acetylcysteine (NAC) Quercetin Selenium Vitamin C Vitamin E

7. Faktor-faktor yang mempengaruhi bioavailabilitas nutraseutikal - Sifat fisiko kimia (stabilitas dan kelarutan) Kelarutan dan ukuran molekul menentukan kecepatan absobsi. - Faktor penderita Waktu transit dalam saluran cerna (motilitas saluran cerna dan gangguan gangguannya dapat mempengaruhi jumlah zat yang diserap). - Interaksi dengan makanan lain Fe pada sereal lebih tinggi penyerapannya bila dikonsumsi dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C. - Penguraian dalam usus (bakteri) - First Pass Effect (FPE) di hati --- proses perombakan senyawa di hati.

Waktu kuliah Prof. Mae ada yang bertanya, nah ini kami berikan untuk sekedar info! a. Ganja bisa buat obat kanker? Kata Prof. Mae ganja bukan untuk kanker hanya untuk menghilangkan rasa sakit akibat adanya metastasis sel kanker jadi bukan menghilangkan sel kanker, hanya menghilangkan rasa sakit akibat adanya sel kanker. Ganja kan analgetik narkotika b. Sambiloto kayaknya hobi banget buat obat? Kalau untuk kanker belum dibuktikan, hanya secara in vivo. Namun yang udah jelas itu untuk penurunan gula darah. ===&&===
Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Efek Nutrasetikal Herbal Lokal thd Imunitas


Dosen: Prof. Mae Sri Hartati

Apa sih IMMUNOMODULATOR? - Immunostimulant - Drugs which either suppress the immune system Immunosupresant - Stimulate the immune system

LEVEL OF EVIDENCE

HERBAL UNTUK IMMUNOMODULATOR 1. LEGUNDI (Vitex trifolia) Komponennya adalah: - Volatile oil; resin; alkaloid; lichen acids; glucoside. - Minyaknya mengandung : sabinene, linalool, terpinen-4-ol, b-caryophyllene, a-guaine dan globulol. - Penelitian pada essential oils menunjukkan B-caryophyllene biasa terdapat pada daun, Bunga and buah buahan kering.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Kandungan daun : alkaloid nishindine, flavones, luteolin-7-glucoside, casticin, iridoid glycosides. - Skrining fitokimia ekstrak daun etanol menghasilkan alkaloid, iridoid, asam fenolik, dan flavonoid flavonol. Mechanism of action: - Menghambat kontraksi trakea yang diinduksi histamin pada metode organ terisolasi. - Menekan pelepasan histamin menggunakan suatu model sel mast. - Efek anti-histamin dan stabilisasi sel mast. Ini jurnal-jurnalnya ya teman-teman

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

2. GREEN TEA (Camellia sinensi) Kandungan yang penting , ada 3 : - epicatechin-3-O-gallate (ECG) - gallocatechin 3-O-gallate (GCG) - epigallocatechin 3-O-gallate (EGCG)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Senyawa aktif

Epigallocatechin Ini jurnal tentang green tea

3. GINSENG 3 spesies ginseng a. Ginseng Amerika (Panax quinquefolius): polysacharides, ginsenosides, yang merangsang sistem kekebalan tubuh dan melawan kelelahan b. Ginseng Oriental / korean / Asia (Panax ginseng): ginsenosides; Polisakarida yang mendukung fungsi kekebalan tubuh. Studi penelitian klinis telah menunjukkan bahwa ginseng tersebut

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan psikologis serta kondisi yang berkaitan dengan diabetes. c. Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus): eleutherosides, Karbohidrat, phenylpropanoids, Terpenoid dan Volatile oil. Asian ginseng (Panax Spp.) termasuk dalam Family Araliaceae. Baik untuk berbagai indikasi: - Disfungsi ereksi - pencegahan kanker - meningkatkan fungsi fisik - peningkatan fungsi kognitif. Komponen aktif: ginsenosides - Aktivitas farmakologi dari setiap ginsenosida bervariasi tergantung di mana tanaman tumbuh dan teknik ekstraksi yang digunakan. - Selain itu, data menunjukkan bahwa komposisi ginsenosida bervariasi antara produk ginseng yang tersedia secara komersial (1,9-9%). - Variabilitas ini membuat sulit untuk mengevaluasi keamanan dan kemanjuran produk ginseng. - Efek farmakologis dari ginsenosides: dapat meningkatkan sintesis hormon adrenal, menurunkan kadar gula darah, dan promote immunomodulation. - Dalam sebuah percobaan klinis dengan 20 orang dewasa yang sehat, pemberian oral ginseng. (Drugs Exp Clin Res 1990;16:537-542).

Ringkasan efek ginseng untuk sistem kekebalan tubuh Efek Innate immunity Macrophages -meningkatkan fagositosis - Merangsang generasi nitric oxide - Menginduksi reaksi inflamasi oleh IL-1 dan TNF- - Merangsang sel NK dan sel T oleh IL-12

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Dendritic Cells (DC)

NK cells Acquired immunity Humoral immunity Cell-mediated immunity

Meningkatkan penanda pematangan dendritic cells (MHC kelas II, CD80, CD83, CD86) Meningkatkan produksi IL-1 dan TNF- Mengurangi penanda pematangan dendritic cells (CD40, CD86, CD1a, HLA-DR) Mengurangi sekresi TNF-, IL-12 dan IL-12 p40 Meningkatkan aktivitas natural killing

Menginduksi respon dan produksi IgA, IgM, IgG dan subunit IgG Menghambat penurunan OVA-sensitized di tingkat IgA di usus kecil Meningkatkan antibody-dependent cellular cytotoxicity Merangsang proliferasi sel T Promote the generation of immunosuppressive regulatory T cells (Tregs)

Ginseng (Panax Spp.) Drugs Results Warfarin Menurunkan efek antikoagulan Alcohol meningkatkan alcohol clearance

Mechanism Tidak diketahui Ginseng meningkatkan aktivitas alcohol dehydrogenase dan aldehyde dehydrogenase

Comments potential thrombotic complications

Postgraduate Medical Journal (1988) 64, 841-846 Ginseng - is there a use in clinical medicine? S.K.F. Chong1 and V.G. Oberholzer2 'King's College Hospital, London SE5 8RX and 2Queen Elizabeth Hospital for Children, Hackney Road, London E2 8PS, UK. Summary: Panax ginseng occupies an important place among the tonic remedies of Oriental medicine. Pharmacological investigations show that crude ginsenosides can increase non-specific resistance of an organism to various untoward influences. The effects of purified derived derivatives have only recently become better studied in immunological and cell growth studies in animals and in man. This has now provided some evidence to suggest that ginseng is a drug that contains many derivatives with different pharmacological properties, which could be useful in clinical medicine. 4. ECHINACEA Komponen utama: alkylamides , polysaccharides, glycoprotein, phenol - Meningkatkan sistem imun, membantu melawan flu dan dingin serta membantu penyembuhan luka. - Berguna untuk preventif and treatment infeksi saluran pernapasan atas. - Tersedia dari akar dan bagian lain dari tanaman: E. purpurea, E. angustifolia, E. pallida Fungsi modulasi: - Phogocytic macrophages - Cytokine secretion of macrophages - Limphocyte proliferation - Antibody production

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

ALKYLAMIDES (Komponen utama dari echinacea): - Berikatan dengan reseptor CB2 cannabinoid - Reseptor ini akan melokalisasi sel imun seperti monocytes, macrophages EC50 yang kurang dari 1M, B-cells, dan T-cells. Alkylamides menstimulasi pelepasan TNF- pada macrophages dan monocytes. Pelepasan TNF- akan mengakibatkan aktivasi nF-kB, JNK/ATF-2 dan CREB-1 sebagai intermediet, serta cAMP dependent.

Polysaccaride (komponen mengikat reseptor mannose

lain

dari

echinacea)

Drugs Caffeine

results mechanism Reduction of caffeine oral Caffeine merupakan clearance substansi dari CYP1A2 menjadi inhibitor echinacea Midazolam Increased (oral midazolam) Midazolam is a substrate of or decreased (systemic CYP3A4 midazolam) clearance Echinacea inhibits intestinal CYP3A4, while it induces hepatic CYP3A4 Evidence-Based

Comments Interaksi ini tidak relevan secara klinis Therapeutic manifestation is not determined

Complementary and Alternative Medicine Volume 2012, doi:10.1155/2012/841315 Safety and Efficacy Profile of Echinacea purpurea to Prevent Common Cold Episodes: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial. M. Jawad, R. Schoop, A. Suter, P. Klein, and R. Eccles D. S. H. Statistical Services GmbH, 85296 Rohrbach, Germany Results: A total of 293 adverse events occurred with Echinacea and 306 with placebo treatment. Nine and 10% of participants experienced adverse events, which were at least possibly related to the study drug (adverse drug reactions). Thus, the safety of Echinacea was non inferior to placebo. Echinacea reduced the total number of cold episodes, cumulated episode days within the group, and pain-killer medicated episodes. Echinacea inhibited virally confirmed colds and especially prevented enveloped virus infections (P < 0.05). Echinacea showed maximal effects on recurrent

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

infections, and preventive effects increased with therapy compliance and adherence to the protocol. Conclusions: Compliant prophylactic intake of E. purpurea over a 4-month period appeared to provide a positive risk to benefit ratio. J Med Food. 2007 September ; 10(3): 423434. Enhancement of Innate and Adaptive Immune Functions by Multiple Echinacea Species Zili Zhai1,2, Yi Liu3, Lankun Wu4, David S. Senchina5,6, Eve S. Wurtele4, Patricia A.Murphy3, Marian L. Kohut5,6, and Joan E. Cunnick1,2,5,6 The three herb extracts induced similar, but differential, changes in the percentage of immune cell populations and their biological functions, including increased percentages of CD49+ and CD19+ lymphocytes in spleen and natural killer cell cytotoxicity. Antibody response to sRBC was significantly increased equally by extracts of all three Echinacea species. Concanavalin A-stimulated splenocytes from E. angustifolia- and E. pallida-treated mice demonstrated significantly higher T cell proliferation. In addition, the Echinacea treatment significantly altered the cytokine production by mitogenstimulated splenic cells. The three herbal extracts significantly increased interferon- production, but inhibited the release of tumor necrosis factor- and interleukin (IL)-1. Only E. angustifolia- and E. pallida-treated mice demonstrated significantly higher production of IL-4 and increased IL-10 production. Taken together, these findings demonstrated that Echinacea is a wide-spectrum immunomodulator that modulates both innate and adaptive immune responses . In particular, E. angustifolia or E. pallida may have more anti-inflammatory potential. EBM Of Echinacea Level of Effect Evidence A Upper Respiratory Tract Infection Risk A Length Sickness

Scientific Consensus 66% (11 studies)

Comments The reduction in rate of sickness seen with echinacea as a daily supplement is highly effective in some instances, but subject to a high degree of variability. It is notable due to it being a comparator. Although a high variability exists, the metaanalysis has concluded a 1.4-day reduction in sickness when it occurs relative to placebo. As echinacea is also a comparator for sickness, this reduction in notable Insufficient evidence to support modification of symptoms of sickness Lone trial noted an increase in EPO production without an accompanying increase in red blood cell count; practical significance of these results uncertain Effective, but to a small degree based on one trial.

of 100% (6 studies)

B C

Symptoms of 100% the common (4 studies) cold Erythropoietin 100%

Oxygenation 100% cost of

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

exercise C C C VO2 max 100% Not an astounding increase in VO2 max, requires replication Oddly ineffective despite an increase in erythropoetin seen Possible effects, but study assessed salivary IgA (biomarker of immunity) and not sickness rates; hard to assess potency Likely related to the inefficacy in treating symptoms, but no significant ability to aid in sleep quality during or without sickness No significant known effects on blood pressure

C C

Red Blood 100% Cell Count Exercise100% induced Immune Suppression Sleep Quality 100% Blood Pressure 100%

5. GARLIC (Allium sativum L ) O NH2 H - Komponen utama: aliins S - Memiliki beberapa manfaat pada efek cardiovascular: Menurunkan tekanan darah dan serum lipid, CO2H Alliin (S-allyl-L-(+)-cysteine sulfoyde hypercholestrolemia mencegah atherosclerosis dan antithrombotic activity. - Minyak Garlic dilaporkan dapat mengganggu sintesis thromboxane, dengan cara menghambat platelet function. Drugs results Mechanism Comments Warfarin over-anticoagulation Efek aditif pada mekanisme Resiko koagulan pendarahan Chlorpropamide Menurunkan level glukosa Efek aditif Paracetamol Perubahan variabel Tidak diketahui paracetamol pharmacokinetics Ritonavir Toksisitas terhadap GI Ritonavir menghambat tinggi metabolisme dari pengaktivan komponen garlic Iranian Journal of Basic Medical Sciences Vol. 15, No. 2, Mar-Apr 2012, 745-751 Evaluation of the Effect of the 47 kDa Protein Isolated from Aged Garlic Extract on Dendritic Cells Hasan Namdar Ahmadabad, Mohammad Hassan Zuhair, Elahe Safari, Mahmood Bozorgmehr, Seyed Mohammad Moazzeni Garlic (Allium sativum) is known as a potent spice and a medicine with broad therapeutic properties ranging from antibacterial to anticancer, and anticoagulant. One of the major purified garlic protein components is the 47 kDa protein. In this study, the effect of 47 kDa protein extracted from aged garlic (AGE) was evaluated on mouse dendritic cell (DC) maturation in vitro. Materials and Methods

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Forty seven kDa protein was purified from AGE by ammonium sulfate precipitation and gel filtration. SDSPAGE was used to determine the molecular weight and purity of the isolated protein. DCs were purified from spleen of BALB/c mice by Nycodenz centrifugation and their adhesiveness to the plastic dish. The 47 kDa protein isolated from AGE was added to DCs medium during the overnight culture and the expression of DC surface markers was assessed via flowcytometry. Results: The 47 kDa protein-treated DCs lowered the expression of DC maturation markers including: CD40, CD86 and MHC-II in comparison with non-treated DCs; (median of 41% versus 47%, 84% versus 91% and 83% versus 90%, respectively) but we observed no statistical difference between the two groups. Conclusion: Upon treatment with DCs with 47 kDa protein, DCs down regulated the expression of costimulatory and MHC-II surface molecules, which is similar to tolerogenic DC phenotype. According to the results of the present study, we found that 47 kDa protein purified from AGE can be considered as a potential candidate to generate tolerogenic DCs in vitro. 6. TURMERIC/Kunyit (Curcuma domestica) Komponen: Curcuminoids (3-5%), including bisdemethoxy curcumin, quercetin.

curcumin,

demethoxycurcumin,

OH CH3 O OH
Curcumin

O OCH3 OH

OH CH3 O OH
Demetoksicurcumin

OH

OH

OH
Bis-demetoksicurcumin

OH

OH

Curcumarol

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

PLoS One. 2012; 7(3): e33805. Published online 2012 March 28. doi: 10.1371/journal.pone.0033805 Quercetin Is More Effective than Cromolyn in Blocking Human Mast Cell Cytokine Release and Inhibits Contact Dermatitis and Photosensitivity in Humans Zuyi Weng,#1,2 Bodi Zhang,#1,2,3 Shahrzad Asadi,1,4 Nikolaos Sismanopoulos,1 Alan Butcher,5 Xueyan Fu,6 Alexandra Katsarou-Katsari,7 Christina Antoniou,7 and Theoharis C. Theoharides1 First compared the flavonoid quercetin (Que) and cromolyn on cultured human mast cells. Que and cromolyn (100 M) can effectively inhibit secretion of histamine and PGD 2. Que and cromolyn also inhibit histamine, leukotrienes and PGD2 from primary human cord blood-derived cultured mast cells (hCBMCs) stimulated by IgE/Anti-IgE. However, Que is more effective than cromolyn in inhibiting IL-8 and TNF release from LAD2 mast cells stimulated by SP. Moreover, Que reduces IL-6 release from hCBMCs in a dosedependent manner. Que inhibits cytosolic calcium level increase and NF-kappa B activation. Interestingly, Que is effective prophylactically, while cromolyn must be added together with the trigger or it rapidly loses its effect. In two pilot, open-label, clinical trials, Que significantly decreased contact dermatitis and photosensitivity, skin conditions that do not respond to conventional treatment. In summary, Que is a promising candidate as an effective mast cell inhibitor for allergic and inflammatory diseases, especially in formulations that permit more sufficient oral absorption.

7. GINKO BILOBA - Meningkatkan fungsi kognitif pada orang dengan dengan Alzheimers disease and dementia - Meningkatkan aliran darah pada orang dengan peripheral vascular disease, tinnitus, or memory impairment. Komponen utama: ginkolides, flavonoid - Ginkgolide B, salah satu komponen ginkgo, menghambat faktor aktivasi platelet dengan memindahkannya dari receptor-binding site, menghasilkan penurunan pengumpulan platelet. - Dilaporkan beberapa kasus pendarahan pada pencernaan ginkgo American Society for Microbiology, October 2012 Volume 56 Number 10 Effect of Ginkgo Biloba on the Pharmacokinetics of Raltegravir in Healthy Volunteers Maren Blonk, Angela Colbers, Anne Poirters, Bas Schouwenberg, and David Burgera Department of Pharmacology and Toxicology, Radboud University Nijmegen Medical Centre, Nijmegen, The Netherlandsd We studied the effect of ginkgo biloba extract on the pharmacokinetics of raltegravir in an openlabel, randomized, two-period, crossover phase I trial in 18 healthy volunteers. Subjects were randomly assigned to a regimen of 120 mg of ginkgo biloba twice daily for 15 days plus a single dose of raltegravir (400 mg) on day 15, a washout period, and 400 mg of raltegravir on day 36 or the test and reference treatments in reverse order.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Pharmacokinetic sampling of raltegravir was performed up to 12 h after intake on an empty stomach. All subjects (9 male) completed the trial, and no serious adverse events were reported. Geometric mean ratios (90% confidence intervals) of the area under the plasma concentration-time curve from dosing to infinity (AUC0-) and the maximum plasma concentration (Cmax) of raltegravir with ginkgo biloba versus raltegravir alone were 1.21 (0.93 to 1.58) and 1.44 (1.03 to 2.02). Ginkgo biloba did not reduce raltegravir exposure. The potential increase in the Cmax of raltegravir is probably of minor importance, given the large intersubject variability of raltegravir pharmacokinetics and its reported safety profile. Drugs Aspirin results Spontaneous hyphema bleeding Bilateral subdural hematoma overanticoagulation Hypertension additive effect on Intracerebral hemorrhage coagulation mechanism This effect may be an unusual adverse reaction to the drug or herb; ginkgo alone has not been associated with hemorrhage Mechanism Comments

Additive effect on platelet hyphema is a clinical rare agregation (ginkgolides are problem potent inhibitors of PAF or have antiplatelet activity)

NSAID Paracetamol and ergotamine/ caffeine Warfarin Thiazide diuretic

8. MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) (Scheff.). Boerl. Pendatang baru (tidak terdaftar di buku tua pengobatan tradisional) Populer, dilaporkan aktif sebagai antikanker Sudah dijual secara luas di pasar Senyawa aktif ...? Mekanisme kerja ....?, belum di laporkan Prosedur

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

MS spektra : mol. Weight (m/z 422), HR-EIMS : C20H22O10

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

O HO
6 5 1 4 3 2 2' 3' 1' 6' 5' 4'

Phalerin LC50 = 1.5 x 10-1 mM (BST) IC50 = 1,9 x 10-1 mM [Myeloma cells (NS-1)]

HO O

OCH3

O HO H
4''

H
6'' 5''

1'' 2''

OH H

H
3''

HO HO

CNMR (, ppm) 195.9

13

No. -C

H-NMR (, ppm, J=Hz) -

No. -H

-C=O

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

162.9 162.5 157.6 157.0 132.3

C-3 C-4 C-5 C-4 C-3 C-5

7.52 (d, 8) 7.52 (d, 8) 6.60 (d, 8) 6.60 (d, 8) 4.70 (d, 7) 6.00 (s) 6.19 (s) 3.20 (m) 3.10 (m) 2.98 (m) 3.18 (m) 3.59 (m) 3.42 (m) 3.55 (s) 4.90 (br)

H-3 H-5 H-2 H-6 H-1 H-6 H-2 H-2 H-3 H-4 H-5 H-6 -OCH3 -OH

130.5 114.7

C-1 C-2 C-6

110.3 101.0 95.5 93.7 76.8 76.4 73.4 69.8 61.2 54.7

C-1 C-1 C-6 C-2 C-2 C-3 C-4 C-5 C-6 -OCH3

Table 1.

13

C- and 1H-NMR (500 MHz) chemical shifts (, ppm, CDCl3) of phalerin


O

HO

6 5 1 4 3 2 2' 1'

6' 5' 4' 3'

HO O

OCH3

O HO H
4''

H
6'' 5''

1'' 2''

OH H

H
3''

HO HO

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Number of latex consumed by 100 of macrophages

No 1 2 3 4 5 6 7

Concentration (g/ml) Control (medium) Contol (solvent, DMSO) Phalerin 1.85 Phalerin 5.56 Phalerin 16.67 Phalerin 50 Phalerin 100

R1 285 253 324 321 442 406 460

R2 270 249 367 352 374 433 390

R3 258 251 358 350 420 425 416

Average 271 251 350 341 412 421 422

Increasing Number Of Latex Consumed By 100 Macrophages No. 1 2 3 4 5 Tested samples (g/ml) 1.85 5.56 16.67 50 100 Increasing ratio (%) 39.44 35.86 64.14 67.73 68.13

===&&===
Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Efek Nutrasetikal Herbal Lokal thd Kanker


Dosen: Prof. Mae Sri Hartati

KANKER Penyakit seluler dengan ciri adanya sifat pertumbuhan yang tidak terkendali diikuti dg proses invasi ke jaringan dan menyebar (metastasis) ke bagian organ tubuh yg lain serta menyebabkan kematian (Kumar et al., 2007). Ciri-ciri fisiologi kanker - Tumbuh tanpa kontrol (Proliferasi) - Immortal (Apoptosis) - Membuat pembuluh darah baru (Angiogenesis) - Metastasis. Arah pengembangan obat antikanker - Penghambatan Proliferasi - Pemacuan apoptosis - Penghambatan angiogenesis Kanker jinak disebut tumor Kanker adalah sel yang berpoliferasi berlebihan misal dari 1n menjadi 2n terus jadi 10n dst, sedangkan pada sel normal pola poliferasinya misal dari 1n menjadi 2n terus jadi 4n dst sampai apoptosis. Sel kanker tidak memiliki sel kematian sehingga dia tidak akan mati dan akan membuat jaringan/terowongan (Angiogenesis) kemudian mengalami metastasis Proses Terjadinya kanker

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

3 konsep di atas merupakan alasan mengapa sel kanker menyebabkan kematian sel berwarna merah muda merupakan sel kanker yang mungkin terjadi akibat dari bahan-bahan karsinogenik yang masuk ke dalam tubuh

sel yang berada dalam fase inisiasi (masih bisa diperbaiki dengan antioksidan / S.Imun) tetapi jika sudah bermutasi (tidak bisa kembali lagi / Irreversible) ada yang bermutasi dan ada juga yang berdelesi jika sudah infasif ke jaringan lain akan membesar jika sudah terjadi kanker yang tidak diobati (sudah memecahkan sel normal) biasanya mengunakan terapi morfin KEMOTERAPI - Salah satu cara mengobati kanker - Pencarian obat kanker semakin menarik Fitofarmaka Kandungan senyawa yang berpotensi dari bahan alam

gambar di sebelah kanan, merupakan gambar obat-obat kanker yang sudah dikonvensi atau obat modern

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

TAPAK DORO (Catharantus roseus) Alkaloid structures are varies, biogenetically most of alkaloids derived from amino acids ( N- atom contributors). Alkaloids are compounds having N- in their molecule structures. Therefore alkaloids react alkalis due to a pair of free electron on N- atom. Most of biologically active Secondary Metabolites are alkaloids R = -CH3, Vinblastine R = -CHO, Vincristine Catharanthus roseus (Tapak doro) Antimitotics, they bind to tubulin and prevent the formation of the microtubules that responsible for the formation of the mitotic spindle Treatment of cells with these alkaloids leads to an accumulation of cells in the M and G2 phases, and the effect is lethal in the S phase. Tapak doro merupakan hasil isolasi dari Catharantus roseus. Tapak doro bersifat alkali (basa) dan memiliki unsur N Mekanisme dalam menghambat sel kanker : - pada fase M (mitosis/membelah), pada fase inilah tapak doro akan mengambat sel kanker - pada fase S (sintesis) pada saat sel kanker (DNA) membuat double helix/perpanjangan sintesis, saat itulah terjadi penghambatan olah tapak doro beta karoten digunakan untuk mencegah penyakit /kelainan degenaratif seperti kanker dan DM tetraterpen termasuk beta karoten Taxus memiliki C kurang lebih 30, maka termasuk triterpen Taxol digunakan umtuk penykit kanker ovari yang tidak bisa diatasi dengan obat antikanker lain kerja dari taxol yaitu dengan menghambat tubulin

CONTOH PENELITIAN TENTANG HERBAL MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.). Boerl.] - New comer (unlisted in the old traditional medicine handbooks) - Popular, reported active as anticancer - Already been sold extensively in the market

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Active compounds? Mechanism of action.?, unreported yet

Sel manusia yang diambil kemudian ditumbuhkan lagi disebut sel kultur primer Breast (T47-D) diambil dari individu yang memiliki hormon esterogen reseptor + Breast (EVSA-T) diambil dari individu yang memiliki hormon esterogen reseptor -

IC 50 artinya : pada dosis x (misal 0,51 x 10-1 mM dapat menghambat 50% sel kanker

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray fraksinasi Isolasi struktur (1 single compound didapatkan dari hasil isolasi )

STRUCTURE IDENTIFICATION

Spectro UV digunakan untuk mengetahui panjang gelombang IR (Infra Red) C-NMR (Nuclear Magnetic Resonansi) digunakan untuk melihat C ada berapa H-NMR (Nuclear Magnetic Resonansi) digunakan untuk melihat H ada berapa SECTIVITY TEST

IC 50 semakin rendah semakin bagus (semakin aktif) gambar di samping menunjukan Tgnitin paling aktif untuk mengobati sel WiDR (sel kanker kolon) Index selectivity dihitung dari IC 50 sel kanker / IC 50 sel normal Index selectivity yang tinggi menunjukkan semakin jauh mengenai sel normal Index selectivity yang rendah menunjukkan semakin mudah mengenai sel normal Jika IC 50 rendah tetapi index selectivity juga rendah berarti percumah karena hal tersebut dapat mengakibatkan toksik

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

5 FU (obat standar untuk kanker kolon), jika dibandingkan dengan Tagnitin C dalam pengobatan kanker kolon, lebih bagus Tagnitin C

ACTION MECANISM OF TAGITININ C

gambar disamping menunjukkan ada 2 jalan untuk menghambat kanker yaitu dengan jalan mitokondria (sebelah kanan) dan jalan nonmitokondria (gambar kiri)

Control merupakan sel utuh/ sel kanker yang tidak mati Caspase 3 ditunjukkan warna coklat (pada gambar kanan)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

VEGF (Vascular Endotelial Grow Factor) meningkat akan mengakibatkan angiogenesis (Gambar kanan) Tagnitin C 4 g/ ml paling baik karena VEGFnya rendah sehingga angiogenesis yang terbentuk rendah

warna coklat menunjukkan aktifnya angiogenesis

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

isolat kembang bulan akan menghambat sel kanker pada fase S dan GI (ketika Sel kanker membentuk double helix)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

ACTIVITY OF T. DIVERSIFOLIA EXTRACT

Gambar di samping menunjukkan ekstrak etanol 70% TD pada dosis 53,19 dapat menghambat 50% sel kanker. Jika dilihat dari IC 50, ekstrak tersebut lebih baik dibandingkan 5 FU.

HASIL UJI TOKSISITAS AKUT

SGPT dan SGOT menunjukkan keadaan hati dan ginjal


Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Pemberian ekstak dalam range normal, tidak menyakiti ginjal dan hati. Secara Hispatologis, terlihat ada peradangan pada mencit betina.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Curcuma domestica Val digunakan untuk hepatotoksik dan untuk breast cancer. Nodul adalah jumlah tonjolan

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

KESIMPULAN - Berat badan tikus betina baik yang diinduksi bertambah seiring dengan lamanya perlakuan.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

- Tikus betina yang diinduksi DMBA diberi campuran ekstrak TD dan CD dosis (80 : 150) mg/kg BB paling jelas dapat menurunkan jumlah nodul dan diameter kanker payudara sampai minggu ke-4 treatment. - Tikus betina yang diinduksi DMBA diberi campuran ekstrak TD dan CD pada semua dosis menunjukkan bahwa hematologi darah (darah rutin) dan biokimia darah (SGPT, SGOT, Ureum dan creatinin) masih dalam batas normal. - Gambaran histopatologi hati dan ginjal tikus betina yang diinduksi 7, 12dimethylbenz[a]antrasene (DMBA) setelah pemberian campuran ekstrak etanol terstandar T. diversifolia (Hemsley) A. Gray. dan C. domestica Val, semuanya masih dalam batas normal, sedangkan nodul kanker payudara pada dosis 160 mg dan 150 mg/kg BB (Kel VI) struktur dan bentuk duktus laktiferus ada perbaikan dibandingkan dengan kelompok sakit (II).

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

===&&===

Peraturan BPOM terkait Jamu dan Herbal


Dosen: Prof. Mae Sri Hartati

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

PEDOMAN FITOFARMAKA Kep. Men. Kes.RI. (761/92) PRIORITAS PEMILIHAN 1. Bahan baku relatif mudah diperoleh 2. Didasarkan pada pola penyakit di Indonesia 3. Perkiraan manfaat terhadap penyakit tertentu cukup besar 4. Memiliki rasio resiko dan kegunaan yang menguntungkan penderita 5. Merupakan satu-satunya alternatif pengobatan TAHAP PENGEMBANGAN FITOFARMAKA 1. Seleksi bahan tanaman 2. Pengujian farmakologi (in vivo) a. Penapisan aktivitas (belum ada petunjuk aktivitas) b. Langsung pemastian khasiat (ada petunjuk) 3. Pengujian toksisitas (akut, subakut, kronik, spesifik) a. Spesifik (Toksik pada janin, mutagenisitas, karsinogen) 4. Pengujian farmakodinamika (in vitro & in vivo) (Preklinik ??) 5. Pengembangan sediaan (formulasi) 6. Penapisan fitokimia dan standarisasi sediaan 7. Pengujian klinik PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : Hk.00.05.41.1384 Tentang Kriteria Dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar Dan Fitofarmaka PERSYARATAN Pasal 2 (1) Obat tradisional, obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang dibuat dan atau diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar dari Kepala Badan. (2) Untuk memperoleh izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan pendaftaran.

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor :HK.00.05.4.1380 PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL YANG BAIK Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) meliputi seluruh aspek yang menyangkut pembuatan obat tradisional, yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Mutu produk tergantung dari bahan awal, proses produksi dan pengawasan mutu, bangunan, peralatan dan personalia yang menangani. TUJUAN
Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Umum: 1. Melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari penggunaan obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan mutu. 2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk obat tradisional Indonesia dalam era pasar bebas .

UJI PRAKLINIK DAN KLINIK Kep. Men. Kes. RI. (56/2000) UJI PRAKLINIK: 1. Uji toksikologi (keamanan & spektrum efek toksik) a. Umum (akut, subakut/subkronis, kronis) b. Khusus (teratogenik, mutagenik, karsinogenik)

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

2. Uji farmakodinamik ( khasiat) Hasil 1. 2. 3. Uji Praklinik: Indikasi awal Perkiraan dosis efektif Perkiraan batas aman

Hasil Uji Klinik: 1. Fase I : Menegaskan keamanan & profil farmakokinetik obat pd manusia sehat (farklin) Tolerabilitas dan perkiraan dosis. 2. Fase II : Menegaskan kemanjuran & keamanan pd penderita skala sedang (100-200) Kemanjuran & keamanan 3. Fase III : Menegaskan kemanjuran & keamanan pd penderita skala besar (200-1000) Manfaat klinis lebih absolut Bandingkan manfaat dan resiko 4. Fase IV :Menegaskan keamanan obat (Survei pasca pasar) Resiko penggunaan LEGALITAS Peraturan Menteri Kesehatan No. 03/MENKES/PER/I/2010 tentang Saintifikasi Jamu. Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Salah satu tujuannya adalah memberikan landasan ilmiah (evidenced based) penggunaan jamu secara empirik melalui penelitian berbasis pelayanan yang dilakukan di sarana pelayanan kesehatan, dalam hal ini klinik pelayanan jamu/dokter praktik jamu SANGSI HUKUM Kegiatan memproduksi dan atau mengedarkan obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat, melanggar Undang Undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenakan sanksi dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak 2 (dua) miliar rupiah.

SANKSI ADMINISTRATIP 1. Peringatan Keras kepada Produsen dan Sarana Distribusi serta menarik dan memusnahkan obat tradisional yang dicampur dengan Bahan Kimia Obat. 2. Hasil penertiban obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat tahun 2006 telah dilakukan pemusnahan sebanyak 10.561 kotak, 31.403 bungkus dan1.968 kapsul

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia

Note : Standar keamanan obat herbal berarti harus lolos uji Toksisitas. Sedangkan mengenai uji kebermanfaatan obat herbal dapat dilakukan dengan uji Farmakologi (sub Farmakodinamik). Yang kemungkinan keluar di UAS : 1. Pengelompokkan obat herbal di Indonesia 2. Tahapan pengembangan fitofarmaka 3. Produk yang tidak dikenakan wajib daftar

Berakhir sudah handout makfung kali ini Kami selaku PJ handout meminta maaf atas kurangnya handout ini Dari konten maupun tata letak gambarnya :p Semoga UAS kita lancar dan dimudahkan! Semangatttt!

Sekar, Lala, MJ, Lulut, Sari, Anggy, Sarah, Yashinta, Zata, Nita, Mia